NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Kese-Kese (Discussion)
 
 

Fri, 22 June 2018 16:19:56 | MAHMUD SIMON | JARKATA
Komentar dari berita : Anggota DPR RI Eka Santosa : ... (NIC, 1/11/2008)14 Responses

 

Tue, 19 June 2018 21:38:11 | mr scott | russia
BUTUH INFO1 Responses

 

Tue, 19 June 2018 03:33:56 | mrs stella | united states
ATM Blank1 Responses

 

Mon, 18 June 2018 17:02:00 | john kin gulo | madrehe kab.niasbarat
YANG TIDAK PERLU DITIRU DARI KARAKTER ORANG NIAS45 Responses

 

Sun, 17 June 2018 10:31:44 | Efendi | Jarkatar
ALUMNI SMU N 1 LAHEWA DARI ANGKATAN PERTAMA SAMPAI ALUMNI AKHIR ZAMAN780 Responses

 

Sat, 16 June 2018 19:27:45 | vania | bsd city
Benda Sejarah Warisan Nias31 Responses

 

Sat, 09 June 2018 12:35:02 | mark snell | clare
Dapatkan pinjaman Anda sekarang dalam 48 jam3 Responses

 

Wed, 06 June 2018 15:13:07 | mr scott | russia
1 Responses

 

Mon, 04 June 2018 18:35:37 | mr scott | 22 high
PROSEDUR KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)37 Responses

 

Thu, 31 May 2018 07:22:34 | fred | indonesia
LOWONGAN KERJA617 Responses

 

Wed, 30 May 2018 19:28:50 | James Potter | 7765465 grf stolkhom
proyek jembatan milyaran rupiah terlantar 6 tahunan1 Responses

 

Mon, 28 May 2018 01:26:21 | ENDA PUTRA GEA | 08101998
34 TOKOH MASYARAKAT DI PULAU NIAS18 Responses

 

Sat, 26 May 2018 12:07:45 | agung syahrial telaumbanua | labura aek kanopan
mencari adik ayah

 

Fri, 25 May 2018 15:31:08 | agung syahrial telaumbanua | labuhan batu utara
Cari Keluarga di Nias1 Responses

 

Thu, 24 May 2018 05:55:54 | Mayfield Investment Trust Ltd | Indonesia
Jarle Thorsen SiteTalk1 Responses

 

Thu, 24 May 2018 00:34:30 | Efendi | Jarkatar
KANTOR DPRD NIAS JADI ARENA PERJUDIAN PARA OKNUM DPRD45 Responses

 

Thu, 17 May 2018 07:51:27 | Kyla kanza zebua | Batam
Artis Sinetron Asal Nias87 Responses

 

Tue, 15 May 2018 09:11:26 | Simeon Boy Zandroto, SE, MH | Gunungsitoli
BAGI ALUMNI SMP NEGERI HILIWETO GIDO, MARI BERGABUNG50 Responses

 

Mon, 14 May 2018 15:28:09 | devina irfan | surabaya
Blog kita orang Nias1 Responses

 

Sat, 12 May 2018 08:26:04 | StephenKip |
Jarle Thorsen Kielce

  Index | Add New Topic  
Wed, 24 December 2008 22:27:03 | Media, Gunungsitoli | IP: 124.81.1.226
2,196 KANTOR DPRD NIAS JADI ARENA PERJUDIAN PARA OKNUM DPRD 45 Responses
KANTOR DPRD NIAS JADI ARENA PERJUDIAN PARA OKNUM DPRD
3 Oknum DPRD diburu Buser dan 3 Ditangkap dan dimasukkan ke SEL Tahanan Polres Nias

Gunungsitoli, MEDIA.

Polres Nias melakukan penangkapan oknum Anggota DPRD Nias yang sedang berjudi di Gedung DPRD Kab Nias Sumatera Utara Rabu (24/12) pukul 14.00 wib, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nias AKBP Albert Sampe Sitorus beserta Kasat Reskrim AKP R. Purba, Kabag Binamitra AKP A.E Telaumbanua, Kasat Intel AKP Ofonai’õ Gulõ dan Tim Buser Kristian Zebua dan Rexton Sitompul. Ada 2 kelompok penjudi di mana kelompok judi pada meja ke 1 ditangkap 2 orang Oknum Anggota DPRD Nias yaitu Orudugõ Halawa (Golkar), Ibelala Waruwu (PDI-P) dan 3 melarikan diri yaitu Pidaman Nazara (Partai Pelopor), Armansyah Harefa ( PPD) Baziduhu Gõri (PDS) dan sekarang dalam pengejaran Tim Buser Polres Nias, sedangkan di meja ke 2 ditangkap Dalifati Ziliwu Oknum Ketua KNPI dan Anggota DPRD Nias (PSI), Kharisman Lase (PNS), Buala Zebua (PNS) dan dua orang staf Honorer di DPRD Nias.Barang bukti 4 Set Kartu Joker dan uang Rp. 265.000,-

Penangkapan ini didasari perintah langsung Kapolda Sumatera Utara kepada Kapolres Nias atas dasar informasi dari masyarakat. Beberapa bulan sebelumnya Polres Nias telah mendengar bahwa gedung DPRD Nias selalu dijadikan tempat perjudian para oknum anggota DPRD. Kapolres Nias AKBP Alber Sampe Sitorus berharap agar yang melarikan diri segera menyerahkan diri ke Polres Nias.

Para Rekan-rekan dan Saudara para Oknum DPRD yang ditangkap ini hilir-mudik di Polres Nias berusaha mencoba membantu untuk mengeluarkan mereka. (Media)

KESE-KESE belum tentu berisi diskusi ilmiah atau mengandung kebenaran universal (tergantung pada opini pribadi masing-masing). Jadi pembaca harus bijaksana memilah-milah mana yang benar dan mana yang tidak.

KAMI memiliki hak (bukan kewajiban) meng-edit bahkan menghapus Kese-Kese yang menurut kami tidak layak.

ISI serta akibat atau pengaruh Kese-Kese adalah di luar tanggung jawab NiasIsland.Com.

PEMBACA harus telah menyetujui semua klausa di atas sebelum berselancar di halaman KESE-KESE.

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
7. Thu, 25 December 2008 15:27:10 SANTI Fodo Gunungsitoli Selatan sntimia@yahoo.com 125.162.39.54
Kok info yang dapat duluan bapak Kapolda dan baru ditelfon ke Pak Kapolres Nias untuk ditangkap ? Berarti selama ini Polres Nias Tutup mata atau apa ya ?
Bravo Buat POLISI dan Bapak KAPOLDA SUMATERA UTARA.
8. Thu, 25 December 2008 16:22:18 Ga'atalu XL-Gone lihat IP manawa_dano@yahoo.com 125.160.210.243
Salut, berita ini dari kemarin sudah masuk detik.com, dibaca dunia
Pasal 303 KUHP. Ancaman hukuman 10 tahun

Satu hal yang saya minta kepada Bapak Ka Polres Nias,
Mohon penanganan yang semestinya sesuai dengan aturan hukum acara pidana. Moment ini biarlah menjadi awal mula gerakan operasi penyakit masyarakat di Nias, termasuk pelacuran terselubung.

Mohon juga agar penegakkan hukum dan disiplin di internal institusi ditegakkan agar wibawa Polri serta kepercayaan atas kinerja Polri selalu berada pada tempat yang semestinya. Judi kartu oknum anggota Polri sering terlihat masyarakat, kan engga adil kalau oknum masyarakat yang sedang judi ditangkap sementara 'yang nangkap' habis main judi juga. Mohon maaf, tapi penegakkan hukum harus segera dilakukan agar Nias TIDAK MENJADI negri bar-bar (bebas judi, bebas prostitusi, gampang ngilangin nyawa orang, bebas korupsi)
Kami sangat mendukung langkah Bapak Ka Polres Nias. Kami mengerti bahwa ini akan banyak hambatan bahkan cemoohan karena mungkin trauma historis tindakan oknum anggota Polri yang selama ini yang hanya mencari-cari kesalahan masyarakat tapi akhirnya uud juga. Tolong pak, agar Nias tidak jadi negri bar-bar.

Terimakasih, Maju Polri - Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat
9. Thu, 25 December 2008 16:50:20 DetikNews Detik redaksi@detiknews.com 125.162.39.54
Rabu, 24/12/2008 22:56 WIB
Anggota DPRD Nias Ditangkap Saat Main Judi
Khairul Ikhwan - detikNews

(Ilustrasi/detikcom) Medan - Tujuh orang ditangkap saat bermain judi di dalam Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nias, Sumatera Utara, Rabu (24/12/2008). Tiga di antaranya, anggota dewan. Seluruh tersangka kini mendekam di tahanan Markas Polres Nias, di Gunung Sitoli.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, penangkapan para tersangka dipimpin langsung Kapolres Nias AKBP Albertus Sitorus, pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas para anggota dewan di sana yang kerap bermain judi. Saat penyergapan, polisi menemukan ada dua kelompok yang tengah asyik berjudi di ruangan berbeda.

Di ruang pertama, lima orang sedang berjudi yang seluruhnya anggota dewan. Namun yang berhasil ditangkap hanya tiga orang yang seluruhnya anggota dewan.

Masing-masing adalah Orudugo Halawa yang merupakan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Nias dan Sekretaris Partai Golkar Nias, kemudian Ibelala Waruwu dari Fraksi PDI Perjuangan dan Dalifati Ziliwu dari Partai PSI yang juga Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia, Nias.

Sementara dua anggota dewan lainnya berhasil melarikan diri. Mereka diidentifikasi sebagai Pidaman Nazara dan Armansyah Harefa dari Fraksi Pelopor.

Di ruangan kedua, polisi menangkap lima orang yang sedang bermain judi. Namun polisi hanya berhasil menangkap empat di antaranya yang seluruhnya merupakan staf di sekretariat DPRD Nias, yakni Zendambowo Zendrato, Sinema Zebua, Alvian Lase dan Christian Laoli.

Sementara seorang tersangka lainnya berhasil meloloskan diri, yakni Bazisokhi Gori, juga anggota DPRD dari Fraksi Rakyat Bersatu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nias AKP RA Purba menyatakan kepada wartawan, barang bukti yang berhasil ditemukan dari para tersangka, berupa tiga set kartu remi dan uang senilai Rp 255 ribu.

Hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka. Sementara kepada para tersangka yang melarikan diri diminta untuk menyerahkan diri.

“Jika tidak, akan dilakukan upaya paksa,” kata Purba.

(rul/nwk)
10. Thu, 25 December 2008 17:35:10 Sabar Ch. Zendrato Bandung s.zendrato@yahoo.com 125.160.239.220
M.emalukan memang. Apalagi tempat main judinya di tempat terhormat. Inikah "Kado Natal" yang diberikan para wakil rakyat dari beberapa Partai, disitu juga ada anggota DPRD dari PDS, partai berbasis Kristen yang sering diplesetkan Partai Dari Surga. Wach, saya tidak bisa omong lagi, dech. Nanti dikirain aku berpolitik praktis he he he. Salut buat Kapolres Nias beserta staf. Ya'ahowu Fanorotodo Fa'atumbu Duada Yesu 2008 ba Dofi Sibohou 2009.
11. Thu, 25 December 2008 18:12:12 Yuli Zega Jakarta yulizeg@yahoo.com 118.136.29.137
TERKURTUKLAH anggota DPRD yang seperti ini....
Anda dipilh untuk memberi contoh yang baik, bukan contoh yang jelek.......
Sekedar informasi : sebenarnya masih ada lagi anggota / staff DPRD yang hobinya BERJUDI....Tolong POLRES Nias lebih agresif lagi...

Untuk Bpk Kapolres...Lain kali lebih tanggaplah..Masak pimpinan anda yang duluan tahu baru anda...Atau..ANDA SUDAH TAHU TAPI TIDAK MAU TAHU..????
TERKUTUK jugalah anda kalau anda memang begitu....

Maaf kalau anda semua tersinggung...Tapi ini dari hati nurani saya.
Terimakasih....
13. Thu, 25 December 2008 20:01:56 adri tangerang adrianus_mendrofa@yahoo.com 125.162.126.165
memalukan........, ono niha lagi,,,,,,dasar tidak tahu diri, anda bukan wakil rakyat walau status anda wakil rakyat
14. Fri, 26 December 2008 11:49:16 Elifati Zebua Gunungsitoli, Nias e.zebua@yahoo.com 125.162.14.193
Untuk Nomor 9, he bos, Dalifati Ziliwu itu bukan hanya ketua DPD KNPI Kab.Nias, tetapi beliau itu banyak sekali jabatannya yang lain : KETUA PEMUDA KATOLIK DEKANAT NIAS, DOSEN IKIP GUNUNGSITOLI, saya dengar lagi KETUA POLISI MASYARAKAT (POLMAS) KABUPATEN NIAS, dan berapa jabatan penasehat dalam organisasi masyarakat.
15. Fri, 26 December 2008 12:59:15 ndraha cs jakarta kristiann_1975@yahoo.com 118.137.255.108
sayang sekali ya kantor pemerintah dijadikan tempat perjudian...boz anda dipilih rakyat untuk rakyat bukan untuk bermain judi....karna gajinya udah gede ya..?mending bantu orang susah boz....itulah akibatnya klo jadi ANGGOTA DEWAN karna ada duit...TUNJUKAN DONK INTELEKMU ITU...klo ga bisa mikir dan klo ente bodoh jangan jadi wakil rakyat boz...harapan saya kpd warga nias jgn liat orangnya...tapi tolong liat kwalitasnya apkah layak jadi wakil rakyat ato tidak.trims ya"ahowu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
16. Fri, 26 December 2008 16:42:45 Eliver Jhony de Dexter Ziliwu Surabaya ejhonydedexter@yahoo.com 202.137.7.234
Untuk Dalifati......
He Bos,...hana ndaugo kawan???
aekhu o badogi goi he...

saya sebagai salah seorang pendukungmu pada tahun kemarin merasa sangat menyesal...atas perbuatanmu..MEMALUKAN !!!!!!!!.........
Aila mano ita obe'e...!!!

saya Jhony (banuamo yai)....
Lau bale taha mano khoda ua....
17. Fri, 26 December 2008 19:57:47 Tina Jakarta harefatina@yahoo.co.id 125.161.210.120
To : Dalifati Ziliwu

Wah... ketahuan deh sekarang...
Malu-maluin alumni SMA Negeri 2 nih.....
Tapi gak ada kata t'lambat untuk bertobat...
Semoga kejadian ini ada hikmatnya. Okey,
tetep semangat! GB...
18. Fri, 26 December 2008 20:08:55 enrico medan enricoalfonsiusgee@yahoo.com 125.162.46.114
aya sangat kesal pada pemerintahan Niasw yang mana Kantor DPRD saja dijadikan arena perjudian ini sangat memalukan di muka bumi INDONESIA tercinta.untuk itu saya berharap agar para pakar Politisi BUSUK itu di hukum sesuai undang undang
19. Sat, 27 December 2008 22:58:29 Ga'atalu XL-Gone lihat IP manawa_dano@yahoo.com 125.160.208.77
MOHON INFORMASI.....

Apakah Polres Nias memperlakukan para tersangka judi DPRD Nias berbeda tersangka lain dalam perkara yang sama ???
Apakah Para tersangka sudah dibebaskan atau ditangguhkan ???

Penyidikan secara Profesional seharusnya dapat membuat terang tindak pidana tidak hanya dengan mengandalkan petunjuk yang muncul dari jumlah kartu dan faktor belum disitanya uang dari tangan penjudi. Alat bukti petunjuk dapat didapat dari olah TKP, persesuaian keterangan saksi (dan saksi mahkota) berikut keterangan tersangka yang menyatakan tentang permaianan judi yang mereka lakukan.
Alat Bukti sesuai pasal 184 ayat (1) KUHAP sudah jelas dan Penyidik cukup menyediakan setidak-tidaknya 2 alat hukti saja kasus tersebut sudah bisa maju ke JPU.
Jadi, menurut saya penyidikan atas kasus tersebut kalau dilakukan dengan sungguh-sunguh maka semua mereka yang ada dalam ruangan tersebut dapat dikenai pidana dan tidak ada alasan untuk membebaskan mereka dari jerata hukum. Semua kembali kepada itikad polisi !!! Jika fakta-fakta 'dipelintir' kemudian hasil pelintiran fakta tersebut dijadikan alasan untuk membebaskan mereka dari jeratan hukum, maka saya sebagai warga Nias sangat menyayangkan andai hal itu terjadi.
Namun demikian, saya sangat percaya dalam kepemimpinan Kapolres Nias sekarang ini hal itu tidak terjadi. Saya sangat yakin Pak Kapolres dapat membantah tekanan-tekanan baik dari segi politik maupun oknum pejabat (Internal institusi, dll) yang menjadi 'calo pembebas' para pesakitan judi tersebut.

Proses penangguhan memang hak Penyidik namun demikian tentu harus melihat pertimbangan bahwa barang bukti masih ada sebagian yang belum ditemukan dan juga masih ada sebagian tersangka dalam pencarian, DPO (info terakhir), sehingga menurut saya : merupakan keputusan yang salah jika para tersangka ditangguhkan penahanannya mengingat faktor subjektif dalam ketentuan penangguhan masih belum terpenuhi. Mengapa, kekhawatiran menghilangkan Barang bukti dan larinya tersangka atau menyulitkan penyidikan menjadi faktor 'harusnya' ditolak permohonan penangguhan penahanan atas para tersangka. Ini juga menyangkut penilaian masyarakat atas kerja Polres Nias, apakah ini pesanan karena trik perang politik/kepentingan tertentu atau hanya 'uud' (maaf) atau memang benar-benar untuk penegakkan hukum.

Disisi lain, hal ini menjadi tolok ukur profesionalisme Polres Nias dan juga sudah menjadi berita Nasional yang menurut saya ada nilai Plus terhadap sosok Kapolres dan kasat serse dalam meniti karir. Saya berharap, perkara ini dilanjutkan agar masyarakat dapat mengambil memahami bahwa hukum tidak pandang bulu.
Jangan karena janji akan ada madu setitik (atau segelas), proses penanganan atas kasus ini menjadi tidak jelas.

Mohon semua pihak menilai dan memperhatikan secara seksama proses hukum terhadap para tersangka yang telah membuat malu nama Nias di dalam negeri.

Mohon maaf, bukan maksud saya menggurui namun semua demi Perubahan Nias. Jujur, kami masih ada sedikit keraguan akan keseriusan penanganan kasus ini, mohon kami diberikan bukti kerja yang serius... Kiranya keraguan kami tersebut dapat kami buang sejauh-jauhnya karena bukti pelaksanaan tugas yang sungguh-sungguh dari Polres Nias.

Terimakasih, Ya'ahowu
Selamat natal dan Tahun Baru
20. Sun, 28 December 2008 11:44:56 Arif Banda Aceh arf-ba@yahoo.com 202.152.35.116
Saya sangat setuju bila kasus ini dilimpahkan ke Pengadilan, biar semua tahu bahwa tidak ada yang kebal hukum. Tapi beranikah Kepolisian dan Kejaksaan untuk meneruskan kasus ini? Jangan-jangan setelah dapat uang sogok dari para pelaku, kasus ini didiamkan saja.
21. Sun, 28 December 2008 13:29:01 Ato hulu Gunungsitoli atos@yahoo.com 202.3.213.130
Untuk informasi, apa yg kita kwatirkan atas kasus judi yg menimpa pejabat di daerah nias memang benar2 terjadi. Tgl 26 kemarin semua tersangka sudah berkeliaran diluar alias ditangguhkan dgn status wajib lapor, tentu hal ini kita sayangkan sebab selama 2 tahun ini rumah rakyat kita di nias telah dijadikan arena judi oleh sebagian besar oknum2 wakil kita. Pantas saja apa yg menjadi aspirasi rakyat kita selama ini hanya di salurkan d meja judi d gedung rakyat yg terhormat ini,
22. Sun, 28 December 2008 15:17:46 Hikayat Zandroto Tokyo, Jepang ayat_zand@yahoo.com 125.161.102.16
Kapolres Nias harus segera dicopot karena telah terbukti setengah hati menegakkan hukumdi Nias. Kalau betulpenangkapan itu atas perintah Kapoldasu, ini sangat memalukan, seperti palu baru makan setelah diketok. Apalagi sekarang dia telah melepaskan/tahanan luar wajib lapor yang dua, karena bb tidak ada, padahal kedua orang ini telah mengaku BB ada dibawa lari oleh Pidaman Nazara. Hahaha ini bukan sebuah lelucon atau strategi pengungkap kasus. Anehnya lagi Kapolres harus minta ijin gubernur Sumut memanggil, menangkap dan menahan 3 anggota DPRD yang lari itu, walah walah banyak alasan untuk menghindar. Ada apa dibalik itu semua. Kalau yang ditangkap orang biasa seperti pemain judi di Saombo dan di Awaai langsung dijeblosin ke sel. Lihat saja Dalifati Ziliwu dia bukan di sel tetapi berada di ruangan be ac di Polres Nias, kok nyama-nyamain Tomy Soeharto? Untuk itu marilakita bersatu, demo untuk pecat Kapolres Nias dan laporkan ke Propam Poldasu.
23. Sun, 28 December 2008 16:45:05 Rius Lase gunungsitoli lase@yahoo.com 125.162.37.9
selaku saya seorang warga Nias, hukum harus ditegakkan dan jangan pandang bulu mentang - mentang sudah pejabat daerah,Kapolres enggan memperlakukan dewan yang terhormat ini supaya sama juga dengan yang lain dan janga ada perbedaan. rakyat mendukung bapak Kapolres. Untuk saudara saya Hikayat zendrato teruskan perjuanganmu.
24. Sun, 28 December 2008 20:07:21 Ga'atalu XL-Gone lihat IP manawa_dano@yahoo.com 125.160.192.142
Mohon informasi yang sunguh-sunguh atas penanganan terhadap tersangka judi DPRD Nias, sebab ada pihak terkait dari Jakarta yang menanyakan perkara tersebut.
Dimohon kepada siapapun warga Nias yang mengetahui proses penangguhan tahanan oleh Polres Nias atas para tersangka kiranya dapat memberikan informasi melalui e-mail : manawa_dano@yahoo.com. Kerahasiaan sumber informasi kami jamin. Mari kita dobrak misteri ada tidaknya konspirasi yang dilakukan tersangka & polisi sehingga mereka dikeluarkan dari tahanan.

Ini ironis!!! Secara profesi, Polres Nias telah menunjukan kelasnya sebagai Polres yang in-konsisten dalam menjalankan tugasnya. Kita harus tau mengapa mereka menangguhkan para tersangka. Masih adakah hati nurani para penegak hukum ?

Hukum hanya berlaku kepada mereka yang tidak dikenal dan tidak berduit ? Warga kecil jadi bulan-bulanan. Jika ditangkap, biasanya tidak pernah bisa ditangguhkan bahkan dibesuk saja sering dipersulit. Belum apa-apa sudah dimaki bahkan dianiaya sementara para anggota Dewan yang sesat ditempatkan di ruang AC. Terlalu....

Hukum telah mati !!! Menangislah Pulau Nias.... bersedihlah, karena apa yang kamu rindukan sudah sepertinya tinggal angan-angan sebab pilar-pilar perubahan itu telah rontok karena sesuatu (mungkin duit?). Tinggal doa dan kemauan saudara-saudara membantu agar semua ini menjadi lebih baik. Harusnya hukum harus adil dan tidak pandang bulu.

Saya kecewa dengan Polres Nias !!!
25. Mon, 29 December 2008 17:31:35 Fajar Lase Gunungsitoli www.fajar.com 66.249.90.136
Astaganaga..!!! Berita 'ne malu2in aza, masa seorang anggota DPRD ketang
26. Tue, 30 December 2008 09:45:48 ELVIN SEMARANG vyn_87@yahoo.co.id 125.163.206.27
sungguh menyedihkan berita penangkapan ang.DPRD Nias, saya sebagai anak daerah yang sedang kuliah diluar nias berharap dan berdoa semoga hukum benar-benar ditegakkan karna manusia-manusia yang seperti itu tidak pantas menjadi pemimpin/ wakil rakyat, perbuatan yang dilakukan para wakil rakyat ini merupakan contoh perbuatan yang benar-benar memalukan dan tersebar diseluruh khalayak indonesia dan ini merupan suatu pelajaran bagi kita generasi muda untuk bisa mempersiapkan diri menjadi generasi yang siap membangun nias tercinta, semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Apalagi menyambut tahun 2009 kita masyarakat Nias harus benar-benar menunjukkan perubahan yang positf demi kemajuan kita bersama
SELAMAT TAHHUN BARU 2009,,, Smoga damai kristus slalu bersama kita
27. Tue, 30 December 2008 13:35:23 Meiman M. GuloJ Jakarta meimanmgulo@yahoo.co.id 125.161.76.67
KITA SBG ONONIHA MALU TRHADAP TINGKAT LAKU DPRD KITA SAMPAI TERLIHAT DI INTERNNET,SAYA HIMBAU KEPADA POLRES NIAS UNTUK MENEGAKKAN HUKUM LAGI
Number of records = 45
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000