NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Haniha Ira, Hadia Niwa'öra?
 

Wed, 23 December 2009 08:59:55
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya
Noverlina bernyanyi dengan nada suara naik turun sesukanya dan lafalnya tak jelas. Selesai bernyanyi, ia memeluk ”ibunya”. Meski berusia tiga tahun, ia belum bi ...

Ref: Nugroho F Yudho (Kompas, 22 Desember 2009)

  • 

Ama Rita Zamasi Tetap Mencintai NIAS

  • 

Ir. Boy Olifu Gea di Kebun Tanaman Hiasnya => Click to enlarge!Ir. Boy Olifu Gea Pengusaha Tanaman Hias

  • 

Binahati Baeha, SH dengan Istri, Lenny Trisnadi. => Click to enlarge!Tuhanlah yang Telah Menggariskan Jalan Hidupku

  • 

Riahardy Mendröfa => Click to enlarge!Antara Kampung Halaman, Foto, dan Instalasi

  • 

Kanserina Esthera Dachi => Click to enlarge!Keteguhan Hati Dokter Kanserina Esthera Dachi

  • 

Susanto dan Istri, Hartati Zebua. => Click to enlarge!Susanto, Pelopor Bisnis Restoran Pinggir Pantai di Pulau Nias

  • 

Yacintha Gulö => Click to enlarge!Yacintha Gulö, Putri Mandrehe yang "Merawat Amerika"

  • 

Agus Hardian Mendröfa di salah satu Pojok Miga Beach Hotel => Click to enlarge!Talifusöda Agus Hardian Mendröfa, Mantan Wakil Bupati Nias

  • 

Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA => Click to enlarge!Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA, Wakil Bupati Kotabaru

  • 

Dubes RI Piter Taruyu Vau dan Ibu => Click to enlarge!Dari Nias ke Brasil sebagai DUTA BESAR INDONESIA UNTUK BRASIL

  • 

Magdalena Sanora Warnihati Fau => Click to enlarge!Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias

  Index  

  Last Commented
 
 

Sat, 27 May 2017 22:01:03 | hetiaro buulolo | desa amorosa kec.ulunoyo nias selatan | 114.124.241.28
Proyek Pembangunan Tower Listrik di Nias Sengaja Dihentikan8 Responses

 

Fri, 19 May 2017 14:09:08 | Alwin Lase | Hiligodu Ombolata, Nias Tengah Street | 114.125.9.138
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya30 Responses

 

Mon, 15 May 2017 15:02:32 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.121.133.199
PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI PULAU NIAS1 Responses

 

Fri, 12 May 2017 16:08:08 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.124.181.119
IKATAN KELUARGA NIAS di BALI (IKNB)11 Responses

 

Fri, 21 April 2017 23:15:09 | Mrs. Magaret Becklas | green hemisphere 76 london | 85.100.176.106
DPRD: Rencana Konversi Karet di Nias Dipertanyakan26 Responses

 

Wed, 19 April 2017 19:33:21 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.124.26.42
Tinjau UN di Nias, Gubsu Aminkan Harapan Menkum HAM1 Responses

 

Mon, 10 April 2017 19:54:41 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.121.155.224
Menjual Benih Kol Dataran Rendah ( daerah panas),Melon kuning,Cabai,Tomat,d ll.4 Responses

 

2005-12-07 15:49:23
Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias
Jakarta (NiasIsland.Com)

Magdalena Sanora Warnihati Fau => Click to enlarge! Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias

Cerdas dan cenderung berpikir praktis,  itu kesan yang muncul  bila membaca beberapa tulisan/komentarnya selama ini di situs NiasIsland.Com. Kesan ini pun  semakin kuat setelah melakukan komunikasi lebih intensif dengan wanita Nias yang satu ini. Onie, demikian biasa dia dipanggil,  memiliki prinsip "Fixed Mind and Happy Heart",  mengatur segala sesuatu berawal dari kemantapan pikiran dan hati yang senang. Karena dengan begitu, wanita bernama lengkap Magdalena Warnihati Sanora Fau ini merasa dirinya tetap enjoy, tidak capek kendati pekerjaannya terbilang berat.

 

Bicara soal prestasi, wanita yang gesit ini punya bukti. Kariernya meroket bak meteor. Meski hanya tamatan Sarjana Pariwisata, Onie mampu menjalankan setiap jabatan yang dipercayakan kepadanya sejajar dengan para CEO expatriate di perusahaan asing dimana dia bekerja. Ia memulai karirnya dari nol, mulai dari jabatan operator telepon/ receptionist (hotel), jabatan sekretaris direktur di perusahaan tekstil, menangani export import disebuah perusahaan Inggris, pernah menjadi factory manager, pernah pula menjabat sebagai kepala HRD, Branch Manager, hingga menjadi General Manager di sebuah perusahaan asing (PT. Idue & PT. JPI).

 

"Nama saya sedikit kepanjangan. Saya waktu kecil dipanggil Rani, tapi setelah remaja sampai sekarang saya lebih senang dan praktis dipanggil Onie. Setelah menikah nama panggilan saya berubah jadi Ibu Laoli, lalu punya anak sehingga nama panggilan (Nias) saya bertambah lagi jadi Ina Keya Laoli". Begitu dia meng-iya-kan saat  NiasIsland.Com mengkonfirmasi, apakah Onie atau Warnihati yang pernah ada di Majalah SWA, dalam topik "Eksportir Keramik Hias dari Kota Kembang", adalah Onie sendiri?

 

“Pekerjaan saya sedikit melenceng dari latar belakang pendidikan formal saya. Saya paham harus banyak belajar dan saya harus improve saya punya knowledge, entah itu lewat baca buku, seminar, training dan sebagainya”, urai wanita yang senang baca buku Chicken Soup, Rich dad, The Magic of Thinking Big ini kepada NiasIsland.Com baru-baru ini.

 

Boleh jadi, kegigihan Istri Nehemia Laoli ini patut dicontoh. Didikan orang tua yang sangat tegas serta masa-masa sulit  yang dilewatinya tidak membuat hatinya ciut. “Saya terkesan pada satu seminar motivasi yang pernah saya hadiri: Andalah yang menentukan untuk menjadi seperti yang anda inginkan”,  kilahnya.

 

"Saya bekerja sekian tahun dengan rekan-rekan dari berbagai  jenis  background, beberapa di antaranya orang asing. Bisa jadi pengalaman tersebut mengasah pola berpikir menjadi cenderung praktis, efisien, dan "common sense", begitu alasannya kepada NiasIsland.Com.

 

 

Wanita Karir Berjiwa Enterpreneur

 

Saat ini Ina Keya Laoli, ibu seorang putri yang bernama Maria Zora Keyanna Laoli, sedang melakukan  "setting up" bisnis baru di bidang industri pengolahan makanan di kota Malang, Jawa Timur. Produk jadinya berupa sayuran eklusif seperti paprika, zuchinni, cherry peppers, eggplant, serta ikan yang "dipreserve" dalam olive oil dan sunflower oil untuk orientasi pasar ekpor. Makanan tersebut berasal dari kebudayaan cuisine dan culiner ala Italia dan diproduksi dalam skala industri berdasarkan prinsip HACCP dengan menggunakan food technology dari Italia.

 

Apakah aktifitasnya ini dalam posisi sebagai wiraswasta atau profesional? Onie menjawabnya "Saya melakukan tugas saya sebagai professional, namun saya memiliki tanggungjawab atas kebijakan dan keputusan perusahaan sehingga saya pun menjalankan peran wiraswasta. Jadi saya bingung menyebut tepatnya apa. Mungkin lebih tepat wanita karir berjiwa enterpreneur,  ha..ha..ha "

 

Onie melihat peluang ini bisa juga diterapkan di Nias, khususnya pada sumber daya ikan, daging babi, dan coconut milk. Cuma perlu dilakukan "feasibility study" untuk itu. "Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dan persyaratannya banyak sekali", tegasnya.

Beberapa bulan yang lalu wanita Nias satu ini mulai mencari informasi tentang ikan di Nias. "Saya masih melakukan survey ikan tersebut, tujuannya untuk di-preserve (diperpanjang masa pakai) dengan teknik tertentu, dikemas, dan diekspor. Potensi pasarnya di Eropah cukup besar", ujarnya.

 

Jenis ikan tersebut, nama Latinnya adalah: 1.COILIA COOMANSI , 2.COILIA DUSSUMIERI, 3.COILIA MACROGNATHOS, 4.COILIA NEGLECTA, 5.COILIA REBENTISCHII, 6.ENCRASICHOLINA HETEROLOBA, 7.ENCRASICHOLINA PUNCTIFER, 8.SETIPINNA TENUIFILIS, 9.STOLEPHORUS INDICUS,10.THRYSSA BAELAMA,11.THRYSSA ENCRASICHOLOIDES, 12.THRYSSA MYSTAX,13.THRYSSA SETIROSTRIS, 14.ENGRAULIS JAPONICUS, 15.PAPUENGRAULIS MICROPINNA, 16.SETIPINNA BREVICEPS, 17.SETIPINNA TATY,18.THRYSSA DUSSUMIERI, 19.THRYSSA HAMILTONII, 20.THRYSSA KAMMALENSIS. Untuk melihat foto foto Ikan tersebut bisa browse ke http://www.fishbase.org

 
Menurut data yang diperoleh, beberapa jenis ikan tersebut terdapat juga di perairan Nias. "Saat ini asisten saya sudah pulang dari Sibolga dan Pulau Tello - Nias bersama dengan rekan kerja saya orang Itali untuk melakukan survey di sepanjang garis laut barat Sumatera. Saya juga sedang menunggu respon Dinas Perikanan", begitu dia jelaskan.

 

Walaupun sumber ikan tersebut terdapat juga di daerah lain di Indonesia namun sebagai putra daerah yang peduli Nias, hatinya tergerak untuk mengarahkan investasi perusahaan asing di bidang perikanan tersebut ke Nias. “Feasible atau tidak , kalkulator bisnis yang akan menentukan. Saya harus objektif dalam hal itu. Jadi statusnya masih tentative, karena masih dalam proses pengkajian kelayakan bisnis”, ujarnya.

 

   

Kegalauan Hati Onie

 

Sekalipun belakangan ini sedang sibuk sehingga mengharuskannya  untuk bolak-balik Bandung, Malang, dan Sumatera, Onie masih sering  memikirkan tanah kelahirannya Pulau Nias. Dia mendambakan kehidupan masyarakat Nias  ke arah yang lebih baik. Keinginan ini sangat jelas terpancar melalui perbincangannya dengan  NiasIsland.Com baru-baru ini.

 

Dia pun mengkhawatirkan konsep Pengelolaan Nias dengan perhitungan-perhitungan bisnis; dia menyinggung pola pikir Ono Niha yang perlu dirubah; dan tidak ketinggalan pula dia memberikan  beberapa pandangannya tentang  wanita Nias.

 

Untuk lebih jelas, silakan simak uraian Onie di bawah ini

 

1. Tidak Perlu Seorang Genius untuk Mewujudkan  Perubahan di Pulau Nias.

 

Kegalauan saya barangkali sama seperti orang Nias yang lain, yaitu menginginkan perubahan yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat Nias. Secara umum, kemajuan dan kesejahteraan selalu diukur dari parameter ekonomi. Apa pernah ada orang miskin menyebut dirinya bahagia? Hampir tidak ada!

 

Saya kira, telah banyak konsep atau gagasan yang dihasilkan dari forum seminar, termasuk program pemerintah. Semua bagus dan semuanya membahas hal-hal untuk memajukan Nias. Pertanyaannya, mengapa dari sekian gagasan-gagasan tersebut tidak kunjung juga membawa perubahan?

 

Mari kita koreksi. Mewujudkan perubahan tidak cukup dituangkan di atas makalah yang elok dengan kata kata ilmiah tetapi perubahan menuntut ACTION. ACTION memerlukan ENERGY (tenaga) untuk menciptakan MOTIONS (gerakan). Gerakan akan menghasilkan sesuatu yang KONKRIT.

 

Siapa yang membuat ACTIONS? Dari mana datangnya ENERGY? Siapa yang terlibat dalam Gerakan? Jawabannya adalah seluruh komponen masyarakat dan sebagai konduktornya adalah Kepala Daerah.

 

Tidak perlu menunggu seorang yang sangat genius untuk mewujudkan  perubahan di Pulau Nias.  Kegeniusan  adalah bagaimana kita mewujudkan hal-hal yang sederhana. Semakin sederhana anda punya konsep, anda semakin dekat pada realita untuk mewujudkannya, That’s it!  Mustahil ada perubahan besar tanpa dimulai dari hal-hal kecil. Tidak sulit kog membuat terobosan masyarakat peduli kebersihan atau masyarakat peduli keindahan. Tidak rumit kog membina masyarakat untuk mempunyai daya cipta (kreatif). Yang saya tahu nenek moyang Nias itu kan menanak nasi dari periuk tanah. Kenapa budaya tersebut tidak dihidupkan? Kerajinan tanah liat / gerabah dibentuk menjadi berbagai bentuk accesories, art item, home decoration, semua  bisa menjadi komoditi ekpor keluar negeri maupun ke luar daerah Nias. Hal yang lainnya, Kenapa masyarakat Nias harus memakai atap rumah dari seng. Atap seng sangat tidak ekonomis dipakai di tempat yang dikelilingi air laut, karena embun air laut mempercepat korosi seng. Kenapa pengusaha di Nias tidak tertarik membuat genteng dari tanah liat? Bukankah itu bisa dijadikan komoditi untuk dijual ke luar Nias? Masih banyak hal-hal sederhana yang bisa dilakukan.

 

 

2. Pemerintah sebagai Konduktor Pergerakan ke Arah yang lebih Baik

 

Bencana yang baru saja melanda pulau Nias, memiliki hikmah tersendiri.  Peranan media elektronik dan media cetak pada saat bencana gempa yang lalu membuat nama Pulau Nias bukan nama asing lagi bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat internasional saat ini. Pemerintah pun (baru) saja memberikan sedikit perhatian terhadap pulau Nias dengan diundang-undangkannya Rekontruksi Aceh dan Nias.  Kita berharap bahwa momentum ini menjadi milestone  pembangunan pulau Nias ke depan.

 

Seperti apa Nias ke depan? Ini tergantung pada pemimpin daerah serta masyarakat Nias sendiri. Nias dan Nias Selatan membutuhkan "manager" yang memimpin pergerakan menuju satu perubahan, yatu: Pemimpin yang mampu menganalisa dan memberdayakan potensi-potensi serta mampu mengenal kelemahan-kelemahan pulau Nias.

 

Letak geografis pulau Nias memang kurang menguntungkan. Tetapi, ada potensi potensi yang bisa diberdayakan. Apa saja yang perlu diberdayakan? Sektor kelautan-kah? Sektor pertanian-kah? Sektor pariwisata-kah? Lalu apa saja faktor pendukung usaha tersebut? Transport-kah? Sarana jalan-kah? Sarana telekomunikasi-kah? Dari analisa tersebut maka dibuatlah pola dan konsep sesuai kebutuhan atau tepat guna. Niscaya, program-program pembangunan lebih efektif dan efisien.


Kita berharap pemimpin-pemimpin yang baru terpilih nantinya adalah pekerja tangguh dan punya skill me-manage secara "common sense".

 

 

3. Pembangunan dan Pengembangan Pulau Nias harus Memiliki Konsep yang Tepat

 

“Hai para sarjana orang Nias, pulanglah, berbaktilah kepada kampung halamanmu, dan bangunlah Niasmu”. Kalimat tersebut  sering kali sesumbar kita dengar. Dalam hati, saya bergumam, "Mbok ya mikir Mas, Sarjana Teknologi Industri mau cari kerja apa di Nias? Sarjana Akutansi mau ditempatkan di perusahaan yang mana di Nias? Sarjana Pariwisata mau jadi manager di hotel yang mana di Nias? Insinyur pertanian apa mau disuruh macul di sawah?

 

Mekanime pasar berbicara; ada demand, ada supply. Secara otomatis para sarjana dari rantau akan berbondong-bondong pulang kampung kalau ada “harapan” masa depan atau peluang kerja yang pantas buat mereka. Jadi yang mana yang duluan, telor dulu atau ayam dulu?

 

Yang harus dihimbau adalah "Hai para investor, berinvestasilah di Nias!". Tapi muncul pertanyaan, Jenis usaha apakah yang "Feasible" di Nias? Bagaimana mengatasi kendala utama letak geografis pulau Nias kurang menguntungkan?

 

Kita ambil contoh hotel berbintang empat yang dibangun oleh salah satu investor di Sorake Teluk Dalam. Hanya dalam hitungan tahun, akhirnya tutup. Kenapa? Coba kita hitung overhead cost hotel tersebut. Kita asumsikan hotel bintang 4 memiliki minimum 200 kamar. Jadi Hotel tersebut harus memiliki karyawan dari bell boy, house keeping, satpam, receptionist, bagian laundry, juru masak, marketing, supervisor department, manager dan personalia. Setidaknya hotel tersebut harus mempekerjakan, untuk 3 shift,  sejumlah 200 orang. Dengan asumsi gaji per orang Rp.800 ribu, maka total biaya gaji karyawan per bulan Rp160 juta.


Asumsikan Fixed cost untuk biaya maintenance dan lainnya untuk 200 kamar adalah Rp.100 juta. Artinya, ada atau tidak ada tamu yang menghuni kamar, biaya yang harus dibayar per bulan adalah Rp.260 juta. sementara tingkat hunian kamar hanya rata rata 5%, setara dgn 10 kamar per harinya. Asumsikan tarif room per malam adalah Rp.400.000. Jadi pendapatan kotor adalah Rp.400.000 x 10 kamar x 30 hari = Rp.120 juta.


Si pengusaha mengalami defisit pada overhead cost saja 140 juta/bulan, belum lagi memikirkan pengembalian investasi. Sudah tentu pengusaha memilih tutup dari pada terus-terusan defisit, plus bayar bunga pinjaman bank.


Turis atau tamu yang jadi target hotel berbintang adalah: Pertama, pelaku bisnis yang singgah atau transit yang tujuan utamanya adalah urusan berbisnis. Pulau Nias bukan tempat transit bisnis, jadi tidak perlu menargetkan tamu jenis ini. Kedua, turis-turis eksklusif (biasanya hanya musim tertentu atau ada special occasion). Untuk menggaet jenis turis ini, Nias harus menawarkan/ menjual program yang spesifik.  


Pengusaha tentu saja melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pemasaran, kerjasama dengan biro perjalanan, dan lain-lain. Tetapi agen perjalanan kesulitan menjual paket tour ke Nias karena biayanya mahal dan waktunya panjang. Sarana prasana juga sangat tidak layak (maaf ya, kalau kita mau maju, kita harus mau membuka mata atas kekurangan kita). Syarat mutlak usaha kepariwisataan adalah: tersedia fasilitas transport yang mudah dijangkau dan tersedia akomodasi yang memadai. Dari paparan tersebut, apakah Nias sudah memiliki fasilitas memadai?


Kita boleh bangga memiliki aset alam Nias yang Indah. Tapi tanpa penanganan yang baik, kepariwisataan di Nias tidak ada apa-apanya buat kesejahteraan masyarakat. Dituntut peranan pemerintah untuk membuat konsep pengembangan pariwisata terpadu terkait dengan pelestarian budaya dan hindarkan ekploitasi yang merugikan ekosistem alam.

 

 

4. Pola Pikir Ono Niha masih Berorintasi pada Jabatan dan Kekuasaan

 

“Wajah kampung halamanku masih suram dan makin tua saja”. Itulah kesan saya pada saat  pulang ke Nias sebelum terjadi gempa. Pada saat gempa, ada beberapa kejadian yang tidak “common sense” dilakukan oleh para “salawada”.  Kalau melihat kenyataan di lapangan serta respon-respon para netter di website ini, kita patut prihatin terhadap kinerja dan "attitude" para "salawada" ba Danö Niha. Para penyelenggara pemerintah di daerah kita masih berorientasi semata-mata pada jabatan dan kekuasaan. Tidak terbersit adanya "goal achievement" untuk kesejahteraan masyarakat.

 

Sebelumnya saya mohon maaf kepada pegawai negeri yang memang berdedikasi dalam tugasnya. Tetapi ada satu keanehan sebagai indikasi lunturnya nilai moral yang baik dan berkeadilan di masyarakat kita.

 

Contoh konkritnya begini: Ada kebanggaan tersendiri bagi  orang tua kalau anaknya bekerja sebagai PNS, dibanding berkarir di perusahaan swasta. Padahal gaji di perusahaan swasta bisa jadi lebih tinggi. Maka budaya “nyogok” pun sudah bukan hal yang aneh. Bisnis percaloan pun sudah dianggap hal biasa.  Selain untuk pemenuhan nafkah, ternyata si orang tua tadi bangga sekali anaknya mengenakan seragam ditambah papan nama didada dan simbol-simbol kedinasan. Anak tersebut juga tiba-tiba saja   menjadi gila hormat, jaga image (jaim), dan cenderung sombong.

 

Ada apa gerangan? Ternyata profesi PNS dianggap memiliki  “keistimewaan” dan “ke-bisa-an” dibanding yang lain, di antaranya:  bisa berkuasa atas diri orang lain, bisa menggertak orang lain, bisa memakai kendaraan gratisan, bisa korupsi waktu kerja dan bisa menikmati gaji tanpa perlu kerja keras, datang mengisi kartu absen, lalu bikin kopi kemudian ngrobrol ngalor ngidul,  jam dua belas istrahat, lalu jam dua pulang ke rumah.

 

Apakah figur-figur yang demikian perlu dibanggakan? It’s not fair! Anda bayangkan berapa banyak generasi yang terinfeksi penyakit malas di negeri ini?


Saya bukan mendiskreditkan golongan yang satu ini. Saya juga punya teman dan keluarga yang juga perprofesi sebagai PNS. Namun, ada pula di antara mereka  yang patut diancungi jempol,  bikin salut dan respek karena mereka memiliki etos kerja serta intergritas (ketulusan dan kejujuran) dalam tugasnya. Dalam hal ini, saya mau menyerukan kepada masyarakat kita bahwa: yang patut dihargai adalah nilai-nilai luhur dalam diri seseorang, bukan semata pada simbol dan tanda pangkat jabatan.

 
Saya tidak menyalahkan kenapa masyarakat hanya mengandalkan menjadi pegawai negeri. Kita tahu bahwa di pelosok atau di daerah, menjadi pegawai negeri masih menjadi primadona para pencari kerja, karena memang pekerjaan lain tidak tersedia.  Pemerintah harus di-push untuk itu.

  

 

5. System Management "ISO" sebuah Alternatif

 

“Mengumandangkan nilai nilai yang baik dan berkeadilan sifatnya sangat abstrak, karena cara pandang dan pemahaman masing-masing individu berbeda. Oleh sebab itu secara konkrit sebaiknya di kantor Kepala Daerah (Bupati) dan instansi-instansi pemerintah diterapkan sistem Management ISO. Keseluruhan protokol pemerintahan harus memiliki sistem dan prosedur yang baku dan terbuka, mulai dari rekrutmen pegawai sampai kepada mekanisme pelayanan masyarakat. Dengan demikian, KKN dan sogok menyogok dapat diminimalkan serta pegawai negeri yang diterima memenuhi kualifikasi standar, bukan hasil KKN”.


Apakah Onie yakin bahwa ada pemimpin Nias (termasuk pemimpin yang akan datang) yang bisa dan  mau  melakukan hal tersebut ke depan? Dan apakah Onie mau membantu untuk menerapkan hal tersebut bila diperlukan?

 

Itu tergantung motivasi mereka. Kalau niatnya "pure" membangun Nias, harusnya sih tidak berkeberatan menerapkan sistem manajemen tersebut. Banyak biro konsultan yang biasa memberikan jasa konsultasi penerapan managemen ISO. Saya bisa bantu carikan, imbuhnya.

  

 

Pandangannya tentang Wanita Nias

 

Istri Nehemia Laoli ini juga sangat peduli  terhadap wanita Nias. Untuk menyimak pandangannya mengenai hal ini, silakan terus mengikuti uraiannya di bawah ini.

 

1. Ada Maene-Maene atau Fotu-Fotu  yang cenderung  Merugikan Kepentingan Perempuan

 

Wanita Nias secara universal sama seperti wanita Indonesia dari suku lain. Secara umum, Wanita Nias sangat menjunjung nilai nilai tradisional, sederhana, dan bersahaja. Semua Wanita Nias pasti punya keinginan untuk maju. Namun, saya prihatin, isu gender masih merupakan problem utama yang dihadapi Wanita Nias.

 

“Tradition is the number one killer”. Saya pernah mendengar kalimat itu di salah satu seminar yang saya hadiri. Artinya kebiasaan yang susah dirubah adalah penghambat nomor satu. Masih banyak kebiasaan-kebiasaan Ono Niha yang merugikan kepentingan perempuan. Mulai dari lingkungan yang paling kecil (keluarga). Suara atau pendapat  perempuan dalam keluarga “Ono Niha” tidak mendapatkan skor yang sama dengan pria. Walaupun pendapat istri betul, namun para suami sering merasa “gengsi” menerima pendapat para Istri. Kasihan sekali.  Padahal kontribusi perempuan Nias dalam keluarga sangat besar baik secara internal maupun secara eksternal (kontribusi mereka dalam menyokong ekonomi keluarga). Lihat saja aktivitas mereka; pagi-pagi sekali mereka sudah bangun, menyiapkan bekal/ sarapan, berkemas pergi bekerja menyadap karet, kerja di sawah, dagang di pasar, pulang ke rumah mereka harus membenahi rumah, mengurus ternak, dan menyiapkan makanan untuk keluarga. Ono Niha sudah dibiasakan berpikir bahwa kodrat perempuan tidak lebih dari itu. Tindakan kekerasan di rumah tangga pun dianggap hal yang biasa-biasa saja.

 

Banyak "maene-maene" atau "fotu-fotu" tradisional diinterpretasikan dalam konteks yang tidak sesuai dan cenderung merugikan kepentingan perempuan.

 

Ada salah satu contoh "maene-maene" Nias yang sering saya dengar waktu kecil: "Oya zi tebai ba Nono Niha". Kalimat  itu cenderung ditujukan kepada perempuan. Artinya, banyak hal yang pantang atau tabu bagi orang (perempuan) Nias. Tentu saja kita  setuju kalimat tersebut diperuntukkan mengontrol perilaku dalam pergaulan, tetapi bukan untuk "peng-kotak-an" perempuan dalam segala aspek, termasuk pendidikan dan hak-hak yang lain.

 

Yang harus diperjuangkan adalah nilai-nilai kebaikan dan berkeadilan terhadap perempuan. zaman sudah berubah,  prinsip-prinsip kemitraan antara pria dan wanita harus ditumbuhkan. Tanpa mengorbankan jati diri kita sebagai “Ono Niha” yang memiliki norma terkait dengan tradisi nenek moyang kita. Kehidupan terus berjalan. Jadi, jangan lupa melakukan perubahan dalam berpikir dan ber-inovasi dalam bertindak sehingga kita tidak menjadi orang-orang yang tergilas zaman. 

 

 

2. Wanita Nias di Perkotaan mulai Merambah ke Dunia Karir


Wanita Nias diperkotaan sudah mulai "aware" terhadap pendidikan dan emansipasi. Walaupun "level awareness" dan "spirit" setiap wanita berbeda-beda, tetapi ada indikasi peran wanita Nias mulai melebar, tidak hanya dalam lingkup "domestik" (rumah tangga) saja, melainkan mulai merambah kedunia karir, sejajar dengan pria. Hanya saja saya melihat masih sedikit yang mendapatkan kesempatan untuk itu.

Mengenai pendapat bahwa beberapa wanita atau gadis-gadis Nias yang datang di kota besar tingkah lakunya lebih "berani" dibandingkan dengan orang kota sendiri -di Nias  terkengkang sedangkan di kota mereka  seakan lepas kendali seperti te'u saekhu ba mböra-  rasanya kurang bijaksana bila kita "point-out" begitu simple. Akumulasi berbagai problematika sosial dan ekonomi masyarakat sudah pasti berefek kemana-mana. Seperti kita ketahui, secara umum masyarakat kita masih "labil" dalam hal berpikir, daya nalar yang labil, dan keterbatasan wawasan pengetahuan. Hal-hal tersebut mempengaruhi cara mengartikan kebebasan dan kemajuan.


Orang diperkotaan lebih "dewasa" menghadapi perubahan dan mampu menentukan yang baik buat dirinya. Sedangkan "niha mbanua" butuh proses menjadi "dewasa" dalam menentukan dan mengambil nilai-nilai yang pada akhirnya "nyaman" buat dirinya. Memang hal ini dipengaruhi oleh pola didik dan tatanan tradisional ba niha khöda yang terlalu mengekang anak perempuannya.

 

Kita berharap bahwa anak-anak kita dan adik-adik kita tidak terjerumus dalam proses pendewasaan mereka dan kembali kepada nilai-nilai dan tatanan sosial yang layak diterima.

  

 

Keluarga dan Hobi


Bagaimana anda membagi waktu untuk keluarga mengingat anda sangat sibuk dan sering melakukan perjalan dari satu kota ke kota lain?


Profesi/pekerjaan apapun selalu memiliki konsekuensi. Kebetulan saat ini waktu saya lebih banyak terserap pada kegiatan kantor. But I thanks God and thanks to my husband and my little daughter Keya, they are so nice and support my activities. anggota keluarga tidak ada yang merasa diabaikan dengan kesibukan saya. Kuncinya adalah keterbukaan dan komunikasi yang baik.

 

Suami saya juga sibuk, saat ini sedang mengelola perusahaan yang bergerak di bidang distributor obat dan general supply. Selain itu juga  sedang mengembangkan pertanian hidroponik "paprika" di Malang.

 
Apa yang biasa anda lakukan pada waktu-waktu senggang atau santai?

 

Menikmati waktu bersama keluarga di rumah dengan membaca, menonton, olahraga, masak, shopping, dan sebagainya.

  

 

Penutup

 

Nias memang patut bersyukur bila  memiliki banyak putra-putri yang cerdas, sukses, dan juga peduli terhadap perkembangan pulaunya. Sejenak kita bisa melupakan kegetiran hidup yang sedang dialami oleh saudara-saudara kita di Nias, terlebih-lebih pasca bencana. Harapan dan semangat pun muncul sehingga kita pun bisa sepakat untuk mengatakan: Nias belum "berakhir". (yh)

 

 


 

BIODATA

 

Identity

Name                    :  
Magdalena Sanora Warnihati Fau

Nick name             :  Onie
Place, Date of Birth:  Nias, 21 November 1972
Contact Email        :  bagaasia@bdg.centrin.net.id


FAMILY & Environments
Father : Paulus Mauilazua Fau; Junior School;  Private Enterprenuer;  Bandung
Mother: Deborah Lisahati Manao; Elementary School; Private Enterprenuer; Bandung

Brothers/ Sisters:

1. Marlian Fau (Female); High School; Housewife; Nias

2. Margareth Martina Fau (Female); University; Housewife & Evangelist; Bandung

3. Ida Fau (Female); Indonesia University;  Currently take vocational education at ROCRIJNIJSSEL-Netherland; Accountant & Vocalist, Netherland

4. Suardan Fau (Male); High School; Private Enterprenuer; Bandung

5. Marselinus Fau, S.H (Male); University; Bandung

 

Husband's Name: Drs.Nehemia Laoli;Private Enterprenuer; Bandung)
Child                  : Maria Zora Keyanna Laoli (Female); Level A Pre-school;
Malang

 

Formal Education Background
1983     : Elementary school Santo Paulus, Nias
1986     : Junior school, St.Maria Bintang Laut, Nias
1989     : Senior School (Physics), Santo Xaverius, Nias
1993     : University STIPAR Yapari (Tourism management),
Bandung

Work Back Ground/ Bussines Activities Background

1994-1995    : Textile (Secretary for Director)
1995-1996    : MC2 -
UK 's company in Indonesia (Merchandiser, QC & EXIM)

1996-Current: General Manager at PT.JPI & PT.Idue
2000-Current: Sanora Baga Asia (Director), Own Business

Other Images
Onie dan Anaknya, Maria Zora Keyanna Laoli => Click to enlarge! Drs.Nehemia Laoli (Suami Onie) dan Anaknya, Maria Zora Keyanna Laoli => Click to enlarge!

First|Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
1. Tue, 25 November 2008 08:32:27 imanjaya Bate'e makaassar - sulsel iman.jaya@sdm-mkt.com 125.167.112.218
Ya'ahowu !!!
Buat Kak Onie & Bang Nehe

Salut!!! dengan semua yang kak onie capai...
Smoga kedepannya lbh sukses lg, klu ada job jgn lupa kita2 ya (he..he..)
GBU All !!!

Iman - eX Bandung (Sukajadi)
0811447252
2. Tue, 25 November 2008 09:07:54 Darman Zebua Medan" The tiger of Andalas" visitnias@yahoo.com 114.58.81.236
Viva Nias,

Mrs. Onie, "You are good". Salam dari kami yang sedang merubahkan diri ke arah yang lebih baik.

Silahkan kunjungi

www.visitnias.wordpress.com

Thanks
3. Tue, 25 November 2008 10:35:44 samonaha Bekasi samo@yahoo.co.uk 125.161.40.57
Buat Ina Keya & Fam

Hanya satu kata yg bisa saya ucapkan " Luaaaaar Biasa"

Semoga kesuksesan yg di raih saat ini bisa berguna untuk Nias tercinta.


dari :
Samonaha Zendrato (Ama Steven)
4. Tue, 25 November 2008 12:19:33 Yustitus Zagoto Lemhannas RI yustitus_z@yahoo.co.id 203.130.231.202
Semoga wanita2 Nias seperti Onie Fau Salam buat keluarga Ya'ahowu.
5. Tue, 25 November 2008 12:32:21 SM Mendrofa Medan sumardin.mendrofa@adira.co.id 202.158.69.2
Sukses Selalu untukmu.... Ina Keya
Semoga tambah Sukses lagi...!!!


Salam dari kami :

Sumardin Mendrofa & Fam (Medan)
6. Tue, 02 December 2008 13:47:10 ZULKARANAINI ZAI jakarta cempaka_zul@yahoo.co.id 118.136.28.44
sebagai orang nias saya sangat bangga dengan Bu onie masih muda energik , punya jiwa wiraswasta yang tinggi semoga akan lebih banyak lagi wanita wanita nias yang tumbuh dan berkembang seperti Bu Onie, dan semoga usaha saya juga bisa berkembang seperti itu supaya kita bisa sama-sama membangun yang kita cintai .
7. Tue, 22 September 2009 11:53:07 Gestiwan Zebua Telukdalam Nisel iwanzebua@yahoo.com 125.162.22.132
saya sebagai salah satu mahasiswa dari nias selatan.Saya sangat mendambakan agar nias bisa maju dan budaya nias dapat diangkat sebgai budaya dunia yang dianggap unik, dari semua budaya yang ada,dan dapat diterima sebagai salah satu pembelajaran di bidang Pariwisata dan kebudayaan di dunia terimakasih, ya'ahowu
8. Thu, 14 March 2013 14:50:13 adieli zendrato (ama Moses Zendrato) jakarta adieli_z@yahoo.com 36.70.53.180
Yaahowu Buat Bu Onie: saya bangga, ternyata ada wanita Nias, sudah sukses namun sangat peduli dengan Nias: mudah-mudahan para pimpinan Nias segera mengikat hati ibu dan ibu juga bergerak hati terus untuk membawa investor, membangun Nias dengan modal kepercayaan. semoga sukses, dan kami doakan kiraNya Tuhan Yesus memberkati Ibu dan keluarga.

First|Previous    Next|Last

Number of records = 8
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000