NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Era-Era (Opinion | Article | Ref)
 

Fri, 03 February 2017 10:17:48 | Dermawan waruwu (wawan) | Jakarta | 112.215.151.68
RUMAH DI JUAL SEGERA
Yaahowu Rumah di jual di Wilayah kota madya gunung sitoli Di alamat Tanpa perantara. Jl.dipenegoro gg nusantara II Berhadapan dgn SDN.SIFALAETE. LUAS ...

  • 

PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI PULAU NIAS

  • 

SERUAN BUAT EX TUHEMBERUA

  • 

Eksotisme Tradisi Musik Nias

  • 

Nias Harus Buat RTRW Gempa

  • 

Refleksi Sumpah Pemuda

  • 

Rumah Adat Nias Melawan Waktu

  • 

NIAS TIMUR SUDAH PANTAS DIMEKARKAN SEBAGAI SALAH SATU OTONOMI DAERAH YANG BARU di KEPULAUAN NIAS, SE

  • 

HAK KONSTITUSI

  • 

ORGANISASI HIMNI TETAP EKSIS !! TAPI BAGAIMANA DENGAN OKNUM PENGURUS ??

  • 

Kebersamaan Memahami Provinsi Kepulauan Nias

  • 

Mimpi Provinsi Kepulauan Nias

  Index   Add

  Last Commented
 
 

Sun, 17 September 2017 22:14:48 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.124.174.230
Kenapa Nias Tak Disukai Orang?5 Responses

 

Sun, 17 September 2017 21:53:52 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.124.174.230
Tes Urine Mendadak, Empat Polisi di Polres Nias Positif Narkoba1 Responses

 

Sat, 16 September 2017 05:54:09 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.124.196.8
Lulusan Akpol dan PTIK Terbaik Akan Ditugaskan di Nias1 Responses

 

Fri, 08 September 2017 12:55:40 | Bedi ( A. Shaldon ) Laia | Pekanbaru | 103.19.210.18
Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias9 Responses

 

Mon, 04 September 2017 22:19:23 | primamos | bogor | 125.165.74.156
Menjual Benih Kol Dataran Rendah ( daerah panas),Melon kuning,Cabai,Tomat,d ll.7 Responses

 

Wed, 30 August 2017 15:43:42 | Hetiaro buulolo | desa amorosa Nias selatan | 114.124.132.230
Pemerintah Bidik Nias Destinasi Andalan Dongkrak Kunjungan Wisman1 Responses

 

Thu, 24 August 2017 10:31:08 | mr daniel | 1304 W 40th St, Austin TX 78756 | 186.4.202.16
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya31 Responses

 

Mon, 23 April 2012 17:14:56 | Moel (IP = 119.110.83.6) | Gunungsitoli
Kebersamaan Memahami Provinsi Kepulauan Nias
Jakarta (NiasIsland.Com)

Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd, M.Si

Semangat mewujudkan Provinsi Kepulauan Nias terus menggeliat. Terlebih paska dikukuhkannya Pengurus Badan Persiapan Pemekaran (BPP) Provinsi Kepulauan Nias yang telah disempurnakan. Selain menyiapkan berbagai strategi, hal yang menggembirakan adalah mengentalnya rasa kebersamaan untuk mencapai tujuan yang sama; perubahan ke arah yang lebih baik.

Kebersamaan, itu kata kunci utama. Bentuk nyatanya, BPP Provinsi Kepulauan Nias terus melengkapi berbagai syarat yang dibutuhkan serta memantapkan kepengurusan di berbagai daerah, antaranya di Medan dan di Jakarta.

Pada 20 Maret 2012 pukul 11.00 WIB, BPP Provinsi Kepulauan Nias menyampaikan usul pembentukan Provinsi Kepulauan Nias ke Kementerian Dalam Negeri yang diterima Direktur Otonomi Daerah Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA. Lalu, secara estafet, usul yang sama disampaikan ke Komisi II DPR RI yang diterima Wakil Ketua Komisi II, Ganjar Pranowo dan beberapa orang anggota Komisi II. Sekitar pukul 16.00 WIB, BPP Provinsi Kepuluan Nias menyampaikan pula usul ini ke Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI yang diterima langsung Ketua Fraksi PPP Hazrul Azwar Harahap.

Dari lembaga yang ditemui, terbentuk kesepahaman, cara pandang objektif terkait membangun Kepulauan Nias. Mereka sepakat dan memahami bahwa Kepulauan Nias memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Namun pemerintahan yang ada di Kepulauan Nias memiliki keterbatasan dalam mengembangkan potensi-potensi dimaksud. Mereka juga sepakat dan memahami sehingga berniat mendorong serta mendukung keinginan masyarakat Nias untuk peningkatan status pemerintahan di Kepulauan Nias menjadi provinsi. Tapi tentu saja melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Dukungan-dukungan itu patut disyukuri dan seyogyanya semakin memompa semangat kita. Bagaimana tidak, kedua lembaga penentu pemekaran daerah di republik ini menyambut baik dan memberi apresiasi yang tinggi atas prakarsa pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Menariknya, ada janji mereka segera memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku. Ini berarti, proses pembentukan Provinsi Kepulauan Nias memasuki babak baru dalam perjuangan di tingkat nasional.

Menyikapi hal itu, selain bersyukur, dibutuhkan berbagai upaya dengan mengerahkan berbagai daya, tenaga dan pikiran serta semangat yang jangan pernah surut. Proses ini perlu dikawal jika ingin berhasil.

***

Secara teknis, Kepulauan Nias sudah siap menjadi provinsi mekar dari Provinsi Sumatera Utara. Syarat memiliki 5 kabupaten/kota sudah terpenuhi dan kelimanya mendukung penuh yakni Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan dan Kota Gunungsitoli.

Tujuan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias adalah untuk meningkatkan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Memperpendek rentang kendali, dan meningkatkan akselerasi pembangunan. Kemudian, mengimplementasikan pola pendekatan/model pembangunan yang spesifik sebagai daerah kepulauan dengan ragam potensi sumber daya alam yang cukup besar.

Namun, di beberapa pertemuan dengan masyarakat Nias, masih banyak yang belum memahami alasan mendasar perlunya Kepulauan Nias menjadi sebuah provinsi.

Untuk memiliki pemahaman yang sama, secara sederhana dapat dikemukakan bahwa pembentukan Provinsi Kepulauan Nias merupakan aspirasi murni masyarakat Kepulauan Nias. Dasarnya atas penilaian objektif terhadap pengalaman masa lalu, kondisi dan potensi serta harapan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Hemat saya, ada beberapa faktor yang menjadi landasan mengapa Kepulauan Nias harus menjadi sebuah provinsi.

Pertama, potensi dan karakteristik wilayah sebagai daerah kepulauan. Wilayah Kepulauan Nias terdiri dari 132 pulau. Memiliki karakteristik dengan formasi laut yang dominan. Disamping itu terdapat dua pulau terluar Indonesia yaitu Pulau Simuk dan Pulau Wungan di Samudera Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara India.

Sebagai daerah kepulauan, tentunya membutuhkan pendekatan pembangunan yang spesifik. Berbeda dengan pendekatan pembangunan di daerah atau wilayah lain di Provinsi Sumatera Utara. Pembangunan ekonomi wilayah Kepulauan Nias yang memiliki ragam potensi sumber daya alam harus dipandang sebagai satu kesatuan ekonomi.

Dengan wilayah laut yang cukup luas serta banyaknya pulau kecil yang berhadapan dengan wilayah laut negara asing, rawan ancaman dari sisi keamanan. Salah satunya kapal-kapal asing leluasa masuk perairan Indonesia melalui Kepulauan Nias, sehingga dibutuhkan kehadiran pemerintah provinsi untuk mengkoordinasikan secara cepat keamanan laut kepada pemerintah pusat.

Kedua, ketertinggalan serta kesenjangan pembangunan. Wilayah dan masyarakat Kepulauan Nias termasuk dalam kategori daerah tertinggal di daerah Sumatera Utara. Ini ditandai alokasi dana pembangunan dari Provinsi Sumatera Utara tidak sebanding dengan kebutuhan yang semestinya dalam rangka mengatasi ketertinggalan di Kepulauan Nias.

Dalam konteks kebijakan pembangunan Provinsi Sumatera Utara, menunjukkan bahwa pembangunan di Kepulauan Nias tidak mendapat perhatian dibanding daerah lain. Bahkan semakin dirasakan adanya kesenjangan antara wilayah Kepulauan Nias dengan daerah lain di Provinsi Sumatera Utara. Baik itu aspek pembangunan fisik wilayah maupun aspek pembangunan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, geografis yang jauh dari pusat pemerintahan provinsi. Jarak yang cukup jauh menyebabkan pembinaan dan pengendalian pemerintah oleh provinsi ke kabupaten/kota kurang optimal. Ini tentu saja mengakibatkan koordinasi serta konsultasi penyelenggaraan urusan pemerintahan dan tugas-tugas kedinasan dari Kabupaten/Kota ke Provinsi membutuhkan biaya besar serta waktu yang lebih lama.

Keempat, Kepulauan Nias sebagai salah satu dari barisan pulau-pulau di pantai barat Sumatera merupakan hasil tumbukan lempeng benua Eurasia dengan lempeng Hindia dengan batas tumbukan lempeng (jalur subduksi) berada di pantai barat barisan pulau-pulau tersebut. Tumbukan antara dua lempeng juga membentuk patahan besar (megathrust) sepanjang pantai barat yang menjalur dari Enggano - Mentawai - Nias - Simeulue - Andaman/Nikobar (India) - Arakan Yoma (Myanmar) dan berlanjut ke jalur megathrust Himalaya.

Jalur-jalur patahan tersebut menjadi tempat pelepasan energi dan menjadi jalur gempa. Memperhatikan kondisi ini maka kebijakan pembangunan Kepulauan Nias harus mengintegrasikan kebijakan pengurangan resiko bencana, yang secara spesifik berbeda dengan wilayah lain di Provinsi Sumatera Utara. Dalam penanggulangan membutuhkan gerak cepat dan tepat terlebih pada fase emergency, sehingga kurang efektif apabila Satkorlak yang berada di provinsi memiliki jarak yang terlalu jauh dengan lokasi bencana.

Kelima, Kedudukan Kepulauan Nias dalam konstelasi regional dan nasional. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 bahwa Kepulauan Nias termasuk pusat kegiatan wilayah sebagai kota rehabilitasi akibat bencana alam dan masuk dalam percepatan pengembangan kota-kota pusat pertumbuhan nasional. Hal ini berarti bahwa Kepulauan Nias merupakan salah satu wilayah nasional strategis baik dilihat dari aspek pertahanan dan keamanan maupun dalam pengembangan ekonomi, terutama untuk sumber daya laut. Wilayah laut Kepulauan Nias bukan semata prasarana penghubung antar pulau.

Keenam, cakupan wilayah calon Provinsi Kepulauan Nias. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah, bahwa cakupan wilayah untuk pembentukan provinsi paling sedikit 5 (lima) Kabupaten/Kota.
Mengacu pada amanat ketentuan dimaksud maka cakupan wilayah Provinsi Kepulauan Nias terdiri dari Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunungsitoli sehingga telah memenuhi persyaratan.

Kepulauan Nias terletak antara 00”12’-10 32’ Lintang Utara dan 97”00’-98 00’ Bujur Timur dengan ketinggian rata-rata 800 meter di atas permukaan laut. Luas keseluruhan Kepulauan Nias 5.737,66 Km2 atau 7.86% dari luas Provinsi Sumatera Utara dengan jarak ±85 mil laut dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebelah Utara berbatasan dengan Pulau-Pulau Banyak Provinsi Nangroe Aceh Darusallam. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sebelah Timur berbatasan dengan Pulau-Pulau Mursala Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Mandailing Natal. Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia dan Negara India.
Jika memperhatikan faktor tersebut, maka suatu hal yang wajar jika Kepulauan Nias menjadi sebuah Provinsi. Dapat diakui pula bahwa dari sisi keuangan Kepulauan Nias sangat jauh dari yang diharapkan untuk membiayai dirinya sendiri.

Saya menilai, justru akibat dari keterbatasan tersebut dibutuhkan intervensi pemerintah pusat untuk memberdayakan berbagai potensi yang dimiliki Kepulauan Nias, terutama sumber daya alam dan kelautan melalui pemerintah provinsi yang ada di Kepulauan Nias. Diharapkan suatu ketika Kepulauan Nias mampu mandiri dan mampu mensejahterakan masyarakatnya sendiri, tidak tergantung lagi kepada pemerintah pusat.

Walaupun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa kalau demikian kehadiran Provinsi Kepulauan Nias akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saya tegaskan, iya!

Mari kita bertanya, APBN itu untuk siapa? Tentu untuk kepentingan seluruh masyarakat Indonesia. Jika demikian, bukankah masyarakat Kepulauan Nias adalah bagian dari masyarakat Indonesia? Artinya berhak memperoleh perhatian dari pemerintah pusat dalam hal kebijakan anggaran untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias yang sudah jauh tertinggal, lama tidak terperhatikan dan tertinggal dari daerah lain.

Mungkin ini saatnya bahu-membahu berjuang melakukan perubahan di Kepulauan Nias melalui pembentukan provinsi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Saya tegaskan kembali; kunci utamanya ialah kebersamaan. Semoga jayalah Kepulauan Nias.***

)*Penulis adalah Ketua Badan Persiapan Pemekaran (BPP) Provinsi Kepulauan Nias

First| Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
6. Sat, 05 May 2012 02:33:14 BN.Gulo Jakarta arisgaxx@yahoo.com 182.11.188.251
Sah - sah saja bila Nias menjadi satu provinsi.yang jadi pertanyaan buat kita smua adalah "Apakah kita sudah benar - benar siap?".

Kita doakan yg terbaik buat Nias.
7. Sun, 06 May 2012 09:21:24 ALITALIA SARUMAHA BANDUNG asarumaha@yahoo.co.id 222.124.112.103
Menelaah topik diatas, Tujuan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias adalah untuk meningkatkan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Hal ini sangat menarik karena tujuan awal pembentukan 4 kabupaten dan 1 kodya di kepulauan nias tentunya sama dengan tujuan pembentukan PROVINSI. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah :

SETELAH TERBENTUKNYA 4 KABUPATEN & 1 KOTA di NIAS,

Apa yang telah dicapai dalam menanggulangi masalah kemiskinan di 4 kabupaten & 1 kota ? karena kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi, kondisi geografis, gender dan kondisi lingkungan. Sementara definisi kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak terpenuhi hak-hak dasarnya utk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yg bermartabat. Oleh karena itu, kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar yang diakui secara umum, meliputi: terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, serta hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik, baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Apa yang telah dicapai dalam pemenuhan hak-hak dasar seperti ;

1. Pemenuhan hak atas pangan

2. Pemenuhan hak atas layanan kesehatan

3. Pemenuhan hak atas layanan pendidikan

4. Pemenuhan hak atas pekerjaan dan usaha

5. Pemenuhan hak atas perumahan

6. Pemenuhan hak atas air bersih

7. Pemenuhan hak atas tanah

8. Pemenuhan hak atas sumber daya alam dan lingkungan hidup

9. Pemenuhan hak atas rasa aman

10. Pemenuhan hak untuk berpartisipasi.
8. Sun, 06 May 2012 15:26:29 manao KUALA LUMPUR tas_ura76@yahoo.com 123.136.106.109
sebagai masyarakat nias, saran saya buat bapak2 ahli politikus yang sibuk menjadikan NIAS SEBAGAI PROPINSI. yang mempunyai kuasa mulai dari BUPATI sampailah yang terbawah KEPALA DESA, coba cerminkan diri masing2 dan bertanya pada diri sendiri apakah perubahan yang telah dimajukan kepada daerah khususnya dan NIAS pada umumnya????????????

Bapak2 YTH, cobalah kalian turun kesetiap desa, kecamatan disetiap kabupaten dan melihat dengan MATA sendiri APA PERUBAHAN SETELAH sekian lama NIAS MENJADI 4/5 KABUPATEN????
minggu yang lalu saya keteluk dalam. apa yang membuatkan saya terkejut iyalah jalan2 yang menuju kesetiap desa seperti jalan di era tahun 80 an. harga kebutuhan sehari-hari mahal berlipatganda dan sangat membebankan masyarakat DESA. KASIHAN..............
Adakah BAPAK2 SMUA TIDAK MEMIKIRKAN SOAL INI????????? selagi masalah ini tidak bisa diatasi, tidak ada artinya bagi masyarakat khususnya di desa2 NIAS ini mau jadi KABUPATEN atau PROPINSI.
9. Sun, 06 May 2012 15:35:13 Tujuan Nehe Gunungsitoli tujuannehe@yahoo.com 110.137.60.166
Awal Perjuangan Pemekaran di Kepulauan Nias adalah Pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Panitia 9 diketuai Mowa'a Wa'u, kemudian Bamuspernis 2001 setelah Pilkada Nias, 2003 inisatif DPR RI pembentukan Kabupaten Nias Barat dan Nias Utara, Dua Tokoh, Alio Fau (anggota DPRDSU) Hadirat Manao (Ketua DPRD Nisel) saat itu berjuang membawa Nias ke Tapanuli, tokoh-tokoh dari Kabupaten Nias memperjuangkan Pembentukan Kab. Nias Utara, Barat dan Kota Gunungsitoli, hasilnya BERHASIL dan Tapanuli gagal total.

Selamatlah kepada Pahlawan Nias Bapak Binahati. Alio Fau dan Hadirat Manao meredup saja. Gagallah Hadirat menjadi Wagub Tapanuli

Setelah pembentukan Ketiga Kabupaten Rakyat NIas mengantar Binahati dan Fahuwusa ke Penjara. Sonny, Fraksi PDIP Nias, Faigiasa, Ronal Zai, Herman Jaya Harefa,

Sekarang banyak yang berbicara mengenai Pemekaran, saya ragukan perjuangan ini, karena Nias Selatan dan ke 4 Kabupaten/kota lainnya akan berjuang masalah letak Ibu Kota. Kami yakin karena Idealisman DC mempunyai andil besar, Ibu Kota di Alo'a Nias Selatan, paling tidak di Kec. Lahusa.

Sekda Kota Firman Harefa, seakan-akan Provinsi Nias itu sudah didepan mata. Sudah banyak menanti kalian, Banyak tokoh belum kalian rangkul, Nias Selatan terbentuk tampa uang, Nias Utara, Nias Barat, dan Kota sekitar 7 M, artinya sudah menjadi kebiasaan. Bahkan sekarang telah disiapkan dana sekitar 25 M untuk menggolkan Provinsi Nias.

Kalau anggota DPRD Damili, dll itu bisa dibeli kalau mereka berteriak, tetapi Faigiasa, Ronal Zai, Alfred, jangan bermimpi.

Kesimpulannya : Semua elemen masyarakat jangan ada yang berteriak.
10. Sun, 06 May 2012 15:38:17 Bawinama Lahewa bawinama@yahoo.com 110.137.60.166
Kita sepakat bahwa Kepulauan Nias menjadi Satu Provinsi. Namun di lain sisi perlu kiranya dipertanyakan apakah motif dan tujuan dari pembentukan provinsi Kep. Nias ini benar-benar rasional atau tidak? Mengapa demikian pertanyaannya????
Pertama, memang benar bahwa Kepulauan Nias telah memenuhi syarat administrasi 5 Kab/Kota dipenuhi oleh calon provinsi kita, tetapi bukanlah sebatas syarat ini saja yang perlu jadi pertimbangan. Coba untuk perlu dilakukan pengkajian terkait sayarat lainnya seperti syarat fisik seperti Potensi andalan yang ada di atasnya, mampukah meningkatkan secara signifikan PAD Kab/Kota saat ini?
Kedua, bahwa sesuai dengan UU No. 32 tentang Pemerintahan daerah bahwa konsentrasi dari pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan itu adalah di Kab/Kota, artinya bukanlah Provinsi. Dalam arti bahwa mengejar ketertinggalan tidak harus dijawab dengan upaya pembentukan provinsi, karena jelas bahwa provinsi bukan barometer kesejahteraan rakyat kep. Nias.
Ketiga, 3 Kab/Kota di Kep Nias ini merupakan Daerah Otonomi Baru. Yang namanya baru sudah pasti pembenahannya dimulai dari nol. Dengan demikian Kini daerah ini masih dalam proses menuju perkembangannya. Jadi terlalu dinilah wacana ini dicuatkan di permukaan, masih jauh perjalanan yang harus ditempuh dengan langkah-langkah yang tidak mudah untuk dijangkau.
Jika memang ide ini menjadi ide cemerlang maka perlu kiranya segera dilakukan Analisa SWAT dalam wacana pembentukan Prov. Kep. Nias supaya benar-benar ada persamaan persepsi di antara rakyat kep. nias dan juga tidak salah melangkah nantinya.
11. Sun, 06 May 2012 16:17:02 manao KUALA LUMPUR tas_ura76@yahoo.com 123.136.106.109
sebagai masyarakat nias, saran saya buat bapak2 ahli politikus yang sibuk menjadikan NIAS SEBAGAI PROPINSI. yang mempunyai kuasa mulai dari BUPATI sampailah yang terbawah KEPALA DESA, coba cerminkan diri masing2 dan bertanya pada diri sendiri apakah perubahan yang telah dimajukan kepada daerah khususnya dan NIAS pada umumnya????????????

Bapak2 YTH, cobalah kalian turun kesetiap desa, kecamatan disetiap kabupaten dan melihat dengan MATA sendiri APA PERUBAHAN SETELAH sekian lama NIAS MENJADI 4/5 KABUPATEN????
minggu yang lalu saya keteluk dalam. apa yang membuatkan saya terkejut iyalah jalan2 yang menuju kesetiap desa seperti jalan di era tahun 80 an. harga kebutuhan sehari-hari mahal berlipatganda dan sangat membebankan masyarakat DESA. KASIHAN..............
Adakah BAPAK2 SMUA TIDAK MEMIKIRKAN SOAL INI????????? selagi masalah ini tidak bisa diatasi, tidak ada artinya bagi masyarakat khususnya di desa2 NIAS ini mau jadi KABUPATEN atau PROPINSI
12. Mon, 07 May 2012 16:51:33 hasan waruwu johor baru. hasani@hotmail.com 202.75.133.23
pak manaφ,di kl Bapak dimana ya.,? Sy di jb.
13. Tue, 08 May 2012 13:57:01 manao KUALA LUMPUR tas_ura76@yahoo.com 123.136.106.108
buat pak waruwu. sy di gombak KL. hp 0176360892.
14. Tue, 08 May 2012 17:46:37 hasan waruwu johor baru. hasani@hotmail.com 202.75.133.23
ok,thanks pak,kapan2 sy hub.
15. Tue, 08 May 2012 19:04:57 ALITALIA SARUMAHA BANDUNG asarumaha@yahoo.co.id 180.245.195.189
TUJUAN PEMBENTUKAN PROVINSI KEPULAUAN NIAS ADALAH UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK GUNA MEMPERCEPAT TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (PARA PEJABAT DAN KRONI-KRONINYA)
16. Tue, 08 May 2012 22:13:27 manao KUALA LUMPUR tas_ura76@yahoo.com 123.136.106.236
GA USAH SUSAH2, PUSING KEPALA MEMIKIR MEMAHAMI PROPINSI PAK.

COBALAH BAPAK2 YANG BERKUASA INI TURUN KE SETIAP PELOSOK DESA UNTUK MELIHAT SENDIRI KONDISI, KEADAAN KEHIDUPAN MASYARAKAT MULAI DARI TRANSPORTASI JALAN RAYA YG RUSAK SANA SINI, KEMUDAHAN AIR YANG TIDAK ADA , LISTRIK YG SEHARI HIDUP DUA HARI GELAP, HARGA KEBUTUHAN POKOK SEHARI2 YANG MEMBEBANKAN RAKYAT. ADAKAH BAPAK2 YANG BERKUASA INI DGN STATUS PANGKAT DRS, IR DAN SEGALA MACAM GELAR LG PEDULI TENTANG MASALAH INI, ??? GA USAH MIKIRIN, MEMBAHAS PROPINSI SEGALA KALAU KABUPATEN SAJA MASIH BELUM BERES, AMBURADUL DARI SEGALA SEGI.

PEMIMPIN YANG GA BISA BUAT KERJA ITU BAGUSNYA MUNDUR AJA, JANGAN HANYA PANDAI BERBAHAS DAN BERPIDATO.
17. Wed, 09 May 2012 20:56:04 Sonasa I Gulo Gunungsitoli sonasagulo@ymail.com 180.241.63.134
Sebenarnya..,saya tidak mau mengikuti perdebatan alot mengenai Pembentukan Propinsi Nias. Karena apapun alasan yang menganggap kita tidak mampu, tidak siap, atau apapun itu, itu bisa dibantahkan hanya dengan satu jawaban : KITA BUTUH DANA DARI PEMEINTAH PUSAT UNTUK MEMBANGUN KEPULAUAN NIAS. Saya tidak mau merinci bagaimana prosesnya, atau kenapa kita harus mengharapkan hal itu. Cobalah kita renungkan dan mendalami serta membandingkan daerah Nias ini dengan daerah yang lain. Begitu Banyak KEJANGGALAN atau bahkan bisa dibilang NIAS tidak diperhitungkan. MAU SEJAHTERA, OK...,MISKIN JUGA OK.

Pak Ketua :
Dari perdebatan di atas, sepertinya masih banyak masyarakat kita yang belum mengetahui lebih dalam esensi dari pembentukan Propinsi Kepulauan Nias. Alangkah bagusnya jika dijelaskan lagi lebih rinci, mungkin masih banyak masyarakat kita yang belum bisa menerjemahkan atau melihat lebih konkrit tujuan dari Pembentukan Propinsi Nias.

SELAMAT BERJUANG...!!!
MASIH BANYAK RAKYAT DAN GENERASI NIAS SELALU MENDUKUNG TERBENTUKNYA PROPINSI NIAS.
YA'AHOWU...!!!
18. Thu, 10 May 2012 10:06:51 manao KUALA LUMPUR tas_ura76@yahoo.com 123.136.106.183
sebesar manapun dana yang diberikan oleh PUSAT klau pmimpinnya disetiap jabatan hanya mementingkan diri dan kroni..... akan lenyap begitu saja....

kesimpulannya bapak2 smua, ga usah sibuk2 membahaskan PROPINSI dulu, tapi marilah kita sama2 mencari jalan penyelesaian bagaimana memajukan 4 KAB yang telah dimekarkan dan memberi ide, solusi kpd pemerintah sekarang bagaimana menyelesaikan masalah2 yg dihadapi oleh rakyat.

SEPERKARA YANG PALING TERPENTING IALAH PEMIMPIN YANG JUJUR, AMANAH, BERTANGGUNGJAWAP DAN BERPENGETAHUAN DALAM BIDANG YANG IA DUDUKI.
19. Thu, 10 May 2012 11:14:19 ELIMAN L. KEPULAUAN BATU eliman@gmail.com 182.3.183.230
Masyarakat tidak tahu. bagaimana bisa tahu? Cobalah Bapak, Ibu tanya kepada masyarakat desa masing-masing! Bahkan ada BPD dan KADES yang tidak mengetahui sama sekali. Dari mana saja diambil Surat Dukungan BPD dan KADES sebagai dasar pengajuan itu?

Bagi sebagian BPD dan KADES hanya menandatangani Surat Dukungan yang disodorkan, sementara Cap, kebanyakan sudah dibuat sendiri.

Dana biaya untuk mengurus dokumen ini dan biaya sosialisasi dimasukan dalam buku pengeluaran, uangnya dikantongi oleh oknum Badan Pengurus Persiapan Propinsi Kepulauan Nias.

Kalau seperti ini caranya, gimana menurut Bapak-Ibu? Apakah bukan pelecehan hak dan otonomi masyarakat desa? Pada hal para tokoh, para pengurus selalu mengatakan: ASPIRASI SEBAGIAN BESAR MASYARAKAT KEPULAUAN NIAS, INGIN MEMBENTUK PROVINSI KEPULAUAN NIAS.
Kalau dari awal saja sudah terjadi cara-cara seperti ini, apalagi kalau perjuangan ini berhasil mendapat hadiah PROVINSI KEPULAUAN NIAS itu nanti. Sepertinya kita sedang memperjuangkan WADAH untuk raja-raja dan diktator baru di Kepulauan Nias.

Soal kata MEMAHAMI BERSAMA, MENDUKUNG, SIAP MENERIMA PROVINSI KEPULAUAN NIAS, DLL. cenderung cerita tidak berbobot, tidak tahu apa yang akan dibuat kalau Prov. Kepulauan Nias jadi kenyataan. Bahkan banyak dibenak para tokoh kepulauan nias, saya nanti menjadi Gubernur dan wakil Gubernurnya!

Bayangkan Bapak, Ibu dan Sdra/i se-Kepulauan Nias, kalau seluruh BPD dan KADES bersama tokoh berbagai elemen di pedesaan telah membuat pernyataan ingin dan setuju mendukung Provinsi Kepulauan Nias, adakah diantara kita bisa mengatakan, 'Saya tidak mau atau saya tidak setuju?' Persoalannya dukungan mereka ada, tetapi yang bersangkutan tidak tahu? Dari mana dukungan ini semua diambil?

Marilah kita sama-sama memberi informasi yang benar, agar kami masyarakat yang kurang pengetahuan dan pengalaman menjadi pintar dan tidak selalu atau terus-menerus dibodoh-bodohi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Mohon maklum dan kami harap penjelasan yang bermanfaat...

Ceritalah kalau ada masyarakat kepulauan nias, mengatakan tidak mendukung, kalaupun ada yang tidak mendukung, tetapi pada akhirnya dia mau menikmati hasilnya kalau sudah jadi...
Bapak, Ibu, Sdra/i yth..... Contoh kecil saja, PEMEKARAN KABUPATEN NIAS SELATAN ditantang habis oleh putra daerah sendir pada waktu itui, diantaranya mis. Bapak Hengki Yusuf Wau (Telukdalam) dan Fohayama Laowo (Kec. PP. Batu), setelah jadi, apa kenyataannya? Fohayama Laowo berjuang habis mencari jabatan dan akhirnya dia menjadi kadis perindag nisel (Kadis yang pertama dari Kepulauan Batu). Sementara Hengki ingin jadi Bupati Nisel, karena tidak berhasil, kalau saja Fahuwusa Lai (mantan Bupati Nisel) menyuruh Hengki menjilat pantatnya, pasti Hengki mau, asal ditempatkan menjadi SEKDA NISEL. Ini kenyataan, bukan dibuat-buat atau dikarang-karang untuk menjelekan pihak tertentu. Setidaknya menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Kiranya bermanfaat
Ya'ahowu. Eliman L.
20. Thu, 10 May 2012 19:16:26 banuada nisbar benleader@ymail.com 103.10.66.9
ASALA SINDRUHU MANO DA'A KHOMI HE.......... BOI MI FALIMO
21. Wed, 06 June 2012 14:53:12 Dion Luaha Telukdalam dionluha@yahoo.com 110.137.60.166
Bung Elniman L, komentarnya bagus hanya saja over akting, setahu saya Hengky Wa'u dulu bukan menolak tetapi menjadi moderator pada pertemuan yg digagas oleh orang-orang dari Nias Utara yang benci kepada Nias Selatan. Sebagai Moderator tentu menyimpulkan hasil hasil pertemuan. Herman laia memiliki badan kecil tapi napsu besar karena pertarungannya dengan Hengky di ISNI lemah maka dia mencari anjing herder seperti HM,HN, termasuk kamu untuk mendepak Hengky. Kalau Fohayama Laowo, langsung datang ke Kemendragir bersama 10 orang tokoh masyarakat PP. Batu.Dasar orang Ndrilo dengan sebutan " Buayo Telo"
Akibat pengkhianatan kepada Pemekaran itu oleh Hadirat M, Herman L, Hukuasa N, mereka itu seperti kucing dengan anjing berkelahi terus. Sykurlah Hukuasa Bisa menjadi pasangan Ideal, dulu dimaki-makinya juga ideal, makanya sekarang tak ada harga dirinya di depan Ideal, termasuk satu tahun kepemimpinna mereka jadinya HUKUASA tidak datang. Jadi kamu harus tahu sejarah. dan Bukan saya bela hengky wa'u yang sekarang tetap sehat walafiat
22. Wed, 06 June 2012 22:30:47 manao KUALA LUMPUR tas_ura76@yahoo.com 123.136.106.192
Hebat.......
Responnya makin seru............Mana yg banar dan mana yg salah nih....??? Apa yg penting, hindarilah diri anda drpd memfitnah org lain karena balasan dari TUHAN lebih dahsyat di dunia dan jg diakhirat. Dunia ini hanya tempat utk kita di uji oleh TUHAN sama ada diuji dengan HARTA, JABATAN, PANGKAT, KEKAYAAN, KEMISKINAN DLL, utk melihat manakah org bersabar, bersyukur dan mentaati perintahnya.. kita Jangan ditipu oleh habuan nafsu duniawi.

Renungkanlah....
23. Wed, 25 July 2012 10:13:22 Joseph Laia Lahusa - Surabaya anugrahlaia@yahoo.com 139.194.165.77
Tentulah kerinduan dan keinginan masyarakat Nias adalah perkembangan dan kemajuan yang lebih baik dari berbagai aspek kehidupan. Apakah Provinsi dapat membawa perkembangan dan kemajuan yang lebih baik bagi masyarakat khususnya masyarakat Nias ? Tentunya tidak ! Tetapi sebagai sarana. Karena barometer untuk kemajuan satu daerah adalah SDMnya yang berkualitas yang sekaligus di implementasikan dalam masyarakat itu sendiri. Pastilah Masyarakat Nias sangat merindukan kemajuan dari berbagai aspek, salah satu sarananya dengan adanya Propinsi. Hal itu telah dijelaskan memalui tulisan di atas, maka kita sepakat dan dukung hal itu. Tetapi untuk menuju kesana ( Provinsi ) tentunya setiap kabupaten dan kota yang telah ada maka alangkah bijak dan arifnya jika kita mempersiapkan dirinya dari berbagai macam aspek. Jika Kab/Kota tidak mempersiakan diri dengan baik maka itu jadi bumerang bahkan masalah besar.

Pak, tolong sampaikan diruang publik ini letak Kota dan nama Provinsinya yang telah disepakati bersama tokoh Masyarakat, kepala-kepada daerah supaya jelas kepada kami sebagai pembaca berita ini.

Terimasih

Bagi sebagian saudaraku perespon diatas.
Sungguh dasyat ! Lanjutkan komentarnya Bung ! Biar kalian puas semua !
Kalian pikir jeritan rakyat kecil dan miskin ini tidak didengar doanya oleh Tuhan ? Pasti doa dan jeritannya di dengar oleh Tuhan !
Buat yang memiliki :
1. Jabatan
2. Harta/kekayaan dsbnya
Semuanya anda harus pikirkan dan renungkan baik-baik dalam hidup ini, mengapa dan apa tujuan Tuhan sehingga IA mempercayakan hal itu kepadaku ? Tentunya segala sesuatu anda dan saya mempertanggungjawabkan hal itu dihadapan yang telah mempercayakan hal itu kepada kita !

Ya'ahowu fefu.

Sorry jika ada kata yang kurang nyaman yang membaca respon ini. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua
24. Fri, 27 July 2012 02:37:31 Yosef N. Gea Bandung, Unpar yosefgea@rocketmail.com 103.10.66.64
Yahowu, Salam kenal untuk semuanya.

Saya ingin berkomentar sedikit terkait isu hangat pembentukan propinsi kepulauan Nias yg sedang menjadi bahan diskusi kita saat ini.
Sebenarnya gagasan ini sungguh luar biasa, menggugah hati seluruh masyarakat Nias. Menurut saya sendiri, sah-sah saja kalau Nias dijadikan propinsi, akan tetapi apakah ini murni dari ASPIRASI dan KEBUTUHAN masyarakat Nias "saat ini"?
Saya pikir yg menjadi ASPIRASI dan KEBUTUHAN masyarakat saat ini adalah kehidupan yg layak dan kesejahteraan serta kalau boleh adanya kepedulian "pemerintah saat ini " terhadap keberadaan masyarakat.

Memang ada benarnya berbagai alasan yg disampaikan oleh BPP PKN yg menjadi landasan pemikiran pembentukan propinsi Nias.
Saya juga salut untuk kehadiran BPP PKN dalam merintis kelahiran propinsi Nias. Saya mendukung Nias menjadi propinsi. Tp tidak untuk saat ini, mngkin harus melakukan pembenahan terlebih dahulu.

Banyak hal yg menjadi keraguan saya dgn gagasan ini. Diantaranya kesiapan kita dalam hal SDM yg belum memadai dan potensi daerah yg masih rendah.
Jika kita bersikeras harus membentuk propinsi dgn tergesa-gesa, saya pikir kita telah keliru menyikapi ASPIRASI dan KEBUTUHAN masyarakat Nias saat ini.
Dengan menaikkan status daerah kita menjadi sebuah propinsi bukanlah sebuah jaminan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

Untuk saat ini saya pikir yg perlu kita tingkatkan adalah kinerja pemerintah yg PEDULI dgn keberadaan masyrakat Nias. Mari kita bangun terlebih dahulu "public trust", dgn mewujudkan pelayanan publik yg optimal, dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sehingga masyarakat Nias dapat merasakan peran pemerintah dlm mewujudkan kesejahteraan.

Kalau "public trust" sudah dibangun melalui peningkatan kinerja pemerintah, saya yakin masyarakat Nias akan mendukung dan memberi apresiasi positif terhadap pembentukan propinsi Nias kita ini.
Namun sayangnya, masyarakat Nias saat ini telah kehilangan kepercayaan pada pemerintah. Sepertinya pemerintah hanya sekedar mengisi kursi kepemerintahan semata, tanpa menyadari peran yg sesungguhnya.
Saya ambil contoh kecil saja di daerah Gunungsitoli, yg seyogyanya menjadi teladan bagi daerah lain justru hanya menunjukkan kota yg masih berantakan. Lihat saja dgn fenomena yg terjadi saat ini di Gunungsitoli, misalnya dgn mulai berhamburannya para pemulung, kebersihan kota yg tidak terjaga (pinggir pantai yg justru dihiasi oleh ragamnya sampah), trotoar yg digunakan untuk berdagang, maraknya isu kenakalan remaja, masih banyaknya jalan yg rusak dan masih belum jg dilirik oleh pemerintah kita, perdagangan yg justru sebagian besar dipegang oleh masyarakat luar, dan masyarakat Nias justru lebih cenderung menikmati keberadaannya sebagai buruh dan kuli di tanah sendiri. Bagaimana mungkin dgn fenomena seperti ini, kita dgn percaya diri menjadikan Gunungsitoli sebagai ibu kota propinsi Nias.

Hal inilah yg seharusnya menjadi pertimbangan kita dalam membangun Nias.
Pembentukan propinsi Nias bukanlah HARGA MATI untuk saat ini. Yg menjadi HARGA MATI adalah kesejahteraan masyarakat Nias.

Meskipun demikian, saya pribadi setuju dgn terbentuknya propinsi Nias, dan saya berharap masyarakat Nias juga memberi dukungan terhadap pemikiran yg cemerlang ini. Hal ini dapat memberi hal yg positif dlm pembangunan kepulauan Nias. Namun tentunya harus dgn kesiapan yg matang terlebih dahulu dan dukungan penuh dari masyarakat dgn menumbhkan kepercayaan terhadap pemerintah.

Untuk apresiasi saya dalam mendukung BPP PKN dlm pembentukan propinsi kepulauan Nias, saya menyarankan kepada BPP PKN dan kepada pemerintah saat ini untuk merancang program-program yg dapat meningkatkan kinerja pemerintah terlebih dahulu guna menunjukkan peran yg sesungguhnya dr pemerintah untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik dan dapat mengoptimalkan keberadaan propinsi kepulauan Nias Nntinya.

Salam,
Terimakasih
Yosef N. Gea (Mahasiswa Unpar-Bandung)
25. Fri, 27 July 2012 13:13:50 Desiyusman Mendrofa Medan deximend@ymail.com 114.79.12.149
Hahahahahahahaha . . . . . .
ternyata banyak sekali hujatan!!!!!
Memang kita berada dalam keadaan dilema.
SDM dan SDA Pulau Nias, jujur saja masih di bawah standar.

First| Previous    Next|Last

Number of records = 25
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000