NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Kese-Kese (Discussion)
 
 

Mon, 24 September 2018 02:05:29 | PERINGATAN LASE | Nias selatan.
Binatang rabbiesssss!!!!

 

Mon, 24 September 2018 01:45:58 | PERINGATAN LASE | Nias selatan.
Harga Komoditas Naik (Kopra, Karet, Kopi, Kakao)Di Pulau Nias Yang Tidak Pasti39 Responses

 

Sat, 22 September 2018 17:01:31 | Edis Juniver | Jakarta
BANTUAN BENCANA NIAS, APA MUNGKIN DIKORUPSI?28 Responses

 

Wed, 19 September 2018 10:19:25 | linda moore | washington dc
PATUT DI DUGA PEREKRUTAN GBD NIAS SELATAN SARAT DENGAN PERMAINAN DAN KEVURANGAN32 Responses

 

Tue, 18 September 2018 18:21:36 | ELINA JOHNSON | JAKARTA
Dibutuhkan Nama Pemegang Mandat GMN Kota GS, Nias, Nias Barat dan Nias Utara1 Responses

 

Mon, 17 September 2018 16:07:43 | NOFANOLO GULO | JAKARTA PUSAT
GAJI PNS NAIK16 Responses

 

Mon, 17 September 2018 11:10:12 | Rahmat Eli Daeli | Togimbogi, Nias
Ciri khas makanan Nias.14 Responses

 

Mon, 17 September 2018 05:52:51 | Pak Paul Hart | United States of America
Guru Kontrak Daerah Kab. Nias Barat 9 bulan belum dapat gaji. (sumber nias-bangkit.com)1 Responses

 

Sat, 15 September 2018 21:08:34 | RAMADHAN ISLAMIYAT LOANS | indonesia
PLN T.Dalam1 Responses

 

Sat, 15 September 2018 16:36:07 | martini | martini
Dapatkan pinjaman Anda sekarang dalam 48 jam20 Responses

 

Sat, 15 September 2018 10:44:55 | Rahmat Jaya Ndraha | SEJARAH NAMA NIAS, GUNUNG
SEJARAH NAMA NIAS, GUNUNGSITOLI, TELUKDALAM DAN PULAU TELLO238 Responses

 

Thu, 13 September 2018 21:49:39 | Yolana | lotu
Amaedola (Pepatah) Ba Li Nono Niha27 Responses

 

Thu, 13 September 2018 10:58:52 | Heri Tel | Medan
Perguruan Tinggi Kelas Jauh di Kepulauan Nias9 Responses

 

Mon, 10 September 2018 13:56:40 | Tuan Paul Hart | Jarkata
PERLAKUAN PT.TIRTA SARI FLORAGRATA TERHADAP KARYAWANYA.1 Responses

 

Sat, 08 September 2018 22:22:48 | QUEEN JAMILLAH | JAWA
Jangan Tertiupu...WASPADALA HHHH......( Toko Emas )2 Responses

 

Sat, 08 September 2018 17:21:05 | Siswanni zebua | Muara teweh kalimantan tengah
ADA BERAPA BANYAK ORGANISASI MASYARAKAT NIAS YANG ADA DI MEDAN DAN KOTA-KOTA LAIN?8 Responses

 

Sat, 08 September 2018 11:58:35 | Ahmed Neni | London
UCAPKAN SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU39 Responses

 

Thu, 06 September 2018 12:49:47 | Efendi | Jarkatar
SUARA Dr. YASONA LAOLI DI NIAS HASiL PENGGELEMBUNGAN28 Responses

 

Fri, 31 August 2018 20:10:47 | Robbi | Indonesia
Bagaimana nasib masyarakat sesudah berakhir masa tugas BRR di Nias1 Responses

 

Fri, 31 August 2018 20:10:28 | Robbi | Indonesia
ALUMNI SMU 3 GUNUNGSITOLI YANG TERCINTA1 Responses

  Index | Add New Topic  
24/10/2006 07:50:27 | Mr, F. Maru'ao, Batam - Kepri | IP: 203.130.193.10
1,004 Kenapa Nias Tak Disukai Orang? 18 Responses
Jakarta (NiasIsland.Com) - Yaahowu... Pemimpin Redaksi niasisland.com dan saudaraku masyarakat Nias yang selalu menyempatkan diri membaca dan menuliskan komentar dalam situs ini, saya tentu ingin mengajak kita merenung dan berdiskusi mengenai masa depan Nias. Sebagai putra Nias yang hidup di perantauan, saya dikala membuka situs ini, kesan pertama yang saya tangkap adalah, Nias gudang masalah dan orang Nias pintar tapi ketinggalan. Mungkin Anda bisa memaki saya, bisa juga sependapat, terserah pendapat suadara saya memang tidak peduli. Yang jelas ada beberapa hal yang membuat hati saya menangis membiaca berita soal Nias.

Pertama, Berita tentang Nias selalu tentang korupsi, bisnis illegal, kecurangan, perampokan, perkosaan, pembunuhan, hingga penipuan, premanisme dan ilmu hitam.

Kedua, isi mailing list dari rekan-rekan putra Nias yang sudah melek teknologi informasi (IT) isinya menuduh, memojokkan, menjatuhkan, bahkan mencurigai satu sama lain. Ilmu "Tarik Kaki" di Nias masih terus kita pelihara, sehingga tak boleh orang lain mengerjakan sesuatu, memberi ide baru, apalagi kalau mengkritik orang lain, langsung kita ‘hajar’ habis-habisan. Jika ada ornag Nias sedikit berprestasi, kita bongkar borokonya ramai-ramai, itulah ilmu tarik kaki yang terus kita pelihara sebagai ‘warisan’ nenek moyang kita.

Ketiga, Mental Doyan Suap dan Doyan Nyuap Sangat banyak dan bisa Anda temukan dimana-mana, urusan di Nias sudah menjadi semacam 'budaya' bahwa harus menggunakan uang sogok. Apalagi kalau bulan penerimaan PNS, bicaranya bayaran melulu. Apa benar atau tidak, yang jelas orang kita suka mencari jalan pintas tanpa belajar dan bekerja keras. Juga banyak yang ngejar PNS karena mengharap dapat uang lebih banyak (suap dan korupsi) diluar gaji, karena di Nias memang tidak ada sumber mencari uang diluar yang lebih baik. Sementara kalau bertani dan beternak dianggap tak modern.

Atas beberapa masalah diatas, maka kalau bisa saya simpulkan secara sederhana, image orang terhadap Nias adalah Negatif. Artinya semua kalau bicara tentang Nias, selalu konotasinya negatif.

Masih Mau Terpuruk? Jawaban ada pada kita semua. Kalau ingin Nias terus terbelakang, maka mari ramai-ramai beritakan Nias itu jelek. Kalau mau berubah, tentu perlu kebijakan kita semua menahan diri, mengelola emosi, agar membuat Nias itu sesuatu yang menarik dan indah di dengar orang. Kalau bahasa marketing-nya, buatlah Nias itu marketable. Caranya gimana? tidak rumit tetapi bukan pekerjaan mudah. Buatlah positioning Nias itu sebagai pulau yang baik, warga yang ramah dan aman. Dalam positioning ini, tentu berita - berita yang menunjukkan Nias itu baik yang akan kita tampilkan lebih dulu dan utama. Kenapa, sebagai daerah wisata, masalah yang menakutkan harusnya kita hindari, karena wisarawan asing maupun domestik tidak akan mau kunjungi daerah yang banyak masalah seperti Nias. Bagaimana membentengi Nias dari informasi jelek, saya ambil contoh Singapura yang hidup dari dunia pariwisata dan industri. Media Singapura punya semanta nasionalisme yang tinggi disamping kontrol ketat pemerintah. Media Singapura selalu menutupi berita jelek soal Singapura, semua surat kabar, TV, radio dan internet Singapura, mempromosikan Singapura sebagai negara di Asia yang paling baik dan aman untuk dikunjungi. Soal korupsi dan masalah politik pasti mereka punya, tetapi mereka menjadikannya berita kecil dalam halaman surat kabat.

Hal positif lain yang perlu kita lakukan sebenarnya banyak, dari daftar pengunjung situs ini, saya melihat ada ribuan warga Nias yang membaca setiap hari. Kalau tadinya kita selalu saling memaki dan menyalahkan, kenapa kepintaran kita menggunakan IT tidak kita pakai membangun jaringan yang kuat dalam menggalang solidaritas untuk Nias. Kenapa jaringan ini tidak kita gunakan sebagai cara mencari mitra bisnis, sehingga suatu saat kita sama-sama pulang ke Nias, membangun usaha yang mengangkat ekonomi Nias. Kenapa kita tidak berpikir, ada komunitas masyarakat Nias Melek IT yang bisa berkumpul dalam periode tertentu membahas masalah pembangunan Nias? Tentu masih banyak manfaat lain yang bisa kita bangun. Ingat, MLM di internet berhasil dari jaringan seperti ini, mereka dapat uang miliaran rupiah bukan dengan memaki, tetapi menggunakan internet untuk hal-hal positif.

Nias saat ini sudah kebanjiran LSM. Perlu diingat LSM pada dasarnya positif, namun tak jarang LSM di Indonesia yang pada akhirnya hanya membuat kita tidak bisa bekerja dan tidak tenang. Kenapa? karena kadang di perjalanan oritentasinya berubah dari idealisme menjadi kepentingan pribadi, tunggangan politik sampai masalah periuk nasi. Semakin banyak LSM di Nias sama halnya kita sedang menciptakan para "pengkritik" yang selalu merasa benar, dan orang lain selalu salah. Katanya pun Pokoknya.....

Komunitas Mahasiswa Nias juga sudah banyak, Namun kita gerakannya masih belum berkelas nasional. Hasilnya tentu saja belum optimal. Kenapa? Gerakan kita masih fokus pada kasus per kasus. Gerakan kita masih pada usaha menumbangkan atau menggulingkan seseorang, bukan usaha memberikan masukan bagi perbaikan pemabangunan Nias.

Masalah BRR misalnya, kita akui kinerjanya lemah. Tetapi bukan berarti harus minta dibubarkan. Kenapa? Kalau BRR dibabarkan, orangnya BRR bisa cari kerja lain, karena mereka sudah punya jaringan dan keahlian untuk itu. Masalahnya, pembangunan Nias apakah ada lanjutan atau tidak? Tidak ada jaminan. Kalau kemudian pemerintah menyerahkan pembangunan Nias kepada masyarakat Nias sendiri apakah kita mampu? Tentu jadi pertanyaan besar. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan, mengawasi pelaksanaan di lapangan, misalnya Pak Kades dan Pak Camat jangan manipulasi data, kualitas harus kita pantau dan korban harus kita berikan kenyamanan. Kita mungkin tidur di kamar ber AC, naik kendaraan mewah, tetapi korban bencana di Nias masih menunggu rumah. Apakah kita lantas membiarkan mereka begitu saja ketika BRR bubar?

Masalah di Nessel begitu banyak, DPRD dan Bupati seolah-olah dua musuh yang sulit di damaikan. DPRD tidak bersedia membahas APBD misalnya, itu yang rugi siapa? Rakyat? Kenapa, uang pembangunan jadi tidak jelas. Kalau APBD tidak diterima DPRD, Bupati tidak rugi, gaji dan tunjangan mereka tetap bisa dibayar sesuai pagu anggaran tahun sebelumnya. Artinya DPRD pun mendapat hak yang sama mereka tetap gajian. Hal yang kita lupa adalah, bahwa Pemkab dan DPRD Nissel adalah merupakan unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah sesuai UU 32 tahun 2004. Artinya sama-sama tanggungjawab atas penyelenggaraan pemerintahan. Wong, kalau salah satu tidak bisa bekerja, artinya pemerintahan daerah gagal. Justru masyarakat harusnya menanya kedua belah pihak, masih sanggupkah bekerja untuk rakyat? Kalau dua-duanya tidak mampu lagi, kekuasaan mereka sepatunya mereka kembalikan kepada rakyat dengan meminta digelar kembali Pilkada untuk Bupati dan PAW untuk anggota DPRD.

Masih banyak masalah lain, tentu saya tak bisa uraikan semuanya. Yang jelas kita perlu mengubah pola pikir, agar Nias tidak terus terpuruk. Nama Nias kini sudah dikenal dari Sabang sampau Merauke, termasuk di dunia internasional. Sayangnya kita dikenal karena bencana. Saya harap kedepan kita yang memanfaatkan nama yang sudah dikenal itu untuk hal yang lebih baik lagi.

Mohon maaf kalau komentar saya ini kurang berkenan dihati kita semua. Yaahowu.

Eliaki Gulo
Batam


Bagaimana tanggapan kita, sebagai warga Ono Niha, baik Pejabat, Masyarakat, Pengusaha, Pelajar maupun Ono Niha yang berada di Perantauan baik di dalam maupun di Luar Negeri...?

KESE-KESE belum tentu berisi diskusi ilmiah atau mengandung kebenaran universal (tergantung pada opini pribadi masing-masing). Jadi pembaca harus bijaksana memilah-milah mana yang benar dan mana yang tidak.

KAMI memiliki hak (bukan kewajiban) meng-edit bahkan menghapus Kese-Kese yang menurut kami tidak layak.

ISI serta akibat atau pengaruh Kese-Kese adalah di luar tanggung jawab NiasIsland.Com.

PEMBACA harus telah menyetujui semua klausa di atas sebelum berselancar di halaman KESE-KESE.

First|Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
1. 24/10/2006 13:09:18 nodali ndraha jalan setia budi 486 B tanjungsari medan nn_tp05@plasa.com 125.162.11.11
Tanggapan saudara adalah salah satu inpirasi buat saya, selaku ono niha, dan hal ini adalah sudah menjadi mimpi pribadi saya. ada banyak masalah dan bukan hanya yang anda dengar itu saja yang membuat warga nias kita tidak bisa maju-maju.

hal yang lain adalah termasuk kesombongan yang sudah mendarahdaging dimasyarakat kita. aku sendiri meraskan hal yang seperti ini

kalukita melihat dunia luar, sesungguhnya ada banyak yang kita pelajari dari orang, namun ketika kita sudah menganggap diri kita hebat, pintar, ketahuilah, kita bakal jatuh secara pelan- pelan.

ada aja oknum yang membuat citra Ono NIha tak terpandang lagi, kenapa ?
mari kita lihat............................
sebagai contoh, ada banyak perantau dari nias yang katanya mau mencari kehidupan yang lebih baik. Kenyataanya adalah mereke cuma berebut stang becak( maaf kata) dan bahkan sesma Ono niha pun mereka saling bunuh-membunuh, bayangkan

saudara, saya bersyukur masih ada orang yang peduli dengan keadaan Nias kita ini kedepan, dan saya harap jangan hanya sampai disini saja, jangan seperti pepatah"fa'aukhu dai manu"

terima kasih
kalau ingin mo bicara lebih dan bekerja sama......
hub: 081362036452
yaahowu
tetaplah berdoa
2. 24/10/2006 17:27:40 Belia Wau Bekasi belia@yahoo.com 87.162.187.80
Menurut saya orang Nias tidak disukai orang karena mulut besar alias tong kosong nyaring bunyinya.contoh nih ada seorang dari salah satu desa datang ke kota gunung sitoli untuk sekolah atau kuliah, dikota itu dia akan bangga sekali dan bila pulang kampung wah ceritanya selangit deh, itu baru di Nias,,,,,,, nah apalagi kalo sudah ke medan,jakarta, surabaya dll, mau sebesar apa mulutnya bila buka pembicaraan, padahal dia tidak merasa kalau di kanan kirinya ada yang lebih hebat tapi tidak sok.Selain itu saya lihat orang Nias cara bicara dan penampilan kampungan banget walaupun mereka2 itu sudah jadi orang kaya tetapi tetap kayak orang kampung.
ini hanya salah satu contoh, tapi masih banyak alternativ mengapa orang Nias jelek "dimata orang"
3. 24/10/2006 18:51:52 AUGID Jakarta augid@yahoo.co.id 209.30.189.228
No. 2

Apakah Belia Wau juga termasuk mulut besar ? Termasuk mulai dari nenek moyang mulut besar ?

Tolong berlogika yang wajarlah. Artinya, kalau satu mado Wau yang jelek atau beberapa mado lain yang jelek, TIDAK BERARTI seluruh anggota keluarga dan mado Wau jelek atau seluruh orang Nias jelek.

Terus terang, saya tidak menyombongkan, ketika saya sekolah di Bandung, Jakarta, Eropah, dan Amerika saya disenangi dan bergaul wajar dengan orang lain. Demikian hingga sekarang. Jadi hati-hatilah kalau memberikan pendapat. "Tufoi mbeweu bulu lato fatua lo muhede'o".

AUGID
4. 25/10/2006 03:14:10 Yaodo usa-okc yaodo610@yahoo.com 68.12.140.234
Ya'ahowu
Saya pikir setiap orang di manapun berada dari manapun asalnya, setiap pribadi mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Saya pribadi selalu mengaku sebagai orang Nias ke manapun saya pergi, karena memang faktanya dari Niaslah saya berasal. Dari pengalaman saya pengakuan asal saya ini tidak mengurangi atau menambah nilai saya di mata orang lain.
Dari pengalaman hidup saya, orang lain menyukai atau menghargai kita bukan karena melihat kita berasal dari mana, mungkin itu hanyalah salah satu faktor saja.
Orang haruslah pandai beradaptasi dengan lingkungannya di manapun dia berada, karena setiap daerah mempunyai culture yang berbeda dan perbedaan itu kadang menambah memperkaya wawasan berpikir kita, kita diharapkan bisa menghargai setiap perbedaan itu.
Jadi menurut pikiran saya, bukan 'Nias' tidak disukai, tetapi kita setiap pribadi harus terus belajar untuk mengembangkan hal-hal positif dan selalu memperbaiki diri sehingga orang lain akan menghargai kita. Dan pastinya akan lebih dihargai lagi kalau kita bisa berbuat kebaikan untuk orang lain.
Yaahowu
5. 25/10/2006 16:17:21 berkat batam island berkat_80@yahoo.com 203.130.193.10
Topik yang di sampaikan di sini sangat2 menarik kita bahas di kese2 ini... izinkan lah saya sedikit koreksi tentang topik " KENAPA NIAS TIDAK DI SUKAI ORANG " di sini sebenarnya bukan nias yang tidak di sukai orang tetapi mungkin tingkah laku dan perbuatan aja yang tidak begitu di sukai di kalangan umum, dan bukan hanya suku kita aja yg kayak gitu.Nah kalau sy artikan lagi bahwa saya pribadi bisa di kategorikan orang suku nias yang tidak di sukai...? tentu saya jawab " TIDAK "

Sy sependapat dengan Respon No.#04
percis juga yang di lakukan oleh beliau sama dengan apa yang sy lakukan dan sy tetap bangga jadi suku nias asli di mana pun saya berada bahkan saya sering beradaptasi kepada rekan2 bisnis sy ( orang cina ) tetap ciri khan suku nias selalu sy agungkan.

Ada betulnya jg yang katakan oleh bp Eliaki Gulo di batam dan sifat dan perbuatan itu selalu ada,kita bisa buktikan dalam pembangunan di nias yg skrg ini di handle oleh BRR.Sebenarnya Management BRR itu udah bgs tetapi SDMnya lah yang sedikit menyimpang dari program yang telah di tentukan.Nah dalam hal ini Masyarakat nias seharusnya menelusuri dan meneliti perkasus dan mengumpulkan bukti2 sebagai pendukung apabila ada SDM yang melakukan kekurangan dan segera di laporkan ke pihak yang berwajib, dan bersedia memberikan informasi2 baru kepada pihak yg berwajib untuk meneleti lebih lanjut lagi. Sy yakin pihak kepolisian tidak diam aja menangani masalah itu, karena pihak aparat itu bekera untuk membela rakyat banyak.

Nah dengan situasi tsb yg di katakan bp Eliaki Gulo lagi bahwa sistem " TARIK KAKI " emang saya akui itu masih ada.. bahkan sy kadang trauma melakukan hubungan kerja sama atau berbisnis di sana kenapa ? sy takut besok2nya sy kena penyakit yg namanya Soma,Faosa,Bara, dsb...yg bisa membuat suatu kegiatan sy menjadi macet bahkan bisa guling lingkar.
itu cmn salah satu contoh aja...

Dengan demikian sekarang sulosi yang kita tempuh adalah MARI KITA BERSAMA2 MEMBERIKAN YANG TERBAIK BUAT NIAS, MENDUKUNG PEMBANGUNAN DAERAH,MEMBERIKAN MASUKAN DSB..DEMI MEMPERLANCAR PEMBANGUNAN NIAS YANG KITA CINTAI...

itu aja dech tanggapan dari gw kalau ada masukan dari ide ini dan kritik silahkan aja dan maaf kalau ada salah

fr berkat
6. 26/10/2006 19:44:34 autha jerman xxxx@yyyy.cöm 89.55.75.81
Ya'ahowu Sdr. Eliaki Gulö!

Saya senang sekali saudara membuka diskusi untuk topik ini! Terima kasih-terima kasih! Saya percaya, ini tanda Nias sedang bergerak maju. Pada dasarnya saya setuju dengan pengamatan jadi, untuk menciptakan asosiasi tentang nias yg baik: silahkan mengkritik.& analisis anda. Hanya sedikit yg ingin saya diskusikan lebih lanjut.
Anda menyimpulkan konotasi tentang Nias sering negatif. Hal ini disebabkan berita di media massa tentang Nias seringkali negatif, banyak kasus KKN di Nias, & isi situs ini yang sering mengungkapkan pembunuhan karakter (pengadilan massa yang tidak adil). Anda menyimpulkan secara cermat "budaya tarik kaki". Dua jempol dari saya untuk kecermatan anda.
Saya menambahkan, isi kese2 yg berupa pembunuhan karakter tidak hanya mempermalukan "korban/penjahat" namun juga yg mengadilinya. Karena itu dimuat di situs milik orang nias, seluruh orang nias terkena getahnya. orang mungkin berpikir: oh, begitu, ya, cara berpikir&berbicara orang nias?! dengan mempermalukan orang lain secara tak santun, kita justru mempermalukan diri sendiri.& yg lebih memalukan lagi, kalau ada yg bicara porno di situs ini. aduh, saya tak tahu mau bilang apa untuk orang yg pikirannya kacau begitu.
alasan lainnya konotasi nias selalu jelek karena berita media & kasus KKN. Untuk faktor pertama, berita tentang Nias sering jelek, mungkin benar untuk media skala kecil. Namun untuk media skala yg lebih besar, kurang benar. kalau kita mengikuti liputan kriminalitas di TV swasta, kita mungkin bisa perhatikan, suku lain yg lebih sering disebut. Apakah karena tingkat kriminalitas d nias/yg dilakukan orang nias turun? bukan. ini karena orang nias bukan mayoritas d indonesia.
faktor yg menyebabkan nias jelek lainnya, menurut anda: KKN. Ini benar, namun ini bukan khas Nias saja. Indonesia memang negara terkorup (seasia?).

Lalu, apakah konotasi tentang Nias tak lagi jelek? Tetap, tetap jelek. Namun, itu bukan konotasi khas nias. itu konotasi khas indonesia. lalu konotasi khas nias apa? ya, perbuatan yg memalukan yg dilakukan org nias & budaya tarik kaki yg dibilang anda tadi. inilah yg paling khas yg membuat orang lain tak suka nias.
tapi selain konotasi tentang nias, saya mau menambahkan asosiasi tentang nias: orang nias juga disukai karena ramah, bersifat sosial, mudah bergaul, aktifis, tampangnya lumayan. maaf, ya, ini kesan pribadi sebagai orang setengah nias. kalau boleh daftar saya tambahkan, orang nias juga sensitif&temperamental (termasuk saya).

Lalu, anda mau mendorong perubahan konotasi tentang nias yg jelek menjadi asosiasi yg lebih positif. caranya, secara sederhana, beritakan tentang nias yg baik saja, seperti singapur. Anda kurang setuju kritik, karena kritik sering jadi hujatan. & seringkali hasil kritik bukannya membangun, malah merugikan orang kecil, seperti kasus DPRD yg kritik bupati.
Dalam hal ini saya setuju dengan anda. kritik yg tak mengusulkan solusi sama saja bohong. kritik yg menghujat justru membuat orang tertutup&membela diri.

tapi beritakan yg baik2 saja? eit, tunggu dulu. beritakan yg baik2 saja juga populer jaman bapak kita suharto. kita tak perlu perjelas singkatan ABS, karena semua sudah tahu kepanjangannya. kalau ada suara tak sependapat, bisa hilang si empunya mulut. dengan adanya berita seragam tentang yg baik2 saja, apakah dunia luar percaya kita? atau apakah kita percaya bahwa kita baik2 saja? rasanya tidak.
contoh yg saya ajukan untuk ini, di eropa ada tradisi karnaval. karnaval tak hanya berisi pawai orang berkostum, tetapi juga wahana kritik pada tokoh publik lewat lelucon. sasarannya mulai dari politikus, olahragawan, artis, peseni. Di sini mereka diolok habis2an. Tapi tokoh publik tak ada yg memenjarakan si komedian. Mereka berbesar hati menerima kritikan. Saya pikir, inilah yg memajukan bangsa mereka. Ada budaya untuk memberi tempat pada kritik&untuk berpikir kritis. Kritikan tidak otomatis dianggap "saling menjatuhkan". Bukankah hanya orang2 berhati besar yg mampu menampung kritik?

Jadi, daripada beritakan yg baik2 saja, saya lebih setuju beritakan yg berimbang. Silahkan media, lsm, organisasi mahasiswa, DPRD memberikan kritik pada pemerintah atau siapa saja. Namun beriitakanlah secara beirmbang. Pasti dari yg dikritik itu ada juga yg baik, walau cuma sedikit. Beritakan perbaikan/perjelekan yg terjadi. kemarin jeleknya 70%, sekarang jeleknya 68% atau 72%. Kalau kita bilang secara jujur apa yg baik&apa yg jelek, semoga orang luar percaya; oh, mereka serius memperbaiki diri.
bagaimanapun, seperti obat, manusia (walau tak suka) perlu kritik karena cenderung melihat selumbar di mata orang lain & tak melihat balok di mata sendiri. bagaimana kita bisa mengubah nias menjadi lebih baik kalau kita tak tahu apa yang kurang baik? jadi, untuk menciptakan asosiasi tentang nias yg baik: silahkan mengkritik. hanya catatannya, kritiklah dengan solusi, kritiklah dengan berimbang, & mampukan diri menerima kritik.
sekarang giliran saya. siapa yg mau mengkritik saya? silahkan.
7. 27/10/2006 20:01:51 mawan jakarta jesus_laoli@yahoo.com 222.124.48.69
klo menurut gw cih orang nias disukai banyak orang soalnya ditempat gw banyak orang yang ngefas ma gw. trus menurut gw lo-lo kali ngak cakep ato orang reseh!!!!!!!!!!!
tapi klo gw cih suka gaul ma orang itu aja tipsnya kenapa gw disukai ma orang2!!!!!!!!!!
thaaaaaaaaannnnxxxxxx!!!!!! yaaaaaaaaaaaa
8. 27/10/2006 22:39:11 Desy Tel. Padang Detel@cmx.com 87.162.194.171
Yang tidak disukai itu bukan Niasnya tapi orang Niasnya ,walaupun bukan semua orang nias, karena kebanyakan orang nias itu cepat sekali marah alias naik darah, kenapa ya......mungkin terlalu banyak makan daging babi kali ha haha
9. 28/10/2006 11:33:02 nonali wau qc-canada nonalinias@yahoo.ca 65.92.193.110
hello teman-teminsebenarnya, tidak ada orang yg ,tidak suka sama orang nias itu tidak benar, sekarang tergantung orangnya siapa dia,dalam arti kalau memang dia nya orang tidak benar, so pasti tak ada yg mau menyukainya,itu sudah dimana-mana , bukan hanya di nias,
maaf ya ,itu pengalaman saya pribadi


salam buat kita semua ononiha
10. 28/10/2006 20:23:19 towi2 http://www.duniasex.com/forum rstuidong@yahoo.com 61.94.231.222
aneh..ini opini apalagi...emang pada sableng..hanya orang sakit saja yg bilang "nias tak disukai orang" saya pribadi gk pernah baca dikoran, denger diradio, liat ditv2, dimajalah, atau sejenis forum2 di dunia maya klo nias tuh dibenci orang. crottt..tolong di inga-inga dimana mas , ga'a,bos, MR. F. Maru'ao denger ato baca berita itu dan share ke kita2. ok
11. 29/10/2006 11:25:52 domulase gunungsitoli domulase@yahoo.com 61.94.254.8
setuju #10
Nias pulau yang sangat indah, masyarakatnya baik dan ramah. Memang satu hal yang saya perhatikan, masyarakat Nias tidak suda dengan 'orang yang terlalu sombong'. orang Nias tidak suka diremehkan, tetapi orang nias sendiri (yang menganggap dirinya pintar) mengucilkan orang nias lainnya. mengapa? kalau kita mau berbicara jujur, setiap kita 'pernah' melakukannya...kecuali nonali wau (komentar nonali selalu positif, Nias membutuhkan orang berpikiran positif. Salam jumpa kembali untuk nonali, how is your family there?).
Kita ingin Nias yang maju, yang disukai banyak orang? Set awal ada pada pikiran kita, Set kedua pada karya kita. mengapa kita tidak memulai...berpikir positif...tentang Nias?
Pada dasarnya generasi Nias Smart tetapi sarana dan kesempatan jarang menghampiri mereka. Mari kita wujudkan kesempatan itu bagi mereka. paling tidak bagi generasi saat ini.berikan informasi sebanyak-banyaknya bagi mereka, daripada hanya memojokkan mereka sementara kita berada di pojok yang lain.
Satu langkah yang saya pikirkan, kirimkan buku bacaan positif kepada keluarga kita yang sedang sekolah di Nias. itu akan sangat bermanfaat.

Ya'ahowu Tanö Niha
12. 29/10/2006 16:07:42 H. Lase Idanö gawo comel@yahoo.com 203.130.195.142
100 % apa yang dikatakan talifuse towi2 (#10)
13. 30/10/2006 09:18:06 Edizaro Waruwu rawamangun-jakarta timur ediz_waruwu83@yahoo.com 61.5.65.13
I love NIas......ha ha ha soat gitu looo
14. 30/10/2006 17:25:04 BJ.Lase,AM,d Sungai Panas yupiter@yahoo.com 203.130.193.10
jawabannya bisa kita simpulkan dalam topik ini,dan sy mulai dari diri saya sendiri bahwa " ORANG/MASYARAKAT SUKA KEPADA SUKU NIAS "
silahkan isi topik " nias di sukai semua orang "
bagaimana dengan anda semua...?
silahkan jawab sendiri ok ?

fr BJ.Lase Am,d
15. 31/10/2006 10:30:26 Eliaki Gulo Batam, Kepulauan Riau eliakigulo@yahoo.com 202.155.115.50
Yaahowu fefu.
Terima kasih atas repson dari semua suadara saya dari pelosok tanah air. Tentu saya perlu menjawab beberapa komentar agar tidak ada salah paham diantara kita.
Memang benar yang dibenci bukan Nias sebagai pulau indah dan salah satu pusat kebudayaan dan peradaban tinggi. tetapi image yang terbentuk membuat orang kurang menyukai orang Nias. Itupun bukan semua orang Nias, karena banyak juga orang kita yang sukses di negeri ini, ada yang jadi Duta Besar, Profesor, Peneliti, Pengusaha besar, Perwira Tinggi, dan masih banyak lagi yang mengharumkan nama Nias. Akan tetapi, jumlahnya tentu tidak sebanding dengan beberapa oknum orang Nias yang juga membuat telinga kita panas mendengar.
Akumulasi dari perbuatan negatif beberapa oknum tadi, membuat Citra masyarakat Nias kurang baik, terutama dalam penciptaan rasa aman dan nyaman berkunjung ke Nias.
Bahwa menyangkut pemberitaan tentang Nias saya setuju dengan saudara Autha #6., bahwa kita tentu tak menginginkan berita ABS di Nias. Saya sendiri tidak bermaksud seperti itu, Bahkan Saya sangat membenci orang yang suka ABS, saya sangat anti dengan orang "penjilat" karena itu bukan tipe saya. Tetapi maksud saya sama dengan komentar saudara yang lain, kalau ada berita yang membuat orang tertarik soal Nias, tentu kita utamakan itu lebih dulu, misalnya tempat apa yang menarik di Nias, peluang usaha apa yang ada, bagaimana kondisi jalan dari Gunungsitoli ke Teluk Dalam Sekarang, dan hal-hal sederhana lainnya tetapi dibutuhkan banyak orang. Setelah itu kita baru masuk ke berita menyangkut hal-hal negatifnya. Tentu saja berita negatif yang dibuat pejabat kita perlu dikritisi tetapi caranya juga ada sopan santun misalnya dalam bahasa yang menunjukkan kita orang berpendidikan. karena kita tidak mau orang lain menilai kita ini temperamen belaka tetapi tak menguasai etika. Bahwa porsinya tentu sebaiknya yang mengangkat nama Nias dulu yang kita butuhkan. Kita juga tidak mengharapkan ada berita yang isinya membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Saya tidak setuju itu., Namun kita buatlah berita yang ibarat orang Jawa "Menginjak Kaki Orang tetapi Yang Diinjak tidak merasa kesakitan". Artinya yang penting tujuan kita tercapai, caranya bisa dilakukan lebih bersahabat kita butuh hasilnya apakah ada perubahan atau tidak.
Saya akui orang Nias dimana-mana disenangi dan dipuji baik karena kecantikan maupun ketampanan laki-lakinya, bahkan tak jarang orang lain mengira, orang Nias itu adalah orang Chinese. Semuanya itu tentu jadi modal, tetapi sekali lagi sebagai orang yang sangat cinta terhadap Nias saya membuka diskusi ini bukan mengecilkan apalagi melecehkan Nias, tidak!!!, saya tidak seperti itu, Saya harapkan ada intropeksi, termasuk cara kita menyampaikan kritik pedas, yang kadang-kadang diluar kendali emosi,.
Saya pribadi tidak anti kritik, bahkan kritik adalah bahagian kehidupan saya sehari-hari sebagai Dekan disalah satu universitas di Batam. Kritik juga biasa saya temui dan saya mediasi dikala memberikan asistensi kepada DPRD Batam sebagai staf ahli. Tentu saja kritik itu kita butuh kalau arahnya untuk perbaikan, tetapi kalau kritik hanya sekedar menunjukkan bahwa "Inilah Saya", barangkali tak ada gunanya.
Sekali lagi terima kasih atas semua komentarnya, mari kita terus memulai berpikir dan bekerja untuk kemajian orang Nias. Sebagai situs pembanding tentang Nias, sekali-sekali bisa lihat Niasonline yang beritanya lebih soft dan friendly.
Saohagolo, Yaahowu.
16. 31/10/2006 13:39:00 Iskandar Dachi Taman Sari Blok C No 23 Tiban-batam is_dachi@yahoo.co.id 222.124.136.120
Shalom,
Firman Tuhan di Amsal 4:23 berkata :"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan".
Maksud saya mengomentari topik kese-kese ini dengan kebenaran Firman Tuhan, saya hanya mau mengingatkan kita(anda) yang mengaku sebagai orang yang berpendidikan, orang yang punya keahlian dlsb untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab saat kita meng highlihgt sebuah topik.
Pada saat bung Eliaki mengangkat topik ini sepertinya vonis sudah sudah dijatuhkan : "Nias tak disukai orang"
coba kita baca sekali lagi pemaparannya tentang topik ini.
Tapi begitu saya membaca resp#15, yang nota bene pemrakarsa topik kese-kese ini, saya jadi tertawa sendiri membacanya, berbanding terbalik dengan apa yang diutarakannya diatas.
Kenapa saya katakan harus bertanggung jawab? karena topik diatas sudah menghakimi, padahal Firman dengan jelas-jelas berkata jangan engkau menghakimi.
Saya mau bertanya, dimanakah tempat, daerah, yang sama sekali tidak ada masalah ? Kalau ada mungkin kita khususnya yang ada di P. Nias bisa beramai-ramai eksodus kesana.
Nias gudang Masalah? ndak usah panik! Firman sudah memberitahukannya kepada kita. Cobalah kita baca II Timotius 3:1-9 :"Keadaan manusia pada akhir zaman"
Jadi marilah, bila kita berbicara tentang Nias yang kita cintai apapun itu, jadikanlah Firman Tuhan sebagai padanannya, seperti yang dikatakan dalam Filipi 4:8. Karena kalau tidak dengan Firman Tuhan maka akan sangat sulit kita bisa menerima, memahami, dan memaklumi keadaan P. Nias, dan bisa-bisa yang muncul adalah apatisme dan keputusasaan. Dan sebagai orang beriman harusnya kita bisa melihat bahwa dibalik masalah dan keterpurukan yang melanda Nias ada sebuah peluang untuk menjadi Pulau dan Suku yang diberkati, dari mana ?? ya kembali lagi ke Firman Tuhan, mari sama-sama kita baca Yeremia 29:11, II Tawarikh 7:14, Roma 8:28.
So, siapa bilang Nias tidak disukai orang? Akronim NIAS=Nusa Indah Andalan Sumatera, adalah ciptaan dari Departemen Kebudayaan RI, Beo Nias menjadi maskot Sumut, bukan orang Nias yang mengusulkannya, Lompat Batu dipakai oleh Bank Indonesia di uang kertas Rp.1000,-, Ho-Ho, dijadikan budaya tutur dunia sewaktu festival Kebudayaan Internasional di Jepang. Mungkin itu scoupe yang terlalu global.
So, siapa bilang Nias tak disukai orang? Ini yang lebih spesifik. Sewaktu Gempa Nias. Ada banyak NGO/LSM yang benar-benar terjun ke Nias tanpa pamrih dan tak perlu publikasi, contoh : Obor Berkat Indonesia, Lumbung Yusuf. Dan Penulis langsung melihat kegiatan mereka dan mendengar statement mereka sewaktu berada di Teluk Dalam Nisel bersama rombongan PMN-OB (Persatuan masyarakat Nias - Oikumene Batam ) dan GBI Gedung Tabqha Batam.
Ada banyak, banyak dan banyak hal lagi yang kita bisa angkat tentang "Nias disukai Orang".
Jadi marilah kita menggunakan padanan yang patut saat kita membahas tentang Nias. Ya'ahowu
Gbu
Iskandar Dachi
17. 1/11/2006 13:51:42 Eliaki Gulo Batam eliakigulo@yahoo.com 202.155.115.50
Terima kasih komentar Bang Iskandar. Kalau saya dikritik dan dikatakan tak konsisten, Oke saya terima. Tetapi apa yang saya sampaikan saya ulangi tidak untuk memjelekkan Nias. Saya ungkapkan ini sekedar bahan renungan kita. Kita merenung untuk apa? Merenung bagaimana pencitraan Nias kedepan. Kalau kita citrakan nias baik, tentu orang akan bilang baik, tapi kalau kita saling menyampaikan pendapat dengan bahasa yang kurang enak di dengar, bukankah kita sedang memberikan citra negatif terhadap pulau kecintaan kita itu? Tetapi saya tidak memperpanjang kese2 ini, saya khawatir justru salah paham diantara sesama Ono Niha akan semakin besar. Mohon Maaf kedepan barangkali saya lebih memilih gabung di niasonline.net. Disana teman 2 lebih bersahabat dan lebih welcome dengan diskusi hal2 baru (maaf bukan mengatakan ini kurang baik) tetapi mungkin disana saya merasa lebih nyaman berdiskusi dengan saudara Ono Niha juga. Mohon maaf sekali lagi, kalau kolom ini dirasa kurang berkenan. Kepada webmaster saya mintakan untuk dihapus saja. Saohagolo.
18. Thu, 12 April 2018 02:21:25 Abraham Zebua Maluku abraham@yahoo.co.id 103.213.129.234
Yaahowu, yang pertama, Judul anda konfrotatif. . . Anda menjatuhkan Dan memperburuk Citra NIAS bagi para netizen yang surfing ini laman tanpa data yang akurat. Mungkin yang Lebih tepat Judulnya, Mengapa orang Nias Kurang eksis di kancah Nasional atau global.
Yang kedua Indonesian di zaman sekarang Sedang sensitiv, dilema over fanatic agamais Dan primordialis. Nah orang bisa dengan mudah hancur atau sukses viral kehidupannya menggunakan tameng demikian di era saat ini di Indonesia, jadi supaya anda stabil jadilah pejuang nasionalis.
Nah masalah di sukai tidak disukai saya Akan katakan begini, Apakah yang anda bisa sukai dari seseorang, pasti jawaban nya karna dia memiliki nilai Lebih. Nah Nilai Lebih ini harus anda selami dalam dalam baik dalam ketrampilan positif keluhuran budi pekerti Dan teladan. Sayangnya so zitobali baa baa ba yaita ono niha enao tola eksis bangawalo hadia ia nifaluada ba bumi Indonesia, yaia dao terkait SDM. Hana watola tekalaisi Ita ba kategori daa? Sementara SDM tobali main point ma zui senjata ampuh ba watola wocapai kejayaan, tekalaisi Ita ba kategori SDM tenga boro Hadia ia natenga ba bagian li secara dominant. Weaso li niha ba negarada Oi tobali bhan analisa da wa hana tola faboo ia bangawalo li boo ba daerah daerah lokal indonesia tanoboo, vokalisasi bahasa da Zino kental Sibai berbanding terbalik ba rata rata li boo Zi zafonu konsonan, akibatnia vokalisasi da teohe ia bawamake li boo ma li indonesia, tobali ambo ambo horufo. Boo ia ba li boo sino sejalan li daerah nia konsonan ba li indonesia, Sara lala ira ba we ogunao, dao boro Ita tekalaisi ba SDM, boro meno terjajah ba bagian wa aro dodo (percaya diri) ba li da samosa. Moroi ba li daa tobali lohe lohe da ba we baur ba Suku tanoboo nia, Heza sino aro todo ira ba li ra boro me sejalan konsonan ia ba li indonesia .. Boro daa dozi yaita niha khoda, dataogunao li Indonesia ba keluarga ziofona Sibai ua enao tobali modal ekspansi iraonoda ba wo kompetisi ba mbanua Indonesia gofu hezo ia ba tobali nono bawokuasai bahasa niha tori, Nah aefa dao me no sae so waero dodo no tola tapelajari nilai nilai Lebih tano boo simane Ketrampilan ba bagian pemerintahan indonesia, ketrampilan ba bagian sosial masyarakat, ketrampilan bagian bisnis, industri ma pabrikPabriik Zi moguna ba negarada, intinia databerusaha Ita tobali pelopor nasiaonal ma global tenga have pelopor daerah. Datobali Ita niha global tenga have niha khoda. Ba tola terjamin ba doi Lowalangi, Lo hadoi pemikiran simae judulmo dao si yawa mado #Yaahowu

First|Previous    Next|Last

Number of records = 18
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000