NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Era-Era (Opinion | Article | Ref)
 

Fri, 03 February 2017 10:17:48 | Dermawan waruwu (wawan) | Jakarta | 112.215.151.68
RUMAH DI JUAL SEGERA
Yaahowu Rumah di jual di Wilayah kota madya gunung sitoli Di alamat Tanpa perantara. Jl.dipenegoro gg nusantara II Berhadapan dgn SDN.SIFALAETE. LUAS ...

  • 

PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI PULAU NIAS

  • 

SERUAN BUAT EX TUHEMBERUA

  • 

Eksotisme Tradisi Musik Nias

  • 

Nias Harus Buat RTRW Gempa

  • 

Refleksi Sumpah Pemuda

  • 

Rumah Adat Nias Melawan Waktu

  • 

NIAS TIMUR SUDAH PANTAS DIMEKARKAN SEBAGAI SALAH SATU OTONOMI DAERAH YANG BARU di KEPULAUAN NIAS, SE

  • 

HAK KONSTITUSI

  • 

ORGANISASI HIMNI TETAP EKSIS !! TAPI BAGAIMANA DENGAN OKNUM PENGURUS ??

  • 

Kebersamaan Memahami Provinsi Kepulauan Nias

  • 

Mimpi Provinsi Kepulauan Nias

  Index   Add

  Last Commented
 
 

Sun, 17 September 2017 22:14:48 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.124.174.230
Kenapa Nias Tak Disukai Orang?5 Responses

 

Sun, 17 September 2017 21:53:52 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.124.174.230
Tes Urine Mendadak, Empat Polisi di Polres Nias Positif Narkoba1 Responses

 

Sat, 16 September 2017 05:54:09 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.124.196.8
Lulusan Akpol dan PTIK Terbaik Akan Ditugaskan di Nias1 Responses

 

Fri, 08 September 2017 12:55:40 | Bedi ( A. Shaldon ) Laia | Pekanbaru | 103.19.210.18
Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias9 Responses

 

Mon, 04 September 2017 22:19:23 | primamos | bogor | 125.165.74.156
Menjual Benih Kol Dataran Rendah ( daerah panas),Melon kuning,Cabai,Tomat,d ll.7 Responses

 

Wed, 30 August 2017 15:43:42 | Hetiaro buulolo | desa amorosa Nias selatan | 114.124.132.230
Pemerintah Bidik Nias Destinasi Andalan Dongkrak Kunjungan Wisman1 Responses

 

Thu, 24 August 2017 10:31:08 | mr daniel | 1304 W 40th St, Austin TX 78756 | 186.4.202.16
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya31 Responses

 

Tue, 10 October 2006 16:32:50 | Gabriel Laia (IP = 61.94.198.228) | Makassar
Nias Kenal Peradaban 12.000 tahun Yang Lalu
Jakarta (Kompas)

Tradisi megalitik—salah satu produk budaya dari masa prasejarah—di Pulau Nias, Sumatera Utara, masih berlanjut dan hingga kini terus dipertahankan oleh masyarakat pendukungnya. Kenyataan itu, antara lain, terlihat dalam sistem kepercayaan tentang asal- usul serta pemujaan terhadap arwah para leluhur.

"Dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia, keberadaan tradisi megalitik di Pulau Nias sangat menarik untuk ditelaah lebih dalam. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama mereka yang berada di kampung-kampung, segala sesuatunya cenderung selalu berorientasi ke tradisi megalitik," kata Harry Truman Simanjuntak, ahli arkeologi prasejarah dari Puslitbang Arkeologi Nasional.

Ahli peneliti utama (APU) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) penyandang gelar profesor riset ini, Selasa (3/10), mengungkapkan hasil serangkaian penelitian Puslitbang Arkeologi Nasional bersama Institut de Recherche pour le Developpement (IRD) Perancis di Pulau Nias sejak tahun 2001.

Kesimpulan awal yang bisa dirujuk dari artefak sisa kehidupan yang ditemukan di Goa Tögi Ndrawa, misalnya, Pulau Nias paling tidak sudah mengenal peradaban sejak 12.000 tahun lalu. Bahkan, ada indikasi proses migrasi dari Asia daratan ke Pulau Nias sudah terjadi sejak 30.000 tahun lampau.

Secara umum, Pulau Nias memiliki sejarah hunian yang panjang. Temuan benda-benda arkeologis di daerah aliran Sungai Muzöi berupa artefak batu berkarakter paleolitik (alat batu dari masa berburu dan mengumpulkan makanan), kata Truman Simanjuntak, menunjukkan bahwa manusia telah hadir di wilayah ini sejak kala pleistosen.

Artinya, "manusia Nias" ketika itu sudah mengenal peradaban sesuai dengan kerangka waktu masa paleolitik secara umum.

"Dari serangkaian penelitian di beberapa situs di wilayah ini menghasilkan suatu asumsi bahwa memasuki kala holosen (setelah periode zaman es), manusia prasejarah yang tinggal di Nias mulai memanfaatkan lingkungan alam sekitar secara intensif," ungkap Truman.

Dibandingkan dengan temuan tradisi megalitik di daerah-daerah lain di Indonesia, memang ada banyak kesamaan dengan tinggalan yang ada di Nias. Namun, dilihat dari perspektif kajian arkeologi prasejarah, keberadaan tinggalan tradisi megalitik di pulau ini sangat menarik. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Nias masih banyak ditemukan aktivitas yang berhubungan dengan tradisi megalitik.

Di hampir setiap kampung, terutama kampung-kampung tua, kata Truman Simanjuntak, selalu ada arca yang menggambarkan cikal bakal nenek moyang mereka. Patung-patung yang merupakan simbol nenek moyang itu masih dipuja. Begitu pun pola hadap bangunan rumah dan kepercayaan pada folklor tentang asal-usul nenek moyang.

"Ada kesan segala sesuatu berorientasi ke megalitik," ujar Truman Simanjuntak. (ken)


Ref: Harian Kompas 3 Okt 2006
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000