NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  HIMNI News
 

Fri, 03 February 2017 10:16:32 | Dermawan waruwu (wawan) | Jakarta | 112.215.151.68
RUMAH DI JUAL SEGERA
Yaahowu Rumah di jual di Wilayah kota madya gunung sitoli Di alamat Tanpa perantara. Jl.dipenegoro gg nusantara II Berhadapan dgn SDN.SIFALAETE. LUAS ...

   

UNDANGAN : OPEN TOURNAMENT CUP KE III DPD HIMNI DKI JAKARTA 05-07 MEI 2016

   

"UNDANGAN RAPAT KERJA NASIONAL HIMNI"

   

Sosialisasi Program Kerja Departemen POPP DPP HIMNI

   

HIMNI MEDIASI CALON KANDIDAT GUBSU 2013

   

Website Resmi HIMNI

   

PENDAFTARAN PROVINSI KEPULAUAN NIAS DI DEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN DPR RI

   

PERLUKAH PARA PENGURUS HIMNI BERKIPRAH DALAM POLITIK???

   

UNDANGAN MENGHADIRI PENGUKUHAN BADAN PERSIAPAN PEMBENTUKAN PROPINSI KEPULAUAN NIAS (BPP-PKN) JAKARTA

   

TIGA AGENDA POLITIK YANG HARUS DIKERJAKAN HIMNI DALAM DUA TAHUN YANG AKAN DATANG

   

"UNDANGAN RAPAT BADAN PENGURUS LENGKAP DPP HIMNI"

   

WASPADAI POLITIK ADU DOMBA DARI LUAR ORANG NIAS YANG INGIN MELEMAHKAN TEKAD UNTUK TAMPIL DI PILGUBSU

  Index   Add

  Last Commented
 
 

Mon, 26 June 2017 13:21:49 | marselina wau | saonigeho km.1 Teluk dalam | 114.125.17.26
PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI PULAU NIAS2 Responses

 

Tue, 20 June 2017 12:37:35 | wenieli daeli | saat ini di tinggal di batam. | 36.77.184.239
LEBIH JAUH DENGAN FIRMAN JAYA DAELI, SH (5):Kami Sadar Betul Masih Ada Kekurangan PDIP3 Responses

 

Fri, 16 June 2017 09:21:30 | warisman zega | Kampung Seraya No. 09 Rt 04/rw 02 Batam | 114.125.28.99
TERSEDIA BUKU "AMAEDOLA, HOHO, MANO-MANO DAN OLOLA MBAWI"6 Responses

 

Mon, 12 June 2017 16:09:07 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.ulunoyo nias selatan | 114.124.170.89
Presiden Jokowi Minta Perikanan dan Pariwisata di Nias Dikembangkan3 Responses

 

Sat, 27 May 2017 22:01:03 | hetiaro buulolo | desa amorosa kec.ulunoyo nias selatan | 114.124.241.28
Proyek Pembangunan Tower Listrik di Nias Sengaja Dihentikan8 Responses

 

Fri, 19 May 2017 14:09:08 | Alwin Lase | Hiligodu Ombolata, Nias Tengah Street | 114.125.9.138
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya30 Responses

 

Fri, 12 May 2017 16:08:08 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.124.181.119
IKATAN KELUARGA NIAS di BALI (IKNB)11 Responses

 

Mon, 27 April 2009 21:04:38
Pokok Pikiran Dari Rakernas HIMNI 25-26 April 2009
Nias Memerlukan Transformasi Pertanian Tradisional ke Pertanian Modern
Jakarta (NiasIsland.Com)

Pimpinan Sidang Rakernas HIMNI 25-26 April 2009: Dari Kiri ke kanan: Ir. Superhening Zalukhu, Drs. Martinus Lase, M.SP., dan Drs. Sosialis Daeli => Click to enlarge!Menyikapi situasi dan kondisi saat ini, Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) menghimbau kepada Pemerintah Daerah Nias dan Pemerintah Daerah Nias Selatan untuk mengambil kebijakan yang mampu mendorong transformasi ekonomi rakyat, dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Demikian salah satu pokok pikiran HIMNI dalam menyikapi kondisi terakhir pembangunan kepulauan Nias, yang dihasilkan melalui Rakernas HIMNI pada tanggal 25-26 April 2009 di Puncak Bogor.

Ada lima pokok-pokok pikiran yang dihasilkan pada Rakernas HIMNI tersebut. Secara lengkap dapat dibaca di bawah ini. (amc)
________________________________________________________________________________________________________________

Lampiran Surat Keputusan Rakernas HIMNI
Nomor : 007/SK/Rakernas/HIMNI/IV/2009

POKOK-POKOK PIKIRAN HIMNI DALAM MENYIKAPI
SITUASI DAN KONDISI TERAKHIR PEMBANGUNAN KEPULAUAN NIAS


A. PENDAHULUAN
Salah satu tujuan berdirinya Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI), sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART, adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran positif untuk pembangunan Masyarakat Nias khususnya dan Masyarakat Indonesia pada umumnya. Sumbangan pemikiran tersebut akan disampaikan secara kritis, korektif, konstruktif dan konseptual, kepada Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Daerah Kabupaten Nias, Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan maupun DOB Kota Gunungsitoli, DOB Nias Barat dan DOB Nias Barat. Diharapkan pula bahwa, pokok-pokok pikiran HIMNI ini, dapat dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan dalam proses penetapan kebijakan pembangunan kepulauan Nias agar jauh lebih baik di masa yang akan datang.
Dalam Rakernas HIMNI ini, yang dihadiri oleh para Pengurus DPP HIMNI, DPD HIMNI, dan DPC HIMNI, telah dilakukan pembahasan yang mendalam tentang berbagai situasi dan kondisi terakhir daerah Nias meliputi berakhirnya masa tugas BRR, lahirnya tiga daerah otonomi baru (DOB), pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif yang baru berlangsung, menyongsong pemilihan Presiden, masalah wacana Propinsi Nias dan ketertinggalan ekonomi dan lain-lain. Situasi dan kondisi mutakhir tersebut, meninggalkan banyak persoalan dan implikasi yang luas yang harus disikapi pada tataran kemasyarakatan.

B. POKOK-POKOK PIKIRAN RAKERNAS HIMNI

1. Kesinambungan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca BRR
Pembangunan yang dilaksanakan oleh BRR NAD-Nias telah berakhir pada tanggal 16 April 2009. Seiring dengan itu telah dibentuk juga lembaga baru yaitu Badan Kesinambungan Rekonstruksi Nias (BKRN). Badan ini menjadi tanggung jawab Gubernur Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten. Untuk mengawal kesinambungan pembangunan Nias pasca BRR, HIMNI menghimbau agar dilibatkan berbagai elemen masyarakat.

Sehubungan dengan lahirnya daerah otonomi baru (DOB), HIMNI merekomendasikan kepada BKRN agar memperhatikan penguatan DOB. Kepada Pemerintah Pusat dimohon agar program BKRN yang dianggarkan hanya untuk TA 2009 ditinjau kembali dengan jangka waktu yang lebih lama dari satu tahun mengingat keberlanjutan Rekontruksi kemungkinan akan terganggu bila tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat. Ke depan diharapkan adanya perimbangan antara rekonstruksi dan penguatan ekonomi

2. Terbentuknya tiga Daerah Otonomi Baru
HIMNI menyambut dengan antusias dan positif terbentuknya tiga daerah otonomi baru di Kepulauan Nias, pada akhir tahun 2009 lalu. HIMNI berpendapat bahwa pemekaran akan membawa sesuatu yang positif kepada rakyat di Kepuluan Nias melalui pelayanan publik yang akan lebih baik, adanya anggaran yang cukup untuk pelayanan dan pengelolaan pelayanan publik akan lebih fokus karena rentang kendali akan semakin lebih pendek. Namun HIMNI melihat bahwa perjuangan penyejahteraan rakyat melalui pemekaran tidak berakhir pada saat Undang Undang pemekaran disahkan oleh DPR dan diundangkan oleh Pemerintah karena masih ada proses lanjutan yang apabila tidak disikapi dengan arif dan bijaksana akan menisbikan cita-cita luhur pemekaran yaitu kesejahteraan rakyat. Di mata HIMNI ada beberapa persoalan mendesak yang harus diperhatikan yaitu masalah penentuan PJ Bupati dan pembentukan perangkat organisasi DOB, masalah perekrutan pegawai dan masalah pembangunan DOB.

Khusus mengenai penetapan PJ Bupati DOB, HIMNI menyerukan agar aspek kompetensi politis tanpa mengabaikan kompetensi teknis. Dihimbau agar penunjukan PJ dilakukan secepatnya karena adanya restriksi oleh undang-undang sebanyak 6 bulan. Sebagai birokrat yang merancang organisasi DOB tentu kompetensi teknis seorang PJ jauh lebih penting daripada kompetensi politisnya. HIMNI menghimbau kepada Gubernur Sumatera Utara agar dalam penentuan PJ DOB lebih memperhatikan kebutuhan riil dan sebesar-besarnya sesuai dengan aspirasi masyarakat Nias.

Kepada PJ tertunjuk agar mempersiapkan penataan DOB tersebut direkomendasikan agar penyiapan pemilihan Kepala Daerah dilakukan dengan seksama tanpa menimbulkan konflik horizontal. HIMNI menawarkan kerjasama terhadap PJ tertunjuk untuk melakukan kajian-kajian format DOB dan menghimbau kalau perlu untuk melakukan benchmarking terhadap Pemerintah Kabupaten Sragen yang menerapkan pemerintah yang tulus ikhlas.

Menyikapi perekrutan pegawai DOB, HIMNI menyerukan secara khusus kepada Pemerintah Kabupaten Nias sebagai induk dari DOB-DOB ini agar dalam perekrutan pegawai DOB selalu menjunjung tinggi kualitas profesionalisme karena hanya pegawai negeri sipil yang profesionallah yang akan memberikan layanan publik profesional kepada masyarakat. Dan hanya pelayan publik yang profesionallah yang akan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata.

3. Wacana Propinsi Nias
HIMNI mengapresiasi bergulirnya wacana pembentukan Propinsi Nias. HIMNI berpandangan bahwa Propinsi Nias adalah sesuatu yang harus dipersiapkan secara matang. Namun sebagai organisasi kemasyarakatan HIMNI menilai bahwa perjuangan Propinsi Nias masih terlalu dini diagenda-aksikan saat ini mengingat daerah otonomi baru yang terbentuk di penghujung tahun lalu masih belum sepenuhnya eksis. HIMNI mengawal wacana Propinsi Nias agar terus digulirkan ditengah-tengah masayarakat, namun tetap tidak ditempatkan sebagai agenda aksi utama, karena bagi HIMNI perjuangan memastikan DOB berjalan dan bermanfaat seperti dahulu dicita-citakan jauh lebih urgent dan jauh lebih memberikan manfaat jangka pendek bagi masayarakat Nias.

4. Pemilihan Umum Legislatif dan menyongsong Pemilihan Presiden
Pemilihan umum legislatif yang baru berlangsung 9 April 2009 lalu, telah memberikan makna tersendiri bagi masyarakat Nias karena baru dalam pemilu ini partisipasi aktif melalui penggunaan hak pilih pasif masyarakat Nias paling tinggi dalam sejarah. Dalam pengamatan HIMNI ada puluhan orang putra-putri terbaik Nias mencalonkan diri menjadi caleg DPR RI, caleg DPRD Propinsi maupun caleg DPRD Kabupaten/Kota. Bagi HIMNI partisipasi pasif ini harus didorong terus menerus karena merupakan bagian dari pembangunan potensi masyarakat Nias.

HIMNI juga mencatat bahwa di tingkat nasional maupun di Nias sendiri terjadi persoalan pada Daftar Pemilihan Tetap (DPT). Khusus di Kepulauan Nias HIMNI mencatat selain masalah DPT juga dijumpai masih adanya money politics dalam pemilu yang baru berlangsung. Direkomendasikan kepada pemerintah agar secepatnya membenahi DPS dan DPT di Nias agar dalam Pemilihan Presiden mendatang tidak terulang kembali sehingga aspirasi masyarakat Nias tidak tersalurkan dengan baik. Khusus mengenai masalah money politics, direkomendasikan kepada Bawaslu untuk mengusut tuntas agar dimasa yang akan datang tidak terulang lagi.

Mengantisipasi Pilpres bulan Juli 2009 dihimbau kepada seluruh masyarakat Nias agar lebih proaktif untuk mengawasi DPS dan DPT dan pada saat pemilihan agar menggunakan hak pilih aktifnya sebagai bentuk kontribusi masyarakat Nias dalam mendukung demokrasi di negeri ini.

5. Ketertinggalan Ekonomi
Sampai saat ini tingkat pendapatan masyarakat Kepulauan Nias baik di Kabupaten Nias maupun di Kabupaten Nias Selatan adalah terendah di Propinsi Sumatera Utara. Padahal empat tahun terakhir, pengeluaran pemerintah maupun NGO melalui Rehabilitasi dan Rekonstruksi adalah terbesar dibandingkan Kabupaten lainnya di Sumatera Utara. Mengapa demikian? Di mata HIMNI ada dua faktor utama yang menjadi penyebab yaitu pertama, bahwa pengeluaran Pemerintah melalui Rehabilitasi dan Rekonstruksi tidak menimbulkan multiplier effect yang signifikan terhadap perubahan strukural ekonomi regional Kepulauan Nias, dan kedua Pengeluaran Pemerintah Daerah maupun pusat dari sisi APBD, maupun Dana Alokasi Khusus serta block grant tidak menimbulkan multiplier effect terhadap perubahan struktural ekonomi rakyat.

Menurut pemahaman HIMNI, komposisi PDRB Kepulauan Nias masih didominasi oleh sektor pertanian tradisional yang dari dulu selalu demikian meskipun Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nias telah menghabiskan anggaran sebesar Rp. 6 triliun. Keberadaan proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi selama ini tidak menimbulkan efek perubahan struktural ekonomi rakyat karena selama masa RR masyarakat Nias hanya menyumbangkan tenaga kerja murah dan sama sekali tidak melahirkan sektor industri pengolahan maupun jasa yang tangguh yang diharapkan mampu menjadi penopang utama ekonomi regional Nias di masa yang akan datang. Sektor pertanian juga tidak termodernisasi. Selama masa otonomi daerah APBD Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan ternyata tidak jauh lebih baik mendorong transformasi ekonomi rakyat, karena pengeluaran pemerintah melalui APBD ini jauh lebih banyak digunakan untuk pengeluaran rutin pemerintahan seperti gaji pegawai. Hanya sebagian kecilnya saja digunakan untuk investasi sektor publik, yang semestinya menjadi stimulus pengerak roda ekonomi regional. Pengeluaran untuk investasi sektor publik hampir tidak ada kecuali pemeliharaan infrastruktur yang volumenya sangat kecil sehingga tidak mempengaruhi ekonomi regional secara keseluruhan.

Menyikapi situasi dan kondisi di atas maka Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) menghimbau kepada Pemerintah Daerah Nias dan Nias Selatan untuk mengambil kebijakan yang mampu mendorong transformasi ekonomi rakyat, dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern, dari perkebunan rakyat menjadi perkebunan yang terkelola dengan teknologi, pariwisata tradisional menjadi pariwisata modern. Pemerintah Daerah harus lebih proaktif untuk merangsang lahirnya industri pengolahan kecil dan menengah melalui kebijakan Pemerintah Daerah yang lebih bersahabat terhadap pengembangan industri. Pemerintah harus mengambil peran sebagai agen transformasi ekonomi rakyat. Pemerintah Daerah dituntut untuk membuka peluang bagi masyarakat untuk memasarkan hasil-hasil produksinya ke berbagai daerah lain yang membutuhkan.

HIMNI mengusulkan dalam pembangunan ekonomi, skala prioritas ekonomi sebagai berikut:

Sektor Rakyat:
1. Pertanian (Padi dan Palawija)
2. Perkebunan, Karet, Kelapa dan Coklat
3. Perikanan
4. Pariwisata

Sektor Industri:
1. Industri kecil pupuk organik
2. Industri Pengolahan Kelapa
3. Industri kecil pendukung perikanan

Sekor Jasa:
1. Micro financing
2. BPR
3. Pemasaran pertanian, perkebunan dan perikanan

Direkomendasikan pula kepada Pemerintah Kabupaten Nias dan Nias Selatan agar memberikan pelayanan terbaik dan murah bagi masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah, karena tanah merupakan aspek penting daripada perekenomian rakyat. Juga direkomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Nias dan Nias Selatan agar keamanan rakyat diperhatikan dalam menjaga aktifitas perekonomian rakyat.

C. PENUTUP

Pokok-Pokok Pikiran yang disampaikan oleh HIMNI ini adalah merupakan bukti dan bentuk kepedulian dan partisipasi HIMNI dalam upaya mendorong percepatan pembangunan di Kepulauan Nias. Memang dalam Rakernas HIMNI ini banyak hal yang seharusnya disampaikan kepada Pemerintah Daerah di Kepulauan Nias, namun bila pokok-pokok pikiran ini dapat ditindaklanjuti, maka percepatan perbaikan kehidupan masyarakat di Kepulauan Nias sedikit lebih baik.


RAPAT KERJA NASIONAL
HIMPUNAN MASYARAKAT NIAS INDONESIA (HIMNI)

Pimpinan Sidang



Drs. Martinus Lase, MSP / Ir. Superhening Zalukhu / Drs. Sosialis Daeli

First| Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
4. Wed, 29 April 2009 01:58:20 FAKHA D. TELAUMBANUA Medan fakha@yahoo.com 125.165.43.251
SELAMAT DAN SUKSES BUAT HIMNI.......!!!

yA'AHOWU...!!!

Setelah membaca pokok-pokok pikiran HIMNI hasil Rakernas di atas, saya melihat sangat bagus namun saya juga mengatakan itu-itu saja, artinya tak jauh beda dengan yang duku-dukunya.

Pada tulisan di atas, yang lebih dibahas oleh Himni hanyalah memberikan rekomendasi dan harapan kepada para pemimpin di Nias dan sumut. itupun hanya dalam masalah rekontruksi nias pasca gempa dan masalah pertanian. Lantas bagaimana denngan masalah yang lain yang kini terjadi di Kep.Nias, seperti KORUPSI ......???, MASALAH PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN, masakah lain yang lebih signifikan dalam membangun Kep.Nias....???

Satuhal yang terpenting di bangun di nias itu dulu adalah pendidikan dan perekonomian. jika kita ingin meningkatkan sektor pertanian, maka perlu ada penyuluhan bahkan pendidikan khusus buat para petani tersebut.

begitu juga di sektor pariwisata, perlu ada pendidikan moral dan religi berupa pencerahan
dan trlebih lagi pendidikan sekolah pada umumnya harus terus dibenahi.
Namun mungkinkah semua itu tercapai jika selama ini kita hanya memberikan pencerahan dan seminar kepada kaum intelektual yang sudah hampir seimbang pola pemikiran kita......? saya rasa penting sekali pencerahan, seminar , pendidikan khusus kepada masyarakat kalangan bawah yang masih minim pengetahuan dan pengalaman.

Setelah itu, berbicara mengenai membangun
Saya juga bisa memprediksi, bahwa sanya orang2 yang di HIMNI itu adalah Putra/i Nias yang sukses di perantauan alis di negri orang dan barangkali ada yang punya usaha besar2 di luar Kep.Nias.

Lantas..., mungkankah kita menyuruh orang lain untuk membangun daerah kita sementara kita enggan untuk pulang kesana dan berinvestasi di sana.....? Tidakkah semua yang kita ungkapkan jadinya hambar............??

Memang, kita tau bahwa dana untuk HIMNI itu dari masyarakat Kep.Nias tidak ada, namun bukan berarti kita harus mengharapkan itu baru berbuat. apalah arti kita berorganisasi menamakan rakyat Kep.Nias jika kita tidak tulus ikhlas untuk sebuah pengabdian alias Tea-tea mbewe....??????

PERNAKAH BAPAK/IBU YANG ADA DALAM WADAH HIMNI BERPIKIR MEMBANGUN KEP.NIAS ITU TANPA HARUS KITA SEBAGAI PEJABAT EKSEKUTUF DAN LEGISLATIF.........???
ini memang bisa dianggap lelucon, tapi saya yakin, jika kita pernah berpikir dan menyatukan persepsi, apalagi kalau bergandengan tangan dengan semua Ormas/LSM/Mahasiswa/dan seluruh elemen masyarakat Kep.Nias di seluruh indonesia, kita juga mamapu membangun Kep.Nias itu seperti pemerintah...

Contoh kecil saya berikan : Jika Ketua umum HIMNI bapak Ir,Ichtiar Ndruru bersama dengan para tokoh HIMNI yang lain seperti bapak Sudirman Halawa,SH, bersatu membuat sebuah usaha yang mampu mengolah hasil pertanian atau hasil alam nias seperti karet, yakni pepbrik pengolahan getah menjadi barang setengah jadi saja di Kep.Nias, baru di eksport.. Dengan demikian harga getah di Kep Nias jadi tinggi kan...??

Dalam hal HIMNI nantinya bisa bemerjasama dengan Pj dan kepala daerah defenitif nantinya di Kep.Nias, harapan kita, kerjasamanya jangan dibidang bagi-bagi kue nasional, tapi HIMNI harus mampu mematikan KKN di Bumi Kep.Nias.

Ahir Kata, menurut hemat saya, JIKA KITA INGIN MEREBUT NIAS DARI KETERTINGGALAN DAN KEMISKINAN, SETELAH BERHASIL DI PERANTAUAN, KEMBALILAH KE nIAS ATAU SETIDAKNYA BERINFESTASILAH KE NIAS. Kalau tidak artinya kita hanya HUo-Huo saja.

Sekian dan terimakasih, tukisan ini memang saya sadari banyak kelemahannya dan banyak yang tidak berkenan di hati BAPAK/IBU, namun saya yakin bisa dimaafkan bapak/ibu, dan dengan ini juga saya mohon maaf beribu maaf jika ini kurang berkenan dihati kita semua..

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selaliu melindungi dan memberkati kita semua . AMIN.....!!


ONOMI BA TALIFUSOMI

FA'AHAKHO DODO TELAUMBANUA ( f a k h a )
Ketua umum DPP LSM FORMAPPNIS, mantan sekretaris umum BPP KMN, mahasiswa dan jurnalis di Medan
5. Wed, 29 April 2009 04:07:12 Saharman Gea London, UK s.gea@qmul.ac.uk 90.201.86.215
Ya'ahowu

Selamat atas selesainya Rakernas HIMNI 2009. Satu kepedulian yang luar biasa kepada Nias tercinta telah ditunjukkan oleh saudara-saudara kita yang tergabung dalam HIMNI.

Butir-butir rekomendasi dari HIMNI patut diapresiasi. Pasca BRR dan pelaksanaan pemilu legislatif 2009 diangkat menjadi topik aktual dalam Rakernas. Namun menurut saya, masih ada yang terlalu dini untuk disimpulkan seperti kurangnya daya dorong ekonomi yang ditimbulkan selama masa rekonstruksi dan rehabilitasi di Nias. Ini memerlukan data-data yang lebih mendukung pada kekhawatiran tadi. Asumsi saya sederhana bahwa pasca gempa, Nias saat itu beraada pada titik denyut ekonomi yang paling rendah.

Namun masih ada kesempatan setidaknya untuk satu tahun ke depan selama Badan Kesinambungan Rekonstruksi Nias (BKRN) bekerja. Mari kita dukung badan yang baru ini sehingga akan memberi penguatan pada sistem ekonomi masyarakat Nias.

Pemilu legislatif yang lalu telah dilalui dengan baik walau prosesnya masih belum memuaskan. Masyarakat Nias telah menggunakan hak pilihnya secara cerdas. Dengan munculnya wajah-wajah baru yang mewakili masyarakat Nias baik di tingkat kabupaten, propinis dan DPR Pusat menjadi indikator keberhasilan pemilu di Nias (?).

Butir mengenai pendidikan tidak disuarakan. Padahal bagian inilah titik paling lemah di Nias. Tidakkah terpikirkan untuk mendirikan Universitas Negeri atau setidaknya Politeknik Negeri yang mampu menjawab modernisasi pertanian di Nias? Saya kira perguruan tinggi Negeri di Nias mendesak untuk didiskusikan dan sekaligus perguruan tinggi ini akan menjadi pengikat dan penyambung persaudaraan di antara masyarakat Nias yang terkelompok dalam pemerintahan kabupaten/kota yang berbeda.

Ya'howu
6. Wed, 29 April 2009 10:58:21 Talifusoda Albert Duha Jakarta talifusoda.albert@yahoo.com 202.70.61.2
HIMNI

Selamat dan Sukses Rakernasnya, bahakan berita ini juga di liput melalui facebook Nias Selatan (www.facebook.com/pages/Nias-Selatan/72940184806?ref=mf)

Ide yang baik dan sangat bagus akan tetapi sebuah ide tanpa tindakan adalah suatu yang sia-sia, HIMNI yang merupakan organisasi masyarakat Nias yang terbesar tentu merupakan harapan masyarakat Nias umumnya yang dapat menjadi jembatan dalam membawa aspiarasi dari bawah masyarakat Nias kepada Pemerintah baik Pusat maupun daerah akan tetapi harus di akui bahwa selama ini HIMNI hanyalah sebuah lembaga yang masih kurang memberikan manfaat bagi masyarakat Nias salah satunya Pejabat di Kep. Nias yang terlibat koruptor dan telah di tuntut oleh berbagai elamen baik Mahasiswa maupun elemen masyarakat lainnya akan tetapi HIMNI tidak memberikan respon apa-apa bahkan sepertinya adem ayem,, dan di tambah lagi HIMNI hanya pandai berteori tanpa memberikan bukti yang cukup signifikan dalam mengatasi keterbelakang Kep. Nias dari daerah lain.

Kalau kita melihat orang2 di HIMNI adalah orang2 yang cukup berhasil dalam usaha di negeri orang akan tetapi pernahkah di benak HIMNI terlintas untuk membawa usaha, gagasan yang di capai di negeri orang ke daerah Kep. Nias? salah satunya membuka usaha kecil-kecil yang bisa memberikan dampak bagi masyarakat Nias sehingga hubungan HIMNI denngan masyarata Nias akan dekat dan bermanfaat..

Membangun kep. Nias bukan hanya teori akan tetapi harus ada tindakan yang nyata.

Ya'ahowu, maju terus HIMNI kearaah yang lebih baik, yang bisa membawa dampak.
7. Wed, 29 April 2009 11:02:49 elisama lase medan elisama.lase@gmail.com 203.130.206.41
YAAHOWU MARJUA JUA

SAYA MEMBERIKAN APRESIASI KEPADA ORGANISASI HIMNI, YANG TELAH MERELAKAN WAKTU DAN PIKIRAN MENGAWASI, DAN IKUT SERTA DALAM MEMBANGUN NIAS. SECARA UMUM APA YANG DIBICARAKAN DALAM RAKERNAS TELAH MENYENTUH SEMUA ASPEK DIMENSI PENGEMBANGAN PULAU NIAS

NAMUN DISISI LAIN, MASIH PERLU MENGERUCUTKAN HAL HAL YANG UMUM INI KE YANG LEBIH FUNDAMENTAL, MISALNYA PEMBANGUNAN DISEKTOR PARIWISATA, PERTANIAN. PERLU DIBAHAS APA YANG DAPAT MENJAWAB INI.... SOLUSI ADALAH SDM,..DAN LEMBAGA PENDIDIKAN YANG HARUS DIBENAHI DI NIAS

SAYA SANGAT TERTARIK DENGAN PENDAPAT PAK SAHARMAN GEA. UNIVERSITAS NEGERI NIAS PERLU DIREALISASIKAN SECEPATNYA. PEMBANGUNAN SDM MELALUI PENGIRIMAN PUTRA PUTRI NIAS UNTUK MELANJUTKAN STUDI DALAM DAN LUAR NEGERI.

DAN DIRASA PERLU AGAR WADAH HIMNI MENYEDIAKAN KANTONG BEASISWA UNTUK PUTRA-PUTRI NIAS

YAAHOWU
8. Wed, 29 April 2009 13:12:37 diman Daeli Ciledug dimanayah@yahoo.com 125.161.97.92
HIMNI...., kalau rekomendasi ini diberikan kepada pemerintah dan pemda nias, bupatinya pasti ketawa-ketawi, karena hampir semua yang disorot itu sesuatu hal yang umum dan telah menjadi perhatian pemerintah.

sangat disayangkan kemampuan para peserta Munas, mengapa tidak membahas hal-hal yang lebih rill, seperti bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di Nias, bagaimana meningkatkan investasi dan sebagainya.....
9. Wed, 29 April 2009 14:10:28 ricky medan RiKCy_05@yahoo.com 125.162.43.7
sy sgt stuju dgn pndapat membangun universitas nias. ini akan membantu sdm nias menjadi lebih baik.....
10. Wed, 29 April 2009 16:01:18 hasan hia banda aceh, NAD basri_81@yahoo.com 125.165.49.124
SAYA SETUJU DENGAN HASIL RAKERNAS HIMNI

Transformasi Pertanian Tradisional ke Pertanian Modern

SASARAN DAN TARGET yang tepat.
sukses...
11. Wed, 29 April 2009 16:48:18 afolo Daei / Ama Alfin citra raya - Tangerang a-daeli@hhc.eisai.co.id 58.12.166.69
Selamat buat teman2 Pengurus HIMNI...
Luar biasa... apalagi teman saya Sosialis Daeli... langsung jadi Pimpinan Sidang.
itu saja sudah luar biasa.. walau selama ini saya kurang melihat sepak terjang kawan ini dalam setiap kegitan HIMNI sebelumnya.. tapi langsung pimpin sidang... he,.....he..... jangan marah ya mado...
Saya hanya titip 2(dua ) hal...
1. Apa yang akan kita lakukan dengan keterpurukan keadaan umum di Nias
Misalnya Korupsi dan KKN seperti di Dinas Pendidikan.. kan kasihan para guru.
2. Apa yang akan kita lakukan untuk menyelamatkan Kabupaten Nias Selatan yang sudah diambang kehancuran ????
Tapi terus terang dengan adanya Rakernas ini, minimal sudah ada kerangka berpikir sebagai sumbangsih kita kepada Pemerintah Kab/Propinsi.
Salam Yaahowu.
12. Wed, 29 April 2009 17:30:23 Apollo Lase Jakarta apollolase@gmail.com 202.146.4.245
Selamat buat teman-teman pengurus Himni yang telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di daerah Puncak, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Dari respons-respons sebelumnya telah disinggung bahwa memang pokok-pokok pikiran Himni pada rakernas tersebut hanya sebatas memberi rekomendasi dan usul kepada pemerintah daerah yang ada di Nias. Meskipun demikian, perlulah didukung dan diberi apresiasi.

Akan tetapi, harapan terbesar buat Himni sebenarnya terletak pada apa yang bisa dilakukan secara nyata. Saya juga tidak membaca adanya aksi nyata yang akan dilakukan oleh Himni lewat pokok-pokok pikiran itu, selain "menawarkan" kerja sama dalam melakukan kajian. "Menawarkan" berarti kalau pihak yang ditawarkan tidak setuju, ya tidak jadi bekerja sama.

Saya pribadi awalnya berpikir bahwa Himni memomosisikan diri sebagai salah satu pemangku kepentingan (stake holder) di Nias. Namun, dari poin-poin hasil rakernas tersebut, Himni ternyata masih benar-benar menyatakan diri sebagai bagian Nias yang berada di luar Nias, maka tugas mengawasi, mengingatkan pemerintah, dan lain-lain, dianggap menjadi tugas utama. Padahal, Himni sejatinya harus menyatakan diri sebagai alat bagi Nias, selain perangkat lain, untuk mengentaskan masyarakat Nias dari kemiskinan.

Mungkin yang perlu realisasikan adalah apa saja aksi yang perlu dilakukan jangka pendek dan panjang kemudian bagaimana aplikasinya. Setuju isu pendidikan yang tidak muncul dalam rakernas perlu diperhatikan oleh Himni. Banyak anak-anak Nias yang pintar, tetapi tak mampu untuk sekolah karena miskin. Aplikasinya: carilah dana abadi untuk beasiswa.

Soal kemiskinan juga rasanya lebih penting dibicarakan ketimbang mengawasi siapa PJS DOB di Nias. Aplikasinya: cari rekanan untuk investasi ke Nias dan membangun industri yang bisa menyejahterakan masyarakat.

Hal lain yang juga penting adalah semakin tergerusnya budaya dan kearifan lokal kita di zaman facebook ini. Aplikasinya: bentuk pusat kebudayan Nias yang bisa menjaga nilai-nilai keniasan kita tidak hilang; sejarah pulau kita tidak dilupakan; bahasa ibu kita tidak punah. Sehingga kita dan anak cucu kita tetap bangga mengatakan: Saya Bangga Jadi Orang Nias.

Itu saja dulu dari saya sekadar masukan.
Semoga bermanfaat.

Apollo Lase
[Ama Nicolash]
Jakarta
13. Mon, 04 May 2009 21:12:01 Kharistian Ndraha Medan kharistian@gmail.com 125.162.55.132
Salam

Saya doakan hasil Rakernas HIMNI menjadi pengharapan yang nyata bagi masyarakat Nias yang maju dan berkarakter.


Tuhan memberkati

Kharistian Ndraha
14. Tue, 05 May 2009 16:13:07 YANTO JAKARTA yanto_nias@yahoo.com 125.161.88.12
HIMNI...........HNYA MIMPI !!!!!!!!!!!

konsep boleh rapi,,,,,,,,
rencana boleh banyak
angan2 jg boleh banyak
tapi tanpa perbuatan sama aja mimpi disiang bolong.........!!!!!!!

saya tdk berkomentar bnyk tentang himni
telinga sy bosan mendengar.........kata 2 HIMNI!!!!!!!!!!

kalo mau maju,kalau mau membangun
berbuat lah dan jangan hanya sekedar konsep,

berbuatlah dari hal kecil baru bisa mimpi,,,,,
benahi SDM dari tubuh HIMNI dulu......

dengan hati yang tulus dan tanpa tujuan2 politik
dan tanpa gamboho dan gombal yang terla;u besar.......baru bisa!!!!!!!

hal kecil sy beri contoh
apa yang telah dilakukan oleh HIMNI selama ini
hal2 postip apa yg telah u lakukan buat mmbangun nias!!!!!!

mungkin ada sebagian,,,,,,tp tidak selayaknya dan msh belum sepantas nya
dikatakan anda telah berpikir membangun nias.........

saya rasa buat par pengurus,,,,,
ikut dalam organisasi HIMNI
hanya suatu kebanggaan semata
untuk memamerkan diri
tanpa di dasari dengan niat yang tulus u membangun nias

struktur kepengurusan di msg2 DPP,DPD bahkan DPC yang sangat tidak jelas
tidak selayaknya organisasi/himpunan masyarakat nias yang diandalkan

tidak memberikan pendidikan poltik bagi generasi muda,,hanya buat mereka yang punya kepentingan dan menjembatani HIMNI sebagai alat u promisi diri......

benahi tubuh HIMNI dulu baru anda bisa M...I.....M......P...I!!!!!!
15. Wed, 06 May 2009 18:23:41 Pdm.PETERADY CHRISTIAN ZENDRATO,SPd MEDAN NORTH SUMATERA peter.nias@Gmail.com 125.165.41.114
Beberapa pokok pikiran untuk HIMNI
1.HIMNI bukan parpol, anda tidak punya link untuk statement politik.
2.HIMNI agar memperkuat diri menjadi Lembaga /NGO yang bisa menjadi sparing patnert 4 kabupaten dan satu kotamadya di Kepulauan NIas kelak.
3.HIMNI kawal dong dana BRR pasca 2009 kemana tuh.
4.HIMNI takut menjadi sebuah partai di NKRI ini?Why PKDI and PDS bisa.
5.HIMNI jangan mirip Fondrako ( sekali 5 tahun )baru solid.
6.HIMNI harus punya aksi yang jelas, lewat jalur pusat untuk pencairan dana bantuan kepulauan kecil baik dari Dinas Kelautan dan Bappenas.
7.HIMNI agar lebih diperkuat melalui departemennya dan masing masing departemen mempunyai job yang membuka dan mendukung kesejahteraan Nias, so tiap departemen punya UNIT USAHA Kerja yang punya AKTE/ NPWP/Rekening Organisasi yang pada gilirannya dapat menjaring dana pemerintah baik PNPM dan sejenisnya.
8.HIMNI harus cepat mengkader anggotanya agar militan, jangan lagi 1 kader yang mampu, kaya, anak balugu,itu itu saja yang tampil di permukaan percaturan masyarakat kita.Marilah kita berikan juga ruang gerak bagi adik adik kita yang kami lihat lebih berani , maju, inovatif dan kreatif serta mahir dan tidak GAPTEK (IT)
9.HIMNI harus punya Direktori man, from NIAS yang dapat kita promosikan di seluruh Indonesia ini, example, BRIGJEN CHRISTIAN ZEBUA ( KAPENAD/ABRI ) dan lainnya , jadi data ini yang harus kita kumpulkan, seluruh jalur diarahkan untuk mendudukkan anggota kita ini, sehingga kelak pemekaran person-person NIAS dapat berhasil, seperti pemekaran NIAS dengan 4 Kab/1 Kotamadya.Bravo HIMNI , and jangan kecil hati terus kalau di kritik, inikan juga demi kemajuan kita kelak untuk kehidupan anak cucu kita di Kepulauan NIAS tercinta, Syalooom.TUHAN MEMBERKATI
16. Sat, 09 May 2009 23:27:20 Andreas Sastra Wijaya Sandroto Tangerang City andreas_sandroto@yahoo.com 122.200.1.2
Ya'ahowu!!
Saya sangat bersyukur karena adanya HIMNI yang menghasilkan pemikiran2 yang baik seperti tertera dalam beberapa butir di atas..
Walaupun pokok-pokok pikirannya masih kelihatan terlalu di awan-awan, tapi saya berdoa semoga dapat terwujud demi mencapai Nias yang kita inginkan.
Tapi satu hal yang menjadi pertanyaan saya selama ini:
HIMNI boleh saja berangan2 setinggi langit untuk Nias, tapi saya memiliki pengalaman yang kurang baik terhadap HIMNI.
Saya dulu waktu kelas 1 SMA (tahun 2005/2006) telah lulus tes Bea siswa dari HIMNI dan berhak untuk mendapatkan Bea siswa tersebut sebesar Rp 150.000/bulan.
Tapi, bea siswa tersebut belum pernah terealisai. sampai saya lulus SMA dan sekarang kuliah.
Saya sedikit kecewa akan hal ini. Kekecewaan saya tersebut mempengaruhi pandang saya akan pokok pikiran HIMNI.
Saran saya, alangkah lebih baiknya jika sebelum menetapkan pokok pikiran yang baru, kita memandang sekilas rancangan dan pokok pikiran kita yang sebelumnya, apakah sudah berjalan baik atau belum.
Demikian komentar saya, mohon maaf kalau ada kesalahan..
Tuhan Memberkati..
17. Mon, 11 May 2009 05:59:20 Beni Son Daeli Nias_Si3banua benny_daeli@yahoo.com 94.246.126.98
Selamat & Sukses atas terlaksananya Rakernas__NiAs.

ada banyak komentar,opini, yang sudah nggak karu-karuan. Boleh kita memberi komentar apapun, tapi...komentar yang bersifat membangun.

Mari...kita mendukung Penuh, apa yang telah di bahas dalam Sidang Rakernas tersebut, karna mata pencaharian orang nias tergolong di bidang AGRARIS dan salah satunya adalah PERTANIAN.

Ya'AHowU Fefu....!!!
18. Fri, 15 May 2009 22:05:09 baziduhu dawolo padang baziduhudawolo@yahoo.com.id 125.165.104.142
yaahowu mbanuada fefu
saya berharap serta mendukung organisasi himni ini semakin maju kedepan dan nyata hasilnya untuk masyarakat nias.juga apabila saya tamat atau lulus dari universitas politeknik pertanian andalas nantinya juga saya bersedia untuk mengabdi di masyarakat nias khususnya dibidang pertanian.terima kasih. yaahowu.
19. Thu, 28 May 2009 10:31:51 rinrin gulo jakarta rinrin_gulo@yahoo.co.id 125.166.121.249
semestinya Pokok-pokok pikiran yang harus disiapkan HIMNI adalah seperti resp # 15. Jauh lebih fokus dan saya rasa bbrp bagian dr itu sanggup dilakukan oleh HIMNI meskipun tingkat soliditas para pengurus masih sangat kurang. Untuk melakukan perubahan HIMNI tidak perlu harus alergi berpolitik. Kurangnya pemahaman ttg aras politik membuat sebagian besar pengurus HIMNI sgt alergi dgn kata2 Politik meskipun secara kasat mata para pengurusnya adalah pemain politik. Politik secara sederhana dapat dipahami sbg :
1. Politik praktis dan
2. Politik Perubahan.
HIMNI dapat menjadi garda perubahan tanpa harus berpolitik praktis. Kita semua tahu dgn keberadaan NU dan MUHAMADIYAH mereka bukan lah organisasi poltik namun organisasi ini mampu memberi "warna" dalam perjalanan pembangunan bangsa ini. Kenapa HIMNI tdk seperti itu?
Saran saya; hentikan ketakutan terhadap kata politik. Usunglah "politik perubahan" untuk membangun Nias tanpa harus menjd partai politik. Dan, banyak pihak yang masih yakin bahwa HIMNI mampu! Tetapi kurang tahu dng pengurus yang ada saat ini, karena survey membuktikan KETUM-nya tdk mendapat dukungan yg layak dr organisasi ini ketika menjd caleg. Bgmn keadaan ini bisa membawa kekuatan bagi organisasi? Kurang tahu mana yg salah, pengurusnya yg tidak solid atau calonnya yg memble..hehehehe
20. Tue, 02 June 2009 07:13:23 A. Hasan Banda Aceh amhas_a@yahoo.com 125.165.51.121
Saya berharap agar diseluruh provinsi di RI dibentuk cabang HIMNI, sebagai wadah untuk mempersatukan warga Kep. Nias tanpa membedakan Agama, Suku dll. Karena potensi masing-maasing individu paasti ada. untuk diingat para Talifusogu jangan beranggapan bahwa Kep. Nias hanya milik Suku Tano Niha tp muilik NKRI, apalagi kalau merasa dia lahir di Kep. Nias (Suku asli dan Pendatang) Jadi kita harus merangkul berbagai pihak untuk bersimpati di Kep. Nias untuk mengejar ketertinggalan dibanding daerah lain di RI, juga menyongsong cita-cita para Talifusogu terwujudnya satu Propinsi di Kep. Nias.Yaahowu, Saohagolo.
21. Tue, 02 June 2009 09:49:28 Ya'aman Telaumbanua Gunungsitoli yaman_tl@yahoo.co.id 202.152.14.226
Ya'ahowu fefu.......!

Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi apa-apa butiran pemikiran hasil rakernas HIMNI. Kepada teman-teman HIMNI maju truss.....mengalirkan buah-buah pemikiran untuk Nias tercinta.

Menyaksikan dan merasakan bagaimana Nias sekarang ini di-menej....., rasanya ungkapan pesimistis tak salah jika kita lontarkan.....entah dimana masalahnya. Lihat dan saksikan sendiri bagaimana suasana kehidupan masyarakat kita dikampung-kampung...., ya...sama saja dengan yang dulu-dulu. Jadi apapun rekomendasi dari HIMNI itu sangat baik, tetapi yang paling lebih baik bagi masyarakat Nias "banuada sato ba mbanua" adalah bagaimana mengkonkritkannya.............., bagaimana petani karet yang sehari-hari banting tulang "wo khai gito" dan hanya dapat 2 kg getah karet, bagaimana dapat memperkuat daya belinya dengan harga karet yang Rp. 5000/kg. Gimana dgn petani sawah yang semakin kesulitan pupuk yang katanya subsidi......???????. dulu sebelum subsidi petani masih dapat pupuk urea Rp. 1.750/kg, tetapi dengan adanya subsidi Rp. 200/kg dari pemerintah, koq sulit dapat pupuk dan jikalaupun dapat harga Rp. 8.000/kg...????. Inilah persoalan ril yang dihadapi masyarakat kita................., saya baru 1 tahun kembali ke Nias dan sangat prihatin dengan kondisi sekarang ini, lebih-lebih pasca BRR ini, daya beli masyarakat Nias semakin terpuruk.

Jika ada peluang untuk menyatakan berbagai pemikiran konkrit membangun Nias dan DOB ke depan, saya secara pribadi sangat senang untuk berkontribusi pemikiran dan upaya konkrit dengan teman-teman talifuso yang sepemikiran untuk Nias maju.


Salam....Ya'ahowu...!
Ya'aman Telaumbanua, SE.,MM.
( 08126266062 )
Saat ini sedang aktif dalam upaya pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan di Nias, dibawah payung lembaga Qualiva Prima Consulting. Mengelola sebuah Koperasi "Samaeri Jaya" yang sekarang sedang fokus pada program peremajaan karet lokal dengan karet okulasi di daerah pesisir Nias Utara, pengadaan bibit karet unggul, pembukaan kebun karet baru dan saat ini sudah masuk pada ranah perdagangan karet untuk mengikuti/mempelajari bagaimana supaya tataniaga karet Nias tidak dimonopoli oleh pihak tertentu saja, sehingga pada akhirnya dapat mendongkrat nilai jual ditingkat petani karet.
22. Wed, 03 June 2009 06:57:38 A. Zega P.Siantar-Sumut a@yahoo.com 125.165.51.121
Saran dan ide DPP HIMNI patut disambut dan diacungkan jempol para talifusogu di Kep. Nias. Tapi dari dulu pertanian tradisional ke moderen sudah banyak yg menyampaikan ide dimaksud, termasuk juga kemaritimannya Kep. Nias yg memang dikelilingi lautan yg luas. Teori tidak segampang yg dibayangkan saudara-saudaraku. Jauh lebih penting kemauan dari 5 KDH untuk menggali potensi daerahnnya masing-masing baik SDM dan SDA. Kep. Nias harus diciptkan merasa memiliki Tano Niha baik yg tinggal di Kep. Nias maupun yg diperantauan. menyampaikan ide/saran boleh-boleh aja bung, tapi bukti yg kami tunggu. Yaahowu, Saohagolo.
23. Tue, 22 December 2009 21:41:10 mautano laia jakarta thano_star@yahoo.com 125.165.141.29
mmmmmaju treeeerussssssssssssss



HIMNI !!!!!!!!!!!!!!!

jangn mundur

First| Previous    Next|Last

Number of records = 23
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000