NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Haniha Ira, Hadia Niwa'öra?
 

Wed, 23 December 2009 08:59:55
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya
Noverlina bernyanyi dengan nada suara naik turun sesukanya dan lafalnya tak jelas. Selesai bernyanyi, ia memeluk ”ibunya”. Meski berusia tiga tahun, ia belum bi ...

Ref: Nugroho F Yudho (Kompas, 22 Desember 2009)

  • 

Ama Rita Zamasi Tetap Mencintai NIAS

  • 

Ir. Boy Olifu Gea di Kebun Tanaman Hiasnya => Click to enlarge!Ir. Boy Olifu Gea Pengusaha Tanaman Hias

  • 

Binahati Baeha, SH dengan Istri, Lenny Trisnadi. => Click to enlarge!Tuhanlah yang Telah Menggariskan Jalan Hidupku

  • 

Riahardy Mendröfa => Click to enlarge!Antara Kampung Halaman, Foto, dan Instalasi

  • 

Kanserina Esthera Dachi => Click to enlarge!Keteguhan Hati Dokter Kanserina Esthera Dachi

  • 

Susanto dan Istri, Hartati Zebua. => Click to enlarge!Susanto, Pelopor Bisnis Restoran Pinggir Pantai di Pulau Nias

  • 

Yacintha Gulö => Click to enlarge!Yacintha Gulö, Putri Mandrehe yang "Merawat Amerika"

  • 

Agus Hardian Mendröfa di salah satu Pojok Miga Beach Hotel => Click to enlarge!Talifusöda Agus Hardian Mendröfa, Mantan Wakil Bupati Nias

  • 

Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA => Click to enlarge!Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA, Wakil Bupati Kotabaru

  • 

Dubes RI Piter Taruyu Vau dan Ibu => Click to enlarge!Dari Nias ke Brasil sebagai DUTA BESAR INDONESIA UNTUK BRASIL

  • 

Magdalena Sanora Warnihati Fau => Click to enlarge!Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias

  Index  

  Last Commented
 
 

Sat, 27 May 2017 22:01:03 | hetiaro buulolo | desa amorosa kec.ulunoyo nias selatan | 114.124.241.28
Proyek Pembangunan Tower Listrik di Nias Sengaja Dihentikan8 Responses

 

Fri, 19 May 2017 14:09:08 | Alwin Lase | Hiligodu Ombolata, Nias Tengah Street | 114.125.9.138
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya30 Responses

 

Mon, 15 May 2017 15:02:32 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.121.133.199
PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI PULAU NIAS1 Responses

 

Fri, 12 May 2017 16:08:08 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.124.181.119
IKATAN KELUARGA NIAS di BALI (IKNB)11 Responses

 

Fri, 21 April 2017 23:15:09 | Mrs. Magaret Becklas | green hemisphere 76 london | 85.100.176.106
DPRD: Rencana Konversi Karet di Nias Dipertanyakan26 Responses

 

Wed, 19 April 2017 19:33:21 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.124.26.42
Tinjau UN di Nias, Gubsu Aminkan Harapan Menkum HAM1 Responses

 

Mon, 10 April 2017 19:54:41 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.121.155.224
Menjual Benih Kol Dataran Rendah ( daerah panas),Melon kuning,Cabai,Tomat,d ll.4 Responses

 

Mon, 12 May 2008 16:33:27
Tuhanlah yang Telah Menggariskan Jalan Hidupku
Nias (NiasIsland.Com)

Binahati Baeha, SH dengan Istri, Lenny Trisnadi. => Click to enlarge!

Sosok Binahati Baeha, SH, mungkin tidak asing lagi bagi para pembaca, khususnya bagi masyarakat Nias. Namun, perjalanan hidup, keluarga, serta pokok-pokok pikirannya tentu masih banyak yang belum diketahui oleh publik. Oleh sebab itu, NiasIsland.Com telah melakukan beberapa kali perbincangan dengan pria yang kerap dipanggil Ama Melvin ini. Dari hasil perbincangan tersebut dan juga atas dukungan data dari Melvin Baeha (putra pertama Binahati yang bekerja sebagai Structural Engineer di salah satu perusahaan swasta, Sydney, Australia), NiasIsland.Com dapat merangkumnya bagi anda pengunjung setia situs ini. Semoga apa yang disajikan bisa dimanfaatkan untuk kemajuan Ono Niha secara keseluruhan.

A. Menjadi Orang Nomor 1 di Kabupaten Nias

Tidak Bercita-cita Menjadi Bupati

Meskipun sedang menjalani 2 periode jabatan Bupati Nias, semasa kecil Binahati tidak bercita-cita menjadi Bupati. Memang pernah terkagum-kagum pada sosok bupati Nias sewaktu duduk di Kelas 1 Sekolah Dasar. Waktu itu Bupati Nias, Letkol AD Hasanudi Waruwu, sedang berkunjung ke Kecamatan Lahewa, tempat Binahati dilahirkan. Binahati kecil dan teman-temanya disuruh berbaris menyambut kedatangan Bupati. "Sebagai anak-anak tentu sangat kagum melihat bupati mengenakan baju dinas warna putih dengan berbagai tanda pangkat. Kelihatan gagah dan kren. Tapi hanya sebatas itu, tidak lebih! Kesan saya bupati Nias hebat dan gagah", kenang suami Lenny Trisnadi ini.

Kisah di atas adalah penegasan Binahati bahwa jabatan yang diembannya sekarang ini bukan karena kehendaknya, melainkan kehendak Tuhan yang telah menggariskan jalan hidupnya untuk memimpin Kabupaten Nias selama 2 periode. "Jalan hidup saya memang telah digariskan oleh Tuhan", ungkap Binahati.

Selama menjalani apa yang telah digariskan oleh Tuhan tersebut, banyak suka duka yang telah dilaluinya. "Menjadi bupati, ada enak ada tidak enaknya, sama seperti profesi yang lain juga. Karena itu, sebagai pimpinan daerah, saya bersyukur apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada saya. Artinya, tidak boleh kecewa betapapun banyak rintangan atau tantangan yang dihadapi", tegas Binahati.

Awalnya, Tidak Diperhitungkan

Waktu mencalon diri sebagai Bupati Nias, berpasangan dengan Agus H Mendröfa sebagai Wakil, Binahati sama sekali tidak menduga kalau mereka bisa terpilih sebagai orang nomor 1 dan nomor 2 di Pulau Nias. Berdasarkan perkiraan waktu itu, dari 9 pasangan calon, mereka berada di peringkat ke-5. Calon-calon lain, anggota DPRD, pengamat, dan masyarakat Nias pun tidak begitu memperhitungkan pasangan ini.

Calon-calon di luar pasangan inilah yang menurut masyarakat dan pengamat waktu itu lebih berpeluang memimpin Nias ke depan. Namun, hasilnya di luar perkiraan, pasangan Binahati dan Agus yang kemudian terpilih memimpin Nias. "Jalan hidup itu memang sudah digariskan demikian," ungkap Binahati. Oleh sebab itu, ia sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi kesempatan memimpin Nias untuk 2 periode. "Saya berupaya memanfaatkan sebaik-baiknya sisa waktu yang telah dipercayakan ini untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Nias yang selama ini termarjinalkan", harap Binahati.

Kebanggaan Keluarga

Dalam menjalankan pengabdiannya di Nias, Binahati mendapat dukungan penuh dari istri dan anak-anaknya. Meskipun istri dan anak-anaknya kelahiran Jakarta dan telah hidup mapan di kota metropolitan, namun mereka "merelakan" Binahati kembali untuk mengabdi di pulau yang tergolong kabupaten termiskin di Propinsi Sumatera Utara ini.

Menurut pengakuan Lenny Trisnadi, istri Binahati, ia sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa suatu ketika suami tercinta akan menjabat sebagai Bupati Nias. Bahkan untuk bekerja atau berkarya di daerah Nias pun tidak terbayangkan sebelumnya.

Setelah mendampingi suaminya sebagai orang Nomor 1 di Nias, Ina Melvin (nama panggilan Lenny Trisnadi) merasakan kebahagian tersendiri bisa terjun langsung membantu masyarakat Nias, khususnya dalam proses pemberdayaan perempuan-perempuan Nias. Menurut pengamatannya, kaum perempuan di Nias tidak begitu "dihargai" dibandingkan dengan kaum laki-laki. Misalnya dalam hal pendidikan, anak laki-laki masih lebih diutamakan dibandingkan dengan anak perempuan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi ibu 2 anak ini.

"Saya tidak menyangka ibu bisa betah di Nias. Kalau orang daerah betah tinggal di kota, itu bukan suatu hal yang aneh tetapi orang kota betah tinggal di daerah, patut dipertanyakan", begitu salah satu komentar Binahati tentang istrinya yang ikut mengabdi di Nias.

Bukan hanya istrinya, anaknya nomor dua, Marissa Stephanie Baeha yang bekerja di salah satu NGO, juga pernah ditempatkan di Nias untuk membangun perumahan di Kecamatan Afulu. Berjalan kaki sejauh 15 km pun harus dilakoninya selama membantu proses pembangunan perumahan di sana.


B. Kendala Utama yang Dihadapi Nias

Setelah menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Nias, kini Binahati mengetahui persis mengapa Nias sulit mensejajarkan diri dengan daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan di Sumatera Utara pun Nias terpuruk di urutan terbawah.

Dari berbagai faktor penyebab, ada 2 faktor dominan yang bisa dirangkum dari hasil perbincangan dengan Binahati.

1. Daya Tawar-Menawar Nias yang Lemah

Penyebab utama ketertinggalan Daerah Nias selama ini, menurut pengamatan Binahati, adalah bargaining power Nias yang sangat lemah. Letak geografis Nias yang "terpencil" atau "terisolir" juga menjadi faktor penguatnya. "Kondisi inilah yang membuat Nias sejak dulu kurang menjadi pusat perhatian pemerintah pusat (Indonesia) maupun dunia internasional", analisis Binahati.

Selama kurun 62 tahun merdeka, daerah Nias bukan diabaikan akan tetapi kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat karena Nias tidak memiliki bargaining power. "Oleh sebab itu ke depan generasi muda Nias harus memiliki bargaining power dengan cara bekerja keras dalam berbagai bidang", obsesi Binahati.

2. Bentuk Pemerintahan yang Tersentralisasi

Pada zaman Orde Baru, Bentuk Pemerintahan di Indonesia sangat tersentralisir. Dalam pemerintahan seperti ini, posisi pemerintah pusat sangat kuat karena memiliki hak mendistribusikan dana ke daerah-daerah. Sekalipun sudah ada perencanaan dari bawah atau "bottom-up" akan tetapi keinginan pemerintah pusat jualah yang selalu menentukan atau "top-down". Setelah otonomi daerah diberlakukan tahun 2001, perubahan terjadi secara bertahap. Kini, ada beberapa kewenangan yang telah dilaksanakan penuh oleh pemerintah daerah.

Namun ironisnya, setelah diberikan keleluasan (kewenangan penuh) kepada daerah, Nias masih juga "terlelap" dalam keterbelakangannya. Hal ini dibenarkan sendiri oleh Binahati. "Ada 2 faktor penyebabnya, yaitu: keterbatasan Sumber Daya Manusia dan keterbatasan Dana. Itulah yang membuat pembangunan Nias tidak bisa cepat berkembang", jelas pria yang berpembawaan tenang ini.


C. Berbagai Program dan Terobosan yang Telah Dilakukan

Setelah mengetahui dan memahami kendala-kendala di atas, Binahati dengan jajarannya berusaha mengatasi hambatan-hambatan tersebut dengan berbagai upaya. Tujuannya hanya satu yaitu Nias harus keluar dari ketertinggalannya .

Tiga Prioritas Pembangunan

Berdasarkan studi yang dilakukan Pemerintah Daerah selama 2 tahun (dari tahun 2001 sampai 2002), Pemerintah Binahati menetapkan 3 bidang prioritas pembangunan, yaitu: 1) Infrastruktur, 2) Pendidikan, dan 3) Kesehatan Masyarakat. Ketiganya hal ini saling terkait satu dengan yang lain.

Kalau ketiga faktor ini bisa terlaksana, Binahati yakin ekonomi masyarakat Nias bisa "bangkit". Artinya, kalau infrastruktur sudah memadai, sarana pendidikan sudah baik, dan pelayanan kesehatan masyarakat juga sudah merata di setiap desa, maka dengan sendirinya ekonomi masyarakat bisa terangkat. Itu kesimpulan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias.

"Beberapa pakar dan pengamat Nias di Jakarta ada yang kurang setuju dengan prioritas ini karena mereka berpendapat bahwa pembangunan ekonomilah yang sesungguhnya lebih didahulukan", ujar Binahati. Mengenai pendapat tersebut, pria yang tengah menyelesaikan pendidikan S2-nya ini mengibaratkan hal ini seperti memperdebatkan mana yang lebih duluan "ayam atau telor". Namun menurut keyakinan Binahati, pembangunan Nias harus dimulai dari pembangunan infrastruktur.

"Tidak mungkin bisa membangun ekonomi masyarakat Nias kalau infrastrukturnya belum terbenahi. Untuk mewujudkannya harus ada pembagian tugas. Tugas pemerintah pusat membangun jalan nasional; tugas pemerintah provinsi membangun jalan provinsi; dan tugas pemerintah kabupaten membangun jalan kabupaten. Dengan ini maka terjadi kelancaran akses mayarakat dari desa ke kecamatan, dari kecamatan ke kota, dan sebaliknya. Itulah yang kami inginkan!", papar Binahati.

Pemekaran Nias suatu Keharusan

Sebelum terbentuk Kabupaten Nias Selatan pada pertengahan tahun 2003, Kabupaten Nias terdiri dari 22 Kecamatan. Setelah Kabupaten Nias Selatan resmi terbentuk, 8 Kecamatan berada di bawah Kabupaten Nias Selatan dan 14 Kecamatan di bawah Kabupaten Nias (Induk).

Pada akhir Tahun 2003 dan Tahun 2004, Kabupaten Nias memekarkan desa-desa dan disusul dengan pemekaran kecamatan-kecamatan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Saat ini Kabupaten Nias telah mencapai 34 Kecamatan.

Setelah pemekaran Kabupaten Nias menjadi Kabupaten Nias dan Nias Selatan kemudian dilanjutkan dengan usaha pemekaran Nias menjadi Kabupaten Nias Utara, Nias Barat, dan Kota Madya Gunung Sitoli. Tujuannya mempercepat proses pembangunan di Pulau Nias. Selain itu, pemekaran juga akan memperbesar ruang berkiprah bagi generasi penerus. Begitu penjelasan Binahati tentang pemekaran Nias.

Peningkatan Sarana Transportasi Udara dan Laut

Sebelum menjabat sebagai Bupati Nias, frekwensi penerbangan ke Nias sangatlah minim, bahkan sempat mati suri pada saat krisis moneter. Tetapi itu adalah cerita masa lalu, kini jadwal penerbangan dari dan ke Nias rutin setiap hari, bahkan saat ini secara reguler ada 5 (lima) kali penerbangan setiap hari, yaitu 2 (dua) kali sehari Riau Airline dengan pesawat Fokker 50 dan 3 (tiga) kali sehari Merpati Airlines dengan pesawat CN-230 dengan jurusan Medan - Gunungsitoli pulang pergi.

Memang bertambahnya frekwensi perbangan ini didorong oleh kegiatan staf-staf BRR dan NGO pasca gempa yang mondar-mandir ke Nias, namun hal ini tidak terlepas juga dari peranan pemerintah daerah mengurangi keterisolasian Nias dari dunia luar.

Hal selanjutnya yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah adalah memperpanjang landasan Binaka, dari 1.340 meter menjadi 2.400 meter. Perpanjangan landasan ini tentu sangat ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak, khususnya pelaku bisnis pariwisata, karena dengan panjang landasan 2.400 meter akan memungkinkan pesawat berbadan lebar mendarat di Lapangan Terbang Binaka. "Harapan kita kelak wisatawan mancanegara bisa langsung ke Pulau Nias", ungkap Binahati.

Di samping transportasi udara, pemerintah daerah juga telah menganggarkan dana sebesar 26 miliar untuk pembelian kapal laut yang melayani rute Nias-Sibolga. Bila rencana-rencana ini terealisasi maka pembangunan perekenomian di Nias bisa menggeliat.

Peningkatan kemampuan SDM

Sejak Tahun 2002, Pemerintah Daerah Kabupaten Nias telah mengirim anak-anak Nias sekolah ke luar daerah. Hasilnya, ada sekitar 75 orang yang sedang menyelesaikan program S2, termasuk 15 dokter spesialis dan 9 orang magister kedokteran yang diharapkan dua atau tiga tahun mendatang akan segera kembali untuk mengabdi di Pulau Nias. Selanjutnya Dalam APBD telah dianggarkan dana pendidikan khusus untuk program S3 dan peningkatan kemampuan para Dosen IKIP dan STIE.

Selain itu, ada salah satu yang membanggakan Binahati saat ini, yaitu hampir semua kecamatan di kabupaten Nias telah memiliki Gedung Sekolah Lanjutan Atas. Kalau dulu lulusan SLTP di beberapa kecamatan harus melanjutkan SLTA di kecamatan lain, sekarang tidak lagi. Mereka bisa memilih melanjutkan sekolah di kecamatannya sendiri.

Selain hal diatas, masih banyak lagi kemajuan yang menurut Binahati telah dilakukan selama menjabat di Nias. Peningkatan ekonomi masyarakat dan pemerataan menjadi salah satu fokus pemerintah sekarang. PAD (Pendapatan Asli Daerah) Nias juga meningkat dratis. Tahun 2007, PAD telah mencapai 18 miliar rupiah dan pada Tahun 2008 ini diperkirakan bisa mencapai sebesar 20 miliar rupiah. Kenaikan PAD ini sangat besar bila dibandingkan dengan PAD Nias Tahun 2000 yang hanya mencapai 1.6 miliar rupiah.

Mengatasi Keterisoliran

Keterisoliran Pulau Nias bukan lagi hal yang aneh. Di samping keterisolirannya dengan pemerintahan pusat, antara desa-desa dalam satu kecamatan pun saling terisolir, dalam kata lain sarana tranportasi antar desa tidak mendukung. Binahati sangat menyadari hal ini sehingga dalam masa pemerintahannya, usaha membuka daerah-daerah yang masih terisolir menjadi prioritas tersendiri.

Menurut Binahati, sudah banyak kecamatan di Nias yang kini telah dilewati oleh kendaraan roda empat sehingga tinggal 2 kecamatan lagi yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Salah satunya adalah Kecamatan Ma'u yang sampai sekarang belum bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Ini akan menjadi prioritas pembangunan selanjutnya sehingga, ke depan, tidak ada satu pun kecamatan di Nias yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.

Mendorong Swasembada Pangan

Salah satu program pemerintah daerah Nias adalah mengarahkan pembangunan masyarakat berdasarkan potensi yang dimiliki oleh setiap desa atau setiap kecamatan. Berdasarkan potensi tersebut, pemerintah akan mengarahkan, menyediakan sarana, dan mendorong masyarakat untuk mampu berdiri sendiri sehingga ketergantungan pangan dari daerah luar bisa diminimalkan.

Misalnya, di kecamatan-kecamatan yang berpotensi menghasilkan beras sedang dibangun proyek irigasi untuk mendukung petani dalam mengelola sawahnya. Setahun yang lalu pemerintah kabupaten Nias di bawah pimpinan Binahati telah mencanangkan Nias swasembada beras pada tahun 2011 mendatang. Ini adalah salah satu ukuran keberhasilan pemerintahannya bila Nias berhasil dalam swasembada pangan.



D. Sorotan Publik

Beberapa hal yang menjadi sorotan publik selama dia menjabat Bupati tidak luput dari perbincangan NiasIsland.Com dengan pria yang sedang menyelesaikan Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Pemerintahan ini. Salah satu kelebihan Binahati dan patut dihargai adalah sikap yang tidak alergi atau tidak menghindar dari pertanyaan-pertanyaan kritis dan sensitif. Semua dijawabnya dengan lugas, terbuka, dan tidak ragu-ragu.

Saya Memberikan Kesempatan yang Sama Kepada Semua Pihak

"Selama menjabat sebagai Bupati Nias, saya tidak pernah mengangkat seseorang pada jabatan tertentu berdasarkan hubungan kekeluargaan. Semua orang saya berikan kesempatan yang sama", demikian penjelasan Binahati dalam menanggapi berbagai tudingan yang kerap dialamatkan kepadanya.

"Memang ada tudingan-tudingan bahwa saya mengutamakan keluarga atau saudara saya dalam pemerintahan. Saya pikir hal itu tidak benar! Pertanyaan saya, apakah setelah saya menjabat maka semua saudara saya dilarang menduduki jabatan tertentu? Seharusnya tidak demikian (pertanyaan dijawabnya sendiri). Sepanjang memenuhi persyarat kepegawaian, mereka tidak perlu dilarang. Jangan justru karena saya bupati mereka harus dibuat menderita. Itu bukan memecahkan persoalan, malah bisa menimbulkan persoalan baru", Binahati memberikan argumentasi.

Yang tidak dibenarkan menurut Binahati adalah bila ada saudaranya yang diberikan suatu jabatan namun tidak memenuhi persyaratan dan kemampuan pada jabatan tersebut. "Hal seperti ini memang tidak dibenarkan, tetapi kalau mereka memenuhi syarat baik kemampuan maupun syarat kepegawaian, kenapa tidak? Orang lain juga saya perlakukan sama seperti itu", tegas Binahati.

Binahati kemudian memberikan contoh kasus: "bila ada adik atau saudara saya yang memiliki Golongan 2 diangkat menjadai camat, jelas itu tidak dibenarkan karena tidak memenuhi persyaratan (syarat menjadi camat harus Golongan 3, minimal 3c atau 3d). Tapi kalau golongannya memenuhi persyaratan dan memiliki kemampuan untuk jabatan itu, kenapa harus disalahkan? Kalau orang lain yang diangkat kenapa boleh dan tidak dipermasalahkan? Apakah saya harus membuat mereka (saudara-saudara saya) menderita selama (saya) menjabat? Itu kan tidak fair namanya".

Walaupun begitu, kepada keluarga sendiri Binahati bersikap tegas untuk menolak bila ada permintaan yang tidak mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku. "Memang ada juga di antara keluarga saya, yang mungkin karena ketidaktahuan mereka, berpikir bahwa karena saya bupati maka saya bisa menyelesaikan segala persoalan mereka, tanpa melalui prosedur. Padahal setiap persoalan ada aturan dan prosesnya. Hal seperti ini tentu tidak saya layani", Binahati memberikan contoh ketegasan dalam menghadapi sanak saudara.

Ogah Bergabung dengan Propinsi Tapanuli

Mengapa Binahati tidak "membawa" Kabupaten Nias bergabung dengan calon Propinsi Tapanuli seperti "saudaranya" di Kabupaten Nias Selatan? Secara gamblang dijelaskan berikut ini.

Pertama-tama yang perlu diketahui, menurut Binahati, tidak ada dalam undang-undang yang bisa memaksa suatu daerah untuk bergabung dengan daerah lain. Dulu, Nias memang termasuk dalam Keresidenan Tapanuli. Tetapi bukan berarti seluruh eks-keresidenan harus bargabung dengan calon propinsi tersebut. Kenyataannya bukan hanya Nias saja yang menolak, tetapi juga Dairi, Tapanuli Selatan, dan banyak kabupaten lain dengan alasannya masing-masing.

Kedua, letak Pulau Nias terpisah dengan daratan Sumatera, budayanya juga berbeda.

Ketiga, kita tidak mau menjadi beban, karena tujuan pemekaran adalah mengejar ketertinggalan. Ibaratnya, saudara-saudara kita di Tapanuli sudah berada di tangga pesawat, kita masih megap-megap di landasan. Kalau kita bergabung, kita akan menjadi beban bagi mereka.

Kegiatan Prostitusi Sulit Dibendung

Binahati tidak membantah bahwa, seiring dengan semakin banyaknya pendatang yang masuk pasca gempa, kegiatan prostitusi di Nias semakin merebak, khususnya di Kota Gunung Sitoli. "Saya harus akui bahwa pada masa BRR di Nias, peningkatan kegiatan prostitusi semakin nyata. Walaupun hampir setiap minggu saya perintahkan aparat, bekerja sama dengan kepolisian, melakukan razia, namun kegiatan tersebut tetap marak", ungkap Binahati.

Pemberantasan prostitusi mengalami banyak kendala disebabkan berbagai faktor, antara lain, adanya pembackingan oleh oknum pegawai negeri atau aparat kemanan sendiri. Namun, menurut Binahati, pemerintah tidak akan gentar memberantasnya sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya, aktifitas prostitusi di Nias terus berkembang. "Kegiatan pelacuran sejak dulu hingga sekarang sulit diberantas. Hari ini kita pulangkan mereka, bahkan diberikan ongkos pulang sampai ke Sibolga (karena sebagian pekerja seks komersial berasal dari luar Pulau Nias), besok mereka balik lagi", Binahati memberi alasan.

Pemerintah Kabupaten Nias sedang berusaha membuat rancangan PERDA untuk menghambat perkembangan prostitusi ini. "Memang sampai sekarang belum ada acuan untuk melarang orang datang ke Nias. Kita sukar mendeteksi tujuan setiap orang yang datang ke Nias. Tidak ada juga aturannya untuk menanyakan kepada setiap orang yang datang: mau ngapain kamu ke sini?", tegas Binahati.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan Binahati, baik di Jakarta maupun di kota-kota besar lain, kegiatan prostitusi memang sulit dibendung. Karena itu, maka wajar bila ada beberapa pihak yang mengusulkan untuk melokalisir saja tempat prostitusi ini supaya tidak bercampur dengan kehidupan masyarakat umum. Lokalisasi mungkin salah satu alternatif untuk menjauhkannya dari tengah-tengah masyarakat. Kalau solusi ini yang terbaik, maka lokasinya pun harus dilokalisir di salah pulau terpencil, misalnya minimal 10 km dari daratan. Di lokasi tersebut harus ada penjagaan yang ketat supaya yang datang tidak semua orang, misalnya anak-anak dilarang masuk

"Namun untuk merealisasikan ini tidak gampang, perlu ada persetujuan DPRD, tokoh-tokoh masyarakat, dan tokoh-tokoh agama", ungkap Binahati pula.

Selain itu, perlu ada penyuluhan, semacam pendidikan, kepada generasi muda Nias supaya jangan sampai terjerumus dalam kegiatan prostitusi. Jika sempat terjerat perbuatan ini, disamping sebagai dosa, hal ini akan membuat masa depan mereka sia-sia. "Tokoh-tokoh agama juga telah dilibatkan dalam memberikan ceramah-ceramah keagamaan", ujar Binahati.

Harga Hasil Pertanian dan Perkebunan Rakyat yang Masih Tergolong Murah

Salah satu kendala yang dihadapi para petani di Nias adalah rendahnya harga hasil pertanian dan perkebunan rakyat. Hal ini disebabkan, antara lain, sistem pengolahan hasil pertanian dan perkebunan yang masih tradisional.

Selain itu, petani juga mengalami kesulitan untuk membawa hasil pertaniannya ke kota karena tidak didukung oleh infrastruktur transportasi yang memadai. Karena itu, mereka sangat tergantung kepada tengkulak-tengkulak yang mengambil langsung di tempat dengan harga yang jauh di bawah harga pasar.

Cara lain yang biasanya dilakukan tengkulak untuk menekan harga pembelian hasil perkebunan (misalnya karet) dari masyarakat adalah dengan memberi pinjaman uang kepada petani. Pembayarannya dilakukan dengan penjualan hasil perkebunan dengan harga yang kemudian "secara bebas" ditentukan oleh pemberi pinjaman (tengkulak).

Untuk mengatasi "permainan" tengkulak ini, pemerintah Binahati telah melakukan berbagai upaya, misalnya memfasilitasi masyarakat dalam pembentukan koperasi. Tetapi hal ini kurang berhasil mengingat banyak pengurus koperasi-koperasi tersebut tidak bekerja secara profesional. Malah ada di antara mereka yang tega-teganya melarikan uang anggota yang telah terkumpul. Akhirnya masyarakat menjadi apatis dan tidak percaya lagi dengan yang namanya koperasi.

"Mengingat hal ini, pemerintah daerah dengan bantuan pemerintah pusat mencoba memberikan pinjaman langsung tanpa bunga kepada masyarakat yang membutuhkan modal", Binahati menjelaskan upaya pemerintahnya dalam mengatasi hal di atas.

Penguasaan Tanah Negara yang Tidak Jelas

Penguasaan tanah negara yang tidak jelas oleh kelompok tertentu atau dalam istilah Binahati "Siluman" juga terjadi di Nias. Misalnya pengelolaan Perkebunan Kelapa di Toyolawa, Kecamatan Lahewa, yang sudah puluhan tahun dikuasai oleh CV tertentu dan tidak terdaftar di Departemen Pertanian di Jakarta maupun di salah satu instansi di Sumatera Utara. Hasilnya pun sama sekali tidak diketahui kemana perginya. "Konstribusinya sama sekali tidak ada bagi pembangunan daerah Nias sehingga saya menyebutnya siluman", kata Binahati.

Kasus seperti perkebunan Toyolawa ini masih banyak di Nias. "Oleh sebab itu, pemerintah daerah telah meminta kepada pemerintah pusat agar Hak Guna Usaha kepada CV tersebut dibatalkan dan diserahkan kepada pemerintah daerah", ungkap Binahati.

Pemerintah Harus Siap Meneruskan Pembangunan yang Telah Dilakukan BRR

Sebagaimana telah diberitakan di berbagai media masa lokal maupun nasional, tugas-tugas BRR di Nias akan berakhir pada Bulan April Tahun 2009. Menurut ketentuan Undang-Undang, pada saat tersebut semua aset BRR akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Apakah Pemerintah Kabupaten Nias siap menerima dan seterusnya mengelola aset-ase tersebut? Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kabupaten.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Binahati mengatakan bahwa Pemerintah Daerah, mau atau tidak mau, siap atau tidak siap, harus mau dan siap melanjutkan dan memelihara pembangunan yang telah dilakukan oleh BRR. Hal ini pun telah diantisipasi dengan berbagi persiapan, antara lain pada tahun anggaran 2008 ini pemerintah telah menganggarkan dana untuk pemeliharaan gedung-gedung dan jalan-jalan yang telah dibangun oleh BRR sehingga aset-aset yang telah ditinggalkan akan terus bermanfaat bagi masyarakat Nias.

"Jawaban ini moga-moga memberi keyakinan kepada pihak-pihak yang meragukan kesiapan pemerintah daerah dalam meneruskan program BRR di Nias", harap Binahati.

Wajah Kota Gunung Sitoli yang Belum "Cantik"

Binahati membenarkan bahwa Kota Gunung Sitoli sebagai Ibukota Nias masih jauh dari keindahan, kalau tidak boleh disebut "semerawut". Usaha mempercantik kota dengan taman kotanya masih jauh dari harapan, sehingga orang yang datang di Nias tidak bisa dipersalahkan bila memberi kesan bahwa yang menarik di Nias adalah bukan kecantikan atau keindahan kota atau desanya melainkan karena alamnya saja yang masih "perawan".

Hal ini menjadi pemikiran tersendiri bagi Binahati untuk mencoba menata dan merapikan Kabupaten Nias, khususnya Kota Gunung Sitoli sebagai pintu gerbang utama Pulau Nias.


E. Kegalauan Hati Seorang Bupati

"Sebagian orang Nias masih sulit bersatu dan mudah diintervensi oleh pihak luar", demikian otokritik Binahati terhadap Ono Niha, kaumnya sendiri.

Kalau diperhatikan (misalnya) dengan orang Tapanuli, rasa persaudaraan dan persatuan mereka sangat kuat dan sulit diintervensi oleh pihak lain. Binahati sempat menceritakan pengalamannya saat diajak mengikuti suatu pertemuan orang Tapanuli. "Dalam pertemuan itu mereka berdebat sangat sengit, bahkan saling melempar kursi. Tetapi ketika orang lain mulai mengintervensi, mereka akan cepat bersatu," kenang Binahati.

Hal seperti ini belum dimiliki oleh Ono Niha sehingga menjadi salah satu kegalauan hati Binahati selama menjadi orang nomor satu di Kabupaten Nias. Bahkan, berdasarkan pengalamannya, tidak sedikit orang Nias yang tega mencelakakan sesama orang Nias dengan meminjam tangan-tangan pihak lain.

Binahati juga menyinggung rasa persatuan di kalangan mahasiswa Nias yang ada di perantauan. Kebersamaan mahasiwa Nias tidak jarang yang bisa diintervensi dengan gampang oleh pihak luar sehingga tujuan perjuangan mereka menjadi buyar. Masih ada saja sebagian oknum yang tega mengkhianati perjuangan bersama demi kepentingan peribadinya sendiri.

Binahati kemudian memberikan contoh proses pemekaran Nias. Dalam perjuangan Pemekaran tersebut masih ada saja oknum-oknum, khususnya di Medan, yang tidak mendukung pemekaran Nias menjadi 2 kabupaten dan 1 kota. "Mereka lebih memilih bergabung dengan Propinsi Tapanuli dibandingkan dengan berupaya mempersiapkan Nias dan Nias Selatan menjadi satu propinsi", Binahati mengakhiri kegalauan hatinya sekaligus mengakhiri pula perbincangan dengan NiasIsland.Com. (yth & apl)

Biodata

Nama:

Binahati B. Baeha, SH

Tempat/ Tanggal Lahir:

Lahewa, 08 Desember 1949

Agama:

Katolik

Istri:

Lenny Trisnadi

1972-1989 Finance Manager PT. Astra International Inc.
1989-2001 Auditor & Konsultan Finance, Perpajakan, Accounting, dan Business Mgmt Advisory di berbagai perusahaan di Jakarta
2001- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nias


Anak:

1. Melvin Meziwa Ononama Baeha ST MengSc (L)

1984-1990 SD Sandika Kepu
1990-1993 SMP Kolese Kanisius Menteng, Jakarta
1993-1996 SMA Kolese Kanisius Menteng, Jakarta
1996-2001 S1 Teknik Sipil, Universitas Indonesia, Jakarta
2002-2003 S2 University of New South Wales (UNSW) Sydney, Majoring in Master of Engineering Science in Structure

2. Marissa Stephanie Baeha SIP (P)

1991-1995 SD Sandika Kepu
1995-1998 SMP Santa Ursula, Jakarta
1998-2001 SMA Santa Ursula, Jakarta
2001-2005 S1 FISIP, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
2008-2009 S2 University of New South Wales (UNSW) Sydney, Majoring in Master of International Social Development

 

Pendidikan Formal:

1956-1962 SG Negeri, Lahewa

1962-1965 SMP Katholik Bintang Laut, Teluk Dalam

1965-1966 SMA Katholik “BTB”, Balige

1966-1968 SMA Taman Siswa, Pematang Siantar

1969-1979 Universitas Tujuh Belas Agustus (Fakultas Hukum), Jakarta

Saat ini sedang tengah menyelesaikan Tugas Akhir (Thesis) pada Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Pemerintahan (kerjasama UNPAD dengan UNJANI Bandung)

 

Pelatihan:

Dalam Negeri

1982 LATSAR HANSIP, Jakarta
1983 SEPALA DEPDAGRI di DIKLATWIL, Bandung

1985 LOKAKARYA DIKLAT DEPDAGRI
1986 SUSMINUD DEPDAGRI
1992 SEPADYA DEPDAGRI di DIKLATWIL, Yogyakarta

1996 TARPADNAS DEPDAGRI

Luar Negeri
1996 Studi Perbandingan tentang Manajemen Pemerintahan dan Pertambangan di Kanada

 

Organisasi:

1972-1974 Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Jakarta
1973-1975 Ketua I Ikatan Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Jakarta

1973-1975 Ketua Dewan Mahasiswa UNTAG Jakarta
1983-1985 Ketua III IKMN (Ikatan Keluarga Masyarakat Nias) Jakarta dan Sekitarnya
1990-1995 Sekretaris Sub Unit KORPRI Ditjen PUOD Depdagri
Sekarang Ketua Umum KONI Kabupaten Nias

 

Riwayat Pekerjaan:

1984-1989 Kasubbag Surat Menyurat pada Badan Diklat, Departemen Dalam Negeri
1990-1995 Kasubbag Peraturan Perundang-undangan dan Dokumentasi pada Bagian Perencanaan Setditjen PUOD Depdagri
1995-1996 Pelaksana Tugas Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Ditjen PUOD Depdagri.
1996-1998 Kepala Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Ditjen PUOD Depdagri
1998-2000 Kepala Sub Direktorat Pembinaan Pengelolaan Barang Daerah Direktorat Keuangan Daerah Ditjen PUOD Depdagri
2000-2001 Kepala Sub Direktorat Asosiasi Pemerintah Daerah pada Direktorat Umum Pemerintahan Ditjen PUMDA Depdagri
2001- Bupati Nias

 

Tanda Jasa dan Penghargaan:

- SATYA LENCANA KARYA SATYA 30 TAHUN dari Presiden RI
- SATYA LENCANA KARYA SATYA 20 TAHUN dari Presiden RI
- SATYA LENCANA KEBAKTIAN SOSIAL dari Presiden RI
- THE BEST PEOPLE ASEAN Tahun 2003
- PEMBINA OLAHRAGA dari Gubernur Sumut
- MANGGALA BAKTI HUSADA dari Menteri Kesehatan RI Tahun 2007

Catatan Lain:

1989 Memimpin Tim Kesenian Nias pada Kongres Nasional Gapensi di Palembang
1990 Memimpin Tim Kesenian Nias pada Indo Tourism di Jakarta
1993
Peserta Delegasi Sumut pada Pameran Pariwisata di belanda, Belgia, dan Perncis

1994 Memimpin Tim Kesenian Nias Mewakili Sumut pada Tong-tong Fair di Belanda

2001 Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Oikumene Nias
2002 Team Manager Nias pada Pekan Olahraga Sumut di Medan
2004 Studi Banding ke Hongkong dan Beijing
2004 Memimpin Studi Banding PEMDA Nias ke Bunaken Sulawesi Utara
2005 Penyalur Bantuan Media Group di Nias pada Bencana Tsunami dan Gempa Nias Maret 2005
2005 Ketua Panitia Festival Anak Nias
2005 Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Oikumene Nias
2005
Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Nias dan Nias Selatan bersama Presiden RI

Other Images
Dari kiri ke kanan: Binahati Baeha, SH, Lenny Trisnadi (Istri), Marissa Stephanie Baeha, SIP (anak), Melvin Meziwa Ononama Baeha, ST, Meng Sc (anak), Cucu, dan Menantu. => Click to enlarge!

First| Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
6. Mon, 24 November 2008 18:38:26 boroexlazarus.buulolo batusalawa city-south nias island boroexlazarus.buulolo@yahoo.co 202.123.238.58
Luar biasa sekali...............!!!!!!!!!! Saya sebagai Putra Nias bangga dengan munculnya seorang "Putra asli daerah Nias" dimana dalam profilnya memiliki millyaran pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa........

Aneh.......memang aneh........... Saya memiliki ribuan pertanyaan.........???? Kenapa demontrasi terjadi pada masa kepemimpinan Bapak Bupati yang terhormat......????? Bukankah seperti profil yang dimilki Bapak Bupati dapat mencari solusi agar Nias menuju sejahtera...........?????

Masyarakat Nias itu, rakyat haus butuh air dan rakyat lapar butuh makanan. Masyarakat jelata butuh orang yang prestasi dalam membantu rakyat keluar dari kemiskinan.

Jangan hanya tinggal goresan Bapak Bupati yang terhormat saja tersohor tapi rakyat Nias menitip ribuan harapan agar rakyat bisa keluar dari kemiskinan.

Dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki saya mengharapkan agar kita membangun Nias yang pro Rakyat biar rakyat sejahtera dan makmur,,,,,,,,,,,,, Jangan Pro "KANTONGKU" dan KRONIKU
7. Mon, 24 November 2008 23:04:37 Ga'atalu XL-Gone Siforoasi Manawa_dano@yahoo.com 125.160.199.46
Saya menghormati penuturan seorang Bupati kepada tim redaksi NIC, walaupun kebenarannya ada di mata hati rakyatnya sendiri.

Kebesaran seorang tokoh dilihat dari ide, kemampuan dan hasil kerjanya (prestasinya)

Menurut hemat saya, kita dapat menilai kebenaran Penuturan Pak Binahati diatas dengan pertanyaan yakni :
1. Ide-ide apa saja yang pernah dimunculkannya (bisa dilihat dari VISI-MISI waktu kampanye dulu atau kebijakan-kebijakannya)
2. Bagaimana kemampuan Pak Binahati dalam mewujudkan visi-misinya ? Hal ini meliputi profesionalisme, disiplin, kinerja, kualitas pelayanan dll baik pribadi Pak Bupati maupun bawahannya yakni aparat pemda di dinas-dinas / kantor pemerintahan yang berada dalam kendali Pak Binahati sebagai Bupati.
3. Hasil apa yang telah dicapai oleh Pak Bupati setelah ia memimpin hampir 10 tahun ? Bandingkan tentang 'hasil' tersebut tanpa BRR/NGO atau lembaga bantuan lainnya kemudian apakah Nias berubah oleh Pak Binahati atau lembaga donor ?

"Jangan jawab kepada saya, jangan jawab dalam ruang ini sebab itu tidak penting" tapi beri jawaban pada pertanyaan hati nurani saudara sendiri. Kalau benar apa yang dituturkan oleh Pak Binahati maka saudara harus mengakuinya dan hormatilah ia sebagai pemimpin yang baik tapi jika secara jujur dan objektif saudara mempunyai penilaian lain dari apa yang dituturkan maka sebaiknya saudara berikan masukkan dan komentar dengan etika komunikasi yang santun. Menegur tidak harus dengan mencaci, mengingatkan tidak selalu dengan menghina. Jadilah Penilai yang Budiman dan bijaksana. Tuhan Memberkati

Terimakasih atas penjelasan Pak Bupati dan kiranya komunikasi seperti ini perlu dilanjutkan (kalau bisa up to date), semoga Nias semakin maju dan NIC bisa menjadi media yang independent, lugas dan terpercaya.

Terimakasih, Ya'ahowu
9. Tue, 25 November 2008 09:33:58 Anton Bekasi anton_rft@yahoo.com 125.160.225.177
Bapak Bupati Yth,
Saya sering mendengar cerita tentang bapak, baik sebelum dan setelah menjabat bupati.
Dari profil atau biografi yang bapak sampaikan memang tergambar mengenai
kelebihan atau prestasi yg bapak telah capai.
Sesaat saya berpikir ini adalah orang hebat, segudang prestasi, banyak jasanya, piawai dalam politik, dalam membangun opini, dll.

Kita sadari atau tidak kita sadari, pak Bupati Binahati B. Baeha adalah kekuatan tunggal yg ada di Nias saat ini. Dia memiliki kekayaan, pengaruh, kekuasaan, dan sebagainya untuk melanggengkan kekuasaannya di Nias.
Sehingga saya mengambil kesimpulan : suka atau tidak suka, beliau akan menjadi Walikota Nias Pertama.

Terima kasih.
11. Tue, 25 November 2008 12:40:40 Yustitus Zagoto Lemhannas RI yustitus_z@yahoo.co.id 203.130.231.202
Mungkin ada baiknya dan berguna atas resp. kese-kese ini guna perbaikan kedepan tetapi ber usahalah berbahasa sopan dan santun, kata-katanya tidak menyinggung perasaan tetapi bersifat membangun sekalipun pada akhirnya bermuara pada pencapaian tujuan dan yang dimaksudkan Hulo manga mao nihene jinga, mari selamat mencoba seperti contoh : " Ayo cepat jangan lambat, maju terus pantang mundur selamat berjuang, dan bekerja Ya'ahowu ndaugo talifuso".
12. Thu, 27 November 2008 16:05:57 David Zega Gunungsitoli david.zega@yahoo.com 202.123.238.58
Saya sangat salut dengan tanggapan kawan-kawan tentang kepemimpinan bapak bupati Nias, marilah berjuang, berdoa supaya Nias ini menjadi Nusa Indah Andalan Sumatera bahkan andalan Indonesia.
Sebenarnya pemekaran yang dilakukan oleh bapak Binahati akhir-akhir ini adalah perjuangan yang luar biasa, akan tetapi sudahkah beliau pikirkan bahwa masyarakat Nias setelah dimekarkan makin menuju kemiskinan? ini hanya prediksi saya. Mengapa demikian? karena dasar pemikiran tentang pemekaran ini adalah adanya kepentingan politik Binahati karena tidak punya lagi kesempatan untuk jadi Bupati, jadi kalau sudah mekar maka membuka kesempatan yang baru bagi beliau. Masyarakat Nias, jangan bangga dengan pemekaran ini karena para pimpinan daerah belum pernah memikirkan apa yang menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dapat mendukung pembangunan di segala aspek kehidupan masyarakat. Mereka hanya berharap bahwa ada supply dana dari pusat. Jangan salah bahwa dengan berjalannya otonomi daerah maka tidak sepenuhnya pusat back up segala pembangunan. Aceh menghendaki mereka satu negara karena mereka mampu berdikari karena hasil alamnya. Nias mengandalkan apa?. Saya hanya membuka wacana bagi kita untuk memikirkan Nias ini. Saohagolo.
13. Fri, 05 December 2008 09:49:33 ADIL EMANUEL WARUWU Heinrich-Heine-str.430 D-72461 Albstadt adil.waruwu@pem-consult.de 125.165.57.144
Mengkritik itu adalah sesuatu hal yang dinilai perlu untuk diperbaiki, dipertimbangkan ataupun dilengkapi, mungkin karena alasan-alasan tertentu. jadi wajar jika putra/i Nias yang peduli akan daerahnya sendiri memberikan berbagai argumentasi yang variabel ... tetapi perlu diingat, kritikan itu harus menghindari yang dapat memicu adrenalin yang lain untuk brbuat chaos dan cenderung anarkis ....

Dalam menyikapi kritikan, tentu kita harus siap dengan berbesar hati dan menterjemahkanya secara positif. mari kita tetap mendukukung siapapun yang memimpin daerah kita saat ini dan kedepan dan kita berperan jangan hanya sebagai penonton tetapi menjadi pelakon untuk daerah kita sendiri demi daerah kita pulau nias.

Apapun yang dilakukan oleh eksekutif tentu selalu berkoordinasi dengan legislatif yang berperan langsung sebagai wakil kita dalam mengontrol setiap kebijakan yang diambil oleh eksekutif.

Yang menjadi pertanyaan ? apakah wakil rakyat kita mampu berperan secara tegas,lugas,transparan.....!! dalam melakukan kontrol? atau wakil kita hanya sekedar numpang lewat atau menjadi sesuatu kelompok orang-orang yang ikut menggerogoti???

Terima kasih/ Mohon tanggapan.

ADIL EMANUEL WARUWU/ Heinrich-Heine-str.430 D-72461 Albstadt Frankfurt
14. Fri, 02 January 2009 17:42:13 BUALA BAEHA DUMAI BUALA1309@YAHOO.COM 222.124.135.40
Hi BBB,

Hak anda untuk menulis diri anda menurut Pendapat anda. Tetapi seseorag dapat dilukiskan dari 3 aspek: Menurut Tuhan, Menurut diri sendiri dan menurut orang lain. Yang anda tulis adalah ANDA menurut diri ANDA. Apakah demikian menurut Tuhan dan Menurut orang lain? Mudah-mudahan YA. Untuk itu jawablah pertanyaan dibawah ini:

1. Apakah anda pernah jadi MALING atau istilah halusnya KORUPSI? Jawab yang jujur, apakah ada hak-hak orang miskin yang anda ambil dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan jalan, dana jaringan pengaman sosial, bantuan bencana gempa dll?
2. Apakah anda pernah memindahkan pegawai ke tempat yang SANGAT JAUH hanya karena tidak sejalan dengan politik anda? Akibatnya mereka pisah dengan anak dan isteinya.
3. Apakah anda pernah menyogok kejaksanaan, Mantan Gubernur Pardede dll agar kasus anda dipeti -es kan?
4. Apakah pernah meminta 10 - 20% dari pemborong?
5. Pernah kah anda mengangkat seseorang sebagai pejabat meskipun tidak kapabel (Guru menjadi Camat) hanya karena adik kandung anda sendiri?

Kalau jawab anda TIDAK, maka lukisan anda mengenai diri anda adalah sama seperti yang TUHAN tahu. SAYA AKAN MENJADI ORANG PERTAMA YANG PROTES KALAU ANDA MASUK BUI oleh KPK dalam beberapa waktu mendatang.

Kalau jawab jujur anda sebaliknya, makan KASIHAN HIDUP ANDA. TELAH MENYIANYIAKAN KESEMPATAN DARI TUHAN. Tentu anda akan jadi masuk bui, harta anda akan disita dan isteri anda jadi kehilangan suami, anak2 pun akan malu. Tetapi mereka masih akan mewah karena sebagian simpanan anda atas nama keluarga anda di Jakarta.

SEMOGA JAWABAN JUJUR ANDA adalah "TIDAK" terhadap semua pertanyaan diatas.
15. Sat, 03 January 2009 09:52:58 kaum tertindas Medan kandas@yahoo.com 125.162.40.188
Selamat Tahun Baru kepada bapak Bupati Nias & Keluarga.
Pak minta tolong kepada Bapak agar jgn melakukan Mutasi lagi menjelang penunjukan Plt Bupati Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli.
Beberapa yg menjadi korban Bapak di Nias Barat adalah sebagian besar berprofesi sebagai guru, kasihan mereka kalau digiring-giring hanya untuk kepentingan politikSesaat.
Kepada pak Bupati Nias kami harapkan :
1. Tertibkan segera calo-calo mutasi yg berkeliaran di Nias.
2. Jangan digiring PNS di Nias untuk berpolitik praktis
Saya adalah seorang mahasiswa Nias Barat di Medan dan kebetulan orang tua saya adalah seorang guru SMA di Nias Barat, dipindahkan secara mendadak pasca PILGUBSUoleh Bupati Nias, atas saran & petunjuk dari seorang "agen mutasi kondang".
Kami sekeluarga telah memaafkan Bapak, semoga Tuhan memberi bapak umur yg panjang dan kesehatan.
16. Thu, 22 January 2009 10:05:52 emen gresik Jatim oryjo@yahoo.co.id 125.164.73.61
Bapak Bupati Yth:
Saya salut dengan paparan bpk diatas bagai cerita cerpen bersambung yang sangat menarik. Tapi tu kan hanya tulisan tok yang dirangkai dengan kata kata yang menarik agar yang membaca terbuai/terhanyut agar menjadi rasa simpati kpd bpk gitu kan arahnya??? Tapi Nias sampai kini kog jalan ditempat aja jauh ketinggalan dari daerah lain sementara para pejabatnya sangat wah..... makmur deh !!! Kesuksesan diukur dari hasil nyata pembangunan daerah tp dimata orang lain lho? bukan versi bapak ! Dan juga dari fakta yg dirasakan masyarakat NIas sendiri apa sdh terentas dari lembah keterpurukan sosial / belum? Nias sampai sekarang masih terbelakang kumuh melarat masih banyak yang makan beras raskin , pa tu tanda kesuksesan? Hanya hati nurani saja yang dapat menjawab dan TUHAN YESUS yang dapat melihat tingkah laku manusia selama didunia ini sebelum DIA mengambil kita sebagai MILIKNYA ( sesuai dengan dosa2 yang kita lakukan selama kita hidup ) jadi selagi kita masih bisa berbuat yang tebaik didunia ini ( disekitar kita ) dan membuat DIA tersenyum marilah kita lakukan untuk kemajuan daerah nias. Maaf saya bukan pendeta atau pastor atau yang lainnya, saya hanya seorang buruh yang bekerja di tanah jawa karena dinias gak ada kerjaan yang bisa menampung banyak tng kerja ( yang banyak pegawai negeri yang gajinya diambil dari APBD/APBN brarti termasuk pajak rakyat ) Semoga Tuhan Memberkati Kerja Bapak Bupati.
17. Wed, 11 February 2009 20:01:05 afokho kabanjahe emangulo@yahoo.co.id 125.161.85.168
Bapak Bupati Yth:
saya sebagai orang nias bangga terhadap bapak,tapi sayangnya kok sampai sekarang nias ngk berubah yang berubahnya saling menjatuhkan satu sama lain ini benar2 di pertmbangkan pak......?????
Karena seorang pemimpin itu dia yang membawa masyarakat ke depan bukan untuk korupsi menjatuhkan orang lain.


Yaahowu..........smg bapak di berkati Tuhan Amin
18. Mon, 23 February 2009 12:27:58 Onibe Lase Lahewa - Nias onibelase_onibe@yahoo.com 202.123.238.82
Bapak bupati dan Talifuso fefu yang terhormat,
1. Bapak Binahati Baeha adalah Bupati Nias, Beliau merupakan gambaran masyarakat nias terhadap daerah lain. Kalau beliau di cap korupsi maka orang nias terikut korupsi juga. aduh..... aku sedih dan malu sebagai orang nias. Tolong dong di jaga citra orang nias itu pak.
2. Sudah lumrah kalau seorang pemimpin selalu di sorotin tetapi kenapa pak Binahati Baeha kebanyakan dapat sorotan negatif ya ???????
3. Kita sebagai orang nias seharusnya mensupport beliau melalui ide dan kontribusi lainnya sebagai tanda bahwa kita adalah merupakan bagian dari Tugasnya (Tugas Orang Nias)
4. Marilah kita sesekali menanyakan pada diri kita juga bahwa seberapa sering kita berkontribusi positif untuk pemerintah nias kita.
5. Pertanyaan buat kita semua, Seandainya saya bupati nias apa yang seharusnya saya perbuat untuk negara, nias, keluarga dan diri saya ?

Yaahowu.......... majulah terus masyarakat nias dengan berkontribusi secara positif...!
23. Sun, 22 March 2009 20:49:20 Victor bll Teluk dalam km 3 Victor@yahoo.com 124.195.65.19
Salut dgn pak bupati atas prestasinya. Sedikit masukan pak atas majunya nias. Saya mau mengambil cth: negara jepang. Pada waktu kota hirosima dibom, jepang menyerah kepada sekutu. Maka sangat menyedikan. Tapi dlm pembangunan kepala rakyatnya lebih mengutamakan pembangunan rakyatnya. Setelah rakyat makmur, baru dibangun istana. Apagunanya membangun istana sedangkan rakyatnya menderita. Klu soal Tuhan yg mengariskan kehidupan, itu tergantung bahagiakah anda dlm hidupmu. Krn pada waktu mati tak ada yg dibawa
26. Fri, 27 March 2009 13:11:23 Jonathan Batam gea.ononiha@yahoo.com 222.124.9.194
Semua komentar yang masuk, mengkritik pa' Baeha, apa jawabanmu bapak...?
Semuanya tidak ada yang menilai bapak berhasil....membangun Nias.
Karena yang membangun Nias BRR & NGO


Terimakasih
27. Sat, 04 April 2009 16:22:06 Zalren Medan Zal@Yahoo.co.id 118.98.177.84
Saat itu ketika aku jatuh miskin dan tidak berdaya orang memandangku sebelah mata, dan ketika aku berhasil semua menjadi sahabat dan teman yang baik.
dan
ketika aku bekerja sebagai karyawan, maka teman-temanku sayang padaku tetapi ketika aku menjadi pimpinan mereka, mereka malah menjauhi aku.

Menjadi pimpinan saudara-saudara tidaklah mudah, menjadi Bupati Nias bukanlah hal yang gampang dengan segudang tanggung jawab. Meningkatkan kesejahteraan rakyat rakyat Nias tidak seperti meningkatkan kesejahteraan satu keluarga. Seorang kepala keluarga belum tentu dia sukses mensejahterahkan keluarganya, Seorang pimpinan harus memandang secara global tentang peningkatan perekonomian masyarakat.

Kita selaku masyarakat Nias sudah terbiasa menyepelehkan Pimpinan kita, bukankah dia yang menjadi utusan kita dalam pemerintahan sampai dipusat?, kenapa kita selalu mencari kelemahannya, apakah dia begitu jahat dimata kita, apakah dia betul-betul menghancurkan rakyatnya sendiri?. Tolong.......... kita jangan terlalu maju untuk mengambil simpulan yang tiada berdasar.

Apakah anda merasa bahwa kepemimpinan Bapak Binahati salah, karena ia dalam pandang kita tidak adil. Ia banyak mengangkat keluarganya menjadi pegawai, ia meningkatkan pembangunan di arah utara, Ia mengangkat saudaranya menjadi pejabat. Apakah itu salah dan memang sudah ada ketentuan bahwa itu melangggar hukum.

Apa maksud kita, apakah harus orang lain yang mesti dia angkat. Saudara-saudara responden. Bandingkan kalau famili atau keluarga anda jadi pejabat. Apakah anda tidak meminta bagian dari ketenarannya. Ayo.... jawab dengan jujur dan jangan munafik.

Didunia ini, di Indonesia ini, di Sumatera Utara ini, rata-rata seperti itu. Salahkah...... itu namanya politik. Kita jangan mengkritik orang kita, cobalah kritik kepemimpinan di Sumatera Utara ini, di Indonesia ini. Kita jangan hanya kuat dikandang dan menendang kawan sendiri. untuk itu marilah kita renungkan kalimat dibawah ini:

1. Apa yang sudah anda perbuat untuk Niasmu.
2. Jangan tuntut apa apa dari daerah asalmu (Nias), tapi berikan tanpa pamrih apa yang bisa anda sumbangkan dalam membangun dan meningkatkan ekonomi masyarakat Nias.
3. Mencari solusi lebih baik dari pada mengkritik
4. Siapapun pimpinan, itu sudah diberkati Tuhan, anda tidak berhak menuduh apa lagi memvonis, jika ia salah doakanlah dia dan Tuhan akan mendengarnya.
5. Mari bersatu untuk membangun Nias.

"Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh" dan "Menepuk air didulang terpecik muka sendiri" pikirlah itu.
28. Sun, 03 May 2009 22:02:53 joni idarman harefa lahewa jhon_h24@yahoo.co.id 118.96.192.127
Selamat ya pak atas kesuksesan yang sangat luar biasa sehingga menjadi orang nomor 1 di tanah kita tercinta nias. semoga tuhan memberkati...........
29. Wed, 06 May 2009 13:52:57 Immanuel zebua jakarta zeb_jagung@yahoo.com 125.161.248.19
Saya sangat terharu dan bangga setelah membaca perjalanan hidup bupati Nias, Binahati Bernandus Baeha.
Sekian tahun menjabat Bupati Nias, beliau telah banyak berbuat, antara lain :
1. Menempatkan perangkat kerja (pejabat) pada tempatnya
2. Berhasil mengurangi tindakan korupsi keuangan daerah
3. Berhasil mengurangi tindakan nepotisme
4. Membangun Rumah Sakit setaraf Internasional
5. Pengelolaan keuangan daerah sangat baik ( sesuai laporan BPK )
6. Menyertakan Modal ke Riau Airlines ( Nias punya gengsi )
7. Satu2 nya di Indonesia suami-istri beda Parpol ( bhineka tunggal Ika)

Mari dukung terus !!!
30. Mon, 21 September 2009 18:29:17 sotiaman T Jakarta tafonao.tian@yahoo.com 125.161.39.149
Yahowu........................................!

Dear bpk Binahati B. Baeha,
I´m very proud of you and your story sounds very exciting......... and I just say Wow.... its brilliant...... and I hope that I´m going to be like that someday. by the way, I have the defenition about the leader ----- ¨A LEADER IS ONE WHO KNOWS THE WAY, GOES THE WAY AND SHOWS THE WAY..¨ according to me, the above expression is very suitable for you because you have done everything pretty well ( your duty is running well )..

But recently, I heard many worst statements or comments that Nias´government is not so good or it´s not promising so far...... is it?????????????

Dear pak Binahati B. Baeha
I hope that your job challenging would be able to overcome by you as soon as possible so that the impression of your duty is going to be brilliant again like the beginning.

finally, go diamond Sir and do your best so the people ( we ) are surroundings you.

saohagolo, yahowu..

best regards,


Sotiaman Tafonao
31. Mon, 23 November 2009 09:32:34 Septinus Zebua Jaksel IPDN septinuszebua@yahoo.co.id 125.161.176.170
Ketika negara Super Power yg dikenal dgn Negara AS dilanda krisis ekonomi yg
berkepanjangan, sehingga situasi negara pd saat itu sudah diambang pd
pintu kehancuran, Presiden ke 35 John F. Kennedy: 29 Mei 1917, Tahun
1961, 22 Nop 1963;setelah menggantikan Dwight. D. Eisenhower, dalam pidato kenegaraan yg pertama mengatakan, ..."Saudara2
sekalian sebangsa dan setanah air, mulai hari ini, sdr jgn bertanya lgi
pada negara, apa yg diberikan oleh negara kepadamu, tpi tanyakan pada
diri sdra apa yg saudara berikan kepada negaramu". Orang2 AS begitu
mendengar pidato Kennedy, merek terinspirasi dan tergugah hatinya baik pihak swasta,
pengusaha,birokrasi,petani ,buruh dsb, mrk menyumbangkan harta, pemikiran mereka
kpada negaranya. seketika itu juga negara super power ini yg dipimpin oleh Kennedy, seketika itu juga ekomominya
pulih kembali.
melalui tulisan ini saya mengajak masyarakat nias untuk bertanya dalam hati masing-masing?
"Adakah yang pernah saya berikan untuk membangun/saran/pendapat/meningkatkan/sumbangkan buat Daerah Kabupaten Nias"?
Marilah kita merenungkan secara bersama-sama.... akhir kata
Buat Bang A/i:Melvin Semoga Tuhan Menolongmu dan Keluarga semua..
32. Thu, 13 January 2011 21:22:43 Ga'atalu XL-Gone siforo asi manawa_dano@yahoo.com 118.96.7.55
Pak Bupati yth, satu hal yang perlu dicamkan bahwa Tuhan akan menegakkan kebenaran melalui berbagai cara jika kepercayaanNya kepada pemimpin yang terpilih diselewengkan. Semua tokoh Agama yang pernah berdoa untuk membela saudara hanyalah manusia biasa, doa biasa...... doa yang sebenarnya (mungkin) telah tau keadaan yang sebenarnya namun loyalitas mereka atau kesungkanan mereka kepada bapak membuat mereka seakan-akan tidak tahu dan berdoa agar bapak diberikan perlindungan. Itu doa yang munafik dan saya tidak suka mereka mengaku siapapun selain tukang jilat dalam baju suci! (maaf) . Sebagai umat, kami menginginkan tokoh agama yang benar-benar idealisme dan independen. Ketika tidak benar, tidak baik katakanlah dengan jujur
33. Fri, 08 July 2011 11:00:15 Beatus B. Ndruru Gunungsitoli beatusndruru@gmail.com 210.79.216.21
Bapak Bupati Nias B. Baeha SH Yth,
Bapak Bupati NIas memeng benar - benar orang tua bagi masyarakat Nias. Menurut saya bhw sejak bapak menjadi No.1 selama 10 thn (2 periode) menjabat sebagai Bupati sangat luar biasa dimana Masyarakat NIas dapat merasakan pembangunan. Apa yang telah bapak uraikan diatas bhw segala sesuatu indah pada waktunya. Bagi kita sebagai orang Kristen bhw segala sesutu yang kita terima baik atw buruk merupakan Salib kita.Apa yang bapak rasakan sekang, menjadi tawa bagi orang yang tidak mengerti dan tidak tahu apa yang telah bapak buat untuk Nias tercinta ini. Semua yang bapak cita - citakan menurut saya sudah tercapai 90 persen termasuk pemekaran kabupaten/ kota itu sudah terwujud, dan akan terbentuknya propinsi Kepulauan Nias. Saya memang bukan penduduk Kabupaten NIas, tapi dapat saya rasakan. Saya adalah penduduk Kabupaten Nias Selatan. Sehingga Saya berani mengatakan bahwa orang - orang /masyarakat Kabupaten Nias buta krn mereka menilai dan melihat seseorang dari negatifnya saja bukan positifnya. tidak melihat kelebihanya dari seseorang. ibarat kemarau satu thn dihapus oleh hujan satu.

First| Previous    Next|Last

Number of records = 24
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000