NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Kese-Kese (Discussion)
 
 

Sat, 18 November 2017 10:50:33 | febian joan | nigeria
Komentar dari berita : Anggota DPR RI Eka Santosa : ... (NIC, 1/11/2008)2 Responses

 

Sat, 18 November 2017 08:49:00 | Nyonya Jessica Rojas | jakarta
KOPERASI ATAU RENTENIR ?350 Responses

 

Thu, 16 November 2017 10:41:28 | HARRIET MARK | hhhh
APAKAH DI NIAS MASIH DIBUTUHKAN PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN)?54 Responses

 

Tue, 14 November 2017 09:38:49 | fatina Laia | tuhemberua kec. lolomatua nias se
RSU GUNUNGSITOLI SELANGKAH LEBIH MAJU2 Responses

 

Thu, 09 November 2017 20:12:51 | jane | 44 palm street
YANG TIDAK PERLU DITIRU DARI KARAKTER ORANG NIAS37 Responses

 

Tue, 31 October 2017 09:04:20 | |
Artis Sinetron Asal Nias85 Responses

 

Sun, 29 October 2017 16:17:02 | Angorota Lase | Dumai
IIkatan Mahasiswa Nias Riau5 Responses

 

Sun, 29 October 2017 15:13:10 | lela yuniarsih | belitung timur
cari teman curhat893 Responses

 

Mon, 23 October 2017 22:35:19 | Alfriadi | Medan
KUMPULAN MARGA TELAUMBANUA khusus Kec.Gunung sitoli72 Responses

 

Thu, 19 October 2017 10:51:20 | Gonzalez Andres | Florida
Hebatttt............ .....Orang Nias Marga Gea Main Bola Di Manchester United59 Responses

 

Thu, 19 October 2017 10:50:34 | Gonzalez Andres | Florida
perkumpulan marga zendrato21 Responses

 

Thu, 12 October 2017 10:30:47 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa Kec.Ulunoyo Nias
Diskusi dan Pertanyaan Hukum27 Responses

 

Mon, 09 October 2017 00:38:46 | PRIAMAN HAREFA | Medan, jln Gandhi no 10
SMA Pembda 1 Gunungsitoli96 Responses

 

Thu, 05 October 2017 07:07:14 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias
IDE GILA BUPATI NIAS SELATAN, UNTUK MEMAJUKAN INDUSTRI PARIWISATA DI PANTAI SORAKE.89 Responses

 

Mon, 18 September 2017 17:16:36 | R. Rudi Alhempi | Pekanbaru
CARA PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)40 Responses

 

Fri, 08 September 2017 23:11:57 | Popo | Pekanbaru
Amaedola (Pepatah) Ba Li Nono Niha22 Responses

 

Wed, 30 August 2017 06:53:51 | Euegen Brown | block 4 rekals street
KEGIATAN LOMBA CIPTA MENU TA. 2017 DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KAB. NIAS BARAT1 Responses

 

Sun, 20 August 2017 13:51:34 | Monny Ndraha | Metro-Lampung
Kapan Kepulauan Nias Jadi Provinsi9 Responses

 

Tue, 08 August 2017 21:54:39 | aldemarwaoma | medan
Apa arti marga-marga di Pulau Nias?14 Responses

 

Wed, 19 July 2017 22:03:03 | Jefrianto Gaho | Pekan baru
PASANGAN "SE MADO" (SATU MARGA)25 Responses

  Index | Add New Topic  
Fri, 29 October 2010 11:49:35 | sydney manao, kuala lumpur | IP: 182.0.42.124
3,586 Bisnis Judi Eksklusif Sebagai Solusi Percepatan Pembangunan di Pulau Nias 34 Responses
Yaahowu fefu...

Saya ingin mengusulkan bagaimana untuk menambah PAD di Pulau Nias...kita jadikan Pulau Nias sebagai LAS VEGAS nya Indonesia...atau seperti GENTING HIGHLAND di Malaysia, dengan beberapa alasan :

1. Bisnis Judi perputaran uangnya sangat besar, bisa mencapai milyaran Rupiah per malam...dan ini bisa meningkatkan PAD di Pulau Nias

2. Gubernur DKI Jakarta periode 1967-1976 Alm. Ali Sadikin pernah mengusulkan agar wilayah Kepulauan Seribu akan dilokalisir sebagai tempat Judi, dan rencananya pajak dari judi akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta...namun ditentang oleh Ormas Agama Mayoritas....hal ini tidak akan terjadi di Pulau Nias....karena Mayoritas Agama di Nias Kristen...dan tidak mungkin FPI beramai-ramai datang ke Pulau Nias untuk melakukan Demo.

3. Akan mensupport Pariwisata Pulau Nias.

Jika ini direncanakan, hal-hal yang harus di persiapkan :

1. Infrastruktur yang baik...bangunlah dermaga yg eksklusif dan tempat yang eksklusif pula, sehingga para Penjudi yang nota bene orang2 kaya dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri akan merasa nyaman datang ke Pulau Nias.

2. Para penjudi harus merasa aman dan nyaman selama berjudi di Pulau Nias...jadi SDM yang direkrut untuk pertama kalinya sebaiknya dari luar P.Nias yang sudah berpengalaman....dan perlahan - lahan SDM dari Nias sendiri yang akan menangani..karena bisnis ini adalah JASA...dan sikap MELAYANI yang selama ini kurang dimiliki Ononiha.

Demikian usulan saya ini...semoga bisa menjadi masukan bagi para Calon Kepala Daerah dalam menghadapi Pilkada baik di Nias Induk, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, dan Gn Sitoli..

Yaahowu

KESE-KESE belum tentu berisi diskusi ilmiah atau mengandung kebenaran universal (tergantung pada opini pribadi masing-masing). Jadi pembaca harus bijaksana memilah-milah mana yang benar dan mana yang tidak.

KAMI memiliki hak (bukan kewajiban) meng-edit bahkan menghapus Kese-Kese yang menurut kami tidak layak.

ISI serta akibat atau pengaruh Kese-Kese adalah di luar tanggung jawab NiasIsland.Com.

PEMBACA harus telah menyetujui semua klausa di atas sebelum berselancar di halaman KESE-KESE.

First|Previous     Next| Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
1. Fri, 29 October 2010 12:31:37 Feber Gulo Rantau Prapat gfeber@yahoo.com 125.162.42.158
Yth. Sdr. Sydney Manao di Kuala Lumpur.....

Usulan yang sesungguhnya perlu difikirkan matang-matang. Saya tidak akan membahas apakah dampaknya positif atau negatif untuk masyarakat Nias. Yang pasti, kalau sukses hasilnya pasti sangat menggiurkan.....

Namun dibalik itu semua, sesungguhnya pernyataan anda adalah suatu pelecehan kepada ke-Kristenan yang mayoritas di Nias. Anda ini sedang menggiring opini publik bahwa Kristen menghalalkan judi, terutama Kristen di P. Nias karena tdk akan melakukan perlawanan spt yg biasa dilakukan oleh FPI.

Saudaraku, meskipun tidak akan ada perlawanan secara fisik, tapi percayalah, akan ada do'a-do'a yang mengalir ke surga agar itu tdk terjadi di P. Nias. Anda mungkin lebih mengkhawatirkan grebekan ormas FPI ketimbang hukuman yang datang langsung dari Tuhan.

Jadi kalaupun usul anda ini sangat baik dari sudut PAD, tapi tolong jangan jadikan keTIDAK MARAH an orang Kristen di Nias sebagai faktor pendukungnya.

Ya'ahowu,.....
Tuhan memberkatimu...
2. Fri, 29 October 2010 12:52:24 sydney manao kuala lumpur sydney_manao@airasia.com 182.0.42.124
Terima kasih Pak Gulo atas responsnya...


Saya rasa hidup ini pilihan...ada yang baik , ada yang buruk....selama kita hidup di dunia pilihan baik-buruk akan tetap ada...

Begitu juga di Nias ini saat ini KORUPSI SANGAT MARAK....dan telah menelantarkan rakyat....

Usul saya ini bukan untuk mendorong masyarakat Nias berjudi...tetapi kita hanya menyediakan sarana bagi orang2 kaya yang berduit milyaran untuk berjudi di Nias.

Masalah dosa biarlah itu urusan dengan yang di Atas....kita tidak bisa menghakimi...

Korupsi yang dilakukan pejabat2 di Nias apakah bukan DOSA...? yang menikmati hanya segelintir orang...

SedaNGkan judi....selain akan menaikan PAD...juga membuka lowongan pekerjaan dan menunjang sektor pariwisata....

Mungkin usul saya ini EKSTRIM...tetapi bagus untuk memajukan Nias....

Yaahowu
3. Fri, 29 October 2010 14:16:04 Feber Gulo Rantau Prapat gfeber@yahoo.com 125.162.42.158
Sangat tepat, bahwa seluruh aspek kehidupan manusia (bukan hanya di Pulau Nias), dikelilingi oleh perbuatan yang penuh dgn dosa. Itulah mengapa saya katakan bukan dampak positif dan negatifnya yg perlu dibahas. Juga bukan masalah baik dan benar, dosa ataupun tidak, korupsi atau tidak korupsi.

Tetapi anda telah membawa opini yang sangat melecehkan bahwa orang Nias yang mayoritas Kristen akan menerima judi dengan damai. Itu saja.
4. Fri, 29 October 2010 15:14:07 sydney manao kuala lumpur sydney_manao@airasia.com 182.1.235.87
Terima kasih Pak...

Saya tidak pernah melecehkan orang Kristen....dan saya percaya sebagai pengikut Kristus pasti kita juga mengikuti Yesus yang senantiasa RENDAH HATI....walaupun dilecehkan tetapi malah oleh Bapa disurga DITINGGIKAN...

Sekali lagi saya tidak melecehkan...tetapi kalo kita melihat realita....judi saat ini juga marak di masyarakat Nias...kita tidak bisa menutup mata...

Saya juga orang Kristen...sebagai pengikut Yesus saya dengan RENDAH HATI MOHON MAAF jika Pak Gulo telah tersinggung dan merasa dilecehkan dengan topik saya kali ini...

Terima kasih.
5. Fri, 29 October 2010 15:39:38 Nota Mendrofa Bogor nota50683@svsi.sanyo.co.id 114.79.55.16
Saya tdk setuju dgn pemikiran Bung Sydney
Pernah nga ke Las Vegas?
apakah agama ada di sana?
Judi yg dihalalkan membawa efek negative lain, spt mafia, narkotik, uang di ats segala-galanya, free seks, dll

Nias hrs bertumbuh ke arah Kristus.
Nias hrs maju, tp tdk dengan kondisi spt di ats

Percuma Nias maju tanpa Kristus yg jadi nakhoda
sebaliknya cobalah lihat dan baca, atau dengerin kesaksian org2 yg pernah ke tanah perjanjian...Jerusalem

itu tanah tandus, tp Allah sanggup memberkati
tanah2 tandus itu kini menjadi lahan subur, anggur Israel paling enak dibanding anggur dr Prancis sekalipun

Tuhan yg membuat maju/berkembang sobat, bukan uang.......
6. Fri, 29 October 2010 16:19:13 sydney manao kuala lumpur sydney_manao@airasia.com 182.1.235.87
Terima kasih Pak Mendrofa...

Tapi sebelumnya mohon maaf....mungkin membandingkan kondisi Las Vegas terlalu jauh...

Kita lihat kondisi Nias saat ini....Mafia Peradilan, Narkotika, Pelacuran, Free Seks, KORUPSI...dan berapa banyak Para Pejabat yang juga banyak melakukan perselingkuhan dengan uang hasil korupsinya...SEMUA ITU REALITA DAN TELAH TERJADI....

Saya akui masyarakat Nias adalah masyarakat yang sangat AGAMIS, Gereja didirikan dimana-mana, Kebaktian juga aktif dilaksanakan...tetapi REALITA yang saya sebutkan TETAP ADA...

Justru JUDI tersebut DILOKALISIR....yang punya uang dan mau berjudi silahkan...tetapi yang mau hidupnya LURUS ya jangan ikut2 main judi...

Ingat hidup ini PILIHAN ....

Saya hanya mengusulkan dari segi peningkatan PAD, bukan dari sisi moral...moral adalah urusan masing2 Pak Mendrofa...

Terima kasih...
7. Fri, 29 October 2010 16:53:25 Nota Mendrofa Bogor nota50683@svsi.sanyo.co.id 114.79.55.16
makasih Pak/Brother Sydney

keliru kalo kita berkata: "yg mau silakan...."

gmana kalau anak kita yg berjudi, lalu kita katakan: "oh ya itu pilihan, silakan saja Nak.."

selama kita bisa mengajari/mengingatkan/mendoakan, maka itu menjadi tugas dan tanggungjawab kita

Ohya Pak/Bro, di Malaysia rajin2 ke gereja yah
khan GBI ada cabangnya di sana
isi hidup dengan kegiatan yg baik, hati2 di negri orang Saudaraku
8. Tue, 23 November 2010 13:22:48 firasat duha kalimantan firasat.duha@yahoo.com 110.139.101.41
halo pak sydney. mungkin bapak bisa diskusikan hal ini kpd Bapak Feber.

saya sangat sedih ada ide seperti yg bapak utarakan. saya bukan sok suci dengan kenyataan yang ada.

nias terpuruk karena adanya judi kecil dan besar.

saya masih ingat ada banyak bpak2 yang berjudi dari pagi sampai mlam dan tidak menghiraukan tangisan anaknya yg lapar dan jeritan hati sang istri.
apakah ini yang anda kehendaki?
salam hangat

your friendship
9. Tue, 23 November 2010 14:40:31 Sama'io manö fefu Banarö nasi smf@yahoo.com 64.255.164.82
Setuju!
Mestinya ada kasino.
Bila memungkinkan tambahin Dono sama Indro.
Hehe
10. Tue, 23 November 2010 18:51:49 Gadodo Nias Utara gadodo-niasutara@yahoo.com 118.136.39.215
Bisnis judi bukan cara satu satunya untuk mempercepat kemajuan pulau Nias. Bisnis judi maju hanya segelintir orang yang memang tergolong mafia, pejabat dan penguasa.

Jalan yang terbaik dan terpuji untuk membangun Nias adalah melalui agrobisnis (pertanian, perkebunan dan peternakan), industri pariwisata, dan industri rumah tangga. saya ada konsep untuk ini dengan tujuan pengembangan ekonomi rakyat secara merata, bertahap dan berkesinambungan. Tetapi membutuhkan waktu 5-10 tahun, dan membutuhkan dana sekitar 500m.

Dana NGO pasca gempa dananya lebih besar tetapi belum dirasakan masyarakat dalam perubahan ekonomi. Apa yang salah ......?

Ohitododo
11. Tue, 23 November 2010 23:04:22 Zega Jakarta hardy@yahoo.co.id 125.166.90.104
Pernah ada yang bapak usulkan, hingga kita sudah dapat persetujuan pimpinan agama di nias dan kepala daerah nias dan sumut. namun kalau Tuhan berkehendak lain tidak dapat diteruskan karena pada intinya judi adalah menuju kehancuran generasi Nias. Kalau akal manusia yang di tonjolkan, betul apa yang bapak kemukakan. Jadi kiranya ide ini jangan menjadi perdebatan lagi, mendingan kita cari topik lain ok Yaahowu
12. Tue, 23 November 2010 23:14:21 Ama Bradlay Xavier Mendrofa jakarta bradlay_xav@yahoo.co.id 180.214.233.6
Sangat-sangat setuju dengan respon #10.
itulah tugas pemerintah Daerah Nias dan seluruh tatanan pemerintahan...
boleh saja kita memberi masukan....mungkin berdasarkan pengalaman dan juga ketika kita bandingkan dengan tempat2 lain...
tapi kita perlu mengingat kultur dominan suatu masyarakat....kalau 90% masyarakat kita penjudi....mungkin saran sdra Sidney berguna....artinya memang kota itu disiapkan menjadi kota Sodom dan Gomora berikutnya....
tapi kalau ternyata kehidupan masyarakatnya mayoritas religius ,alangkah lebih baiknya kita mengusulkan supaya bagaiamana kehidupan masyarakatnya berubah dari yg misalnya 30% koruptor...berubah turun menjadi 25%,kemudia terus turun hinggga ke tingkat minimun...atau kita usulkan bagaimana supaya para pegawainya memiliki tingkat pertumbuhan iman dan ketaqwaan yang (RASA TAKUT AKAN TUHAN) semakin baik...yang semakin meningkat....sehingga setiap orang di kampung Nias kita...bukan hanya takut berbuat korupsi....takut ber-narkoba,takut berZZZZINAH....takut mencuri....tetapi sungguh2 takut berbuat dosa....karena mereka Takut akan Tuhan....

saya pikir itu yang penting....dari pada kita membuka peluang + menyediakan tempat untuk permainan Judi,lama2 kita mendorong Nias untuk menyediakan tempat pelacuran resmi....lama2...kita merubah fungsi tempat2 ibadah menjadi tempat maksiat....bisa saja hal ini terjadi..... (di Belanda...yang tadinya kekristenan berkembang pesat....tetapi skrg...gereja2 di Belanda kosong...karena kebebasan yang kebablasan..sampai2..etika dan moral tidak dipedulikan lagi)

jadi sebaiknya...kita usulkan hal2 yg sungguh2 baik dan benar bagi Nias kita...
kitab harus berkata bahwa Nias itu bagi Kemuliaan Tuhan....Nias itu kesayangan Tuhan...Nias itu bukan kotanya iblis....bukan kota judi....

jadi sdra2 yg ngaku2 percaya Yesus....anda perlu cek lagi...usulan2 sdra...apakah anda benar2 orang percaya Yesus...atau jangan2...tanpa anda sadari sementara anda merasa Kristen...tetapi pikiran anda dikuasai iblis.....tanpa anda sadari juga anda berpikir seperti anti Christ berpikir....hati2lah....

saya tidak menghakimi siapapun....tapi saya sampaikan karena saya mengasihi saudara...siapapun saudara....apapun titel dan intelektualitas sdra....itu ngga penting bagi saya...tetapi pemikiran2 yg menyesatkan...akan merusak Nias kita yg diambang kehancuran....

sekian dan....salam damai.....
13. Wed, 24 November 2010 11:42:23 marioto jakarta marioyo@yahoo.com 180.214.232.9
salam buat semuanya.

Mr. Manao

apakah bapak punya investor yang bisa membiayai pembangunan fasilitas ???

kalau kita andalkan pemda sudah pasti tidak akan mengalokasikan dana untuk itu.

ide yang bagus dari Mr. Manao, tapi usul tambahan bagaimana kalau kita gunakan salah satu pulau yang ada di Nias untuk dijadikan tempat judi tersebut, artinya jauh dari masyrakat kita yang mayoritas. jadi yang datang kesana bukan lagi orang KERE.
14. Sun, 28 November 2010 06:32:05 Benny Giawa Hililaza-Lolomatua-Nias Selatan bennygiawa@ymail.com 114.123.114.170
Wah, usul yang berani pak Manao, tapi saya tidak setuju dengan alasan :

1. Judi itu termasuk tindakan melanggar hukum Negara dan hukum Tuhan Pak.

2. Dampak negatif judi sangat riskan dan berbau kriminal dan tidak ada hubungannya dengan pengembangan wawasan dan IPTEK masyarakat. Dan diperkirakan bahwa meskipun itu tujuan awalnya untuk penarik minat turis asing dan lokal, namun tujuan akhirnya adalah penurunan minat wisatawan (turis tersebut) karena dampak lingkungan tadi akan membuat image takut kepada turis terutama turis kalangan intelek, pemuka agama, dan turis yang tidak suka dengan judi. Hanya turis yang suka judi, narkoba, freeseks, pemabuk yang akan mendatangi pulau kita.

3. Bisnis yang menunjang kemajuan wawasan masyarakat yang tidak bertentangan dengan hukum Negara dan hukum Tuhan masih banyak pak, termasuk yang dikatakan Bapak #10 dan itu sangat bagus, Potensi Agrobisnis di Nias sangat mumpuni, tinggal bagaimana memadukannya sebagai penarik minat wisatawan dengan bisnis tersebut???

Biasanya ada beberapa faktor yang dipoles untuk membarengi agrobisnis dengan pariwisata :
a. Keunikan terhadap : tatanan tempat/wilayah, promosi, budaya, pernak pernik usaha tersebut,, transportasi yang unik, event-event unik yang diprakarsai dan keunikan pelayanan masyarakat

b. Ketersediaan fasilitas

c. Dukungan teknologi yang sepadan untuk jenis agrobisnis yang digeluti

e. Pelayanan yang baik dari PEMDA setempat melalui kebijakan-kebijakan yang diambil terhadap Kunjungan Wisatawan, dan Pembenahan Infrastruktur umum terutama jalan, jembatan, transportasi laut, maupun udara.

Demikian saja opini saya, semoga tidak keberatan di hati Bapak Manao, dan mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan.Ya'ahowu
15. Sun, 28 November 2010 09:07:05 Filifo Sihura Hilinama Zihono pilip_shr@gmail.com 118.136.39.234
Saya oke oke aja 2 opsi yg berkembang yaitu :

1. Menyediakan sarana 'permainan judi' yg terbatas utk kalangan yg memennuhi syarat, misalnya sebelum masuk arena harus menyetor modalnya MINIMAL rp 500 juta. Tentu orang Nias tak ada yg memenuhi syarat utk masuk kecuali orang yg sudah 'owoho'. jadi dampak thd masyarakat dan generasi muda Nias sangat kecil.

2. Menjadikan Nias sebagai 'tanah kanaan' ini merupakan perjuangan kerohanian yg sungguh2 spy tdk menjadi 'HANYA HUO-HUO'. adakah tim rohani yg bersedia menggumulinya baik dalam peperangan rohani maupun dalam action. kalau tidak dibentuk secara nyata dan efektif kinerjanya oleh 5 kab/kota dan dukungan beberapa sinodal gereja termasuk yg katolik maka akhirnya 'hanya huo-huo' juga.

Pilihan ada ditangan kita. saohagolo.
16. Sun, 28 November 2010 18:20:23 Asaaro Zai Kisaran asaaro_zai@yahoo.com 125.165.24.237
Pro dan Kontra..... Sipppssss

Setuju apabila dilokalisasi dan didukung Perda / UU yang mengatur pengelolaanya (misalnya di Malaysia warga pribumi tidak diperkenankan, yang masuk di lokalisasi adalah yang membawa uang sesuai minimal standar UU - tentunya dalam jumlah besar), sehingga dengan sendirinya mem-filter masyarakat Nias itu sendiri dari kegiatan Judi.

Bicara masalah image negatif ttg agama mayoritas, lalu bagaimana pula dengan Malaysia yang mayoritas Muslim, apakah mereka juga dicap Islam Malaysia melegalkan judi??? karena yang mengatur perda dan ijinnya tentu pemerintah bukan organisasi agama. Lain halnya kalau daerah Nias sistem pemerintahan Agama misalnya, atau setidaknya seperti serambi mekkah Aceh yang menerapkan UU Syariah.

Begitu pun minta maaflah.... heheheheeeeee
17. Sun, 28 November 2010 20:49:20 A.Iman Mend Jambi alvin_imanuel@ymail.com 64.255.164.45
(mau yg jujur at boongan) Atur be lah, drpda yg sembu sembunyi, kenyataan kan msh ada tuh judi.
19. Mon, 29 November 2010 14:46:25 fiki harefa sukabumi JABAR f1ktorhar3fa@gmail.com 125.166.173.140
Saya stuju dgn judul ini, di indonesia pernah di tawarin sebagai Tuan rumah tempat Bebas perjudian para komlamerat besar di seluruh dunia, dan indonesia menolak hal tersebuta, akhirnya Hongkong menyediakannya, dan negara itu pun maju dan terkenal, kita hanya menyediain tempat, dan ke amanan, sedangkan yg bermain adalah para komlamerat dari seluruh dunia, coba di bayangkan kalau Nias terkenal, pasti menjadi tempat wisata internasional, dan pantainya pun akan bermanfaat, bisa2 menjadi hawai nor 2 di dunia.
Ini akan menjadi pendapata daerah terbesar, serta bisa menurunkan angka kemiskinan di pulau nias, coba skarang di pikirkan, pemerintah tidak memberi satu mata pencaharian ke pulau kita,KARNA HASIL BUMINYA TIDAK ADA YG BISA MENGUNTUNGKAN REPUBLIK INDONESIA, pulau nias itu adalah pulau yg sangat ketinggalan di banding pulau yg lain.
Harapan kita kedepan adalah tinggal Pariwisata, Selain itu tidak ada.
Coba kita lihat, kalau di hitung semua warga nias, hampir separohnya (50%) meninggalkan pulau nias untuk mencari nafkah, dan skitar 15% adalah tukang becak, 20% buruh di perkebunan, 10% adalah nelayan dan 5% persennya di perkantoran.
Kalau seperti ini terus menerus, Habislah kita.
20. Tue, 30 November 2010 16:01:13 Feberman Lase Tanö Niha feber_87@yahoo.com 60.54.165.153
Gawat, benar2 gawat ne....

Tanpa judi saja sdh bnyk keburukan2 yg anda maksud bung Sidney. Jadi jgn tambahkan lagi.
Sy TIDAK SETUJU 100%, ANDA SALAH TOTAL.
Atau tdk tahukah anda efek samping judi?
Jgn mimpi hal itu terwujud.
Kalaupun akan muncul, akan kami tentang habis2an, Sampai titik darah penghabisan.
Memajukan Nias, adlh dgn memajukan pendidikan anak2 Nias. Jd kalau mau kasih ide membgn Nias, fokuskan progres pendidikannya... BUKAN KE JUDI... Ok?!!!
21. Tue, 30 November 2010 16:34:47 fiki harefa sukabumi JABAR f1ktorhar3fa@gmail.com 125.166.164.5
Menurut saya Bukan masalah apa yg di sampaikan bung syknei pak F. Lase, itu ada sisi negatif dan ada sisi positifnya, skarang kalau hanya mengandalkan pendidikan tanpa ada saranan mata pencaharian, sia sia juga bukan.., smua negara maju mengutamakan pendidikan dan mereka juga sudah siap sarana mata pencahariannya. sedangkan nias apa coba....?, paling juga ngerantau lagi...bukan..., nah kalau juga itu , sekolah, prasaranan untuk ketingkat yg lebih tinggi juga terbatas, Kalau kita / NIAS tidak kena bencana, nias itu ga pernah di jama sama pemerintah...

Negara kita ini terlalu sibuk di bidang Koruptor (korupsi), dan itu sudah turun temurun sejak indonesia berdiri, nah skarang siapa yg ngejamin ga ada lagi yg namanya koruptor..., itu tidak bisa di brantas pak, karna koruptor yg sudah pensiun akan melahirkan koruptor yg baru.....dan begitu terus menerus....

Trus apa yg bisa kita andalkan dari pulau kita NIAS........?????????

First|Previous     Next| Last

Number of records = 34
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000