NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Haniha Ira, Hadia Niwa'öra?
 

Wed, 23 December 2009 08:59:55
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya
Noverlina bernyanyi dengan nada suara naik turun sesukanya dan lafalnya tak jelas. Selesai bernyanyi, ia memeluk ”ibunya”. Meski berusia tiga tahun, ia belum bi ...

Ref: Nugroho F Yudho (Kompas, 22 Desember 2009)

  • 

Ama Rita Zamasi Tetap Mencintai NIAS

  • 

Ir. Boy Olifu Gea di Kebun Tanaman Hiasnya => Click to enlarge!Ir. Boy Olifu Gea Pengusaha Tanaman Hias

  • 

Binahati Baeha, SH dengan Istri, Lenny Trisnadi. => Click to enlarge!Tuhanlah yang Telah Menggariskan Jalan Hidupku

  • 

Riahardy Mendröfa => Click to enlarge!Antara Kampung Halaman, Foto, dan Instalasi

  • 

Kanserina Esthera Dachi => Click to enlarge!Keteguhan Hati Dokter Kanserina Esthera Dachi

  • 

Susanto dan Istri, Hartati Zebua. => Click to enlarge!Susanto, Pelopor Bisnis Restoran Pinggir Pantai di Pulau Nias

  • 

Yacintha Gulö => Click to enlarge!Yacintha Gulö, Putri Mandrehe yang "Merawat Amerika"

  • 

Agus Hardian Mendröfa di salah satu Pojok Miga Beach Hotel => Click to enlarge!Talifusöda Agus Hardian Mendröfa, Mantan Wakil Bupati Nias

  • 

Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA => Click to enlarge!Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA, Wakil Bupati Kotabaru

  • 

Dubes RI Piter Taruyu Vau dan Ibu => Click to enlarge!Dari Nias ke Brasil sebagai DUTA BESAR INDONESIA UNTUK BRASIL

  • 

Magdalena Sanora Warnihati Fau => Click to enlarge!Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias

  Index  

  Last Commented
 
 

Thu, 17 August 2017 13:57:59 | hetiaro buulolo | Desa amorosa kec.ulunoyo nias selatan | 114.124.138.245
Kenapa Nias Tak Disukai Orang?3 Responses

 

Tue, 15 August 2017 18:31:03 | Widya Okta | Indonesian | 197.210.44.136
DPRD: Rencana Konversi Karet di Nias Dipertanyakan27 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:58:13 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
Proyek Pembangunan Tower Listrik di Nias Sengaja Dihentikan9 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:57:47 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
Presiden Jokowi Minta Perikanan dan Pariwisata di Nias Dikembangkan4 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:57:10 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
TERSEDIA BUKU "AMAEDOLA, HOHO, MANO-MANO DAN OLOLA MBAWI"7 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:56:18 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
LEBIH JAUH DENGAN FIRMAN JAYA DAELI, SH (5):Kami Sadar Betul Masih Ada Kekurangan PDIP4 Responses

 

Wed, 19 July 2017 07:53:56 | james | Nairobi no 9 | 41.212.89.135
PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI PULAU NIAS3 Responses

 

2003-08-16 08:48:31
Balugu Baru Di Ori Laraga
Jakarta (NiasIsland.Com)

Desa Ori Laraga di Nias Utara, Sumut, memiliki Sozaro Totofanu Telambanua sebagai Balugu atau pemimpin adat. Meski mulai langka, kehadiran Balugu menjadi penentu kebijakan masalah adat. => Click to enlarge!Liputan6.com, Nias: Hari masih pagi benar. Namun, kesibukan keluarga besar Telambanua di Desa Ori Laraga, Nias Utara, Sumatra Utara, membangunkan ayam jantan. Dalam sejurus kokokan ayam jago mengiringi persiapan mereka menggelar penobatan pemimpin adat atau Balugu di omo hada atau rumah adat Ori Laraga, beberapa waktu silam.

Matahari mulai menyirami daerah pegunungan di bawah kaki Gunung Sitoli itu. Para gadis berdandan secantik-cantiknya. Para pemuda tak mau kalah mematut-matut penampilannya. Para penari yang sudah berlatih berminggu-minggu juga bersolek dan mengenakan kostumnya. Para tetua adat, sanak famili, dan tamu bersiap-siap pula. Hari itu mereka akan menyelenggarakan pelantikan Balugu baru. Prosesi langka yang nyaris dilupakan ini sekaligus mengingatkan kembali bahwa orang Nias Utara masih memegang tradisi di tengah gempuran modernitas.

Para tamu mulai mengerumuni oma hada yang berada di atas bukit Gunung Sitoli. Pantun-pantun bolihae berisi salam persahabatan didendangkan para wakil tuan rumah untuk menyambut para tamu. Para undangan datang berkelompok berdasarkan klan keluarga dan disambut para pemuda dengan tarian selamat datang. Para tamu pun menyampaikan kabar kedatangan mereka melalui alunan kidung para ibu yang menggambarkan kebahagiaan mereka atas pelantikan pemimpin baru.

Di Ori Laraga, setiap kegiatan adat selalu dilakukan di omo hada. Semua upacara digelar di tengah keterbatasan ruangan berdinding dan berlantai kayu itu. Sebab, tempat ini menjadi pusat spiritual bagi orang Nias Utara. Bahkan, mereka tidak diperbolehkan melakukan kegiatan lain selain di rumah adat tersebut.

Sozaro Totofanu Telambanua dan istrinya turun dari oma hada. Sozaro mengenakan jubah kebesaran berwarna dominan kuning keemasan dengan sentuhan warna merah. Di kepalanya tersemat rai ana`a atau mahkota kebesaran peninggalan Balugu sebelumnya. Sedangkan sang istri terlihat menawan saat mengenakan aya bambagi ni fatofato dan rai nandrulo atau kalung dan mahkota emas khas Nias Utara.

Seorang sesepuh adat menyampaikan dasar-dasar pemilihan Sozaro sebagai Balugu yang sudah disepakati beberapa waktu sebelumnya. Kepala Desa Iraonogeba itu dianggap layak menjadi Balugu karena memenuhi beberapa syarat. Sozarao adalah figur yang berprestasi, mempunyai jabatan, dan memiliki garis darah yang sama dengan Balugu-Balugu sebelumnya.

Di hadapan para tamu, Sozaro disetujui untuk menjadi Balugu dengan gelar Balugu Sangehowu. Meski terkesan formalitas, persetujuan ini sangat penting. Tanpa persetujuan tersebut, Sozaro bisa saja batal menjadi Balugu. Dalam sebuah prosesi ringkas, Sozaro pun diarak menuju makam Balugu pertama Ori Laraga untuk mendapat restu dari para leluhur.

Pulau Nias memang memiliki banyak tradisi yang unik. Daerah di barat laut pulau Sumatra yang berdiri di tengah keganasan gelombang Samudera Hindia ini memang jauh dari pusat perkembangan peradaban. Posisinya yang terpencil membuat Nias tumbuh dengan peradaban tersendiri yang unik dan menyimpan banyak cerita sejarah yang mengagumkan. Bahkan, bisa jadi Nias adalah satu-satunya pulau di dunia yang masih mempunyai tradisi-tradisi budaya megalitikum yang sangat kuat.

Peninggalan-peninggalan dari zaman batu besar ini sampai sekarang masih bisa dijumpai di beberapa perkampungan kuno di Kabupaten Nias Selatan. Konon, tradisi ini muncul karena persaingan yang sangat kuat dalam memperebutkan lahan. Beberapa pemimpin klan yang kemudian menjadi kelompok bangsawan dengan sebutan Si Ulu menciptakan simbol-simbol kebesaran melalui peninggalan batu-batu besar ini. Tradisi perang antarklan atau antarkampung yang di masa silam disebut sebagai sebuah wilayah kerajaan membuat Nias juga dikenal dengan tradisi hombo batu atau lompat batu.

Orang Nias atau yang lebih dikenal dengan ono Niha memiliki paras yang khas. Fisik mereka berbeda dengan orang Sumatra pada umumnya. Muka dan postur tubuh mereka lebih mendekati ras Mongoloid daripada ras Melayu. Mata sipit, kulit putih, dan tubuh yang tak terlalu tinggi.

Konon mereka adalah keturunan para pendatang dari Teluk Tonkin di Cina Selatan yang hijrah ke pulau ini. Kini, ratusan tahun setelah nenek moyang pertama ono Niha datang ke pulau terpencil ini, Nias pun berubah. Pulau yang terkenal dengan kawasan penuh tantangan untuk surfing ini menjadi sebuah wilayah yang banyak dipengaruhi unsur-unsur asing. Nias menjadi kabupaten yang berkembang layaknya kota-kota kabupaten lain di Tanah Air.

Nias Utara sebagai pusat pemerintahan berkembang pesat dan mulai melupakan akar tradisi mereka. Namun, Nias Selatan yang jauh dari jangkauan pemerintah, tumbuh lebih independen dengan tradisi-tradisi lama yang masih dijaga. Pengaruh luar yang begitu deras masuk ke Nias Utara sebagai pintu gerbang ke pulau ini membuat orang Nias Utara kini sulit mencari jati diri mereka.

Memang pemimpin adat adalah jabatan yang sebenarnya saat ini mulai ditinggalkan orang Nias Utara. Tapi, di Desa Ori Laraga, keberadaan Balugu masih dianggap penting. Sebab, sang pemimpinlah yang akan mewarisi oma hada dan menjadi penentu kebijakan jika terjadi masalah-masalah adat. Bahkan, kini, Ori Laraga memiliki Balugu baru. Merayakan sukacita, para tamu dan keluarga besar Telaumbanua bergerak serempak menarikan maena, tarian yang menggambarkan kegembiraan masyarakat Nias Utara. (TNA/Dian Wignyo dan Bambang Triono)


Ref: Liputan6.com 10/8/2003 15:08
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000