NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Kese-Kese (Discussion)
 
 

Mon, 11 December 2017 08:29:34 | Aditya Aulia | indonesia
KOPERASI ATAU RENTENIR ?409 Responses

 

Sun, 10 December 2017 14:06:48 | frank queens | kenya
Komentar dari berita : Anggota DPR RI Eka Santosa : ... (NIC, 1/11/2008)4 Responses

 

Thu, 07 December 2017 01:36:56 | fred edwards | jakarta
Desa Eho Baluta, Kec.Hibala Butuh investor bid.pertanian1 Responses

 

Wed, 06 December 2017 12:23:14 | Habibie Hidayat | jakarta
APAKAH DI NIAS MASIH DIBUTUHKAN PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN)?61 Responses

 

Wed, 06 December 2017 10:04:37 | Perlind Hulu | Nias Utara
IMANI (Ikatan Mahasiswa Nias Indonesia)123 Responses

 

Tue, 05 December 2017 10:53:13 | oni laia | Medan
LOMPAT BATU NIAS50 Responses

 

Mon, 04 December 2017 12:49:19 | Puti gabriel | Bogor
YANG TIDAK PERLU DITIRU DARI KARAKTER ORANG NIAS39 Responses

 

Fri, 24 November 2017 14:13:15 | Traceej |
Tidak Ada NIASISLAND.GO.ID6 Responses

 

Thu, 23 November 2017 12:44:40 | Baharudin | Ptd 7678 taman rakyat, pt semerah,
CARA PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)41 Responses

 

Tue, 21 November 2017 17:42:47 | Haogo Gamuata Zai | Perkebunan seidadap III/IV
SEJARAH KETURUNAN MARGA ZAI (Nias)28 Responses

 

Tue, 21 November 2017 11:21:39 | Darman ruru |
Kumpulan Lagu Nias MP3 share disini216 Responses

 

Sat, 18 November 2017 21:55:05 | Yaferius Ndruru | Togizita
Amaedola (Pepatah) Ba Li Nono Niha23 Responses

 

Tue, 14 November 2017 09:38:49 | fatina Laia | tuhemberua kec. lolomatua nias se
RSU GUNUNGSITOLI SELANGKAH LEBIH MAJU2 Responses

 

Tue, 31 October 2017 09:04:20 | |
Artis Sinetron Asal Nias85 Responses

 

Sun, 29 October 2017 16:17:02 | Angorota Lase | Dumai
IIkatan Mahasiswa Nias Riau5 Responses

 

Sun, 29 October 2017 15:13:10 | lela yuniarsih | belitung timur
cari teman curhat893 Responses

 

Mon, 23 October 2017 22:35:19 | Alfriadi | Medan
KUMPULAN MARGA TELAUMBANUA khusus Kec.Gunung sitoli72 Responses

 

Thu, 19 October 2017 10:51:20 | Gonzalez Andres | Florida
Hebatttt............ .....Orang Nias Marga Gea Main Bola Di Manchester United59 Responses

 

Thu, 19 October 2017 10:50:34 | Gonzalez Andres | Florida
perkumpulan marga zendrato21 Responses

 

Thu, 12 October 2017 10:30:47 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias
Diskusi dan Pertanyaan Hukum27 Responses

  Index | Add New Topic  
Thu, 28 August 2008 13:06:08 | Haeli, Jakarta | IP: 125.160.139.120
1,904 KOPERASI ATAU RENTENIR ? 409 Responses
Yahowu !

KOPERASI ADALAH suatu dunia usaha yang ditekuni iraono mbanuada yang cukup 'fenomenal' dan menuai pro dan kontra.

Di Depok dan Tangerang bahkan Bandung usaha seperti ini banyak di geluti oleh iraono mbanuada. yang pro tidak masalah, tapi yang tidak setuju dengan dunia usaha ini, memvonis pelakunya seolah-olah atau seperti seorang 'pendosa'.

Alasannya ialah karena Alkitab melarang praktek usaha seperti demikian.

Tujuan saya membagi ini, mohon sumbang saran dari teman-teman khususnya para rohaniawan, tentang pandangan Alkitab mengenai topik ini.

Sehingga kalau memang salah apapun alasannya, gereja tidak mengijinkannya. dan kalau memang tidak ada larangan, pelaku dunia usaha ini dapat menjalankannya dengan tenang tanpa dikejar-kejar rasa bersalah. Dengan demikian vonis sosial yang secara tidak langsung melekat pada sipelaku dunia usaha ini, tidak lagi merebak.

Supaya diskusi kita membangun, hindari kata-kata yang tidak santun, jangan menyerang pribadi, suku dan agama. Saya percaya, nilai-nilai luhur yang orang tua kita tanamkan kepada kita sebagai orang Nias, dapat kita tunjukkan melalui diskusi ini.

Mohon masukan dari : Bp. Pdt. Juliman Harefa, Bp. Pdt. Azöchigö Zalukhu, Bp. Ev. Etis Nehe, dll.

Kiranya bermanfaat!

Saohagölö!

KESE-KESE belum tentu berisi diskusi ilmiah atau mengandung kebenaran universal (tergantung pada opini pribadi masing-masing). Jadi pembaca harus bijaksana memilah-milah mana yang benar dan mana yang tidak.

KAMI memiliki hak (bukan kewajiban) meng-edit bahkan menghapus Kese-Kese yang menurut kami tidak layak.

ISI serta akibat atau pengaruh Kese-Kese adalah di luar tanggung jawab NiasIsland.Com.

PEMBACA harus telah menyetujui semua klausa di atas sebelum berselancar di halaman KESE-KESE.

First|Previous     Next| Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
1. Thu, 28 August 2008 13:30:38 AJP. Tangerang otniel_hia@yahoo.co.id 203.163.101.196
Salam buat Bapak Pdt.Haeli HIa,STh.

Hallo Semua, saya senang sekali atas topik ini karena dari dulu hati saya bertanya-tanya apakah usaha ini "Dosa" atau "Halal"?
Beberapa bulan terakhir ini saya banyak jumpai anak-anak Nias yang kerjanya adalah menjalankan Koperasi, kami negobrol banyak tentang seluk beluk pekerjaan menjalankan koperasi, memang kalau ditilik dari segi Bisnis usaha ini sangat menggiurkan namun resikonya juga sangat besar, cuma dalam segi "HALAL" secara Agama mungkin sangat bagus kalau kita bahas.

Yang saya tahu secara agama adalah Koperasi=Rentenir = Lintah darat sangat dilarang agama, atau mengambil untung diluar batas wajar.

Mungkin Bapak-Bapak Pendeta atau rohaniawan yang sering berselancar disini mohon petunjuknya dong.
2. Thu, 28 August 2008 14:15:45 Haeli Jakarta pdt_haelihia@yahoo.com 125.160.139.253
Yahowu Pa AJP!

Saohagölö, atas responnya.

Mungkin agar sedikit mengarah diskusi ini, apa Koperasi yang dijalankan oleh iraono mbanuada = dengan praktek rentenir yang kita kenal 'lintah darat' ?

Beberapa Ayat Firman Tuhan yang berbicara tentang hal di atas. Kalau dalam Alkitab kita kenal dengan : Membungakan uang dan makan riba.

IMAMAT 25:36 “Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.”

IMAMAT 25:37 “Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba.”

ULANGAN 23:19-20 "Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.
Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."

NEHEMIA 5:7 “Setelah berpikir masak-masak, aku menggugat para pemuka dan para penguasa. Kataku kepada mereka: "Masing-masing kamu telah makan riba dari saudara-saudaramu!" Lalu kuadakan terhadap mereka suatu sidang jemaah yang besar.”

MAZMUR 15:5 “yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.”

MAZMUR 28:8 “Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang, mengumpulkan itu untuk orang-orang yang mempunyai belas kasihan kepada orang-orang lemah.”

YEHEZKIEL 18:8 “tidak memungut bunga uang atau mengambil riba, menjauhkan diri dari kecurangan, melakukan hukum yang benar di antara manusia dengan manusia,”

YEHEZKIEL 18:13 “memungut bunga uang dan mengambil riba, orang yang demikian tidak akan hidup. Segala kekejian ini dilakukannya, ia harus mati; darahnya tertimpa kepadanya sendiri.”

YEHEZKIEL 18:17 “menjauhkan diri dari kecurangan, tidak mengambil bunga uang atau riba, melakukan peraturan-Ku dan hidup menurut ketetapan-Ku--orang yang demikian tidak akan mati karena kesalahan ayahnya, ia pasti hidup.”

YEHEZKIEL 22:12 “Padamu orang menerima suap untuk mencurahkan darah, engkau memungut bunga uang atau mengambil riba dan merugikan sesamamu dengan pemerasan, tetapi Aku kaulupakan, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Saohagölö!
3. Thu, 28 August 2008 15:52:00 Raki Gae Jombang peacesung_mass@yahoo.com 202.182.184.58
He he he .....
Katanya saudara2 kita yang usahanya koperasi itu banyak menyumbang di gereja-gereja lho...

Biarlah Tuhan yang menjadi Hakim yang memutuskan apakah saudara-saudara kita yang bergerak dibidang koperasi itu berdosa atau tidak. Jangan kita ambil alih pekerjaan Tuhan sebagai Hakim. (Jaksanya siapa ya ??? Hati2 lho HPnya disadap KPK).
4. Thu, 28 August 2008 16:07:06 usb_usb Tangerang usb@usb.com 114.120.92.96
Syallom Bp. Pdt. Ha'eli dan Abang AJP.

Topik ini sangat menarik untuk dibahas. Kenapa? Karena banyak orang yang bertanya...apakah usaha ini Halal atau tidak halal (seperti yang diungkapkan oleh bang Otniel tadi).

Beberapa waktu lalu, saya bertanya kpd salah satu saudara kita di Tangerang (dia memiliki usaha ini) .... Saya bertanya : "Bagaimana usaha Anda???, dia menjawab : "Lancar2 aja". Saya bertanda lagi :"Modal awal anda berapa pada saat pertama kali memulai usaha ini?.... Jawabnya : "Sekitar Rp 4 juta dan sekarang sudah hampir 40 juta hanya sekitar 1 tahun.."..... Mendengar kata-kata itu.....saya kaget..... "Lebih lanjut saya bertanya : "Menurut anda, apakah usaha ini selamanya Anda geluti??? Jawabnya : Hewisa wolau ba bang.. lö göi talau da'a ba lö manga ita.... Hewa'ae ilarang agama.....tapi daripada managödo ba masudo ba gurunga"...

Dari kese-kese tersebut di atas, sebenarnya ada sebagian orang yang menjalankan usaha ini mengerti bahwa usaha tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama.... tapi di sisi lain..... mungkin mereka telah mencoba usaha lain...tapi tidak berhasil....jadi terpaksa mencoba usaha ini, apalagi hasilnya rezeki nomplok.... Dilema memang.

Dalam pandangan saya, banyak ira banuada yang belum mengerti bahwa usaha ini ditentang oleh Tuhan. Dalam hal ini perlu bimbingan dari para rohaniawan untuk menyampaikannya, mungkin lewat khotbah atau cara lainnya.

Sedikit saya menambahkan, bahwa menurut saya usaha ini bukanlah Koperasi yang sering disebutkan oleh iraono mbanuada yang menjalankan usaha ini.

Jadi, sebenarnya, pengertian Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi BERTUJUAN untuk MENYEJAHTERAKAN ANGGOTANYA.

Pendirian Koperasi ini juga tidak sembarangan karena ada syaratnya serta tahapan2nya... antara lain : Pertama adalah pengumpulan anggota, karena untuk menjalankan koperasi membutuhkan minimal 20 anggota. Kedua, Para anggota tersebut akan mengadakan rapat anggota, untuk melakukan pemilihan pengurus koperasi ( ketua, sekertaris, dan bendahara ). Setelah itu, koperasi tersebut harus MERENCANAKAN ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA koperasi itu. Lalu meminta perizinan dari negara. Barulah bisa menjalankan koperasi dengan baik dan benar.

Dan juga KOPERASI ini ada memiliki perangkat organisasi yang terdiri dari : Rapat Anggota, Pengurus dan Pengawas....

Terakhir, menurut saya.... dengan membaca ayat2 Alkitab tersebut di atas yang disampaikan oleh Bp. Pdt. Ha'eli, usaha ini sangat ditentang oleh Tuhan...
5. Thu, 28 August 2008 16:58:43 Haeli Jakarta pdt_haelihia@yahoo.com 125.160.130.253
Yahowu !

Yahowu Sdr. Raki Gae. Kita tidak ada maksud untuk menghakimi, kalau memang harus ada kesimpulan, itu adalah apa kata kitab suci bukan apa kata manusia. Buat saya seperti itu, orang yang mengatakan bahwa koperasi itu salah belum tentu benar, apa dasarnya. kalau itu Alkitab, apa bacanya sudah benar ? Mari kita cari kebenarannya dengan sejuk tanpa membuat kesimpulan terlebih dahulu.

Masukan berdasarkan pengalaman Sdr. usb_usb sangat berharga. Jawaban seperti itu juga pak yang membuat saya melemparkan topik ini.

"Beberapa waktu lalu, saya bertanya kpd salah satu saudara kita di Tangerang (dia memiliki usaha ini) .... Saya bertanya : "Bagaimana usaha Anda???, dia menjawab : "Lancar2 aja". Saya bertanya lagi :"Modal awal anda berapa pada saat pertama kali memulai usaha ini?.... Jawabnya : "Sekitar Rp 4 juta dan sekarang sudah hampir 40 juta hanya sekitar 1 tahun.."..... Mendengar kata-kata itu.....saya kaget..... "Lebih lanjut saya bertanya : "Menurut anda, apakah usaha ini selamanya Anda geluti??? Jawabnya : Hewisa wolau ba bang.. lö göi talau da'a ba lö manga ita.... Hewa'ae ilarang agama.....tapi daripada managödo ba masudo ba gurunga"..."

Jika melihat percakapan tersebut diatas maka kita : senang sekaligus sedih.
Senang karena usahanya maju, sedih karena ia tahu ilarang agama.

Masukan dari para rohaniawan, tentang ayat dia atas sangat dibutuhkan. Sehingga pencerahan boleh terjadi di tengah-tengah kita.

Sebab ayat diatas so wanegu ba so göi wamarou.

Tologa Tua Yesu, hewisa nda'aga ba zimanö!

Apa perlu BNKP mengadakan SEMINAR tentang topik ini ?

Saohagölö!
6. Thu, 28 August 2008 17:46:20 Vaja Faya Gae hili zitoli vaja_fayaGae@yooha.com 125.160.226.1
kalau dipikir-pikir lama-lama emang mendingan nabung di bank syariah aja ya, ... habis ngga boleh makan bunga sih...

tapi beberapa dari ayat-ayat di atas, rasa-rasanya ada pengecualiannya juga:

IMAMAT 25:36 “Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya SAUDARAMU dapat hidup di antaramu.”

ULANGAN 23:19-20 "Janganlah engkau membungakan kepada "SAUDARAMU", baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.
Dari "ORANG ASING BOLEH ENGKAU" memungut bunga, tetapi dari SAUDARAMU JANGANLAH ENGKAU MEMUNGUT BUNGA--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."

NEHEMIA 5:7 “Setelah berpikir masak-masak, aku menggugat para pemuka dan para penguasa. Kataku kepada mereka: "Masing-masing kamu telah makan riba dari SAUDARA-SAUDARAMU!" Lalu kuadakan terhadap mereka suatu sidang jemaah yang besar.”

Pertanyaanhya adalah:

1. Di mana batasan antara "SAUDARA" dan "ORANG ASING" dalam ayat-ayat di atas. Apakah itu saudara sedarah, sesama orang Nias, saudara seiman, atau saudara dalam pengertian seperti apa?

2. Apakah orang-orang yang meminjam uang dari usaha koperasi semacam ini seperti para pedagang di pasar, pemilik warung, atau siapa saja dapat digolongkan sebagai "ORANG ASING?"

3. Bagaimana dengan perusahaan pembiayaan seperti pembiayaan pembelian barang-barang elektronik, kendaraan, atau bahkan pembiayaan kredit pemilikan rumah, termasuk bank? Apakah mereka semua tergolong pemakan riba?

4. Berapa besar bunga yang dianggap "wajar" atau "halal" secara agama?
7. Thu, 28 August 2008 17:47:47 ucok Bandung ucok_banua@yahoo.com 125.162.4.13
apa itu benar atau salah .............................dari sisi bisnis dan sisi agama !, semua itu tergantung bagaimana orang memandangnya .........! yang pastinya sisi bisnis dan agama
tentu visi dan misinya pasti berbeda ..............jadi kita ngak perlu digabungkan antara agama dan bisnis


Ucok
8. Thu, 28 August 2008 22:46:08 MIJE jakarta MIJE@yahoo.co.id 118.136.63.252
Dari komentar diatas kita melihat hanya dengan satu sisi yaitu orang yang memberi pinjaman terus bagaimana dengan orang yang meminjam, mereka umumnya sudah tahu bahwa itu persyaratannya berat sudah tahu bahwa itu bunganya tinggi tapi umumnya mereka dengan senang hati mengikatkan diri dan biasanya mereka orang yang terbiasa berbisnis yah...mungkin juga berlaku hukum ekonomi ada penawaran karena ada permintaan .
Agama disandingkan dengan bisnis,why not? Bisnis yang tanpa memikirkan keuntungan semata, itukan dasarnya kasih.Jadi buat yang berkecimpung dibidang ini jangan terlalu memikirkan keuntungan deh jangan sampai orang yang minjam kekita jatuh miskin gara gara bayar utang yang ada bunganya






















.
9. Fri, 29 August 2008 09:12:24 AJP. Tangerang otniel_hia@yahoo.co.id 203.163.101.196
Setelah saya pikir pikir, usaha Koperasi kalau dilihat dari segi BISNIS adalah usaha yang sangat bagus dan menjanjikan tinggal bagaimana managemen orang yang menjalankannya. Itu saya setuju!
Mungkin kalau ditilik dari komentar-komentar yang seperti respon (Rakigae,Usb_usb,Ucok dan tentu pakarnya Bapak Pdt.Haeli Hia) bisa kita membahasnya bagaimana membedakan ORANG ASING dengan SAUDARA?

Kita Bahas dulu ayat berikut :
ULANGAN 23:19-20 "Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.
Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."

Pertanyaan saudara Vaja Faya Gae, saya coba jawab (maaf kalau salah) :

1. Di mana batasan antara "SAUDARA" dan "ORANG ASING" dalam ayat-ayat di atas. Apakah itu saudara sedarah, sesama orang Nias, saudara seiman, atau saudara dalam pengertian seperti apa?

Saya coba Jawab :
SAUDARA SEDARAH/KELUARGA karena orang ASING tiu adalah orang yang tidak ada hubungan darah sama kita.(dalam arti sempit lho, soale kalau saudara arti luas semua orang didunia ini adalah sedarah dari Adam/hawa)

2. Apakah orang-orang yang meminjam uang dari usaha koperasi semacam ini seperti para pedagang di pasar, pemilik warung, atau siapa saja dapat digolongkan sebagai "ORANG ASING?"

Saya coba Jawab:
SIAPA SAJA dan apapun usahanya yang penting bukan saudara sedarah, namun lebih baik kalau kita kasih pinjam kepada orang yang sedang punya usaha/kerja dan sanggup membayar bunga uang tersebut, karena orang pinjam pake buat judi atau untuk kesenangan lainnya akan membuat masalah.

3. Bagaimana dengan perusahaan pembiayaan seperti pembiayaan pembelian barang-barang elektronik, kendaraan, atau bahkan pembiayaan kredit pemilikan rumah, termasuk bank? Apakah mereka semua tergolong pemakan riba?

Saya coba jawab:
Menurut saya sama sajalah, yang penting wajar-wajar saja bunganya jangan mencekik atau membunuh nasabahnya, toh juga Bank/Multi Finance memberikan kredit berbungan hanya untuk yang berusaha/kerja dan mereka nilai sanggup membayar bunga.
Apa bedanya kita dengan pedagang dipasar/mall toh juga mereka ambil untung 10-70% jika mereka jual barang.

4. Berapa besar bunga yang dianggap "wajar" atau "halal" secara agama
saya coba Jawab:
Tidak ada patokan Bro, asal jangan mencekik leher aja, dan yg penting jangan lupa "PERSEPULUHAN"(10% dari Penghasilan) diserahkan kepada Rumah Tuhan sebagai kewajiban.

Jawaban diatas hanya menurut pemikiran saya yang masih terbatas, mohon kepada rekan-rekan netter NIC yang lain,mohon pentunjuk dong biar kita jelas apakah KOPERASI yang dijalankan oleh Ono NIha di perantauan HALAL atau DOSAmaap ya kalau salah.

Yang saya tahu selain Pendeta yang disebut diatas banyak hamba-hamba Tuhan yang sering berselancar diweb ini seperti :
Bapak Pdt.Nur Asli Waruwu,MTh, Pdt.Mustika Ranto Gulo,STh,Pdt.Eliezer Waruwu,STh, Pdt.Etika Hia,STh,Pdt.Orwel Gulo,MTh, Pdt.Syukur Rahmat Gulo,STh. Dll

Saya sangat setuju usulan Bapak Pdt.Haeli Hia,STh jika diadakan seminar oleh BNKP/ONKP/AMIN/GBI tentang topik ini.
10. Fri, 29 August 2008 11:32:20 daeli ciputat-tangerang ddaeli@yahoo.co.id 125.160.103.202
syalom semuanya........

saya sangat senang dengan topik ini,kiranya dapat menjadi perubahan dalam dunia pekerjaan...

saya salah se,orang bagian dari usaha koperasi,sekitar 1 bulan yang lalu saya sering berpikir begini"APAKAH TIDAK ADA PERKERJA,AN LAIN SELAIN PEKERJA,AN INI?"
saya menemukan jawabanya"PASTI ADA,saya mulai sadar dan berhenti dengan pekerja,an tsb.
Dengan alasan :
`sangat bertentangan dengan ALKITAB
`emosional menguasai diri kita
`tidak ada rasa kasih sayang kepada sesama
`selalu berpikir ingin duniawi/inginjadi kaya
`perkata,an sering menipu
saya menjalankan 1 thn,untung/memang sangat memuaskan,tetapi saudara2 sbg orang kristen,di dunia ini bukanlah harta yang lebih utama,kita dalam peperangan kapan lagi kita mencari keraja,an sorga.

saya rerspon situs ini karena saya pernah alami,sekarang saya kerja di perusaha,an,walaupun gaji kecil tetapi selalu berkelimpahan,dari pada banyak duit selalu berkekurangan.

semoga lembaga ke,agama,an lebih menerangkan lebih dalam,tetapi bukan larangan,melainkan dengan kesadaran masing2 pihak.

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ya,ahowu....................................................................................
11. Fri, 29 August 2008 12:00:04 A. Christingalai Dachi Jl. Bangka - Jakarta 12720 dachi@bmt.co.id 118.137.216.233
Semua sudah memahami bahwa koperasi merupakan usaha bersama dengan anggota-anggotanya, yang bertujuan :
1. mensejahterakan kehidupan ekonomi anggota,
2. turut ambil bagian dalam sumbangan sosial termasuk tempat ibadah/sarana
3. menghindari para anggota dari suku bunga tengkulak yang menjerat leher orang.
Berapa prosentase suku bunga yang wajar di koperasi ?, tentu tergantung estimasi dari :
- amortisasi pengeluaran legalitas usaha,
- biaya tempat dan depresiasi peralatan kerja
- biaya pengeloaan ( personil )
- Cadangan tingkat resiko
- Cadangan-cadangan sosial
- Cadangan SHU untuk menjaga kontinuitas usaha.
Maka apabila dikaitkan dengan orang asing, berarti bukan anggota. Tentu orang tersebut akan berpotensi resiko, dengan sendirinya suku bunga mungkin akan lebih besar..... Apakah suku bunga itu dosa ?,,, kalau memang, ya !, siapa yang menanggung biaya operasional ?. Ada di Klien saya, dimana modal kerja mereka pinjam di BP Ramadhan Syari'at tanpa bunga, tapi pembagian hasil (jasa) 3% dari jumlah pinjaman setiap bulan. Biaya administrasi dikenakan pada saat meminjam. Bagaimana kalau usaha tersebut merugi ? pembagian hasil tetap jalan. Demikian kira-kira pengalaman saya agar Rohaniawan dapat memberikan suatu falsafah demi perluasan dan pembangunan kerajaan surga. Tuhan Yesus Memberkati, Amin.
12. Fri, 29 August 2008 14:08:40 Haeli Jakarta pdt_haelihia@yahoo.com 125.160.139.126
Yahowu Fefu !

Kelihatannya diskusi kita ini semakin menarik. Sebab ada dua 'kubu yang berseberangan'. Ada yang pro meski agak malu-malu, ada yang kontra dengan terang-benderang dengan alasan pengalaman.

Setidaknya, ada beberapa metode bisa kita dapatkan untuk menelusuri KOPERASI yang digeluti iraono mbanuada ini.

1. Defenisi 'koperasi' yang dijalankan oleh iraono mbanuada itu apa. Apakah masuk dalam golongan rentenir yang kita kenal 'lintah darat' atau tidak?

2. Tinjauan hukumnya. Artinya legalitasnya !

3. Tinjauan Teologisnya.

4. Azas manfaatnya (timbal-balik yakni debitor & kreditor)

5. dst.

Dengan demikian kita tidak melihatnya dengan 'remang-remang' melainkan diterangi dengan : hukum, teologi dan azas manfaatnya.

Yang saya pastikan, pengalaman boleh mendukung hasil tinjauan diatas, tetapi pengalaman tidak dapat dijadikan sebuah doktrin atau pedoman pengajaran. Sebab pengalaman yang satu belum tentu cocok dan dapat diterapkan kepada yang lainnya.

Pa AJP sudah mulai menyampaikan pendapatnya, kita menunggu para bapak-bapak Pendeta lainnya serta rohaniawan lainnya.

Saya pikir khotbah di mimbar sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Tetapi penyampaikan kebenaran melalui media seperti ini, juga tidak kalah pentingnya. Jika Bapak-bapak pendeta menyampaikan sumbangsih pikiran, berapa banyak pribadi yang tertolong dari dampak 'khotbah' di dunia maya ini?

Kami tunggu, saohagölö!
13. Fri, 29 August 2008 15:53:55 Raki Gae Jombang peacesung_mass@yahoo.com 202.182.184.58
Yahowu juga.
Sy setuju dgn Bp. Haeli diskusi ini bis menghasilkan kesimpulan apakah mengambil riba itu dilarang atau tidak menurut apa kata Alkitab, tetapi bukan memvonis apakah yang mengambil riba itu seorang pendosa atau bukan.

Sanya lebih menyorot perihal azas manfaat dari usaha ini.
Proses pinjam meminjam ini pastinya diawali dengan kesepakatan dan perjanjian antara kedua belah pihak dengan mempertimbangkan bahwa si peminjam akan memperoleh keuntungan dari uang yang dipinjamnya dan yg meminjamkan akan memperoleh hasil juga dari uang yang dipinjamkannya. Keuntungan yang didapat oleh si peminjam dapat berupa uang dari hasil dagangannya atau berupa hal lain misanya untuk berobat sementara si peminjam belum waktunya menerima gaji.

Bisa dibayangkan bila tidak ada orang yang berusaha dalam bisnis ini. Orang yang tidak punya modal tidak bisa berdagang atau mengembangkan usahanya atau orang yang sakit tadi tidak bisa berobat dan akhirnya mati dll dll.

Yang perlu dijaga oleh masing-masing pihak baik si peminjam maupun yang meminjamkan adalah menjaga agar defenisi RIBA = BUNGA UANG tidak berubah menjadi RIBA = LINTAH DARAT.

Itu saja.
14. Fri, 29 August 2008 20:03:29 jonlandes Laia Medan co_medan2@yahoo.com 202.51.229.174
Syalom semuanya....!

saya termasuk tukang koperasi,tapi bukan pengusahanya,saya hanya buruhnya,apakah saya yg berdosa atau pengusahanya...?

Mohon jawaban dari bapak2 Pendeta....!

Yaahowu,

GBU
15. Fri, 29 August 2008 20:57:47 Christian Zebua Christian.zebua@yahoo.com Christian.zebua@yahoo.com 124.81.1.226
Salam kenal...
Pendapat di atas sah-sah saja, ini tergantung dari sudut pandang mana, -akah pandanag alkitabiah apa tidak. Kalau dari sisi materi tentu orang yang melakoni pekerjaan ini sah, sama seperti penjual mana ada yang mau rugi tentu untung saj yang .di pikirkan oleh mereka kalau mereka mau rugi jangan menjadi penjual.

Kasus di tas apakah salah juga menurut pandanagn alkitab.....
Tolong di jbarkan oleh para rohaniawan.
16. Sat, 30 August 2008 11:26:35 Pengusaha Koperasi Jakarta jangan_iri@yahoo.com 125.162.53.215
Yaahowu...

Koperasi benar jika :
1. Dipinjamkan kepada orang asing ( menurut Alkitab ).
2. Bunga = Jasa = Untung yang diambil wajar ( Di dunia usaha umumnya untung yang wajar itu adalah 25 % - 30 % ).

NB :
1. Asing = tidak kenal.
2. Orang asing adalah orang yang bukan saudara kandung, bukan kerabat2 dekat, dan tidak kita kenal.
3. Kadang2 kita katakan orang luar negeri itu orang asing !
17. Sat, 30 August 2008 12:00:33 Afolo Daeli ( Ama Alfin ) Citra Raya - Tangerang a-daeli@hhc.eisai.co.id 58.12.166.69
Ya'ahowu'
Topik ini sangat menarik untuk segera ada kepastian dari semua aspek baik Legalitas, pandangan Alkitab dsb.
Menurut saya : Kenapa KOPERASI ini sering disinyalir sebagai Renteinir / Tengkulak/Lintah darat disebabkan karena BUNGANYA yang sangat tinggi.
Ini dibuktikan dengan beberapa pengakuan dari Iraonoda yg sudah menggeluti KOPERASI ini. " LO ALAU BA NDROFI BA NO KAYO " sudah bisa beli Mobil / Rumah dan sebagainya.
Selain itu usaha ini sarat dengan Resiko, bahkan ada yang sampai berantam hingga berurusan dengan kepolisian.
Segera kita urung rembuk dalam bentuk SEMINAR agar Iraonoda tidak terjebak dalam usaha yang mungkin tidak sesuai dengan ajaran Agama dan tidak diberkati TUHAN.
Saya usulkan melalui Forum IKMNT atau Paguyuban NiAS yang ada di Jakarta segera kita adakan pertemuan berupa Sminar.
Salam
Tuhan berkati dan Ya'ahowu
18. Sat, 30 August 2008 15:34:25 Pengusaha Koperasi Jakarta jangan_iri@yahoo.com 125.162.45.157
Yaahowu...

Untuk diketahui :

Pinjaman Koperasi biasanya jatuh tempo 3 bulan !

Jasa pinjaman Koperasi : 20 % selama 3 bulan atau sama dengan 6,7 % per bulan.

Lalu kenapa ada yang cepat maju ? Karena peminjam terkadang belum waktunya jatuh tempo sudah dilunasi, lalu pinjam lagi ! Ini kan ga masalah, terserah kepada peminjamnya maunya gimana. Peminjam ada juga yang nunggu sampai jatuh tempo, bahkan lewat tanggal jatuh tempo !

Teruuuuuss....Tuan-tuan sekalian jangan iri dong !!!!
19. Sat, 30 August 2008 20:26:10 bhksm medan a@yahoo.com 202.51.229.7
pengusaha koperasi banyak juga toh menyumbang di gereja,knp pendeta nya menerima kl usaha koperasi adlh banyak dosanya
20. Sun, 31 August 2008 17:53:36 A.Yansen Tangerang juanmendrofa@yahoo.com 125.160.222.134
Koperasi ko jadi heboh,negara saja melegalkan usaha KOPERASI kalau kebetulan orang kita Nias menjalan kan usahanya untuk mendapatkan keuntungan atau kelebihan untuk hidup kenapa tidak boleh bahkan terbentur dengan ayat ALKITAB tapi mungkin kita juga sebagian lupa bahwa di NIAS Gereja2 menjalankan usaha koperasi kepada jemaatnya dengan tujuan agar jemaat dapat berusaha dan bisa hidup layak ditengah masyarakat ,lalu bagaimana kita menilai gereja yg melakukan hal tersebut?memang ini dilema kehidupan.

Tana ho Kaisaro badao tabe honia
Tana ho Lowalangi dagoi tabe honia
Silahkan masing2 menjalankan kehidupan ini sesuai dengan HANURA anda masing2 kiranya Tuhan Memberkati kita semua.Amin

Yaahowau.

First|Previous     Next| Last

Number of records = 409
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000