NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Haniha Ira, Hadia Niwa'öra?
 

Wed, 23 December 2009 08:59:55
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya
Noverlina bernyanyi dengan nada suara naik turun sesukanya dan lafalnya tak jelas. Selesai bernyanyi, ia memeluk ”ibunya”. Meski berusia tiga tahun, ia belum bi ...

Ref: Nugroho F Yudho (Kompas, 22 Desember 2009)

  • 

Ama Rita Zamasi Tetap Mencintai NIAS

  • 

Ir. Boy Olifu Gea di Kebun Tanaman Hiasnya => Click to enlarge!Ir. Boy Olifu Gea Pengusaha Tanaman Hias

  • 

Binahati Baeha, SH dengan Istri, Lenny Trisnadi. => Click to enlarge!Tuhanlah yang Telah Menggariskan Jalan Hidupku

  • 

Riahardy Mendröfa => Click to enlarge!Antara Kampung Halaman, Foto, dan Instalasi

  • 

Kanserina Esthera Dachi => Click to enlarge!Keteguhan Hati Dokter Kanserina Esthera Dachi

  • 

Susanto dan Istri, Hartati Zebua. => Click to enlarge!Susanto, Pelopor Bisnis Restoran Pinggir Pantai di Pulau Nias

  • 

Yacintha Gulö => Click to enlarge!Yacintha Gulö, Putri Mandrehe yang "Merawat Amerika"

  • 

Agus Hardian Mendröfa di salah satu Pojok Miga Beach Hotel => Click to enlarge!Talifusöda Agus Hardian Mendröfa, Mantan Wakil Bupati Nias

  • 

Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA => Click to enlarge!Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA, Wakil Bupati Kotabaru

  • 

Dubes RI Piter Taruyu Vau dan Ibu => Click to enlarge!Dari Nias ke Brasil sebagai DUTA BESAR INDONESIA UNTUK BRASIL

  • 

Magdalena Sanora Warnihati Fau => Click to enlarge!Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias

  Index  

  Last Commented
 
 

Wed, 19 July 2017 07:58:13 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
Proyek Pembangunan Tower Listrik di Nias Sengaja Dihentikan9 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:57:47 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
Presiden Jokowi Minta Perikanan dan Pariwisata di Nias Dikembangkan4 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:57:10 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
TERSEDIA BUKU "AMAEDOLA, HOHO, MANO-MANO DAN OLOLA MBAWI"7 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:56:18 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
LEBIH JAUH DENGAN FIRMAN JAYA DAELI, SH (5):Kami Sadar Betul Masih Ada Kekurangan PDIP4 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:53:56 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI PULAU NIAS3 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:52:43 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
Kepala SMP Neg. 3 Hilialawa, Lahusa Diduga Paksakan Murid Bayar Uang SKHUN dan Uang Ujian10 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:51:48 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
NATAL HIMNI JAWATIMUR (SURABAYA)2 Responses

 

Tue, 01 January 2008 09:04:51
Keteguhan Hati Dokter Kanserina Esthera Dachi
Gunungsitoli (Kompas)

Kanserina Esthera Dachi => Click to enlarge!Tidak banyak orang mengambil pilihan sulit. Merelakan kepentingan sendiri, hidup jauh dari keluarga. Meski pilihan hidup "lebih baik" itu bisa diambil, dokter Kanserina Esthera Dachi memilih lain.

Sejak tahun 2001 dia menjadi satu-satunya dokter spesialis penyakit dalam di Pulau Nias. Sebelumnya, dokter spesialis penyakit dalam tidak pernah ada di Tano Niha. Meskipun jauh dari gemerlap hidup dokter spesialis, Kanserina mengaku bangga.

Bangga, sebagai orang Nias bisa melayani orang Nias sendiri. Kebahagiaan itu meretas di dalam rumah dinas dari papan kayu 6 meter x 12 meter beratap seng. Pilihan hidup Rina, panggilan akrab perempuan 46 tahun itu, tidak seperti dokter spesialis kebanyakan.

Nias yang terisolasi secara geografis bukanlah medan ringan bagi seorang dokter. Meskipun begitu, tak terdengar keluhan dari penghuni rumah di Jalan Cipto Mangunkusumo, Gunungsitoli, itu. Tinggal di rumah yang terletak 10 meter dari RSU Gunungsitoli tersebut mengharuskan dia on call (bisa dihubungi) setiap saat jika ada yang membutuhkan.

Kewajiban memberi pelayanan kesehatan tak terbatasi waktu. Apalagi, Nias baru saja dilanda bencana tsunami dan gempa. Kebanyakan orang Nias sakit tuberkulosis (TB) dan anemia. Setiap hari, sedikitnya lima penderita TB yang dia layani.

Kewajiban yang begitu besar memang tidak sebanding dengan pendapatan yang dia terima. Meski penghasilan bersih Rina hanya Rp 3,8 juta per bulan, itu tidak membuat dia merasa kekurangan. Pendapatan itu sudah cukup membahagiakannya.

Dari uang itu, paling tidak Rp 1,2 juta setiap bulan pasti dia belanjakan untuk pergi ke Medan menemui suami dan anaknya. Belum termasuk biaya komunikasi via telepon dengan keluarganya.

Pendapatan Rina jauh lebih kecil dibandingkan dengan insentif seorang dokter magang sebuah universitas terkemuka yang sengaja didatangkan ke Nias untuk mengisi kekurangan dokter. Para dokter muda itu mendapat insentif Rp 15 juta per bulan (separuh dari jumlah itu diperuntukkan bagi almamaternya).


Amanat orangtua

Bertugas di Nias mempunyai arti khusus bagi Rina karena merupakan amanat orangtuanya, Sozanolo Dachi (almarhum). Ayahnya menginginkan Rina mengabdi di Tano Niha (tanah Nias). Maka, sejak 2001 dia menjadi satu-satunya dokter spesialis penyakit dalam di pulau itu.

Tahun 2001, sahabatnya yang juga Wakil Bupati Nias Agus H Mendrofa menemuinya di Medan. Agus mengajak Rina mengabdi di Nias. Dalam sejarah, tak pernah ada dokter spesialis penyakit dalam bertugas di Nias. Para dokter, apalagi dokter spesialis, enggan bertugas di daerah yang terkepung lautan luas dan terpisah dari daratan Sumatera itu.

Apa yang dia lakukan selaras dengan nama pemberian orangtuanya. Kanserina Esthera berarti "ibu harapan pembela keadilan". Begitulah kira-kira harapan orangtuanya kepada Rina.

Sebelum ke Nias, perempuan yang lahir di Jakarta, 29 Juni 1961, ini belum banyak tahu tentang tanah leluhurnya. Maklum saja, ayahnya seorang pegawai negeri sipil di Departemen Perhubungan. Masa sekolahnya dari SD sampai pendidikan spesialis dia jalani di Medan. Orangtuanya bertugas di Administratur Bandara, Pelabuhan Belawan.

SD sampai SMA dia jalani di Belawan, Medan. Kemudian masuk Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) dan lulus 1987. Rina kemudian melanjutkan pendidikan spesialis penyakit dalam, juga di USU.

Pengalaman tugasnya hampir seluruhnya dia jalani di Medan dan sekitarnya sebelum memilih tanah leluhurnya di Nias. Pada awal karier sebagai dokter, dia bertugas di RSU RM Djoelham Binjai (1988-1992). Dia juga pernah menjadi staf Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan (1992). Sebelum mengambil program pendidikan dokter spesialis, Rina bertugas di Puskesmas Pembantu Tanjung Gusta 1992-1995, dan sejak 2001 sampai sekarang dia mengabdi di Nias.


Korban gempa

Meskipun juga menjadi korban gempa pada 28 Maret 2005, bukan berarti dia libur bertugas di Nias. Pada saat gempa, rumahnya terbelah jadi dua, lantainya ambles. Namun, Rina tetap memberikan pelayanan bagi korban gempa. Bahkan, sampai sekarang pun rumahnya belum direhabilitasi.

Dia sempat mengoperasi korban gempa yang kepalanya robek tertimpa reruntuhan bangunan. Saat itu tenaganya sungguh berarti karena pertolongan medis pertama baru sampai 21 jam setelah bencana terjadi.

"Ada 79 orang yang sempat saya tangani. Sebagian besar harus menjalani pembedahan dan pertolongan pertama," kenangnya. Semua itu dia lakukan dengan peralatan seadanya dan obat-obatan sisa di RSU Gunungsitoli.

Masa sulit itu justru membuat dia berkesan. Itu tidak membuatnya kapok bertugas di Nias. Dukungan dari suami dan dua anaknya merupakan semangat terbesar.

"Suami saya tidak pernah meminta saya kembali ke Medan, begitupun anak-anak," katanya. Setiap hari, komunikasi dengan suaminya, Faigiziduhu Bu’ulölö, dosen Fakultas Matematika IPA USU, dia lakukan melalui telepon. Di rumah papan kayu, hidup sendiri tak membuat dia kesepian. Di saat senggang, Rina gemar merancang baju dan tas. Kedamaian itu anugerah terindah yang dia terima.

Sebulan sekali Rina pulang untuk bertemu keluarga di Medan. Anak pertamanya Beatrice Angela Bu’ulölö (22) kini bertugas sebagai dokter muda di RSUP Adam Malik, Medan. Adapun anak bungsunya, Roland Lukas Bu’ulölö (19), kuliah di Jurusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB).


Belum terlaksana

Suatu hari, orangtuanya pernah berpesan agar dia nanti bertugas di RS Lukas, Nias Selatan. Rumah sakit yang terletak sekitar 90 kilometer dari Gunungsitoli itu pada tahun 1960-an merupakan rumah sakit termodern di Nias. Bahkan, sebagian peralatan medisnya tercatat paling bagus di seluruh RS di Sumut.

Rumah sakit yang didirikan di atas tanah kakeknya itu merupakan bantuan misionaris Jerman yang kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah. Belakangan, RS itu bukannya bertambah maju, malah semakin mundur dan " turun" status menjadi puskesmas.

Bantuan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias untuk RS itu terkendala persoalan ego sektoral. Para elite pemerintah dan legislatif di Nias Selatan berencana memindahkannya ke tempat lain. Pemindahan itulah yang kemudian menimbulkan perdebatan tak berujung.

Kanserina sedih. Persoalan itu menghambat pengembangan rumah sakit satu-satunya di Nias Selatan. Baginya, pindah dari Pulau Nias merupakan pilihan yang sulit. Satu sisi, dia ingin dekat dengan keluarganya, satu sisi dia ingin memenuhi amanat orangtuanya yang belum terlaksana. "Saya sulit menjawab, antara ya dan tidak," katanya saat ditanya soal kemungkinan pindah dari Pulau Nias.



Biodata:

Nama: Kanserina Esthera Dachi

Lahir: Jakarta, 29 Juni 1961

Pendidikan:
- SD sampai SMA di Belawan, Medan, Sumatera Utara
- Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, lulus 1987.

Suami: Faigiziduhu Bu’ulölö, dosen Fakultas Matematika IPA USU.

Anak:
- Beatrice Angela Bu’ulölö (22), dokter muda di RSUP Adam Malik, Medan
- Roland Lukas Bu’ulölö (19), kuliah di Jurusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung.

Pencapaian:
- Dokter pada RSU RM Djoelham, Binjai, 1988-1992
- Staf Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan, 1992
- Bertugas di Puskesmas Pembantu Tanjung Gusta, 1992-1995
- Berkarya di Nias, 2001-sekarang.


Ref: Andy Riza Hidayat (Kompas, 31 Desember 2007)

First| Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
2. Mon, 16 March 2009 10:15:56 Sabar Ch Zendrato Bandung s.zendrato.@9284gmail.com 125.163.57.44
Jerih payahmu tidak akan sia-sia, dok. GBU
3. Mon, 16 March 2009 12:16:29 Arianto Hulu Gido-Bandung aryanto_hulu@yahoo.com 202.3.213.129
semoga Tuhan Yesus Menyertaimu dan keluargamu..JBU
4. Mon, 16 March 2009 12:26:26 murni nias murnimut@yahoo.co.id 203.88.82.197
ah.........yang bener aja nech..........
jangan2 semuanya hanya di bibir ya.........
ya tdk ap2 sech klo jd kenyataan yang
kita terima.
5. Sun, 22 March 2009 07:50:32 Bambowo Laiya, M.A. Rane Batu,Telukdalam, Nisel b_laiya@yahoo.com 125.162.6.90
Dokter, saya bangga menyaksikan pengabdian dan karyamu yang begitu hebat buat Nias. Kamu wajar mendapat Piagam Penghargaan dari Pemrintah Daerah Nias. Mudah-mudahan hal ini diperhatikan oleh Bupati Niias. Bapak SOZANOLO DACHI salah seorang orang Nias perantau yang berhasil membangun keluarga dan anak-anaknya. Saya masih ingat ketika kalian masih kecil-kecil di Belawan. Sering Om-mu Pdt. HAMONANGAN HAREFA S.Th. bercerita tentang itu bahwa kalian anak-anak cerdas. Baiklah, teruskan pengabdianmu sampai ke ujung untuk Nias. Tuhan Memberkatimu, memberkati keluargamu dan anak-anakmu. Segala sesuatu yang baik tidak pernah pupus melainkan dikenang selalu sepanjang masa. Bambowo Laiya, M.A.
6. Sun, 22 March 2009 10:47:28 Victor bll Teluk dalam km 3 Victor@yahoo.com 202.93.36.72
Ucapkan kebahagian yang diucapkan setiap orang sangat berarti sekali dalam hidup ketimpang para bupati, penjabat dan DPRD dimaki terus oleh rakyat tapi malah kaya terus.
20. Wed, 25 March 2009 21:15:46 Denny Gulo Medan denian_coolman@yahoo.com 203.130.206.49
Yaahowu.

Makasih tu semuanya Bu Dakhi, moga Tuahan yang selalu setia menemani perjalanan hidup ibu semasih di dunia ini.

Bu, ne Aku mau minta bantuan " Apasih obatnya jika bagian paha kita sakit dalam bahasa Niasnya lebih jelas Fadilu-dilu zikuru zola"

ne bu hanya muncul jika lama di berjalan kaki dan lama tinggal di Air'

sebelum dan sesudah saya ucapkan banyak terimmakasih.

info bisa ke "denian_coolman@yahoo.com"
25. Sat, 28 March 2009 20:34:41 Victor bll Teluk dalam km 3 Victor@yahoo.com 124.195.65.17
Wah pusing juga kasus ini..hidup didunia ini tak semulus yg diharapkan. Banyak liku-likunya. Hanya pengikut kristus yang setialah yg dapat menahannya bahkan dimaafkan lagi. Ingat orang yg mengali lubangnya, maka akan jatuh juga kelubangnya. Thanks. Gbu
26. Thu, 07 May 2009 04:10:22 tante sanak rsu city Sanak@yahoo.com 125.162.48.134
kadang pasien pinginnya langsung sembuh, padahal penyakit itu harus step by step kec sakitnya yang ringan2, spti di RSU misalnya kadang qmi sulit memberi aturan pada masyrakat... dah di bilang bukan jam berkunjung!! eh tohh juga ngotot mau masuk, kadang qta di buat emosi!..... orang nias sebenarnya tau kata2 atau bagaimana seharusnya???,tar RSU pada kotor qta petugas yang kena getahnya dari sorotan DPRD, belum lagi pekerjaan yang terlalu memberatkan,,,
yang lebih pintar lebih berpengalaman pasti!!! anda yakin???
bagaimana diri anda dengan pekerjaan anda sendiri, anda bisa jamin?????
29. Tue, 11 August 2009 17:53:51 jansolid mendrofa jansolid mendrofa @ Zafnat P mendrofasolideo@yahoo.id.com 125.160.176.18
Menanggapi hal - hal yang sudah terjadi dan berlalu didaerah kita Tano Niha tentu suka dan duka yang mendalam akan tetap terkenang setiap saat. bahkan setiap detik
Baik permasalahan Medis maupun permasalahan Pemerintahan dan yang berhubungan dengan hal - hal yang lain.
Dan saat ini apa yang harus kita perbuat dengan permasalahan tersebut..??
Apakah kita harus bertahan dan terus,dan terus marah..,jengkel...,Dendam & sombong??
Saya secara pribadi menghimbau untuk mengajak berpikir positip tulus dan jujur jangan pernah meninggalkan dan tetap diskus kepada DIA ( TUHAN )
Alasannya adalah pengalaman hidup pribadi saya sendiri, dan sampai saat ini itulah modal utama hidup saya. Miaine yaita ono niha talabu taazokhio dodo untuk membangun TANO NIHA. salam dari keluarga saya @ ama.Zafnat Mendrofa ( SOLI )
30. Tue, 11 August 2009 20:06:46 Juang H. Gusit Juangku13@gmail.com 195.189.143.57
Waduh Dok,air laut asin sendiri.Kynya KOMPAS lupa konfirmasi ma pasien2 Dok yg mengeluh pelayanan Dok.Uda jadi rahasia umum kok..gmn pelayanan Dok pd pasien...mahal!! n asal sudah.he.he Jgn marah Dok,ni hnya realita dari rakyat miskin.Pengabdian bagi Nias?BIG ZERO utk Dok!
31. Sat, 15 August 2009 20:07:59 Medy Z Jakarta florenceziliwu@yahoo.com 125.166.93.71
Ina Beatrice, gmn kabar mu Dik, baik2 ya kk yakin kamu pasti menjlnkan tugas dg baik biarkan saja komentar2 itu krn untuk kita lebih baik lg. GBU
33. Tue, 25 August 2009 12:35:41 pemerhati jogya pemerhati@yahoo.com 202.169.227.138
Sabar masyarakat tano niha sebentar lg dr albertinus Daely SpPD alias dr tinus lulus
dgn Spesialis Penyakit Dalam, mungkin lebih bisa membantu masyarakat nias
yang bisa sama dengan jejak ortunya Alm.dr daely spog (ortu dari Tinus) bisa membantu masyarakat nias.
34. Wed, 09 September 2009 17:53:27 Victor Telaumbanua Gunungsitoli Victor_tel@yahoo.com 114.59.18.142
hahaaa...banyak komentar yang membangun dan ada jg yang mengkritik..maaf dokter, klo blh ngasi saran neh anggap kritik itu sebagai pemicu smangat untuk lebih baik..org tua saya salah satu yang dokter rawat sampai akhir hayatnya, mewakili keluarga kami mengucapkan terima kasih banyak dan memang kepergian org tua saya krn penyakitnya yang kronis dan sudah terlalu lama dia derita..mohon maaf, saya bkn membesar2kan, tetapi saya malah menaruh hormat kepada dokter, alasannya dengan fasilitas rumah sakit yang minimal, laboratorium, x-ray dan lain sebagainya, dktr msh mampu mendiagnosa dgn baik...sedangkan qta tau seorang internis tidak mungkin bekerja tanpa pemeriksaan penunjang...ex : pd saat org tua saya msk RS, kejadiannya sore hari, dengan kondisi lemah dan tampak kekurangan darah tetapi dr RS tidak dpt untuk segera transfusi alasannya jelas krn hrs periksa lab dl br bs transfusi, sdgkan sore hari lab tidak bs diperiksa krn petugasnya tidak ada, br bs esok harinya...kami tidak menyalahkan petugas lab atau pihak RS, krn selain tenaga lab yang kurang, jelas waktu kerjanya terbatas 6-8 jam, mrk sama dengan PNS kebanyakan..mengapa pihak2 terkait tidak memberikan suatu stimulan seperti kerja dimalam hari bagi radiografer dan analis lab ( 24 jam full ) dianggap sebagai lembur, sehingga mereka jg tidak iri dengan SMF yang lain yang dlm sehari bekerja hanya 8 jam ( 3 shift )..jd kelebihan waktu kerja mereka dihargai..buat dktr kanserina, klo blh obat patennya disesuaikan dengan kondisi ekonomi pasennya dok,hehehee...buat masyarakat qta nias, dr. Tinus dan dr. Vinsen yang akan sebentar lg menyelesaikan PPDS internanya, bkn berarti menjadi pembanding dan saingan buat dr. kanserina, tetapi mudah2an mereka bs saling membantu, sehingga yang tdnya pasen kurang mendapat perhatian krn sangking banyaknya dpt terbantu dan mendapat perawatan yang maksimal...bagaimanapun dr. kanserina adalah senior dr. Tinus dan dr. Vinsen, semuanya ada aturan mainnya....Smgat trus dokter,Tuhan Yesus memberkati....AMIN
36. Wed, 09 September 2009 20:55:00 Pemerhati Yogyakarta adora@yahoo.co.id 117.103.168.229
kok topik ini di ulang-ulang terus di niasisland.com selama beberapa tahun, emangnya g' ada topik lain ya? membosankan itu2 aja, bkn bermaksud apa2 cm ngasi saran aja
37. Mon, 02 November 2009 00:38:04 Bedizaro Laia Montet bedizaro_night_sun@yahoo.com 84.253.54.67
Makasih Dokter ya, atas pengabdian kepada masayarakat Nias.... Semoga sehat slalu. Tuhan memberkati

Bedi
38. Wed, 04 August 2010 22:36:03 Parlan Zend jkt-tim z.parlan@yahoo.com 180.214.232.11
maaf ya dok, saya bukan tidak simpatik dgn pengorbanan dokter tapi dari info yg beredar setiap pasien yg dokter tanggani pasti..... ya begitulah.
39. Fri, 28 October 2011 10:57:33 anggi Jakarta anggi21@yahoo.com 202.182.63.83
MASUKAN UNTUK DOKTER KITA TERCINTA INI...

Mohon dok hasil USG pasien diserahkan kepada keluarga pasien. dan diinfokan hasil USG tersebut..

Mohon kepentingan pasien diatas kepentingan pribadi. karna anda hanya satu satunya dokter spesial penyakit dalam disana.

Mohon menginformasikan kepada keluarga pasien penyakit yang sedang diderita oleh pasien dan tindakan yang sebaiknya dilakukan karena pasien ibu disana mayoritas dari kalangan bawah (tidak berpendidikan) jadi mereka tidak tau apa yang harus dilakukan bila tidak dibantu dengan informasi yang akurat dari Dokter.

Mohon lebih ramah dan lebih care.

Maaf Dok, aku yakin yang memuji dokter diatas pasti orang yang belum pernah menjadi pasien dokter.

Jangan biarrkan mereka mencela dokter setelah keluarga atau mereka sendiri menjadi pasien anda. Tks
40. Tue, 24 January 2012 21:45:49 regas bandung cescfabregas@yahoo.com 202.51.199.54
maaf, tidak bermaksud menghina atau menjelekkan tp kita harus lebih realistis. saya kenal Ibu Kanserina dengan baik. saya pernah bersama beliau praktek di RSU G. Sitoli tapi apa yang di tulis oleh penulis di atas kurang baik. Ibu kenserina benar bekerja sbagai Dr di RSU Gusit tapi pendapatannya tdk seperti itu sebab dia jg buka praktek di rumah dinas dokter RSU gusit.
satu harapan saya buat Dokter Kanserina, tlg ramah dan perhatian terhadap pasien maupun keluarga pasien. tunjukkan Etika kedokteran yg baik maka jerih payahmu tidak akan sia-sia. terima kasih.
41. Sun, 16 September 2012 18:09:52 Putra Nias medan Nias_jaya@yahoo.co.id 114.79.48.227
Luar biasa...!!!
, dharma baktimu akan dikenang sepanjang masa dan akan menjadi catatan dalam sejarah Pulau NIAS.


Syalom nd Jbu....!!!

Salam khas " Ya'ahowu....!!!
42. Sun, 16 September 2012 22:52:54 Drs. Teheziduhu Lawolo Pekanbaru - Riau lawolo61@yahoo.com 125.162.61.61
Kepada Bapak/ibu-saudara yang sudah memberi pujian maupun koreksi terhadap kinerja dokter Kanserina Esthera Dachi, saya pribadi setuju-setuju saja, hanya saja sebagai manusia biasa beliau pasti memiliki kekurangan. dari komentar dari atas ada yang mengakui bahwa dr kanserina satu-satunya dokter penyakit dalam yang ada di Nias.... itu artinya siapapun kita jika berada pada posisi dr kanserina akan mengalami namanya : Capek, Lelah, emosi akibat aturan yang sudah ada tidak bisa diikuti oleh kita-saudara2 kita di Nias dll, maka sepatutnyalah kita menerima kondisi seperti itu bahkan kalau memungkinkan kita berikan dia dukungan moril sehingga pada saat dia sedang capek, masih bisa melakukan pekerjaan yang mulia itu (membantu orang sakit) terlepas dari kita membayar biaya karena itu juga kewajiban kita (kita ber-obat ke dokter manapun kita tetap bayar biaya kan?). Keluarga kami kenal baik dengan ibu dr kanserina maupun dengan suaminya, bahkan saat kami sama-sama tinggal di medan, beliaulah yang menyembuhkan sakit Maq saya, demikian juga pada saat bapak saya sakit di Nias, bu dokter inilah yang selalu menangani dan puji TUHAN orang tua saya sampai sekarang masih sehat2 saja. maksud saya disini jangan hanya karena dr kanserina tidak bisa senyum pada saat kita berobat lalu kita artikan dr. nya tidak baik. Akuilah kebaikannya, dan sampaikan koreksi dengan sopan.
Demikian yang dapat saya informasikan dan bila ada yang tidak sependapat dengan saya mohon maaf, "Selamat berkarya buat ibu dokter dr. kanserina Esthera Dachi alias Ina Betric pertolonganmu kepada sesama tidak pernah dilupakan" - Ya'ahowu (ama sarah lawolo)

First| Previous    Next|Last

Number of records = 21
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000