NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Haniha Ira, Hadia Niwa'öra?
 

Wed, 23 December 2009 08:59:55
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya
Noverlina bernyanyi dengan nada suara naik turun sesukanya dan lafalnya tak jelas. Selesai bernyanyi, ia memeluk ”ibunya”. Meski berusia tiga tahun, ia belum bi ...

Ref: Nugroho F Yudho (Kompas, 22 Desember 2009)

  • 

Ama Rita Zamasi Tetap Mencintai NIAS

  • 

Ir. Boy Olifu Gea di Kebun Tanaman Hiasnya => Click to enlarge!Ir. Boy Olifu Gea Pengusaha Tanaman Hias

  • 

Binahati Baeha, SH dengan Istri, Lenny Trisnadi. => Click to enlarge!Tuhanlah yang Telah Menggariskan Jalan Hidupku

  • 

Riahardy Mendröfa => Click to enlarge!Antara Kampung Halaman, Foto, dan Instalasi

  • 

Kanserina Esthera Dachi => Click to enlarge!Keteguhan Hati Dokter Kanserina Esthera Dachi

  • 

Susanto dan Istri, Hartati Zebua. => Click to enlarge!Susanto, Pelopor Bisnis Restoran Pinggir Pantai di Pulau Nias

  • 

Yacintha Gulö => Click to enlarge!Yacintha Gulö, Putri Mandrehe yang "Merawat Amerika"

  • 

Agus Hardian Mendröfa di salah satu Pojok Miga Beach Hotel => Click to enlarge!Talifusöda Agus Hardian Mendröfa, Mantan Wakil Bupati Nias

  • 

Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA => Click to enlarge!Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA, Wakil Bupati Kotabaru

  • 

Dubes RI Piter Taruyu Vau dan Ibu => Click to enlarge!Dari Nias ke Brasil sebagai DUTA BESAR INDONESIA UNTUK BRASIL

  • 

Magdalena Sanora Warnihati Fau => Click to enlarge!Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias

  Index  

  Last Commented
 
 

Sun, 17 September 2017 22:14:48 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.124.174.230
Kenapa Nias Tak Disukai Orang?5 Responses

 

Sun, 17 September 2017 21:53:52 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.124.174.230
Tes Urine Mendadak, Empat Polisi di Polres Nias Positif Narkoba1 Responses

 

Sat, 16 September 2017 05:54:09 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.124.196.8
Lulusan Akpol dan PTIK Terbaik Akan Ditugaskan di Nias1 Responses

 

Fri, 08 September 2017 12:55:40 | Bedi ( A. Shaldon ) Laia | Pekanbaru | 103.19.210.18
Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias9 Responses

 

Mon, 04 September 2017 22:19:23 | primamos | bogor | 125.165.74.156
Menjual Benih Kol Dataran Rendah ( daerah panas),Melon kuning,Cabai,Tomat,d ll.7 Responses

 

Wed, 30 August 2017 15:43:42 | Hetiaro buulolo | desa amorosa Nias selatan | 114.124.132.230
Pemerintah Bidik Nias Destinasi Andalan Dongkrak Kunjungan Wisman1 Responses

 

Thu, 24 August 2017 10:31:08 | mr daniel | 1304 W 40th St, Austin TX 78756 | 186.4.202.16
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya31 Responses

 

Thu, 23 August 2007 00:04:45
Talifusöda Agus Hardian Mendröfa, Mantan Wakil Bupati Nias
Gunung Sitoli (NiasIsland.Com)

Agus Hardian Mendröfa di salah satu Pojok Miga Beach Hotel => Click to enlarge!Pemilihan kata Talifusöda terinspirasi langsung dari Judul Buku Profile Agus Hardian Mendröfa yang diterbitkan Tahun 2006. Kata ini adalah penegasan bahwa Agus (nama singkat Agus Hardian Mendröfa) ingin memperlakukan semua Ono Niha sebagai Talifusö. Paling tidak, sikap tersebut tercermin saat NiasIsland.Com berbincang-bincang dengan Ama Hardy (nama panggilan Agus Hardian Mendröfa di kalangan masyarakat Nias) beberapa waktu yang lalu.

Kata Talifusö secara sepintas tidak istimewa, tetapi bila direnungkan sejenak maknanya sangat mendalam dan amat relevan bagi semua orang yang mengaku dirinya sebagai Ono Niha. Era globalisasi dan informasi telah membuat semua orang saling berinteraksi satu sama lain tanpa batas sehingga keakraban kita pada "Niha Khöda" pun mulai bergeser; Pemekaran Pulau Nias menjadi beberapa kabupaten juga bisa membuat Ono Niha terkotak-kotak; "Eksodus" orang Nias keluar dari pulau nias yang semakin tinggi bisa pula membuat hubungan kita dengan komunitas-komunitas Ono Niha semakin rendah.

Ungkapan ini sangat jelas mengingatkan bahwa kita adalah Ono Niha yang masih terikat dalam hubungan persaudaraan yang disebut "Talifusö". "Ikatan ini tidak bisa diingkari sampai kapan pun! Konsekwensi logisnya adalah semua orang yang menyebut dirinya Ono Niha adalah talifusögu!", tegas Agus.

Di sela-sela percakapan, Agus kadang mengatakan "seandainya lengan saya ini digores maka darah yang keluar akan membentuk ejaan N I A S", begitulah cara Agus mengungkapkan cinta dan fanatismenya pada Nias, tanah kelahirannya. "Seluruh hidup saya adalah untuk Nias dan saya tidak pernah malu mengaku sebagai orang Nias dengan segala kekurangan dan kelebihannya", imbuhnya pula.


Perkembangan Nias Luar Biasa

Seperti yang kita ketahui, perkembangan Nias paska bencana sangat luar biasa. Dari hal yang paling mudah dilihat, misalnya nilai sewa rumah, khususnya di Gunung Sitoli, sangat jauh meningkat dibandingkan sebelum gempa. Nilai sewa rumah tipe 36 atau 54 saja bisa mencapai 40 Juta per tahun. Peningkatan ini disebabkan kedatangan staf-staf NGO (Non-Governmental Organizations) setelah peristiwa gempa. Mereka tentu membutuhkan tempat tinggal dan kantor sehingga permintaan kontrak rumah meningkat drastis.

Sumber Daya Manusia juga susah dicari saat ini. Berdasarkan pengalaman Agus, untuk mencari tenaga kerja tamatan SMA atau SMP untuk dipekerjakan di Miga Beach Hotel (salah satu usaha yang dikelola Agus) sangat sulit. Mereka lebih memilih kerja di NGO yang memberi penghasilan jauh lebih besar daripada bekerja di sektor-sektor usaha yang ada sebelum gempa.

"Melihat perkembangan yang luar biasa tersebut, masyarakat Nias hendaknya jangan terbuai, böi arörö ita", kata Agus. "Jangan terbuai hanya dengan melihat pembangunan fisik atau infrastruktur semata. Akan tetapi, seluruh komponen masyarakat Nias, baik yang ada di Nias maupun di luar Nias, harus bersatu serta bahu-membahu merespon perubahan-perubahan yang drastis di sekitar kita saat ini", tambahnya.

Bagaimana nasib Nias setelah NGO keluar dari Nias? "Pertanyaan ini mesti dipikirkan mulai dari sekarang. Kita-kita ini semestinya bergandeng tangan dan mulai berpikir secara kreatif untuk memanfaatkan pembangunan infrastruktur yang telah disediakan", ajak Agus

Memang, dari hasil pengamatan Agus, masih ada 1 atau 2 NGO yang masih bertahan di Nias sampai dengan 10 tahun ke depan karena ingin memelihara hasil kerjanya sampai dengan satu generasi mendatang. "Namun, kita semestinya tidak menggantungkan nasib kepada mereka, kitalah yang menentukan nasib kita sendiri!" tegas Agus.


Nias tidak Memiliki Potensi yang Istimewa

Satu hal yang perlu disadari adalah Nias tidak memiliki potensi yang istimewa. Saya katakan sekali lagi dan saya garis bawahi: saya belum melihat potensi yang istimewa di Nias sampai hari ini seperti yang sering digembor-gemborkan banyak orang.

Potensi pertanian di Nias tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan yang ada di Sumatera. Orang Jakarta atau Orang Nias di Jakarta yang ingin berinvestasi di bidang perkebunan, saya yakin, lebih memilih Sumatera (Lampung atau Bengkulu) dibandingkan dengan di Nias. Meskipun harga tanah di Bengkulu lebih mahal, namun infrastrukturnya lengkap, pasar (target pasar) lebih dekat, biaya transportasi juga lebih murah. Sebaliknya, di Nias sangatlah terbatas sehingga bisa dikatakan biaya produksi di Nias tergolong berbiaya tinggi, "high cost".

Potensi pariwisata juga sama. Pantai yang indah atau ombak yang besar bukan hanya milik Pulau Nias. Objek-objek menarik seperti itu sudah banyak tersebar di berbagai belahan dunia, bahkan telah didukung oleh infrastruktur yang memadai dengan objek-objek tambahan yang jauh lebih lengkap dan menarik.

Meskipun begitu, kita tidak perlu berkecil hati. Masih ada peluang kalau kita mau. Salah satu peluang yang bisa kita jual adalah sektor Pariwisata. Oleh karena itu, untuk menjadikan Nias sebagai tujuan Wisata maka kita (pemerintah, masyarakat, dan tokoh-tokoh budaya) harus bergandengan tangan dan bahu membahu menciptakan Nias sebagai tujuan wisata.

Dulu di zaman ORBA (Orde Baru) kami pernah berusaha mempromosikan Nias dengan mengadakan beberapa kali Kejuaraan Surfing Tingkat Dunia. Sejak Tahun 1990 sampai dengan 2001 saya selalu aktif dalam kepanitiaan, baik panitia lokal maupun tingkat satu. Tahun 2000 kami adakan kegiatan besar-besaran. Saat itu saya menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia (Ketua Panitia dijabat Sekda Sumatera Utara). Acaranya dikemas sedemikian rupa sehingga layak menjadi konsumsi internasional. Tujuannya mempromosikan Nias ke dunia internasional dengan cara mendatangkan peselancar-peselancar tingkat dunia untuk menyaksikan dan menjajaki gulungan ombak di pulau Nias.

Paling tidak ada 10 "surf point" yang diciptakan Tuhan bagi Pulau Nias sebagai lokasi berselancar yang menantang. Ada tiga yang paling utama, yaitu: Lagundri di Teluk Dalam, Pulau Bawa, dan Pulau Asu di Kepulauan Hinako, Kecamatan Sirombu. Ketiga lokasi ini telah masuk dalam agenda dan target para peselancar internasional.


Keunikan Nias perlu Ditonjolkan

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, kalau kita bicara soal pantai, di dunia ini sudah banyak pantai yang bagus-bagus, terawat dengan baik, dan telah didukung oleh infrastruktur yang memadai. Begitu juga kalau berbicara soal danau, di dunia ini sudah banyak danau yang indah-indah. Jadi, kalau kita ingin menarik perhatian turis, Nias harus mencari dan menonjolkan hal-hal yang unik yang relatif susah ditemukan padanannya di luar Nias.

Misalnya, Kehidupan tradisional yang masih dianut oleh sebagian masyarakat Nias, yang menurut kita suatu hal yang biasa saja, bisa menjadi hal yang luar biasa atau unik bagi orang luar. Coba perhatikan komunitas warga yang bisa hidup berdampingan dalam satu lokasi perumahan tradisional di Bawömataluo. Apakah itu bukan suatu hal yang unik bila dikemas dengan kreatif? Keunikan-keunikan seperti inilah yang seharusnya digali, dikemas, dan ditawarkan untuk konsumsi orang luar.

Keunikan-keunikan yang memiliki prospek di Nias antara lain: peninggalan budaya megalitik, perkampungan tradisional, kehidupan masyarakat seperti berburu babi hutan, harimbale, dan masih banyak lagi yang lain-lain.

Jika kita mau menjual, misalnya, cara beburu babi hutan, maka proses dan prosedur berburu mulai dari persiapan, cara berkelompok, cara bekerjasama dalam mengejar buruan, sampai dengan pembagian hasil buruan adalah suatu hal yang sangat menarik dipertunjukkan. Bahkan buat orang Nias sendiri, khususnya generasi sekarang, proses berburu ini termasuk langka dan tentu menarik untuk diketahui.


Sifat Buruk itu perlu Ditinggalkan

Di sela-sela perbincangan, Agus juga menyinggung beberapa sifat-sifat khas orang Nias yang lebih sering menjadi penghambat daripada menjadi pendorong kemajuan. "Sebelum kita lahir, di Nias sudah ada penyakit AIDS. AIDS yang saya maksud adalah: Angkuh, Iri, Dengki, dan Sombong. Dan sebelum ada ada HP (Hand Phone), istilah SMS juga sudah ada di Nias, Susah Melihat Senang orang lain sebaliknya Senang Melihat Susah orang lain."

Agus juga yakin bahwa bibit AIDS dan SMS ini, diakui atau tidak diakui, pasti dimiliki oleh semua orang Nias, tanpa terkecuali. "Saya sendiri memiliki bibit tersebut. Namun, upaya kita sekarang adalah bagaimana caranya agar sifat-sifat seperti ini dapat dihilangkan, paling tidak diminimalkan", harap Agus.


Dokumentasi itu Penting

Dari sekian pejabat, mantan pejabat, atau tokoh masyarakat Nias, Agus Mendröfa termasuk segelintir (mungkin satu-satunya) yang berhasil mencatat dan mendokumentasikan sebagian perjalan hidupnya dalam sebuah buku berjudul Talifusöda Agus Mendröfa, seperti yang telah disinggung pada awal tulisan ini. Menjawab apa latar belakang penulisan buku tersebut, Agus menguraikan berikut ini.

"Sampai sekarang saya tidak tahu secara tertulis apa yang diperbuat oleh Amagu Sa'a DALIMEND semasa usia produktif. Semasa menjabat Bupati Nias, apa yang telah diperbuatnya dan apa pula kelebihan maupun kelemahannya? Paling-paling saya hanya mengetahui melalui cerita-cerita keluarga atau apa kata orang. Tidak ada dokumentasi yang mendukung hal ini. Kalau hanya melalui bahasa lisan, maka sangat terbuka munculnya distorsi dari fakta yang sebenarnya. Seiring dengan perjalanan waktu distorsi tersebut semakin besar pula. Jadi, jangan heran bila orang Nias sering membesar-besarkan atau mengabur-ngaburkan suatu kejadian karena tidak didukung oleh bahasa tulisan atau dokumentasi sebagai pegangan. Mengingat hal ini, saya berinisiatif untuk menerbitkan sebuah Buku Catatan dan Potret Perjalanan saya semasa produktif yang bisa berguna bagi anak, cucu, dan keturunan saya kelak. Tidak tertutup juga bagi orang Nias atau siapa saja yang berminat."

Buku yang didominasi dengan cuplikan-cuplikan foto tersebut (mirip cerita bergambar) menampilkan antara lain: kegiatan Agus paska bencana tsunami dan gempa, kegiatan Yayasan Talifusöda yang didirikan Agus (seperti: penyaluran bantuan dan Festival Anak Nias yang dikoordinir oleh yayasan), kegiatan kepramukaan, perjalanan dinas selama menjabat Wakil Bupati Nias, foto-foto bersama kepala negara dan pejabat-pejabat negara, serta kegiatan dalam memajukan sektor pariwisata dan perkebunan karet di Nias.

Singkatnya, dengan buku tersebut, pembaca akan mengetahui profile Agus dan apa saja yang pernah diperbuatnya untuk Nias. Bahkan, buku tersebut juga bercerita tentang latar belakang keluarga Agus sehingga setiap pembaca akan mengetahui bahwa Agus dilahirkan dari keluarga yang dulunya juga adalah tokoh-tokoh masyarakat Nias yang terdidik dan terhormat. Ungkapan buah pohon tidak jatuh jauh dari pohonnya sangat relevan buat Agus Hardian Mendröfa.

Paman (sibaya) Agus Alm. Kolonel CPM F. Mendröfa, SH adalah mantan Ketua Mahmiti Riau Sumbar. Kakeknya juga (dari pihak ayah), Tuhomböwö Mendröfa, adalah Tuhenöri (Kepala Negeri) Tanöse'ö (Wilayah Kecamata Hiliduho) Tahun 1926-1950. Salah satu cuplikan kesan Agus pada kakeknya "... Katanya Kakekku berparawakan tinggi besar. Bila dinas selalu naik kuda, sayang aku tak sempat naik kudanya, sebab Kakekku meninggal pada tahun 1965 di Medan saat usiaku 6 tahun. Kalau dia masih hidup tentu dia senang melihat keberhasilan anaknya DALIMEND (DALIMEND adalah Abang kandung ayah Agus) sebagai Bupati Nias 1975-1980. Tetapi apakah dia juga senang melihat karya cucunya yang kini menjabat Wakil Bupati Nias? Tentu dia sangat senang bila aku didengarnya berhasil dalam menjalankan tugas ..."

"Amagu Sa'a Dalimend (Dalihuku Mendröfa) adalah mantan Bupati Nias 1975-1980. Dia Letkol TNI AU (purn). Ketika menjabat sebagai Bupati Nias banyak karya monumental yang dibuatnya. Di antaranya: Lapangan Terbang BINAKA, Pelabuhan Angin, Kantor Bupati dan Kompleks Perkantoran di Jalan Pancasila, Gedung Nasional, Terminal Bus, dan pembagunan jalan ke Berbagai Kecamatan. Hampir di semua desa dibangun Sekolah Dasar, PUSKESMAS, dan juga peduli dengan Budaya Nias dengan menyelenggarakan Pesta Ya'ahowu". Begitu cuplikan kesan Agus pada Amania Sa'a (Di mata beberapa kalangan, Mantan Bupati Nias ini tergolong sukses dalam membangun Nias).

Rasa cinta dan kebanggaan Agus pada keluarga besarnya begitu tinggi sehingga dalam bukunya pun disediakan ruang yang cukup buat mereka. Perhatian kepada anak-anaknya juga sangat besar, termasuk dalam mendidik untuk bersikap rendah hati. NiasIsland.Com cukup terkesan melihat bagaimana anak-anak Agus melayani tamu-tamu ayahnya di Miga Beach Hotel. Mereka tidak segan-segan menyuguhi sendiri makanan dan minuman buat tamu-tamu bapaknya. Suatu sikap yang langka dimiliki oleh anak-anak pejabat daerah.

Apa yang dilakukan Agus untuk mendokumentasikan profil dirinya, keluarganya, dan beberapa aktifitasnya patutlah ditiru oleh setiap Ono Niha, khususnya oleh tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat-pejabat Nias. Walaupun buku ini masih jauh dari kesempurnaan karena pembuatannya agak terburu-buru, "karena memang sangat singkat sekali waktunya", tutur Agus dalam kata pengantarnya. Namun satu hal perlu dicatat bahwa satu karya putra Nias telah terbit, dan apa yang terkandung di dalamnya akan menjadi dokumentasi penting bagi generasi Nias sekarang dan yang akan datang.

Biodata

Nama:

Agus Hardian Mendröfa

(Wakil Bupati Nias 2001-2006)

Tempat/ Tanggal Lahir:

Tebing Tinggi, 18 Agustus 1959

Istri:

Anak:

Karyati Harefa

1. Riahardi Mendröfa (L)

2. Ari Yordan Mendröfa (L)

3. Ira Mendröfa (P)

Pendidikan:

1966-1971 SD di Deli Serdang

1972-1974 SMP di Deli Serdang

1975-1977 SMA Advent di Purwordadi, Jawa Timur

1978-1981 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Banding (s/d Tingkat III)

Pengalaman Kerja:

1981-1983 Staf di PT IRTI SENTOSA Bandung

1984-1986 Salesman di PT PEBAPAN Bandung

1988-1996 Manager GSAPT SMAC Gunung Sitoli

1990-2001 Direktur PT Nias Holidays Travel Gunung Sitoli

1992-2001 Manager Miga Beach Hotel Gunung Sitoli

Organisasi:

1978-1979 Anggota GMNI Bandung

1979-1980 Angoota GMKI Bandung
1978-1984 Pengurus Himpunan Masyarakat Nias Bandung
1994-1998 Pengurus KNPI Sumetera Utara
1994-1999 Wakil Ketua KADIN Nias
1999-Sekarang Ketua Ikatan Pemuda Karya Nias
2000-2001 Wakil Ketua Partai Golkar Nias
2000-2002 Pengurus Partai Golkar Sumut
2000-Sekarang Ketua DPP Himpunan Pemuda Nias Indonesia
2001-2004 Penasehat KNPI Sumut
2002-Sekarang
Penasehat KADIN Sumut

2002-Sekarang Ketua Partai Golkar Nias
2002-Sekarang Wakil Ketua Ikatan Pemuda Karya Sumut
2002-Sekarang Ketua Harian KONI Nias
2002-Sekarang Ketua PBVSI (Voli) Nias
2002-Sekarang Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka
2002-Sekarang Ketua Umum Yayasan Talifusöda
2002-Sekarang
Ketua Harian Satlak PBP Nias

Penghargaan:

1989 Pemuda Pelopor Bidang Pariwisata dari Pemerintah RI

2004 Pembina Olahraga Berprestasi dari Gubernur Sumut

2005 Bintang Pancawarsa III Pramuka

2005 Satya Lencana Bhakti sosial dari Presiden RI

Catatan Lain:

1989 Memimpin Tim Kesenian Nias pada Kongres Nasional Gapensi di Palembang
1990 Memimpin Tim Kesenian Nias pada Indo Tourism di Jakarta
1993
Peserta Delegasi Sumut pada Pameran Pariwisata di belanda, Belgia, dan Perncis

1994 Memimpin Tim Kesenian Nias Mewakili Sumut pada Tong-tong Fair di Belanda

2001 Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Oikumene Nias
2002 Team Manager Nias pada Pekan Olahraga Sumut di Medan
2004 Studi Banding ke Hongkong dan Beijing
2004 Memimpin Studi Banding PEMDA Nias ke Bunaken Sulawesi Utara
2005 Penyalur Bantuan Media Group di Nias pada Bencana Tsunami dan Gempa Nias Maret 2005
2005 Ketua Panitia Festival Anak Nias
2005 Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Oikumene Nias
2005
Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Nias dan Nias Selatan bersama Presiden RI

Other Images
Bersama Keluarga Agus. Mulai  nomor 4 dari kiri ke kanan: Ira (anak bungsu), Karyati Harefa (Istri), Agus, dan Ari (Putra kedua). => Click to enlarge! Guest House, Miga Beach Hotel, salah satu Bisnis yang Dikelola Agus. => Click to enlarge!

First|Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
1. Sun, 04 January 2009 13:52:02 zulkarnaini zai jakarta cempaka_zul@yahoo.co.id 118.136.164.157
saya sebagai orang nias padang , sangat senang membaca tulisan mengenai tokoh- tokoh nias yang telah berhasil ataupun yang sedang dalam proses menuju berhasil dan tentu saja mereka telah memberikan bakti kepada nias baik secara langsung maupun tidk langsung. mengenai Bapak Mendrofa yang kolonel saya pernah dengar nama beliau di Padang ketika saya masih sekolah di smp dan satu lagi bapak Letkol Arefa . saya tidak pasti yang mana pernah menolong sepupu saya masuk polisi dan sekarang kakak saya itu berpangkat Kapten atau mungkin sudah Mayor melalui web saya mengucapkan terimakasih. kalau boleh ,saya usul web ini ,kalau bisa mengexpose lebih banyak ( dari yang sekarang ini )keberadaan orang yang nias yang ada di Padang .sebab keturunan nias di Padang dan Sumatera barat pada umumnya yang hidup disini cukup lama (kurang lebih 100 tahun )keberadaanya seperti di telan bumi,mereka betul betul tidak mengenal tano niha sama sekali kebanyakan diantara mereka tidak pernah menginjak tano niha semenjak zaman bapak dari kakek mereka bahkan banyak yang lebih dan jumlahnya cukup banyak, tapi pada umumnya tidak gampang mengenal meraka karena rata-rata mereka tidak bisa berbahasa nias dan banyak diantara mereka sudah bercampur dengan Orang Minang. mungkin melalui web ini silaturahmi orang nias di Padang dan tano niha bisa diwujudkan .satu orang nias yang cukup berhasil yang saya dengar dari bapak etek saya (adik bapak saya) KARENA DI PADANG PADA UMUMNYA ORANG NIAS LAMA (BIASANYA DISEBUT ORANG PADANG ASLI) MENYEMBUNYIKAN IDENTIAS KENIASANNYA .
Beliau adalah Bapak Abdullah , beliau adalah orang nias pariaman (Kodya Pariaman) beristrikan saudaranya ibu Azwar Anas. ( Bapak Azwar Anas adalah bekas gubernur dan menteri ). Bapak Abdullah ini pernah menjadi Direktur Utama Semen Padang sebelum diambil alih semen gersik.maaf saya tidak bisa memberi data otentik karena informasi dari saya sangat terbatas.Semoga Orang Nias-Orang Nias Padang (Sumatera Barat) bisa supaya bisa terexpose . untuk menjembatani Orang Nias di Padang dan perantaun lainnya dengan tano niha terimakasih dan mohon maaf kalau informasi yang saya berikan ini salah.
2. Thu, 22 January 2009 11:54:54 yurneman zebua medan nemanzb@yahoo.com 125.162.41.48
saya pernah baca biografi bapak yang terbit tahun 2006... saya bangga bila ada yang bisa menggerakkan pemuda pada kegiatan yang positif yang sampai sekarang tdk ada gaungnya lagi.. seorang pemimpin bukan hanya bisa membangun prasarananya saja tapi bisa membangun mental dan pikiran pemuda dalam bentuk kegiatan yang positif sebagai wujud ke ikutsertaan pemuda dalam membangun. Pemimpin yang bisa menyertakan pemuda dalam semua aspek kegiatan pemerintahan pasti berhasil dan selalu dikenang....

sukses buat Bung Agus
3. Thu, 26 February 2009 20:53:29 marzo bahili eumanava@yahoo.com 61.94.124.86
Era-era sisökhi moroi khö talifusöda Agus mantan Wakil Bupati Nias.

animagö löna menjabat bupati periode berikutnya, mungkin tola terwujud cita2 sima'i-ungkapkan ba topik ha'a (percakapan dengan niasisland.com).

nasindruhu so wadah tanöbö'ö sitola tobali amaedola ma vondou'ö ma vamarou dödö mbanuada.

Cuhu'hö!
Ya'ahowu
4. Wed, 25 March 2009 13:24:12 yea lase medan elisama.lase@gmail.com 203.130.206.41
trims
n
sukses
5. Fri, 03 April 2009 23:04:27 memo tabita-UPH surabaya hambae_langu@yahoo.com 125.164.207.81
maju terus om...
jarang2 loh ada org kreatif kyk om niy...
cocok kali lah jadi bupati sebenarnya.... ga kayak pemimpin yg sudah2.. ga kreatif sama sekali...
calonin diri lagi y om,kita siap mendukung.. yahowu !
6. Sat, 04 April 2009 07:23:50 bayaboy Gunungsitoli NIAS boy_ke@ymail.com 125.162.48.134
special thank you.... for my brother abg a.hardi. yaahowu
7. Mon, 27 April 2009 20:04:05 YAFAO LAROSA BPP/KALTIM larosalux@yahoo.com 125.167.230.10
e sibaya, kami mendukung dari jauh asalkan nanti kalau dapat kesempatan lagi jadi orang nomor atas dinias jangan di siasiakan, YA'AHOWU!
8. Tue, 28 April 2009 02:32:09 lase Nias elwin_lase@yahoo.com 61.247.27.16
apakah ada perbedaan antara potensi yang istimewa dengan keunikan yang di tonjolkan di NIAS..
kalau bisa tolong di kaji ulang jangan terlalu ditekankan dengan menggaris bawahinya..
thx..
9. Fri, 15 May 2009 16:23:41 A. NERVY GULO DELI DERDANG nervy@yahoo.com 125.162.53.149
SAYA BANGGA PADA BAPAK BUNG HARDIAN, SEMOGA JADI PETARUNG PADA PILBUP MENDATANG. YANG MEMBUAT SAYA TERTAWA DAN IRONIS MUNGKIN ADALAH TOPIK YANG BAPAK UNDERLINE ITU, BAHWA SESUNGGUHNYA NIAS KITA TIDAK MEMILIKI KEISTIMEWAAN APA-APA SEPERTI YANG DIGEMBOR2KAN. LALU OPINI/PERTANYAAN KITA SEMUA, MENGAPA SEBAGIAN ELIT LOKAL BERLOMBA-LOMBA UNTUK PEMEKARAN KABUPATEN BAHKAN PROPINSI? YANG PADA AKHIRNYA MASYARAKITA NIAS YANG KENA BATUNYA, TIDAK TAHU APA-APA. APA TIDAK TAMBAH MISKIN? Saya mohon tanggapan TALIFUSODA AGUS MENDOFA. Terimakasih, Yaahowu.
10. Thu, 11 March 2010 06:35:27 PUTRA NIAS JUGA MEDAN futraniasjuga@yahoo.com 110.137.28.105
" Di sela-sela perbincangan, Agus juga menyinggung beberapa sifat-sifat khas orang Nias yang lebih sering menjadi penghambat daripada menjadi pendorong kemajuan. "Sebelum kita lahir, di Nias sudah ada penyakit AIDS. AIDS yang saya maksud adalah: Angkuh, Iri, Dengki, dan Sombong. Dan sebelum ada ada HP (Hand Phone), istilah SMS juga sudah ada di Nias, Susah Melihat Senang orang lain sebaliknya Senang Melihat Susah orang lain."

Agus juga yakin bahwa bibit AIDS dan SMS ini, diakui atau tidak diakui, pasti dimiliki oleh semua orang Nias, tanpa terkecuali. "Saya sendiri memiliki bibit tersebut. Namun, upaya kita sekarang adalah bagaimana caranya agar sifat-sifat seperti ini dapat dihilangkan, paling tidak diminimalkan", harap Agus."

Tapi sayang setiap kali di sms tidak di balas. Saya call ga diangkat. Tapi kalau ketemu tampak akrab sekali. KATAKAN SEJUJURNYA JANGAN ADA DUSTA DI ANTARA KITA
11. Thu, 11 March 2010 08:40:55 A.Joves Mendrofa Tangerang yermend@hotmail.com 203.126.136.142
Sukses buat Abang Ama. Hardi Mendrofa dan keluarga.

Salam

Yer Mendrofa
Lasara Tanose'o ~ Tangerang
12. Thu, 08 September 2011 10:40:37 Sabar Padang sabareza@gmail.com 110.137.107.59
Jangan lupa dengan diri kita dimana kita berada, yang paling penting meninggalkan AIDS (Angkuh-Iri-Dengki-Sombong) dan SMS (Susah Melihat Senang) seperti kutipan diatas, ayo kita maju bersama, tunjukan jati diri yang sebenarnya demi masa depan anak dan cucu kita, jangan hanya kita memikirkan kepentingan saat sekarang.
Saya sebagai anak Nias bangga..
Pokoknya SUKSES selalu.

Salam
A. Arnila (Sabar Mendrofa)
Padang
13. Wed, 04 September 2013 21:19:05 Aris Mendrofa Manggadua Jakarta Utara errys.shopp@yahoo.com 141.0.9.24
Kalau dr kecil saya sering mendengar cerita orang tentang Bapak Dalimend,,,semoga usahanya untuk memajukan nias bisa dilanjutkan oleh-oleh pejabat-pejabat sekarang,,salam n sukses trims

First|Previous    Next|Last

Number of records = 13
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000