NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Haniha Ira, Hadia Niwa'öra?
 

Wed, 23 December 2009 08:59:55
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya
Noverlina bernyanyi dengan nada suara naik turun sesukanya dan lafalnya tak jelas. Selesai bernyanyi, ia memeluk ”ibunya”. Meski berusia tiga tahun, ia belum bi ...

Ref: Nugroho F Yudho (Kompas, 22 Desember 2009)

  • 

Ama Rita Zamasi Tetap Mencintai NIAS

  • 

Ir. Boy Olifu Gea di Kebun Tanaman Hiasnya => Click to enlarge!Ir. Boy Olifu Gea Pengusaha Tanaman Hias

  • 

Binahati Baeha, SH dengan Istri, Lenny Trisnadi. => Click to enlarge!Tuhanlah yang Telah Menggariskan Jalan Hidupku

  • 

Riahardy Mendröfa => Click to enlarge!Antara Kampung Halaman, Foto, dan Instalasi

  • 

Kanserina Esthera Dachi => Click to enlarge!Keteguhan Hati Dokter Kanserina Esthera Dachi

  • 

Susanto dan Istri, Hartati Zebua. => Click to enlarge!Susanto, Pelopor Bisnis Restoran Pinggir Pantai di Pulau Nias

  • 

Yacintha Gulö => Click to enlarge!Yacintha Gulö, Putri Mandrehe yang "Merawat Amerika"

  • 

Agus Hardian Mendröfa di salah satu Pojok Miga Beach Hotel => Click to enlarge!Talifusöda Agus Hardian Mendröfa, Mantan Wakil Bupati Nias

  • 

Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA => Click to enlarge!Drs. Fatizanolo Saoiagö, BA, Wakil Bupati Kotabaru

  • 

Dubes RI Piter Taruyu Vau dan Ibu => Click to enlarge!Dari Nias ke Brasil sebagai DUTA BESAR INDONESIA UNTUK BRASIL

  • 

Magdalena Sanora Warnihati Fau => Click to enlarge!Onie Fau dan Kecerdasan Wanita Nias

  Index  

  Last Commented
 
 

Thu, 23 March 2017 22:28:01 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan | 114.121.156.146
Editor Media Online Dipanggil Penyidik Poldasu6 Responses

 

Thu, 23 March 2017 09:22:31 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Uluniyo Nias selatan | 114.121.154.67
Proyek Pembangunan Tower Listrik di Nias Sengaja Dihentikan4 Responses

 

Wed, 22 March 2017 13:13:51 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.121.132.103
DPRD: Rencana Konversi Karet di Nias Dipertanyakan25 Responses

 

Tue, 21 March 2017 22:28:00 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.121.132.103
KECAMATAN UMBUNASI NIAS SELATAN: KABUPATEN NIAS TIMUR YES, KABUPATEN GOMO NO26 Responses

 

Mon, 13 March 2017 09:42:26 | hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.124.35.136
Masyarakat Nias Protes Program Presiden Dihentikan3 Responses

 

Tue, 07 March 2017 04:41:22 | Tema Adiputra Harefa | Jakarta | 114.121.152.66
Selamat kepada Tema Adiputra Harefa atas Raihan "Doctor of Ministry"14 Responses

 

Sat, 25 February 2017 19:35:59 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.lolomatua Nias selatan | 114.121.129.100
LAGI-LAGI SALAH SATU MASYARAKAT NIAS DI MEDAN-SUMUT TEWAS MENGENASKAN9 Responses

 

Wed, 23 December 2009 08:59:55
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya
Nias (Kompas)

Noverlina bernyanyi dengan nada suara naik turun sesukanya dan lafalnya tak jelas. Selesai bernyanyi, ia memeluk ”ibunya”. Meski berusia tiga tahun, ia belum bisa berjalan, harus dipapah.

Sebagian fungsi kognitifnya rusak sejak lahir. Ia menderita hydrocephalus atau penyakit kepala besar. Ibu yang dia tahu adalah Suster Klara Duha OSF, biarawati dari Laverna, Gunungsitoli, Pulau Nias.

Orangtuanya menyerahkan anak itu sejak berusia 3 bulan karena tak mampu merawat dan membiayai pengobatan di rumah sakit,” ujar Klara.

Noverlina bukan satu-satunya ”anak” Suster Klara di Rumah Inap Fa'omasi Santa Elisabeth yang dikelolanya. Ada 37 anak lain di sini, seperti Vivientania (lima bulan) yang terlahir tanpa anus. ”Minggu lalu bayi itu saya bawa ke Semarang untuk dioperasi.”

Ada pula Dessy (24) yang menderita cerebral palsy atau gangguan fungsi motorik karena kerusakan otak. Dessy hanya duduk tergolek, tangan kirinya terlipat kaku mengarah ke wajah, dan tangan kanan bergerak-gerak tak keruan. Kedua kakinya lumpuh. Dia tak bisa bicara, hanya bergumam tak jelas.

”Dia bisa tersenyum. Dia senang bisa duduk di kursi roda, bantuan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK). Sebelumnya, Dessy hanya tergolek di lantai, beringsut kalau mau bergerak,” ujar Klara.

Bagaimana Klara menangani puluhan anak asuh dengan beragam penyakit dan kelainan di rumah inap itu? Dia satu-satunya biarawati di sini, bahkan sejak dua minggu lalu mendapat tambahan mengurusi poliklinik pemberian DKK. Poliklinik itu dibangun di depan rumah inap agar memudahkan Klara menangani keduanya.

”Dulu, ketika memulai, saya sendirian. Tapi pasien yang dirawat semakin banyak, saya minta bantuan relawan. Saya punya enam remaja yang membantu merawat anak-anak, terutama bayi dan balita. Selebihnya, mereka saling urus satu sama lain, yang lebih besar mengurus yang kecil, yang normal mengurus yang cacat,” ceritanya.

Klara tak berencana mengelola rumah penampungan. Sejak masuk biara tahun 1977, ia menghindari tugas mengurus anak-anak atau orang sakit. ”Saya tak tahan bau, jadi memilih belajar keterampilan menjahit, ” ujarnya.

Sebagai biarawati, ia menjalankan tugas seperti rekan-rekan dari Ordo Fransiskan. Hidupnya berubah saat Klara diberi tugas memimpin asrama sekolah di Susteran Santa Sicilia Laverna.

”Anak-anak di asrama kadang sakit dan harus dibawa ke dokter. Mulailah saya merawat anak-anak. Tak punya anggaran pengobatan, saya cari jalan supaya ada dana untuk kesehatan. Awalnya saya berkebun, hasilnya bisa dijual. Tapi ini kurang memadai,” ujarnya.

Jalan hidupnya berubah total tahun 2003, saat ia menemui anak yang terkena musibah terbakar di Rumah Sakit Gunungsitoli. Sadiman (11) tersiram bensin, lalu tersambar api, hingga 80 persen tubuhnya luka bakar.

Awalnya Klara hanya menemani anak itu di rumah sakit. ”Lama-lama orangtuanya tak sanggup membiayai perawatan, anak itu lalu saya rawat. Saya tak tahu mengapa melakukan itu, yang jelas luka menjijikkan, bau amis, dan bau kotoran anak itu tidak saya rasakan. Saya bersihkan dan obati lukanya setiap hari, sampai sembuh 8 bulan kemudian. Saat itulah saya yakin, inilah jalan yang diberikan Tuhan, pelayanan yang harus saya geluti.”

Keyakinannya bertambah sebab semua berjalan lancar meski ia tak punya dana untuk pengobatan. Rumah Sakit Nias sering memberi keleluasaan berutang.

”Saya bersyukur, tak hanya rumah sakit, apotek pun seolah diberi terang Tuhan untuk membantu. Tiga apotek di Nias langsung memberi obat sesuai resep hanya dengan melihat tanda tangan dan stempel saya. Itu artinya utang,” ujarnya.


Lembaga donor

Klara makin gigih mencari sumber dana pengobatan bagi warga Gunungsitoli yang sakit. Ia menyurati dan mendatangi berbagai lembaga donor. Lewat dunia maya, ia mengetuk hati dermawan untuk membantu.

”Saya yakin Tuhan selalu menolong. Buktinya, banyak dermawan mengirimkan dana, obat-obatan, dan peralatan kesehatan walau tak kenal saya,” ujarnya.

Ketika kerja itu semakin menyita waktu, Klara tak lagi mengurusi asrama. Ia mengelola biara. Kamar-kamar biara yang kosong diisinya dengan pasien. Itu berlangsung beberapa tahun, sampai pada 2007 Rotary Club membangunkan rumah penampungan berkapasitas 28 pasien. Rumah itu diisi 38 anak berikut 6 relawan perawat. Klara ditugaskan sebagai pengelolanya.

Posisi sebagai biarawati, diakui Klara, kadang membuat orang bertanya-tanya. Saat ia menggendong bayi dari Nias ke Semarang, misalnya, banyak orang memandangnya heran di bandara Medan, Jakarta, dan Semarang.

”Saya biarawati, tapi menggendong bayi. Kalau ditanya, saya bilang itu anak saya, mereka lebih bingung,” katanya tertawa.

Kontak Klara dengan DKK juga dilakukan saat dia kesulitan dana untuk mengoperasi pasien tahun 2003. ”DKK mengirim dana Rp 5 juta. Sejak itu beberapa kali saya minta bantuan DKK, lalu dilibatkan untuk penyaluran bantuan bagi korban tsunami tahun 2005 sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.”

DKK tahun lalu memercayakan bantuan terbesar di Nias, pembangunan gedung serbaguna, dan poliklinik di Laverna senilai Rp 3,64 miliar. Gedung itu menjadi bangunan termegah di Nias, yang difungsikan sebagai ruang pertemuan, tempat pelatihan berbagai keterampilan bagi warga Gunungsitoli.

”Di kalangan biarawan dan biarawati, tak banyak orang segigih dan sekeras Suster Klara dalam berjuang. Kita patut menaruh kagum dan hormat atas perjuangannya,” ujar Uskup Sibolga Mgr Ludovicus Simanullang OFMCap, saat peresmian gedung serbaguna dan poliklinik di Laverna, Gunungsitoli.

Dalam perkembangan, Klara tak hanya mengurusi rumah penampungan bagi pasien sakit, anak-anak cacat, dan mereka dengan masalah rumah tangga, tapi juga membantu pendidikan warga tak mampu. Rumah Inap Fa'omasi Santa Elizabeth membiayai pendidikan 54 siswa SD, SMP dan SMA di Nias, serta 15 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Untuk pengurusan administrasi pendidikan dan beasiswa, Klara dibantu Messo Zeboa (23), penyandang cacat sejak lahir, tak bertangan kecuali lengan kanan sepanjang 30 sentimeter, tanpa jari tangan. ”Dia andalan saya,” ujar Klara.



SUSTER KLARA DUHA OSF
• Klara terlahir sebagai anak bangsawan di Desa Bawedobara, Teluk Dalam, Nias. Perempuan kelahiran 25 Mei 1955, bernama asli Ijanulo Duha, ini tumbuh seperti layaknya perempuan lain di Nias. Anak kedua dari 9 bersaudara ini tiga kali dijodohkan secara adat dengan lelaki Nias. Ayahnya harus membuat upacara adat untuk membatalkan semua pertunangan itu.
• Bakatnya di bidang seni suara menjadikan Klara sebagai salah satu komponis lagu-lagu gereja Katolik. Beberapa lagu ciptaannya kerap dinyanyikan umat Katolik di Indonesia. Basis nada lagu ciptaannya diambil dari lagu tradisional Nias. Selama sekitar 20 tahun, dia berkutat di dunia pendidikan, mengajar keterampilan menjahit dan musik, serta bertugas di Gunungsitoli, Nias.


Ref: Nugroho F Yudho (Kompas, 22 Desember 2009)

First|Previous     Next| Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
1. Wed, 23 December 2009 11:09:59 Ama Ivan KOJAKUT elison238@yahoo.com 125.166.103.206
Sangat Kagum dan penuh hormat kepada Suster Klara Duha OSF atas ketekunan dan ketulusannya mengurus dan merintis rumah inap kasihNya.

Semoga diberi kekuatan dan hikmat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa . . .

Tapi kalau boleh disini juga tolong diinformasikan :
Kalau ada pembaca yang tergerak hatinya menyalurkan bantuan kemana alamat dan no rekeningnya . . . .???

Semoga akan banyak Suster-suster Klara kedepan yang mau peduli dengan sesama . . . Amin.
2. Wed, 23 December 2009 12:57:00 Sosial Medan lovehumanity@gmail.com 125.162.49.180
Pekerjaan yang mulia.......terima kasih Tuhan.

Yaahowu.
3. Thu, 07 January 2010 13:49:05 Bunga Gunungsitoli bunga@yahoo.com 114.120.63.126
Jalan cerita perjalanan dan perjuangan Sr. Klara hampir sama seperti pengabdian Ibu Teresa. Semoga pekerjaan yang mulia ini, menjadi berkat bagi mereka yang papah dan butuh pertolongan. Saya percaya dengan ketulusan dan keikhlasan seorang wanita Nias yang hebat yaitu Sr. Klara Duha akan membawa harum nama bumi pertiwi ini.
Mari kita doakan dan dukung peduli kasih untuk sesama. Yaahowu.
4. Thu, 07 January 2010 19:39:17 wawan jakarta waru_towitowi@yahoo.com 202.3.213.130
s'cara pribdi sangat brsyukur& brtrimakasih kpd TUHAN ,Atas kasih karuniaNYA yg tlh DIA limpahkan ats hdp kita secara umum dan khusus kpd Suster klara yg tlh Punya talenta dlm bidangx tuk brperan aktif dlm m'mbantu anak2 kita trcinta dinias .
Sya sbagai Respon dlm m'nggapai topik ini tdk byk brbuat namun hx bsa brdo'a moga suster klara Mndpat RAHMAT YG LEBIH dri sblum2x .Gbu
5. Sat, 09 January 2010 21:55:27 pemerhati nias Medan pemerhati@yahoo.com 114.121.228.14
secara pribadi saya patut bersyukur kepada Tuhan Yesus Karna Telah Mnciptakan Seorang Gadis Dari Desa Kecil Yang dipilih Tuhan Untuk menjadi hamba dalam melaksanakan Tugas kemanusiaan siapa saja tanpa melihat suku, agama, ras, Sr. klara melayani sesuai gerakan hatinya setiap orang yang datang kepadanya untuk minta tolong, telah banyak masyarakat Nias yang susah telah banyak ditolong baik orang sakit maupun anak-anak sekolah yang tidak mampu karena ekonomi keluarga lemah juga memperhatikan keluarga yang miskin yang menderita cacat seperti membangun rumah untuk tempat tinggal mereka karena tidak dapat bantuan dari pihak manapun,

barusan ini juga kita dengar banyak berita baik dari media elektronik, media cetak, radio dll tentang kasus pembunuhan yang dilakukan ibu terhadap anak-anaknya yang terjadi di malam natal yang menewaskan 3 orang dari 6 orang bersaudara di kec idanogawo,ketiga orang anak tersebut masih di rawat Sr. klara Di laverna sedangkan salah satu dari anaknya yang kritis yang bernama ferida nduru yang telah dibawa Sr. Klara ke Medan di SR. St. Elisabeth hari ini saya sebagai pemerhati anak melihat sendiri yang mana anak tersebut yang kritis telah dioperasi sudah mulai membaik dan dapat berbicara.

Terimakasih Kepda Sr. Klara Duha Atas Keberaniannya untuk menyelamatkan yang Kritis bisa cepat mengambil suatu keputusan tanpa memikirkan biaya kemudian, tapi lebih mengutamakan keselamatan hidup manusia...
6. Sun, 17 January 2010 15:30:03 Roni Hulu Nias Roni_hulu@yahoo.co.id 114.57.81.222
Kita sebagai generasi, inilah satu contoh yang harus kita perhatikan untuk membangun Nias... dan kita sangat berterima kasih Buat suster Klara yang sangat gigih, berjuang membangun mayarakat Nias, baik pendidikan dan Kesehatan dll..... Inilah Rencana Tuhan dalam hidup seorang suster yg baik....
8. Thu, 11 February 2010 04:43:47 Bedizaro Laia Montet (Switzerland) bedizaro_night_sun@yahoo.com 84.253.54.67
Buat Suster Klara,

Semoga Tuhan selalu memberkati dan menolong Suster.
9. Fri, 19 February 2010 16:27:28 Agus Jakarta agusyah@yahoo.com 202.146.4.245
#7: jaka sembung..... harusnya Anda bisa menempatkan komentar di tempat yang tepat, sayang Anda belum bisa... selamat belajar lagi nak.

komentar ini tak perlu ditanggapi.
10. Sun, 07 March 2010 05:22:44 autaze trier autaze@autaze.com 93.212.20.35
Terima kasih Suster Klara..... HanyaTuhansajaa yang membalas budi baik anda.
11. Wed, 07 April 2010 20:54:07 Irwan Djuffri Modernland, Tangerang irwan_djuffri@yahoo.com.sg 202.152.243.241
Salut buat suster Klara. Tidak menyesal pernah berkenalan dengan anda sewaktu kami sekeluarga di Nias. Pelayanan kepada orang sakit, suatu pekerjaan uang mulia. Salam dari kami sekeluarga Buat Suster Klara, Bp. Daniel Duha dan Isteri, Pastor Bernard dan Suster-suster di Laverna. TUHAN YESUS memberkati.

Irwan Djuffri and Fam, (Lumbung Yusuf-Nias)
Tangerang.
12. Thu, 06 May 2010 11:36:49 rina telukdalam emorinaw@yahoo.co.id 110.137.24.225
GBU mam
13. Thu, 06 May 2010 15:40:00 Idaman Harefa Gunungsitoli idamanharefa@yahoo.com 210.79.216.13
Sr. KLara Duha, OSF memang benar2 org yg baik , penuh ketulusan & tegas dlm berindak.
Sy punya pengalaman, ketika suatu hari Papa sy sdh kritis dlm penanganan medis & obat tradisional, nmn tdk tertolong lg dan hrs sgra dibawa plg ke kampung.
Dalam keadaan terdesak inilah seorang "malaikat" Sr. Klara mau meminjamkan mobil ambulance-nya utk kami pakai.
Esok harinya alm. Papa sy menghembuskan nafas t'akhir tepat tgl 10 April 2009 (B'tepatan Jum'at Agung).
Stlah b'bagai proses pemakaman alm. Papa selesai, km kembali ke Gusit & menemui Sr. Klara seraya mengucapkan trimakasih atas bantuan bliau meminjamkan mobil ambulancenya. Ketika kami hendak menyerahkan amplop berupa uang ganti premium & uang rokok sopir, beliau buru2 menolak dan mengatakan bhw bliau justru turut b'blasungkawa atas kepergian Papa.
Terimaksih Suster...!!!
Smoga tetap sehat, kuat & penuh karunia melalui org2 yg tergerak hatinya dlm mendukung misi dan program suster menolong org yg membutuhkan. Amin !!!
14. Thu, 03 June 2010 22:54:27 tinus yogya tinus007@yahoo.com 114.59.143.20
Tuhan selalu memberkati hidupmu suster
15. Tue, 06 July 2010 16:09:29 Linus Fatili Laia Denpasar - Bali linus_laia@yahoo.com 110.139.190.94
Saya juga berdoa supaya ada lagi Suster-suster seperti Sr. Clara, selamat suster dan semoga tetap sehat walafiat.
16. Fri, 27 August 2010 13:01:52 Indranas Gaho Hibala-Yogyakarta indra_uajy@ymail.com 118.97.8.68
Saya menghaturkan banyak terima kasih kepada Suster Clara yang ada dilaverna,
Suster memang sungguh banyak JASA di daerah Nias tercinta
Santunan kemanusiaan dirasakan banyak orang hingga daerah terpojok Niasa selatan yaitu HIBALA.......

waktu saya SMA di SMA XAVERIUS,
saya pernah mengalami musibah besar,
yaitu dulu saya terlibat dalam kepanitiaan kegiatan MUDIKA Grj Santa Maria Gunungsitoli, kegiatan Hari Valantine Day's.

Tepatnya waktu itu di FODO KM 3 Gunungsitoli,
saya mengalami kecelakaan alias TABRAK,
Kondisi saat itu KRITIS hingga 6 Bulan di rumah sakit dan menjalani Operasi Penyedotan darah yang beku di bagian kepala.

dan setelah berapa bulan lamanya di rumah sakit Umum Gusit,
kemudian saya menjalani pengobatan RAWAT JALAN di laverna tempatnya suster Clara berbagi kasih.

bagi saya cukup terkesan
dan atas pertolongan suster saat itu sekali lagi saya mengucapkan terima kasih.
Kini saya se dang melanjutkan
KULIAH DI
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
Indra (081266522185)
17. Tue, 05 October 2010 07:49:58 eva chris susanti duha,S.Pd teluk dalam mimosa_eva@yahoo.co.id 125.165.17.52
hidup mama sa'a.. kami bangga sebagai keponakan
mama sa'a memang hebat, sehebat ibu theresa yang penuh kasih terhadap sesama
saya melihat dengan mata kepala sendiri betapa gigihnya Suster Klara dalam memberikan bantuan kepada sesamanya di saat gempa. Tanpa memperdulikan beratnya medan yg harus dilalui. berjalan kaki dan menyebrangi sungai, semua dilakukan dengan penuh kasih dan selalu tersenyum.
suster klara selalu mengajarkan kepada adik-adiknya agar mau membagi kasih kepada yang membutuhkan, itu yang sangat terkesan pada adik-adiknya. suster klara memang seorang yang luar biasa. kami bangga dengan suster klara

peluk cium dari cucu tersayang, gilbert napitupulu. muachh (supaya nenek suster tambah semangat dalam melayani)
18. Mon, 01 November 2010 07:40:21 michael Jakarta michael_zalukhu@yahoo.com 118.137.75.212
Waktu team (Michael, Blanche, Lucia dan Yenny) YAMAKINDO berkunjung dan ketemu langsung dengan Suster Klara pada bulan Agustus 2010 di tempat penampungannya, sangat terlihat Suster Klara penuh semangat, harapan dan ketulusan dalam memperhatikan dan membantu anak-anak yang diasuhnya. Suster Klara mampu menempatkan dirinya sebagai ibu dan ayah kepada para anak-anak tersebut.
Sekalipun Suster Klara bukan pimpinan daerah tetapi uu yang berbungi kurang lebih seperti ini : negara memelihara anak-anak terlantar, meningkatkan pendidikan anak-anak dan kesejahteraan amasyarakat - Suster Klara malah yang membuktikannya.
Bisakah kepedulian dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat dijadikan salah satu kriteria pemilihan calon pemimpin daerah tahun 2011 ?

Selamat melayani untuk Suster Klara, Tuhan memberkati amen

Michael Y. Zalukhu
19. Tue, 09 November 2010 22:14:40 anna Jakarta regrinefau@yahoo.com 182.0.76.92
hmm, sungguh kisah yang menakjubkan, saya sampai terheran2 dan takjub, sungguh berkat yang luar biasa bisa membaca kisah perjuangan ini, sr. Clara selalu semangat yaa,, Tuhan Yesus selalu berkati

-ana Fau-
:)
20. Wed, 08 December 2010 00:46:23 Berkat zega London,Inggris berkatzg@yahoo.com 64.255.164.60
Saya sangat kagum sekali dengan cerita suster klara

I Like you
21. Wed, 08 December 2010 10:25:46 Famachoi Wa'u Telukdalam famachoi@gmail.com 125.165.36.176
Saya turut bersyukur dan memuji Tuhan setelah membaca "Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya" bersama kesaksian dari mereka yang telah menanggapi tulisan itu. Mungkin masih banyak kesaksian yang bakal mengalir melalui forum ini. Tetapi kita pantas bangga bahwa seorang Ijanulo (Sr. Klara Duha) asal Nias (Indonesia) yang lahir 55 tahun yang lalu sedang mengabdikan dirinya seperti almarhumah Mother Teresa asal Serbia yang sepanjang hidupnya ia mengabdi dan melayani di India.

Tuhan Yesus kiranya memberkatimu, Sr. Klara. Ya'ahowu.

First|Previous     Next| Last

Number of records = 29
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000