NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Era-Era (Opinion | Article | Ref)
 

Sat, 02 December 2017 18:32:39 | Yafao larosa | Balikpapan,kaltim | 114.125.217.196
Apa yang di impikan di pulau Nias?
Ketika menulis judul ini saya sempat berpikir apa saya gak salah tulis nanti ada yang tersinggung,tapi kalau ada yang kurang setuju itu mungkin baik. Ketika kel ...

  • 

RUMAH DI JUAL SEGERA

  • 

PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI PULAU NIAS

  • 

SERUAN BUAT EX TUHEMBERUA

  • 

Eksotisme Tradisi Musik Nias

  • 

Nias Harus Buat RTRW Gempa

  • 

Refleksi Sumpah Pemuda

  • 

Rumah Adat Nias Melawan Waktu

  • 

NIAS TIMUR SUDAH PANTAS DIMEKARKAN SEBAGAI SALAH SATU OTONOMI DAERAH YANG BARU di KEPULAUAN NIAS, SE

  • 

HAK KONSTITUSI

  • 

ORGANISASI HIMNI TETAP EKSIS !! TAPI BAGAIMANA DENGAN OKNUM PENGURUS ??

  • 

Kebersamaan Memahami Provinsi Kepulauan Nias

  Index   Add

  Last Commented
 
 

Wed, 22 August 2018 00:48:12 | Hetiafo buulolo | Lolomatua | 114.124.207.233
ADAT ISTIADAT DAN PERTUMBUHAN IMAN ROHANI KRISTEN10 Responses

 

Fri, 17 August 2018 16:07:41 | Tuan Paul Hart | Jarkata | 64.64.121.91
Pengurus DPP dan DPD Persatuan Wanita Nias Indonesia 2007-2012 Terbentuk1 Responses

 

Fri, 27 July 2018 01:59:09 | Jonson Simanjuntak M.Th | Batam | 114.125.40.84
LOWONGAN KERJA SEBAGAI ROHANIWAN1 Responses

 

Wed, 25 July 2018 16:37:11 | Efendi | Jarkatar | 197.211.61.2
DPRD: Rencana Konversi Karet di Nias Dipertanyakan72 Responses

 

Tue, 24 July 2018 14:18:35 | Maruslina maruao | Pulau hibala | 182.1.4.190
ASAL USUL MARGA MARU DI KEPULAUAAN HINAKO (KEP.NIAS)17 Responses

 

Wed, 04 July 2018 13:52:40 | Bedizaro Laia | Pekanbaru | 113.212.123.201
PENDAFTARAN PROVINSI KEPULAUAN NIAS DI DEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN DPR RI36 Responses

 

Sun, 24 June 2018 09:39:38 | Lina | Bali | 180.249.118.71
TANAH DI JUAL TELUK DALAM NIAS SELATAN2 Responses

 

Wed, 30 November 2011 10:12:54 | Marthin D Laia (IP = 202.63.233.243) | Pringsewu - Lampung
ADAT ISTIADAT DAN PERTUMBUHAN IMAN ROHANI KRISTEN
Jakarta (NiasIsland.Com)

ADAT ISTIADAT DAN PERTUMBUHAN IMAN ROHANI KRISTEN

Jawabnya kepada mereka: “Benarlah nuabuat Yesaya tentang kamu, hai orang orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” Markus 7:6-9

Jalur roh jahat melalui adat istiadat adalah salah satu yang menjebak, karena banyak orang lebih mengutamakan adat ketimbang Tuhannya. Selain itu, adat istiadat juga bersifat mengikat dan menurun kepada generasi berikutnya. Bahkan, banyak orang menganggap bahwa adat adalah baik sebagai salah satu budaya warisan leluhur kita. Tidak sedikit pula orang yang rela mengesampingkan Firman Tuhan demi memelihara adat istiadat. Kita menjadi manusia yang lebih takut dikucilkan sesame, bahkan keluarga, daripada takut akan Tuhan. Semua ini sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya jauh sebelum Yesus hadir ke dunia dalam wujud manusia.

Adat istiadat itu muncul sebelum kekristenan masuk. Adat adalah warisan leluhur yang berbau berhala dan merupakan ajaran roh jahat secara turun temurun. Biasanya adat istiadat berhubungan dengan penyembahan kepada leluhur, termasuk meminta berkat kepada leluhur. Hanya Tuhan yang dapat memberkati kita secara menyeluruh. Roh jahat bisa member kita kekayaan dan berkat, tetapi yang pasti ia tidak bisa member kita keselamatan dan damai sejahtera. Ia juga tidak pernah memberi dengan cuma cuma, pastilah ada tuntutan lain setelahnya. Adat istiadat menjadi hal yang sangat penting ketika dikaitkan dengan hubungan kekerabatan sehingga siapapun yang telah melepaskan diri dari adat, namanya akan dicoret dari silsilah keluarga, bahkan dikucilkan.

Banyak orang beranggapan bahwa adt istiadat baik dan boleh dilakukan asal dibuka dan ditutup dengan doa. Hal yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Tuhan. Namun hal yang sebenarnya, apapun alasannya setiap upacara adat dimana ada persembahan kepada leluhur dan meminta berkat kepada leluhur pastilah menyakiti hati Tuhan dan tidak boleh dicampur adukkan dengan hal yang sifatnya kudus. Ketika kita terlibat dalam upacara semacam itu, roh jahat mendapat hak yang mutlak dalam diri kita.

“Bukan ! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahkan kamu bersekutu dengan roh roh jahat. Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh roh jahat. Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?” 1Korintus 10:21-22

Adat istiadat juga berbicara tentang segala kebiasaan dan kepercayaan nenek moyang yang ketika kita mempercayainya tanpa disadari kita mengikatkan diri pada roh leluhur. Sebagai contoh, kepercayaan kepercayaan ramalan dari mimpi atau tafsiran mimpi dari leluhur tetapi bukan hikmat dari Tuhan, antara lain tangan gatal yang dipercayai oleh leluhur sebagai tanda datangnya berkat, kupu kupu dalam rumah tanda datangnya tamu, tidak boleh menyapu pada malam hari, anak gadis tidak boleh berdiri didepan pintu, dan sebagainya. Anda perhatikan semua kepercayaan nenek moyang ini bukan hanya membatasi gerak gerik kita dalam Tuhan, melainkan juga mengikat dan memberi kita ketakutan dalam melangkah. Inilah yang disebut dengan dongeng atau cerita nenek tua. Semua ini haruslah dijauhi karena hanya member hak pada roh nenek moyang untuk berkuasa dalam hidup kita.

“Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasehatkan orang orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.” 1Timotius 1:3-4

“Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.” 1Timotius 4:7

Adat istiadat juga bisa diterjemahkan dalam bentuk tarian dan lagu yang menyembah dan mengagungkan leluhur serta berbagai dewa yang tidak dikenal, selain Yesus satu satunya Allah yang benar. Anda bisa perhatikan ada beberapa tarian daerah yang hanya bisa ditarikan ketika penari kerasukan roh jahat. Selain itu, ada pula tarian yang jelas jelas menyembah dewa dengan menabur bunga dan mengedipkan mata kearah sang dewa. Ada pula tarian tarian yang mengagungkan leluhur dan meminta berkat kepadanya. Ketika anda mengetahui ini semua, masih maukah anda menyakiti hati Tuhan? Apakah kita masih mengizinkan anak cucu kita menyakiti hati Tuhan? Jawaban ada ditangan anda. Ambilah keputusan yang tepat sehingga anda pasti bertumbuh dalam Tuhan.
Ketika kita percaya pada Yesus, hidup kita telah ditebus bukan lagi berdasarkan adat istiadat atau ajaran ajaran nenek moyang, melainkan pada kebenaran Kristus. Janganlah lagi menyerahkan diri pada ajaran nenek tua, melainkan pada Firman yang hidup sehingga kita akan dimerdekakan.

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula denga perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” 1Petrus 1:18-19

Kita harus menjauhi apapun yang tidak berkenan dihadapan Tuhan jika kita mau bertumbuh dan sungguh sungguh terbebas dari semua belenggu kuasa kegelapan walaupun resikonya kita mungkin dijauhi oleh semua orang terdekat kita. Inilah harga yang harus dibayar ketika kita mengikut Tuhan.

Apakah semua adat istiadat itu buruk? Tidak, hanyalah adat istiadat yang berbau kuasa kegelapan, termasuk memanggil dan menyembah leluhur, membangun tugu atau kuburan yang mewah untuk jenasah leluhur, sesajen dan semua hal yang berhubungan dengan kuasa gelap lainnya. Semua ini akan merusak generasi berikutnya.

First|Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
1. Wed, 30 November 2011 16:18:13 Ama Denny Gulo Binjai sl.gulo@yahoo.com 141.0.9.38
Amin,kira2 menurut Bp klo di adat Nias sbagai budaya,apa kira2 yg bertentangan dg uraian diatas ?
Saloom,Ya'ahowu
2. Thu, 01 December 2011 22:40:46 Tema Medan tema_ns@yahoo.com 141.0.8.175
Yaahowu....!!!
Bagaimana menurut saudara2 adat Nias kita sesuaikan dengan apa yang saudara paparkan....

Saohagolo
3. Fri, 02 December 2011 09:55:41 Ama Cici Gulo JAMBI Cici@yahoo.com 223.255.226.5
SHALOM......, Hal yang bpk uraikan di atas sangat baik dalam pertumbuhan iman kita, tapi lebih baik lagi se andainya bapak memberikan contoh contoh apa saja adat kita di nias yang masih bertentangan dengan agama. Karna banyak yang tidak mengetahui termasuk saya di dalam melaksanakan adat istiadat bertentangan dengan agama. Gbu
4. Tue, 06 December 2011 15:26:09 Marthin D Laia Pringsewu - Lampung marthin_d_laia@yahoo.co.id 202.63.233.243
Syalom, Yaahowu fefu ira Talifusogu,

Sebenarnya banyak sekali hal hal tentang Adat Istiadat dan Budaya duniawi yang sangat sangat bertentangan dengan Firman Tuhan atau tidak Alkitabiah, bukan saja di Nias bahkan diseluruh muka bumi ini. Dari pemaparan saya diatas sebenarnya sudah dapat mewakili apa saja contoh contoh adat istiadat kita Nias yang bertentangan dengan Firman Tuhan, dan yang menjadi dasar kita untuk mengetahui sesuatu adat istiadat itu bertentangan dengan Firman Tuhan ya adalah Firman Tuhan itu sendiri. Dengan memahami dan melakukan Firman Tuhan seseorang dapat bertumbuh dalam iman kristen yang benar. Sebagai seorang Kristen kita tak perlu berdebat masalah dogma dan doktrin, hanya menimbulkan perpecahan yang semakin menjauhkan kita dari Tuhan, karena masing masing mempertahankan 'sayalah yang paling benar', tetapi marilah kita menjadi pelaku pelaku Firman Tuhan yang benar. Maka dari situlah kita akan dicelikkan dan mengerti mana yang salah dan mana yang benar menurut Firman Tuhan.
Saohagolo, ya ifahowuo ita fefu soaya yaita Yesu Keriso. Yaduhu
5. Fri, 09 December 2011 13:37:29 Herry Zega DKI Jakarta herry.zega@yahoo.com 223.255.230.25
Saya sangat setuju dengan tulisan pak Marthin D. Laia di atas, ada banyak orang kristen di Nias yang katanya sudah percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat hidupnya, tetapi masih juga percaya pada hal-hal gaib, kalau sakit atau ada persoalan mereka pergi berdoa ke kuburan. Hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan dalam adat Nias diantaranya adalah:

1. Dalam proses pernikahan di Nias harus disediakan minuman keras seperti tuo nifaro, tuo mbanua, bir, anggur, dan jenis minuman keras lainnya.

2. Ketika mau melangsungkan pernikahan, maka para tetua adat harus melihat hari, tanggal dan bulan yang baik supaya nantinya hidup mereka baik dan bahagia. Padahal firman Tuhan katakan bahwa semua hari yang Tuhan ciptakan adalah baik.

3. Ketika ada yang meninggal di dalam peti di taruh barang-barang yang biasa digunakan oleh orang yang sudah meninggal semasa hidup (menurut mereka orang yg meninggal itu akan memakainya nanti dan juga supaya tenang di alam sana) dan di atas kuburan orang yang meninggal di taruh pecahan piring, gelas botol karena nanti akan di pakai oleh yg meninggal. Kita bersyukur karena kepercayaan ini sudah mulai ditinggalkan, tetapi masih ada juga yg mempercayainya.

masih banyak adat Nias lainnya yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Kuncinya supaya kita tahu apa saja adat Nias yg bertentangan dengan firman Tuhan, kita harus membaca dan memahami serta melakukan firman Tuhan

Keluaran 20
ayat 3, Jangan ada padamu alah lain dihadapanku.
ayat 4-5, Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada dilangit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di bawah air di dalam bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Intinya adalah kita manusia harus hidup dalam kebenaran firman Tuhan karena kita tidak punya kuasa sedikitpun untuk menambahkan sehasta saja dalam hidup kita (Matius 6:27).

Setiap pagi kita bangun dan bernafas dan melakukan berbagai aktifitas semua adalah anugerah Tuhan, karena kita seharusnya MATI dalam DOSA "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Roma 6:23 jadi segala sesuatu yg dikerjakan oleh manusia di muka bumi ini pada dasarnya adalah AKIBAT DOSA.

Perhatikan firman Tuhan berikut ini:

Kejadian

3:16. Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."

3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Jadi, hidup kita harus kita persembahkan untuk kemuliaan Tuhan Roma 12:1-2. Tuhan Yesus Kristus yg harus berkuasa penuh dan mengatur hidup kita karena kita telah di tebus dengan harga yang sangat mahal 1 Petrus 1:18-19.

Tuhan Yesus memberkati kita semua dan memberi kita damai sejahtera. Amen!
6. Fri, 16 December 2011 08:52:25 Marthin D Laia Pringsewu - Lampung marthin_d_laia@yahoo.co.id 202.63.233.243
Terimakasi buat P' Herry Zega, atas ulasannya.
Menjadi pengikut Kristus yang benar tanpa adanya kompromi dengan dunia ini. Tapi kenyataannya sekarang ini banyak terjadi kompromi didalam kehidupan kita sebagai orang kristen didalam bergereja, ya kompromi dengan dunia ini termasuk adat istiadat, dan ini sangat membahayakan pertumbuhan iman kita didalam bergereja. Ingat gereja bukan gedung fisik, tapi gereja adalah kita sebagai umat Kristus. Jadi janganlah kita (gereja) tercemar oleh berbagai kompromi dengan dunia ini.
Kompromi berarti menurunkan nilai kebenaran demi diterima oleh orang
    lain yang berbeda penilaiannya. Tujuan kompromi biasanya supaya
    diterima oleh orang lain, atau menghindari permusuhan. Dalam surat
    ketiga yang ditujukan kepada jemaat di Pergamus ini kita
    dipertemukan dengan gereja yang terlibat dalam kompromi. Gereja
    Pergamus adalah gambaran dari gereja yang mulai hanyut di dalam
    kehidupan duniawi.

Jemaat Pergamus diperhadapkan dengan pengaruh kuat dari pengajaran
    Bileam dan Nikolaus, yang menyesatkan beberapa orang di Pergamus
    (14-15). Dalam Perjanjian Lama, pada mulanya Bileam kelihatan
    sebagai nabi yang menolak untuk mengucapkan kutuk terhadap Israel
    (Bil. 22-24). Namun, dalam Bilangan 31:16 dan akibatnya kemudian
    dalam tradisi Yahudi dan kekristenan, ia dianggap sebagai nabi
    palsu yang menyesatkan bangsa Israel ke dalam penyembahan berhala
    dan perbuatan zinah. Hal ini dijelaskan dalam Bilangan 25 (bdk.
    2Ptr. 2:15-16; Yud. 1:11). Seperti halnya Bileam, Nikolaus
    menyesatkan beberapa orang di jemaat untuk kompromi dengan
    nilai-nilai dan agama Romawi supaya mendapatkan penerimaan sosial,
    demi mencegah bencana ekonomi di kota-kota Asia.

Akan tetapi, tidak semuanya buruk pada jemaat di Pergamus dan tidak
    semua berlabel negatif. Tuhan Yesus mengakui bahwa mereka tetap
    setia dan tidak menyangkal iman mereka kepada-Nya, bahkan pada
    zaman Antipas, saksi yang setia, yang dihukum mati di kota
    Pergamus (13). Antipas, karena ia mengikuti jejak Yesus, ia
    disebut sebagai 'saksi yang setia' yakni sebutan yang dipakai di
    tempat lain bagi Yesus (Why. 1:5; 3:14).

Inilah pesan bagi kita melalui surat kepada jemaat di Pergamus. Yaitu,
    "kesetiaan", atau komitmen tegas kepada kebenaran firman Tuhan dan
    penolakan terhadap kompromi demi mendapatkan status sosial yang
    tinggi di tengah masyarakat yang tidak mengenal Tuhan. Inilah
    panggilan kita sebagai gereja Tuhan yang hidup di tengah-tengah
    dunia, setia mutlak pada Allah dan kebenaran-Nya.

Salam sejahtera bagi kita semua, semoga kasih Kristus Yesus menaungi kita semua.

Syalom. Ya'ahowu.
7. Fri, 16 December 2011 19:45:59 Vicar Papu vicar_sarumaha@yahoo.co.id 110.137.61.209
Kepada saudaraku yang diatas:

sebenaranya apa yang menjadi uraian diatas ada benar dan ada juga salahnya bagi sebagaian orang namun yang jelas bahwa Adat istiadat yang berlaku di Nias seperti kebiasaanya yang kita liat seperti

1. Permintaan jujuran yag besar ditambah bagian paman p' udah dan semua disekitarnya bahkan jika tidak ada bukan tidak mungkin pernikahan gagal, bahkan ironisnya kehadiran seorang paman p'uda dan semua yang menerima bagian jujuran itu datang kepesta bukan membawa sesuatu kenangan buat ponannya namun ambil jatah selain diberi penghormatan Telaumbawi diamplop lagi k tidak pesta gagal

2. Saat ada kematian yang seharus keluarga datang utnuk menghibur atau membawa
sesuatu untuk menghibur Keluarga duka namun sebaliknya dihormati potong babi diamplop lagi jd sepertinya bukan meringankan beban namun memberatkan atau mungkin air matanya(keluarga duka) terus mengalir namun hatinya pun ikut menangisi kebutuhan seharian itu

3. Saat anak Lahir dan dibaptis juga membutuhkan uang banyak

4. Mendirikan Rumah dan menyelesaikannya

6. Dll

juga perlu kuberitahukan bahwa hasil penelitian saya ttg adat pernikahan dinias rupanya orang atau tokoh adat blm mau menerima keadaan jaman sekarang bahwa mereka masih seneng memberlakukan adat walau sebenarnya menyisahkan kepedihan bagi penganten laki-laki krn terliit utang hasil penelitin saya tersebut 43, 21% dari jumlah responden yang setuju adat itu dikurangi nilainya sedangkan lainya adat masih harus dan perlu dipertahankan

selanjutnya bagi siapa yang mau terbeban untuk sosilisasi adat ini dinias saya siap untuk ikut berpatisipasi agar masyarakat kita dapat maju dan sejajar dengan masyarakat yang ada disumatera utara yang kita cintai

syalaom Tuah yesus berkati
8. Mon, 26 December 2011 18:43:21 pemerhati Gusit pemerhati@yahoo.com 180.251.9.127
Salom,

Menurut kami yang salah itu bukan Adat Istiadatnya, karena Adat itu yang memutuskannya adalah manusia....

Kecendrungannya adalah Adat disalahgunakan oleh oknum - oknum tertentu yang menamakan dirinya " Tokoh " untuk memenuhi hasrat / kepentingan pribadinya.

Adat Istiadat bisa kita artikan sebagai Peraturan.....yang mengatur tata cara pelaksanaan sesuatu kegiatan baik Pernikahan, dan kegiatan lainnya dalam komunitas masyarakat.

Khusus dalam tatanan Adat masyarakat Nias secara umum, Pelaksanaan Adat terdiri dari berbagai Tingkatan tertentu yang sebenarnya bisa diatur pelaksanaannya oleh Oknum "Tokoh" yang mengambil kebijakan.

Sehingga tidak memberatkan masyarakat yang tidak mampu melaksanakan Adat setingkat keluarga yang mampu ( Ngaoto Duheneri )

Jadi sebenarnya semuanya bisa diatur sesuai dengan kemampuan yang melaksanakan adat itu sendiri. Jika Oknum "Tokoh" tidak memaksakan kehendaknya.

Mengenai Hubungan Penyembahan Berhala dalam Tatanan Adat Istiadat Kita dizaman sekarang sebenarnya hal tersebut sudah tidak ada lagi, karena kita sudah memiliki Agama. Jika itu ada maka yang salah bukan Adatnya tapi Oknum "Tokoh" yang tidak Beragama yang masih mempercayai Tahayul - Tahayul yang tidak memiliki kekuatan apapun.

Kita juga harus tahu bahwa sebenarnya Tatanan Adat kita sudah beberapa kali di Amandemen ( sudah mengalami perubahan mengikuti zaman ) dengan beberapa kali dilaksanakannya FONDRAKO, dengan tujuan agar sejalan dengan Firman Tuhan

Hanya saja Oknum "Tokoh" masih saja mengunakan cara Adat lama, yang belum di Amandemen (di rubah dalam FONDRAKO).

Karena sebenarnya kita bisa melakukan adat tanpa harus di bumbui dengan Tahayul - Tahayul yang dibuat - buat oleh Oknum "Tokoh".

Jadi menurut hemat saya Yang salah bukan Adat tapi Oknum "Tokoh"

GBU
9. Sun, 05 August 2018 20:13:38 Jenius Zega Telukbelukar jenius.zega@yahoo.com 182.1.62.66
saya setuju dengan pernyataan di atas. sebenarnya berdoa di kuburan itu tidak salah. di karenakan kita itu berdoanya kepada siapa. hal yang salah iyalah kita berdoa untuk orang yang mati atau orang yang sudah meninggal. hal itu tidak benar karena seharusnya yang kita doakan itu ialah kita orang yang masih hidup di dalam dunia ini. kita berdoa supaya kita mempunyai kehidupan yang benar di hadapan Kristus dan kita berusaha agar kita sebagai orang yang percaya mendapatkan bagian di kerajaan sorga nantinya.
10. Wed, 22 August 2018 00:48:12 Hetiafo buulolo Lolomatua Hetiarobuulol @yamail.com 114.124.207.233
Pertumbuhan Iman Niha kriso di Nias sy Rasa Jgn ditanya Terbukti Dgn sikap Toleransi dan sikap Saling membantu msykt yg makin kokoh dan baik dan Mantap-ditambah dgn pertumbuhan ekonomi msykt yg meningkat sampai diddsa dan ditempat kami didaerah pondok dkt pinggir sungai makin mantap ajs Iman msykt kita...semoga hal itu tetap ditumbuhkan disanubari Msykt sampai disanubari para Pelayanan Publik--Dan dibuktikan didaerah kita sekarang tdk ada yg Main judi/Tdk yg mabuk'Mukan dan tdk ada yg Korupsi sbg bukti Bahwa Pertumbuhan Iman msykt kita makin kokoh aja...tksh...

First|Previous    Next|Last

Number of records = 10
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000