NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Tanöbö'ö (Others)
 

Wed, 29 April 2015 09:19:08 | Famo Telaumbanua | Lotu | 202.62.16.39
EDWARD ZEGA GANDENG BAZIDUHU ZEBUA DI PILKADA NIAS UTARA
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nias yang juga Ketua Badan Persiapan Pemekaran Kabupaten Nias Utara, Drs. Baziduhu Zebua, ...

Ref: www.indonias.com

  • 

LOWONGAN KERJA

  • 

Diduga Terima Suap, Kalapas Gunungsitoli Diadukan ke Ombudsman

  • 

Menjual Benih Kol Dataran Rendah ( daerah panas),Melon kuning,Cabai,Tomat,d ll.

  • 

Editor Media Online Dipanggil Penyidik Poldasu

  • 

DANLANTAMAL II RESMIKAN POS ANGKATAN LAUT TELUKDALAM KELAS A

  • 

Kejatisu akan menahan Ketua DPRD Nisel

  • 

Hermit Hia Siap Jadi Bupati Nias Barat

  • 

LSM AGRENISBAR Mengharapkan Kepada Pemerintah Daerah Nias Barat Tentang Pelaksanaan Ujian CPNSD Kab.

  • 

LSM AGRENISBAR Mengharapkan Kepada Pemerintah Daerah Nias Barat Tentang Pelaksanaan Ujian CPNSD Kab.

  • 

Wali Kota Gunungsitoli Kampanyekan “Go Green” Dengan Bersepeda

  • 

Mirip Fosil Telur, Ilmuwan Diminta Teliti “Kara Sangadulo”

  Index   Add

  Last Commented
 
 

Thu, 23 March 2017 22:28:01 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan | 114.121.156.146
Editor Media Online Dipanggil Penyidik Poldasu6 Responses

 

Thu, 23 March 2017 09:22:31 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Uluniyo Nias selatan | 114.121.154.67
Proyek Pembangunan Tower Listrik di Nias Sengaja Dihentikan4 Responses

 

Wed, 22 March 2017 13:13:51 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.121.132.103
DPRD: Rencana Konversi Karet di Nias Dipertanyakan25 Responses

 

Tue, 21 March 2017 22:28:00 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.121.132.103
KECAMATAN UMBUNASI NIAS SELATAN: KABUPATEN NIAS TIMUR YES, KABUPATEN GOMO NO26 Responses

 

Mon, 13 March 2017 09:42:26 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.124.35.136
Masyarakat Nias Protes Program Presiden Dihentikan3 Responses

 

Tue, 07 March 2017 04:41:22 | Tema Adiputra Harefa | Jakarta | 114.121.152.66
Selamat kepada Tema Adiputra Harefa atas Raihan "Doctor of Ministry"14 Responses

 

Sat, 25 February 2017 19:35:59 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.lolomatua Nias selatan | 114.121.129.100
LAGI-LAGI SALAH SATU MASYARAKAT NIAS DI MEDAN-SUMUT TEWAS MENGENASKAN9 Responses

 

Sun, 22 October 2006 08:36:02 | Pikiran Daeli (IP = 202.123.228.161) | Jambi
SEKECIL ITUKAH NILAI TANő NIHA, SEHINGGA NIAS DILEBUR?
Nias-Perantauan

(Mohon jangan diremove oleh yang memangpunya otorias) Semangat pembentukan propinsi baru-pemekaran dari propinsi sumatera utara, sampai saat ini masih mengebu-gebu, lebih meggebu dari ombak laut samudera Hindia. Oleh karena semangat yang berapi-api itu, berbagai statemen disampaikan dengan segala 'cerita' yang pada intinya memaksa masyarakat (khususnya masyarakat Nias) untuk memahami bahwa nasib "danőniha akan berubah jika dilebur dibawah suatu daerah". Sangat disayangkan, tulisan saya sebelumnya mengenai 'prpinsi baru' ini telah dihapus, apakah karena tidak sependapat orang-orang yang menjual Nias? Sementara pendapat yang membohongi masyarakat bahwa akan menjadi makmru jika Niasnya 'dijual' justru dibiarkan perpampang berbulan-bulan. Saya sangat berharap, tulisan kali ini dibiarkanlah agar ada 'nada' yang lain, jangan nada 'do' melulu (Terima kasih Bang Yos). Kembali ke judul di atas. Kita bicara 'tanah' saja dulu, karena ini bukanlah masalah SARA. Apakah Pulau Nias = Tapanuli? Jelas jauh berbeda dan sama-sama harus diakui sebagai suatu wilayah yang masing-masing memiliki nilai-nilai. Oleh sebab itu, sangat wajar kalau ada suara-suara yang 'menolak' bergabung dengan 'nama' propinsi Tapanuli, sama halnya juga jika 'nama' yang digunakan adalah 'propinis Nias' dgn Tapanuli bagian di dalamnya, saudara-saudara kita dari Tapanulia akan menolak. Mengapa? Karena sama-sama mempunyai nilai yang sesungguhnya tidak bisa dilebur atau bahkan dianggap tidak ada. Lepas dari berbagai janji yang terkesan 'gombal' dari berbagai oknum bahwa Nias akan sejahtera dan makmur jika bergabung dengan propinsi baru, nama propinsi baru itu adalah sesuatu yang penting dan dari nama itu juga kita bisa lihat, seberapakah nilai Nias itu dimata semua orang atau dimata suatu bangsa. Oleh sebab itu, Nias itu tidaklah kecil, Nias itu punya nilai, punya harga diri walaupun miskin. Jangan jadikan miskin itu sebagai tolok ukur nilai. Mentang-mentang miskin, bisa dilebur, bisa dihilangkan, bisa diabaikan dan dianggap tidak ada. Silahkan bergabung dengan propinsi manapun, selama NIAS dihargai silahkan saja. Tetapi jika NIAS mulai dianggap tak ada, waspadalah, itu indikasi bahwa saat ini NIAS sedang digombal dan setelah tegak, tercapai keinginannya, NIAS bisa pada urutan terakhir. Jika memang semua pihak menghargai Nias, jangan lebur Nias itu dan dianggap tidak ada. Nama propinsi baru harus menampilkan nama NIAS. Apakah Propinis TANI (Tapanuli Nias) atau Propinsi NITA (Nias-Tapanuli ). Dari sebutan itulah dapat dilihat apakah kedepannya Nias sebagai anak tiri atau anak kandung yang mempunyai hak yang sama, duduk sama rendah-berdiri sama tinggi dgn saudara-saudaranya dari semua suku lain. Itu kalau tidak mampu (dan memang belum mampu) mendirikan propinsi sendiri. Tetapi kalau mau tetap bergabung dengan propinis SUMUT dan akan terbentuk propinis TAPANULI (Tanpa Nias), maka jusru menjadi strategy untuk mewujudkan propinis Nias. Semoga tulisan ini dapat direspond positif, demia nilai NIAS yang tidak bisa bisa ditukar dengan apapun. Ya'ahowu.

Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000