NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Era-Era (Opinion | Article | Ref)
 

Sat, 02 December 2017 18:32:39 | Yafao larosa | Balikpapan,kaltim | 114.125.217.196
Apa yang di impikan di pulau Nias?
Ketika menulis judul ini saya sempat berpikir apa saya gak salah tulis nanti ada yang tersinggung,tapi kalau ada yang kurang setuju itu mungkin baik. Ketika kel ...

  • 

RUMAH DI JUAL SEGERA

  • 

PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI PULAU NIAS

  • 

SERUAN BUAT EX TUHEMBERUA

  • 

Eksotisme Tradisi Musik Nias

  • 

Nias Harus Buat RTRW Gempa

  • 

Refleksi Sumpah Pemuda

  • 

Rumah Adat Nias Melawan Waktu

  • 

NIAS TIMUR SUDAH PANTAS DIMEKARKAN SEBAGAI SALAH SATU OTONOMI DAERAH YANG BARU di KEPULAUAN NIAS, SE

  • 

HAK KONSTITUSI

  • 

ORGANISASI HIMNI TETAP EKSIS !! TAPI BAGAIMANA DENGAN OKNUM PENGURUS ??

  • 

Kebersamaan Memahami Provinsi Kepulauan Nias

  Index   Add

  Last Commented
 
 

Fri, 16 August 2019 10:58:56 | FRADESY RIRITIA | JAKARTA | 197.210.55.226
Peluang Usaha Bersama DT-88 Network20 Responses

 

Fri, 16 August 2019 09:04:10 | FRADESY RIRITIA | JAKARTA | 197.210.54.44
DPRD: Rencana Konversi Karet di Nias Dipertanyakan205 Responses

 

Tue, 13 August 2019 14:39:49 | Zalukhu | Medan | 36.89.141.178
Lulusan Akpol dan PTIK Terbaik Akan Ditugaskan di Nias3 Responses

 

Tue, 13 August 2019 08:58:47 | Ev. Roy Amudy ST.h | Jakarta Selatan | 182.0.180.54
LOWONGAN KERJA SEBAGAI ROHANIWAN9 Responses

 

Tue, 13 August 2019 08:54:46 | Yosia Winarso | Jl. Palapa VI. No. 126. Telkomas Makassa | 115.178.235.127
COMPASSION MINISTRY66 Responses

 

Tue, 13 August 2019 08:35:44 | Pdt.martinus | Poso | 180.249.202.55
Selamat kepada Tema Adiputra Harefa atas Raihan "Doctor of Ministry"17 Responses

 

Fri, 14 June 2019 11:49:38 | Paskah | Depok | 180.244.235.75
Lowongan Magang di Global TV4 Responses

 

Mon, 20 September 2010 16:49:49 | Haeli (IP = 125.166.141.191) | Jakarta
KERUKUNAN BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF AGAMA KRISTEN
Jakarta (NiasIsland.Com)

A. PENDAHULUAN
Upaya mewujudkan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia cukup banyak. Salah satunya upaya pemerintah ialah dengan hadirnya FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) yang berdasarkan Peraturan Bersama Dua Menteri (Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama). FKUB Kabupaten Tangerang dalam rangka itu, menerbitkan satu buku dimana didalamnya memaparkan Kerukunan Beragama, Dalam Perspektif masing-masing Agama.
Berikut ialah “Kerukunan Beragama Dalam Perspektif Agama Kristen”

B. LANDASAN
”Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” Mazmur 133:1
Ayat Alkitab diatas berbicara Landasan hidup bersama dengan rukun. Untuk hidup bersama dengan rukun, Alkitab katakan hendaknya dilandasi dengan melihat sesama sebagai SAUDARA. Atas dasar persaudaraan, sebagai bangsa kita dapat hidup bersama dengan rukun. Kata rukun pada ayat Alkitab diatas menyatakan bahwa Kerukunan itu bukan berasal dari manusia tetapi dikaruniakan oleh Tuhan. Oleh karena itu kita harus memintanya kepada Tuhan melalui doa. Dalam terjemahan bahasa asli : Kerukunan diartikan HARMONI atau KESERASIAN yang SETARA dan saling mempedulikan, saling simpatik satu dengan yang lain karena kita SAUDARA.

Apabila kita melihat kebelakang, sebagai bangsa kita memiliki modal PERSAUDARAAN yang kuat. Peristiwa Sumpah Pemuda adalah suatu pengakuan dari pemuda-pemudi Indonesia yang mengaku satu Tanah Air, satu Bangsa dan satu Bahasa. Kongres ini dihadiri oleh berbagai organisasi kepemudaan yaitu : Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatera, Jong Ambon, dll. Meskipun berasal dari Suku, Agama, Ras, Antargolongan yang berbeda-beda, namun dengan satu tekad, mengikrarkan bahwa mau hidup bersama dengan rukun oleh karena BERSAUDARA.

Kabupatena Tangerang adalah salah satu Kabupaten di Indonesia dengan penduduk yang heterogen. Ada enam agama yang diakui oleh Negara hidup bersama didalamnya. Untuk dapat hidup bersama dengan rukun, mari melihat sesama yang seagama, maupun yang tidak seagama sebagai SAUDARA sebangsa dan setanah air. Dimana kita hidup bersama dengan harmonis, serasi, setara dan saling mempedulikan satu dengan yang lain.


C. SALAH SATU METODE
Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." Markus 9:33-35

Hidup berdampingan sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai latarbelakang tidak berjalan mulus-mulus saja. Sejarah mencatat itu bahwa seringkali terjadi singgungan, konflik dengan berbagai sumbatan komunikasi sehingga Hidup Bersama dengan Rukun seringkali hanya slogan semata.

Suatu komunitas adalah murid Tuhan Yesus, tidak terhindar dari situasi diatas. Oleh karena mereka berasal dari suku bangsa yang berbeda dan latarbelakang pendidikan yang beragam. Suatu kisah mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar diantara mereka. Lalu Yesus memanggil dan menyampaikan suatu metode agar muridNya hidup bersama dengan rukun. Yaitu dengan cara mendahulukan sesama dan menjadi pelayan dari semua. Ini adalah salah satu metode dari sekian banyak cara untuk membina Hidup Bersama dengan Rukun. Apabila kita mendahulukan sesama dalam memberi salam, memberi hormat, mengasihi, dan segala bentuk kebajikan lainnya, tidak ada hukum yang menentang hal itu. Apabila kita mendahului melayani sesama dan tidak hidup untuk dilayani, maka Hidup Bersama dengan Rukun dapat tercapai.

Kesan indah dipertontonkan oleh pengurus FKUB Denpasar Bali, sewaktu FKUB Kabupaten Tangerang study banding didaerah sana. Dalam pembagian anggota FKUB Kota Denpasar Bali yang berjumlah 17 orang. Atas kemauan baik, perwakilan dari Agama Hindu yang memiliki jumlah umat mayoritas di Bali mengusulkan agar pembagian kuota anggota FKUB dilakukan dengan rata. Sehingga masing-masing Agama mendapat perwakilan masing-masing dua orang lalu sisanya, atas usulan dari Agama-agama lain (selain Hindu) diberikan kepada Agama Hindu.

Inilah salah satu teladan atau contoh nyata cara-cara memelihara kerukunan hidup beragama. Bukan hanya slogan besar di spanduk saja yang terpampang di persimpangan jalan melainkan menjadi pengalaman hidup masing-masing kita sebagai saudara se’ibu’ ialah ibu pertiwi Indonesia yang kita cintai.


D. SUATU PERSPEKTIF
“Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." ... Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) ... Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Yohanes 4:7,9,20,21.

Seringkali yang mengganggu kehidupan Kerukunan Beragama di Indonesia ialah : Bentuk dan Simbol Agamawi. Padahal Tuhan tidak terbatas pada bentuk & simbol. Bukan maksud kami mengabaikan simbol dan bentuk, tetapi hendaknya ditempatkan pada letak yang semestinya, tidak malah menggeser posisinya Tuhan dalam keberimanan kita.

Tuhan Yesus menembus batasan bentuk dan simbol ini. Dalam percakapannya dengan perempuan Samaria, Ia memberikan suatu perspektif yang baru. Agar penerapan keberimanan kita, tidak terganggu oleh perbedaan Suku, Agama, golongan, budaya, dan lain sebagainya. Persaudaraan kita tidak dibatasi oleh perbedaan Suku, Agama, budaya, golongan dan lain sebagainya. Justeru perbedaan tersebut menjadi kekayaan dalam keragaman kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

Sebab “saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan digunung ini dan bukan juga di Yerusalem.” Artinya penyembahan umat kepada Tuhannya tidak terbatas pada lokasi dan tempat tertentu, oleh karena Tuhan adalah Roh dan Kebenaran. Maka dari itu hendaknya kita menyembahNya dalam Roh dan Kebenaran pula.

E. PENUTUP
Akhirnya dalam semangat persaudaraan, dengan cara mendahulukan dan menjadi pelayan satu dengan yang lain dalam perspektif yang baru inilah, kita menghargai keberbedaan. Perbedaan agama-agama ini harus didalami dan digali lebih lanjut, karena perbedaan ini secara potensial bernilai dan penting bagi setiap orang beragama dalam memperkaya keimanannya.


*) Anggota FKUB Kab. Tangerang

First|Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
1. Tue, 21 September 2010 14:20:23 Ama Erick Lahagu Lippo Cikarang-Bekasi marfet_lippocikarang@yahoo.com 116.199.202.42
Kita sebagai warga Bekasi sangat merindukan seperti yg terjadi di daerah Tangerang sana........pada dasarnya saudara2 kita yg berdomisili di Bekasi umumnya toleran...tp yg menjadi biang keroknya adalah...adanya hasutan2 dari kelompok2 tertentu yg mengatasnamakan agama tertentu... sehingga mereka gampang tersulut, kita berharap kepada pemerintah agar ormas2 tersebut dibubarkan saja agar terjadi kedamaian antar anak bangsa...Yahowu!
2. Mon, 27 September 2010 17:35:58 Ama Nivili RBS-KOJAKUT amanivili@yahoo.com 110.138.29.33
adanya hasutan2 dari kelompok2 tertentu yg mengatasnamakan agama tertentu... sehingga mereka gampang tersulut, kita berharap kepada pemerintah agar ormas2 tersebut dibubarkan saja agar terjadi kedamaian antar anak bangsa...Yahowu!
3. Tue, 12 March 2019 22:32:56 Gamaliel Gahinsa Petta Timur gamaliel08gahinsa@gmail.com 182.1.215.220
Sangat membantu😇, Terima kasih.. Tuhan berkati

First|Previous    Next|Last

Number of records = 3
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000